
"Saya minta maaf"
"Buat apa?" tanya Rizky yang kini sudah mulai menjalankan motornya
"Kalo pertanyaan saya tadi salah"
"Iya" dia sangat enggan menjawab kalau ada yang bertanya kenapa dia membolos, karna bagaimanapun ini hidupnya mau dia sekolah atau tidakpun orangtuanya tidak akan peduli, oleh karna itu dia sangat malas kalau ada orang yang melarangnya untuk tidak bolos sekolah lagi karna bagi Rizky enggan sekali menerima sikap empati dari orang lain.
Benar kata Rizky dia ingin pulang buktinya sekarang mereka berdua sudah sampai di rumah Rizky sementara Qila masih kebingungan kenapa Rizky membawanya juga kerumah dia.
"Kalo lo pulang kerumah lu sama aja cari mati, ini baru jam 1"
Benar juga kata Rizky karna bisa-bisa dia akan mendapat banyak pertanyaan dari orangtuanya.
"Masuk"
Lagi Qila menganggukkan kepalanya.
"Den bolos lagi?" Rizky di sambut oleh bi Siti dengan pertanyaan itu lagi
"Bi bikinin minuman"
Bi Siti langsung pergi kedapur untuk mengambil minuman.
"Duduk aja, gua mau ganti baju dulu"
Qila menganggukan kepalanya lagi.
Bi siti sudah kembali dengan membawa minuman dan beberapa kue.
"Minum neng" ucap bi Siti sambil tersenyum
"Makasih bi"
"Neng pacarnya aden?" tanya bi Siti
"Bukan bi saya teman sekelas dia"
"Oh, kirain pacarnya aden kalo pacarnya mah bibi mau minta nasehatin aden biar gak bolos biar gak berantem lagi"
"Berantem?" tanya Qila bingung, memang Qila juga sering melihat luka kadang disudut bibir Rizky atau kadang memar di area wajahnya tapi Qila tidak menduga kalau itu akibat Rizky berantem, memangnya dengan siapa?
"Iya neng, apa ya namanya kalo sama sekolah lain?"
"Tawuran?" ucap Qila asal
"Nah iya itu neng"
"Bibi suka heran sama sikap aden yang kadang cuek banget sama keadaan sekitar bahkan sama orangtuanya pun begitu, tapi yang bibi gak suka kalo tiap minggu pasti ada aja luka di wajahnya karena tawuran itu" ucapan bi Siti tiba tiba berhenti saat melihat Rizky turun dari kamarnya.
"Bibi kebelakang dulu ya neng"
Qila menganggukan kepalanya.
"Minum aja" ucap Rizky dan menghampiri Qila
"Iya makasih"
__ADS_1
"mLu selalu jutek ya sama semua cowok?" pertanyaan Rizky membuat Qila tersedak
"Ah engga" ucap Qila gelagapan
"Sama gua doang?"
Qila enggan menjawab.
"Save kali nomer gua apa susahnya" ucap Rizky karna dia tahu dari pertama Rizky menghubungi Qila nomernya sampai sekarang belum Qila save.
"Udah" jawab Qila singkat
Tapi jawaban singkat itu justru membuat Rizky tersenyum manis, akhirnya Qila mau juga menyimpan nomer Rizky.
Kali ini mereka sedang asik mengobrol, entah keberanian darimana Qila juga mulai menimpali semua pertanyaan yang Rizky tanyakan pada dia dari tentang persahabatannya bersama Bella, sampai sekarang Rizky menanyakan bagaimana Qila bisa sedekat itu dengan Bella padahal Bella sahabatnya itu kadang bersikap sangat bawel.
"Bella baik walaupun bawel tapi itu karna dia perhatian sama kita" jawab Qila
"Tetep aja sikap bawelnya bikin gua risih"
Qila hanya tertawa mendengar ucapan Rizky.
Baru kali ini Rizky melihat Qila tertawa terbahak bahak, karna leluconnya padahal lelucon itu tidak begitu menarik tapi entah kenapa Qila bisa tertawa seperti itu, dan sekarang mereka sedang membahas Angga dan Aldo yang sering sekali melakukan hal aneh di kelas.
"Kamu tahu gak pas Angga jatoh di lapangan basket, itu lucu banget" ucap Qila masih dengan senyumannya
Sementara Rizky mengingat kejadian itu benar kata Qila itu sangat lucu bagaimana tidak, Angga yang berniat mendribble bola basket malah terbentur dengan kepala Sasya yang membuat angga jatoh kebelakang.
