
Hari ini Qila pulang seperti biasa karna sudah terlepas dari tugasnya mengerjakan Ekonomi bersama Rizky.
Baru saja ia ingin merebahkan badannya di kasur suara ketukan pintu kamar membuatnya berjalan ke arah pintu.
"Ada apa bu?"
"Ada yang nyariin kamu tuh di bawah" jawab ibu
Qila
"Siapa bu?"
"Udah sana samperin aja, ibu mau ke dapur"
"Memangnya siapa bu bikin Qila penasaran aja nih ibu" ucap Qila sebal
"Nanti juga kamu tau, udah sana temuin temen kamunya"
Qila mulai melangkahkan kakinya menuruni tangga, sebenarnya Qila sangat penasaran siapa sebenarnya orang sedang menunggunya, biasanya ibu Qila selalu memberitahu tamu yang datang tapi kali ini malah beralih pergi ke dapur.
Qila sangat terkejut saat mengetahui siapa yang sedang menunggunya itu ternyata adalah sahabat baiknya
Kinar Putri
Wanita cantik blasteran Jerman-Indonesia dengan tinggi semampai berbeda dengan dia yang pendek, rambut panjang yang sengaja terurai sangat rapi, pakaian feminim yang melekat pada dirinya membuat penampilannya begitu pas.
Ya kinar adalah sahabat yang sudah Qila anggap sebagai saudaranya sendiri, bagaimana tidak sejak umur 5 tahun mereka selalu bersama bahkan dulu mereka selalu mengenakan pakaian yang sama ada juga yang bilang kalau mereka kembar hanya saja Kinar lebih tinggi dari Qila yang membuat mereka berbeda, tapi sekarang rasanya Qila dan Kinar jauh berbeda, Kinar merupakan cewek populer di sekolahnya sedangkan Qila hanya wanita biasa saja, bahkan Qila cenderung menyendiri dan menjauh dari teman-temannya,
untuk menemukan Kinar di sekolahnya sangat mudah tinggal menyebutkan namanya saja semua orang bisa langsung menunjuknya, sedangkan menemukan Qila di sekolah sangat susah karna temen sekelasnya pun ada yang tidak mengetahui namanya, itu sangat aneh bukan.?
Biasanya mereka selalu menghabiskan waktu di hari weekend karna sekolah mereka yang berbeda, tapi berbeda dengan sekarang Kinar mengunjungi Qila bukan di hari weekend karna sudah 3 bulan ini mereka belum bertemu dan itu membuat Kinar merindukan sahabat mungilnya ini.
"Sya kangen!" ucap Kinar dan langsung memeluk sahabatnya
"Sama aku juga" jawab Qila
Setelah cukup lama mereka berpelukan, Qila mengajak Kinar masuk kedalam kamarnya karna memang mereka berdua selalu menghabiskan waktu bersama di kamar, kalau tidak menonton drakor paling mereka melihat foto-foto masa kecil mereka.
"Sya gimana kabar lu?"
"Liat sendiri aku baik-baik aja"
"Sama gua juga, udah 3 bulan nih kita baru ketemu gua kangen banget sama elu Sya"
"Kamu yang sibuk"
__ADS_1
"Maklum lah" ucap Kinar sambil tertawa
"Sibuk sama pacar" timpal Qila
"Elu bisa aja Sya, mangkanya pacaran dong seru tahu bisa jalan-jalan sama doi"
"Enggak dulu deh" jawab Qila sambil tersenyum
Cukup lama mereka menonton drama Korea, bagi mereka se-hits apapun mereka di sekolah tapi kalau menonton Korea mereka selalu menangis bersama apalagi Kinar yang selalu menghayati setiap kata.
"Sya gua jadi cengeng deh kalo udah sama lo"ucapnya sambil menghapus air matanya
"Kamu aja terlalu menghayati"
"Sya cowoknya gak peka banget segitu ceweknya udah beberapa kali ngasih kode"
"Gua malesnya gini nih kalo liat drama Korea pasti
aja bikin gua sedih Sya" ucapnya lagi kali ini
"Tadi siapa coba yang minta nonton drama?" tanya
Qila
"Iya gua si tapi tetep aja Sya bikin gua mewek terus"
Setelah menonton drakor Qila mengajak Kinar untuk makan, dia takut kalau temannya itu belum makan padahal ini sudah jam 5 sore,
Kalau saja mereka sudah berdua waktu serasa milik mereka berdua, entah kenapa persahabatan mereka itu sangat awet bahkan ibu mereka selalu bilang jangan-jangan nanti nikahnya juga barengan, tapi sepertinya tidak karna Qila tidak begitu minat dengan cinta.
