
Hari ini Rizky lebih memilih menghabiskan waktunya di dalam kelas entah kenapa perasaannya menjadi tidak tenang seperti ini, jujur kemarin dia memang mengantar Qila pulang tapi sepertinya sekarang Qila akan menjaga jarak lagi dengannya terbukti walaupun tadi Rizky menatap Qila intens tapi dia memilih memalingkan pandangannya begitu saja.
"Gak mau keluar lo?" tanya Aldo, memang Rizky tidak pernah memusuhi Aldo hanya saja kadang perasaannya merasa tidak suka kalau harus berbicara berdua dengannya. Ia masih kecewa pada Aldo sahabatnya itu.
"Enggak" jawab Rizky ketus
"Soal Qila gua...."
"Kalo lo suka sama dia ambil aja Do gua gapapa ko" jawab Rizky pasrah dan hendak meninggalkan Aldo tapi justru Aldo mencengkal begitu saja tangan milik Rizky.
"Jadi lo nyerah?" tanya Aldo
"Dia lebih pantas sama elu Do di banding gua. Elu lebih bisa ngertiin dia" jawab Rizky malas
"Bukannya elu bilang mau bersaing sama gua Ky. Kenapa sekarang elu bilang kaya gini sama gua seolah elu nyerahin Qila gitu aja ke gua?"
"Nyatanya elu yang menang kan Do. Lagian hubungan gua sama dia gak sedeket hubungan elu kedia kan. Dia bisa nyaman bisa ketawa lepas cuma sama elu. Beda halnya kalo lagi sama gua akan ada jarak yang dia buat" Jelas Rizky
"Gua....."
"Jangan khawatir Do, gua bakal jauhin dia kalo itu yang elu mau, gua gak bakalan ganggu kalian jadi elu gak usah khawatir akan hal itu. Bukannya elu juga tau kalo gua gak pernah ganggu hubungan siapapun termasuk temen temen gua jadi elu gak usah takut Do" jawab Rizky dan kali ini pergi meninggalkan Aldo sendiri.
Lagi-lagi ada rasa aneh di hati Rizky lebih menusuk kali ini, mungkin benar dia harus segera menjauh dari Qila dia juga tidak mau persahabatannya hancur dengan Aldo karna bagi dia sahabat jauh lebih berharga daripada apapun. la enggan memutuskan persahabatan hanya karna wanita.
Rizky memilih berdiam diri di belakang sekolah, memainkan ponsel miliknya. Jujur ia ingin sekali bisa memiliki Qila tapi ia tidak mungkin bisa mendapatkannya. Qila terlalu baik untuk seorang pencundang seperti Rizky.
"Galau aja" ucap seseorang di balik punggung Rizky
Rizky yang mendengar langsung membalikan tubuhnya dan mendapati Rully yang sedang berdiri dengan kokoh disana.
Rizky hanya menampilkan senyum kecutnya.
"Jadi beneran nyerah?" ucap Rully
Rizky menarik nafasnya.
"Saya gak mau persahabatan saya hancur pak" jawab Rizky
"Jadi kalau kamu ngalah persahabatan kamu dengan Aldo bakalan tetep mulus gitu. Persahabatan kalian gak bakalan hancur kalo kamu yang nyerah, saya gak yakin Ky mau kamu nyerah atau enggak persahabatab kalian pasti akan renggang juga?"
"Bapak gak ngajar?" tanya Rizky mengalihkan pembicaraan ia malas membahas itu tertmus menerus.
"Segitu galaunya sampe gak mau bahas masalah ini?"
"Biarin aja dia sama Aldo pak, bener juga kata yang lain Qila gak mungkin suka sama cowok brandalan kaya saya, dia pasti sangat memilih dalam hal ini apalagi menyangkut perasaan tentu dia akan memilih yang terbaik. Antara saya dan Aldo jelas terlihat yang terbaik itu adalah Aldo pak. Dia dewasa dia pintar dia juga terlihat baik pak bahkan dia lebih segalanya di bandingkan saya"
"Yang menurut kamu jelek belum tentu jelek juga dimata orang lain kan Ky" jelas Rully
"Itu menurut bapak beda halnya dengan Qila pak apalagi dia belum pernah pacaran sama sekali jelas dia akan memilih yang baik" ucap Rizky malah menundukan kepalanya.