"Hahahahahaha" Rizky juga tertawa mengingat hal itu
"Terus Sasya nya marah banget sampe ngejar Angga keluar sekolah kamu inget kan"
"Akhirnya mereka berdua yang dihukum bareng-bareng" timpa Qila
Sumpah baru kali ini Rizky melihat begitu jelas Qila tertawa seperti ini sangat manis di tambah poninya yang juga naik turun membuat dia sangat cantik.
"Aduh aduh perut aku sakit" ucap Qila yang masih tertawa
"Kenapa?" tanya Rizky
"Abisnya dari tadi ketawa mulu" ucapnya sangat polos, rasanya wajah dia sangat mirip dengan anak SD yang kekurangan jajan, sangat imut.
Setelah selesai membahas tingkah sahabat-sahabatnya itu Rizky mengajak Qila untuk makan bersamanya karna Rizky takut Qila memiliki penyakit magh apalagi sekarang sudah jam 12 dan mereka belum memakan apapun.
"Gak usah" ucap Qila
Sementara Rizky menarik tangan Qila dan mengajaknya duduk di meja makan.
"Temenin gua makan"
"Iya tapi....."
"Udah makan aja napa Sya" ucap Rizky dan sudah menyendokan nasi di piring Qila
"Kebanyakan" ucap Qila
Rizky mengambil lagi nasi yang ada di piring Qila dan menaruhnya pada piring dia.
__ADS_1
"Segini?" tanya Rizky
Qila menganggukan kepalanya.
Mereka berduapun menikmati makan siang bersama hanya berdua, sudah dua kali Rizky mendapatkan moment ini tapi rasanya hari ini jauh lebih spesial karna mereka makan di rumah Rizky, dan yang membuat Rizky lebih senang karna sekarang Qila sudah mulai mau berbicara dengannya lebih banyak tidak irit bicara lagi.
Setelah mereka selesai makan, Qila memutuskan duduk di ruang tamu seperti tadi, sebenarnya ia ingin pulang karna sudah cukup lama dia berada di rumah lelaki tapi di urungkan dia tidak mau membebani Rizky untuk mengantarkannya apalagi sekarang Rizky sedang sibuk dengan laptopnya entah apa yang sedang dia kerjakan.
"Mau pulang?" tanya Rizky
Qila menganggukan kepalanya.
"Tunggu bentar ya, gua nyelesai'in ini dulu"
Lagi Qila menganggukan kepalanya.
Sebenarnya Qila sangat penasaran dengan apa yang sedang di kerjakan oleh Rizky tapi dia juga enggan bertanya.
"Kenapa?" tanya Rizky yang melihat Qila sesekali melirikan matanya ke laptop Rizky
"Gapapa" jawab Qila bohong padahal jelas dia ingin tahu
"Nih, gua lagi ngerjain gambar buat kaos anak
futsal"
"Kaos?" tanya Qila
"Iya minggu besok semua anak futsal mau touring jadi kalo gak pake kaos samaan gak kece" ucap Rizky
"Oh gitu"
"Mau ikut?" tanya Rizky
Qila yang di tanya seperti itu malah gugup sendiri dan sekarang malah memainkan jari-jarinya.
"Kalo mau ikut ayo sama gua, yang lain juga bawa pacar"
"Tapi saya kan bukan pacar kamu" ucap Qila polos
"Pacaran dulu dong" ucap Rizky sambil mengedipkan matanya
"Ehhhh" Qila justru makin gelagapan dengan ucapan Rizky
Sebentar lagi gua dapatin elu Sya
"Gua becanda, yang lain aja bukan pacarnya cuma sekedar temen tapi pada di ajak biar ada tebengan aja"
"Mmmmm iya"
"Kalo mau ikut nanti gua yang bilang ayah lu" ucap Rizky pasti
"Ah engga, udah selesaikan?" Qila mengalihkan topik
"Udah, mau pulang?" tanya Rizky
Qila menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Yaudah ayo gua anter"
Qila rasa hari ini begitu cepat, entah kenapa juga dia mulai nyaman dengan sikap Rizky memang dia playboy pasti tahu berbagai macam cara membuat wanita nyaman oleh sebab itu sekarang yang Qila rasakan, tapi benar kata Bella, Qila tidak boleh terlalu nyaman dengan Rizky bisa saja ini hanya permainan pria itu.