Jam sudah menunjukan pukul 19:00 tapi Kinar enggan beranjak dari kamar Qila, dia masih betah berdua bersama Qila apalagi sesekali Kinar juga membuat Qila kesal karna Kinar terus saja menyuruh Qila menerima cowok yang menembaknya tapi Qila terus berkelit kalau dia tidak percaya dengan cinta.
"Terus sampe kapan jomblo?" ucapan Kinar sambil menertetawakan dia
"Biarin jomblo berkelas kan"
"Hahaahahaha ada-ada aja nih sahabat gua namanya jomblo ya tetep aja jomblo Sya" ucap Kinar masih dengan senyuman
"Dari pada punya pacar tapi ganti-ganti mulu gak banget kan Nar" kali ini ledek Qila
"Wah wah wah, kayanya ada yang nyindir gua si ini
mah"
"Hahaahaha buat yang merasa aja" ucap Qila tak
__ADS_1
kalah sambil menyunggingkan senyumnya
"Biarin Sya itu tandanya gua laku, gapapa dong ganti ganti kalo sama itu terus mah kelamaan bosen lah Sya" jawab kinar spontan
"Iya deh apa kata kamu aja aku mah gak ngerti lagian juga"
"Sya gua pulang ya, nanti yang ada mamah nyariin
gua lagi"
"Kan kamu udah bilang"
"Iya tapi gua di sini dari jam 2 sampe jam setengah 8 kaya gini, bisa bisa mamah gua ngomel kalo gua kelamaan maen" ucap Kinar dan langsung memeluk sahabatnya pamit pulang.
"Gak mau di anter?" tanya Qila jahil
"Yaelah rumah gua belakang rumah lu kali, cuma beda 5 rumah"
"Dadahhhhh Sya" sambil melambaikan tangannya Kinar pamit kebawah dan menemui orangtua Qila terlebih dulu sebelum menghilang begitu saja.
Sedangkan Qila sekarang sedang rebahan di kasur miliknya, hari ini dia sangat senang karna bisa menghabiskan waktunya dengan Kinar sahabatnya itu, biasanya Qila akan ikut menginap di rumah Kinar tapi kali ini tidak, mungkin nanti saja kalau Qila sudah selesai dengan tugas-tugas sekolahnya.
"Kinar udah pulang nak?" tanya ibuku dari balik pintu ya memang pintu kamar sengaja aku buka
"Udah bu, tadi mau bilang tapi ibunya lagi sibuk di dapur jadi dia gak pamit dulu sama ibu"
"Iya gapapa ko, kamu udah mau tidur"
"Enggak bu, memangnya kenapa?" tanya Qila
"Gapapa" jawab ibu Qila dan mulai menghampiri
"Udah lama ya Kinar baru kesini lagi, biasanya dia selalu kesini tiap minggu"
"Katanya lagi sibuk bu, sibuk sama pacarnya" jawab Qila sambil tertawa
"Terus anak ibu kapan nih punya pacar?"
"Ibu ih apaan si, Qila kan masih sekolah nanti yang ada malah ngeganggu sekolah Qila"
"Gapapa dong, justru punya pacar itu memotivasi kita iya kan. Siapa tau ku jadi lebih giat lagi belajarnya" Ledek ibu Qila
"Enggak bu. Ibu apa-apaan si!"
"Ya emang iya nak. Wajar anak SMA punya pacar. Anak SMP aja udah pada pacaran, masa kamu kalah si sama mereka"
__ADS_1
"Ibu ih enggak"
Ibu Qila terus saja meledek tanpa terasa malampun mulai larut dan ibu pamit pergi ke kamar sementara Qila kini sudah membaringkan tubuhnya dan bersiap untuk tidur.