"Kamu yakin Ky?"
"Hmmmm. Saya pikir dulu bapak yang justru akan menjadi saingan saya tapi nyatanya malah sahabat saya sendiri, padahal dari awal Aldo selalu bilang kalau dia tidak mungkin menikung saya pak, dia selalu bilang akan mendukung saya mendapatkan Qila malah dia juga selalu bilang kalau saingan berat saya itu adalah bapak" ucap Rizky jujur
"Kenapa kamu bisa ngira saya saingan terberat kamu?"
"Ya gapapa pak"
"Kalau gak suka sama bapak kenapa Qila bisa sedekat itu dengan bapak, apalagi pas Qila maksa buat pertahanin saya bapak yang terkenal killer pun langsung setuju dengan semua ucapan Qila, jadi saya sempat ngira kalau bapaklah yang akan menjadi saingan saya waktu itu"
"Saya mengenal ayah Qila jauh sebelum saya mengenal Qila Ky. Saya sudah sangat dekat dengan ayah Qila semenjak saya kecil bahkan"
"Maksud bapak?" tanya Rizky tidak mengerti
"Orangtua saya bersahabat dekat dengan ayah Qila, saya juga tidak tahu kalau ternyata Qila anaknya, saya juga kaget pas pertama kali datang kerumahnya kalau ternyata Qila itu anak dari sahabat ayah saya" jelas Rully
Rizky mengangguk mengerti kali ini.
"Saya tidak mungkin menyukai wanita seperti Qila, dia itu masih sangat polos untuk saya jadikan pasangan karna saya sendiri sudah menganggap dia seperti adik saya jadi mana mungkin saya bersama Qila itu tidak mungkin"
"Jadi selama ini kalian semua menganggap saya dan Qila berpacaran iya?"
"Iya pak ya walaupun gak pacaran juga pasti bapak jauh lebih dekat dari saya" Ucap Rizky
"Iya memang saya akui beberapa bulan ini saya dekat dengan dia. Tapi hanya sebatas guru dengan muridnya, sebatas kakak dengan adiknya gak lebih"
"Jadi selama ini pikiran kita semua itu salah ya pak ?"
"Iya jelas salah Ky. Saya tidak ada hubungan apapun dengan Qila. Bahkan baik orangtua saya maupun orangtua Qila tidak ada niatan untuk menjodohkan satu sama lain"
"Ikut saya, mending kita main basket satu lawan satu dari pada galau terus disini gak ada gunanya juga kan" Ucap Rully langsung berjalan menuju lapangan dan Rizky tampak mengekor di belakang.
__ADS_1
Mereka mulai mendribble bola bahkan sekarang siswa dan siswi mulai berkumpul dan memberi dukungan pada Rully maupun Rizky, cukup lama mereka berdua berada disana hingga bel istirahat sekarang sudah berbunyi.
Ya mereka menyudahi permainan kali ini. Kali ini Rizky berhasil memenangkan pertandingan.
"Kali ini saya kalah, tapi liat nanti ya saya bisa mengalahkan kamu nantinya." ucap Rully sambil menepuk pundak milik Rizky dan langsung berlalu meninggalkan Rizky.
Sementara Rizky sekarang berjalan menuju kantin menghampiri Angga sahabatnya yang kemungkinan besar sudah ada disana, entah ada hal apa di kantin sehingga bisa seramai ini bahkan mereka seolah berkumpul di satu sisi. Memangnya ada apa sampai mereka berkumpul seperti itu dan enggan beranjak dari sana.
"Ada apa si?" tanya Rizky pada salah satu siswi yang kebetulan lewat disana.
"Gak tahu deh, tapi kata anak-anak Aldo lagi nembak Qila disana" ucap siswi itu masih tidak percaya karna Rizky berbicara dengannya.
Sementara Rizky di buat tidak percaya juga dengan perkataan gadis itu, jadi benar Aldo akan menyatakan cintanya pada Qila yang sekarang membuat ia mengepalkan tangannya, ini lebih sakit jauh lebih sakit dari pada cerulit yang mengenai tangannya, jauh lebih sakit dari bogeman yang Kevin berikan pada Rizky. Hatinya patah pada saat ini juga sungguh.
"Ky ke rooftop yuk gua mau cerita sesuatu sama elu" ajak Angga karna dia tidak mau Rizky melihat kejadian ini.
"Gua udah tahu Ga" jawab Rizky malas dan kini malah duduk disalah satu meja kantin.
"Ky?"
"Gapapa Ga, biarin gua mau liat Ga gimana dia nembak Qila" jawab Rizky lagi bahkan entah karna apa sekarang matanya pun sudah terasa perih, apa mungkin Qila akan membuat dia menangis sekarang karna jujur Qila selalu berhasil membuat Rizky mengeluarkan sisi lainnya. Sisi rapuhnya seorang Rizky akan keluar hari ini menyaksikan Aldo menembak Qila di depan banyak orang termasuk di depan dia orang yang sudah sangat berharap pada Syaqila.
"Ky gua tau elu...."
"Gua gapapa" potong Rizky justru pandangannya enggan beralih dari dua pasang siswa siswi itu. Bahkan sekarang Aldo sudah berlutut disana memegang tangan mungil milik Qila. Bisa terdengar jelas kalau Aldo sedang menyatakan cintanya pada Qila.
"Qi gua tahu, mungkin selama ini ada lelaki lain yang berhasil buat elu luluh, tapi kalo boleh jujur gua jauh lebih baik dari lelaki itu" Ucap Aldo Mendengar itu Rizky hanya menampilkan seringainya.
Elo emang lebih baik Do gua tahu itu batin Rizky
"Gua tahu mungkin gua bukan orang pertama yang nyatain ini ke elu tapi gua mohon semoga gua jadi orang pertama yang singgah di hati elu Qi"
Bughhhhh
Bogeman besar itu langsung mengarah di hati Rizky. Melebihi rasa sakit dari apapun.
"Gua suka sama lu jauh sebelum lelaki itu deketin lu Qi. Gua udah berharap lama sama elu Qi, tapi gua gak berani nyatain semua ini ke elu karna jujur gua takut elu bakalan luluh dan nerima dia lebih dulu. Gua takut bukan gua yang di harapkan sama elu" ucap Aldo
Tanpa Aldo jelaskanpun semua orang sudah tahu kalau lelaki yang Aldo maksud itu adalah Rizky sahabatnya sendiri yang berbulan-bulan ini mendekati Qila. Yang berbulan bulan ini sudah sangat dekat dengan Qila bahkan mungkin sebentar lagi berhasil mendapatkan Qila kalau Aldo tidak menikungnya lebih dulu.
Bahkan rasanya semua pasang mata menatap nanar ke arah Rizky.
"Gua mau lu jadi pacar gua Qi. Walaupun gua tau mungkin ada lelaki lain yang udah mulai singgah di hati elu tapi gua sangat berharap elu bisa memilih gua Qi, jujur gua lebih bisa nuntun elu, gua bisa bikin elu nyaman sama gua Qi. Jadi gua mau elu jadi pasangan gua Qi" ucapan Aldo itu lagi-lagi mengusik hati Rizky, bahkan Rizky yang mendengar itu semua langsung mengepalkan tangannya dan tanpa sengaja menonjok meja yang tengah dia duduki. Tanpa sadar semua Rizky lakukan begitu saja.
"Rizkyyyyyyy!!!" teriak Angga dan langsung mengejar Rizky, dia takut sahabatnya akan melakukan hal yang lebih nekat lagi karna Angga begitu paham dengan sikap yang Rizky miliki. Ia akan melakukan hal apapun di kala hatinya sedang tidak baik.
"Ky?" panggil Angga yang berhasil mengikuti Rizky
Sekarang mereka berdua sedang berada di warung belakang sekolah.
"Ky?"
"Gua gapapa Ga santai aja" jawab Rizky dingin sangat menusuk
"Gua tau elu gapapa, tapi hati elu...."
"Hak gua apa Ngga? Bahkan seharusnya gua gak ngelakuin ini, ini malah malu-maluin diri gua sendiri. Bisa-bisanya gua bersikap kaya tadi padahal itu semua gak perlu gua seharusnya bisa jaga perasaan Aldo. Bener kata elu harusnya tadi kita pergi ke rooftop Ga tapi gua malah ngelakuin hal bodoh kaya tadi" jawab Rizky
"Kalo gua di posisi elu pasti gua juga kaya gitu Ky, bahkan mungkin gua bisa ngelakuin hal lebih dari yang elu lakuin Ky" jelas Angga
"Gak. Gua gak nyangka aja bakalan kaya gini"
"Jangankan elu, gua aja yang tadi pergi ke kantin bareng Aldo kaga nyangka kalo dia bakal ngelakuin kaya gitu Ky. Gua gak nyangka kalo dia bakalan nembak Qila secepat itu"
Rizky menarik nafasnya, mulai menenangkan jantung dan hatinya, memberi jeda untuk mereka.
"Kalo kaya gini buat persahabatan gua baik, gua rela ko Ga" ucap Rizky kali ini dan mengacak rambut miliknya prustasi
"Ky?"
"Cuma gua gak nyangka aja kenapa dia ngelakuin ini sama gua. Ya memang gua bilang sama dia akan bersaing secara sehat tapi tetep aja Ga, gua gak nyangka. Padahal dia selalu bilang kalo saingan gua itu
Pak Rully tapi nyatanya dia sendiri yang jadi saingan gua. Gua juga gak abis pikir aja dia yang selalu ngedukung hubungan gua buat dapetin Qila tapi malah dia yang buru-buru nembak Qila" Jelas Rizky
"Ky gua paham apa yang elu rasain. Gua juga sama Ky gak nyangka kalo Aldo bakal bilang kaya gitu ke Qila. Pantes aja sikap dia beberapa minggu ini beda ke kita Ky"
"Kalo tau bakal kaya gini lebih baik dulu gua pindah sekolah Ga. Mungkin gua gak bakalan ngerasain hal ini Ga. Gua rapuh Ga, baru kali ini ada cewek yang berhasil bikin hati gua sesakit ini dan yang lebih parahnya bikin gua nangis kaya gini. Qila beda Ga dia berhasil ngeluarin sisi lain diri gua. Jujur gua sakit banget Ga liat semuanya" sesal Rizky
"Ky!" ucap Angga memperingati
"Gua tau gua juga baru liat elu serapuh ini tapi gak seharusnya elu bilang kaya gitu Ky"
__ADS_1
"Gua yakin dia pasti nerima Aldo Ga gak ada alasan buat dia gak nerima Aldo" ucap Rizky sambil menampilkan senyum tipisnya dan berlalu pergi meninggalkan Angga.
Sebenarnya Angga ingin mengejar, tapi dia juga tahu kalau sahabatnya itu pasti membutuhkan waktu untuk sendiri. Maka Angga urungkan niatnya itu.
Memang baru kali ini Angga melihat Rizky serapuh dan sehancur itu. Rizky bahkan menangis melihat sahabatnya menembak Qila wanita yang sudah berbulan bulan ini Rizky incar. Jujur Angga pun di buat tidak percaya dengan sikap Aldo.
***
Gua suka sama lu jauh sebelum lelaki itu deketin elu
Gua mau elu jadi pacar gua Qi
Dua kalimat itu terus saja terngiang di pikiran Rizky.
Itu artinya Aldo menyukai Qila jauh sebelum Rizky mendekat pada Qila, lantas kenapa dia tidak memberitahu sahabatnya, mungkin kalau Rizky tahu itu semua dari awal dia tidak akan mau mendekati wanita yang ternyata sudah di incar oleh sahabatnya sendiri. la tidak akan menyimpan rasa itu pada Qila kalau dari awal Aldo jujur pada dia kalau dia juga sudah menyukai Qila sejak lama. Mungkin Rizky tidak akan terlalu dalam menyimpan rasa ini pada Qila.
Gua sakit Sya, batin Rizky
Baru kali ini gua serapuh ini Sya, cuma elu satu satunya wanita yang bikin gua nangis kaya gini Sya batin Rizky lagi.
Rizky terus saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, bahkan kali ini dia tidak mengindahkan lampu merah yang sudah menyala dia justru terus saja melajukan motornya, untung saja tidak ada pengendara lain yang melewati jalanan itu kalau ada entah sekarang Rizky akan seperti apa, pikirannya entah kemana. la sedang merasakan sakit yang teramat sakit, memang bukan fisiknya yang sakit melainkan hatinya.
Hingga sekarang dia sudah memberhentikan motornya di pinggir jalan, hari ini begitu berat untuk Rizky lalui.
"Ada jagoan nih" ucap seseorang di belakang Rizky
Rizky membalikan badannya dan mendapati Kevin yang sudah berdiri dengan antek-antekannya.
Sebenarnya Rizky malas untuk menanggapi mereka semua bahkan pikiran dan hatinya sedang tidak sinkron. Ia lebih memilih diam tidak menanggapi sama sekali perkataan yang Kevin ucapkan.
"Serang!!" ucap Kevin dan langsung begitu saja menyerang Rizky.
Rizky yang tidak sadar entah kenapa Rizky tidak membalas satu pukulan pun yang Kevin berikan padanya dia seolah diam dengan perlakuan yang Kevin dan teman-temannya berikan itu, bahkan rasanya tubuh Rizky sekarang sudah tidak mampu lagi menopang badannya sendiri. la sakit sungguh sakit, kali ini bukan hatinya saja yang sakit tapi fisiknya pun sakit.
"Mampus lu!" ucap Kevin dan langsung pergi meninggalkan Rizky dengan luka yang cukup parah.
Bahkan sekarang pandangan Rizky mulai kabur.
***
Rizky tidak ingat sama sekali apa sebenarnya yang sudah terjadi pada dia, tapi sekarang ia sudah berada di kamarnya dengan Angga yang sudah ada di samping dia.
"Ky elu sadar?"
Rizky hanya menganggukan kepalanya.
"Elu kenapa bisa babak belur kaya gini si Ky?"
Rizky menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin bercerita pada Angga karna ia tidak mau menambah masalah dalam hidupnya kali ini. Jujur ia juga kecewa dengan Kevin cs yang menyeragnya di saat dia tidak berdaya. Tapi apa boleh buat mungkin Kevin masih marah pada dia dan ingin membuat Rizky merasakan apa yang ia rasakan.
"Ko elu bisa kesini?" Tanya Rizky kali ini
"Tadi ada adik kelas yang liat elu di pinggir jalan pingsan, ya gua langsung otw terus bawa elu balik"
Rizky mengangguk mengerti.
"Elu gak inget gitu di gebukin atau berantem sama siapa?"
"Gua gak tau Ga mereka semua pake helm full face jadi gua gak bisa liat jelas, udahlah gapapa mungkin copet atau apa" Ucap Rizky bohong
"Iya Ky. Soal Aldo...."
"Maaf Ga gua mohon jangan bahas itu dulu gua lagi gak mau bahas itu gua harap elu juga ngerti ya Ga" Potong Rizky
Angga hanya mengangguk paham.
lya Rizky masih kecewa dengan ungkapan Aldo pada Qila. Hatinya masih sangat sakit kalau harus membahas masalah itu.
la kali ini sedang memainkan ponsel pintar miliknya.
"Yaudah Ky kalo gitu gua pulang dulu ya. Elu cepet sembuh ya kalo masih sakit jangan sekolah aja ya"
"Iya Ga thanks ya elu udah sering banget bantuin gua" Ucap Rizky tulus
"Udah seharusnya kan Ky sebagai seorang sahabatan kita saling bantu"
Ya memang hanya Angga yang lagi-lagi mampu memahami hati Rizky. la selalu mau di repotkan oleh Rizky, ia selalu mau mendengarkan semua keluh kesah Rizky dan ia juga yang selalu ada waktu dan mau meluangkan waktunya untuk sekedar basa basi bersama dengan Rizky.
Kini ia merasa hampa. Di tambah hatinya yang kini mulai kosong.
Saat membuka ponsel Rizky menghapus semua foto ia bersama Qila. la ingin menghilangkan semua memori kebersamaannya bersama Qila. Ia tidak mau semua foto ini menjadi penghalang dia dalam melupakan Qila. Memang pasti sangat sulit apalagi ia sudah lama mengincar Qila tapi dia harus bisa melupakan gadis yang mungkin sekarang sudah menjadi milik sahabatnya.
__ADS_1
Qila sangat cocok dengan Aldo mereka sama sama pintar, mereka sama sama dewasa dan sudah di pastikan kalau Qila pasti akan menerima Aldo sebagai pacarnya.