Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Baikan


__ADS_3

Seminggu sudah semenjak kejadian itu, Aldo dan Rizky memilih memperbaiki hubungan mereka yang sempat tidak baik selama dua minggu ini, bahkan baik Rizky maupun Aldo sudah memaafkan kesalahan masing-masing dan sekarang Aldo justru mendukung Rizky mendapatkan Qila lagi walaupun awalnya tidak rela karna tidak bisa merelakan wanita pujaannya kalau harus memiliki pacar seperti Rizky tapi dia tidak mau juga membuat Qila kecewa karna benar Qila sedikit bisa merubah sikap Rizky menjadi lebih baik lagi.


"Gitu dong kan adem gua liatnya" ucap Angga dan langsung merangkul kedua sahabatnya itu


"Thanks Ga" ucap Rizky dan Aldo secara bersamaan karna memang berkat Angga hubungan mereka berdua bisa kembali seperti semula


"Gua gak bakalan rela kalo persahabatan kita ancur cuma gara-gara cewek kita kan udah janji kalo persahabatan ini bakalan terus ada sampe kita tua kalian tau itu kan kalian gak lupa sama janji itu kan. Gua gak mau ada kesalahpahaman lagi di antara kita. Gua mau kalo ada masalah kita omongin secara baik-baik gak disimpen sendiri sendiri elu pada paham kan.?" ucap Angga tidak suka karna sejak awal Angga memang menyuruh Aldo untuk mengalah tapi bukannya mengalah Aldo justru semakin berani mengibarkan bendera perang dengan Rizky.


"Gua yang enggak dewasa" ucap Rizky kali ini


"Kita yang enggak sama-sama dewasa Ky, justru gua minta maaf karna gua selalu nyindir elu gua bilang kalo gua lebih baik dari elu....."


"Nyatanya emang bener Do. Elu lebih dari segalanya di banding gua Do." potong Rizky


"Enggak Ky, gua mau persahabatan kita kaya gini, gua ngerti kenapa Qila nolak gua ada elu di hati dia. Ada elu yang selalu bikin hari hari dia nyaman bukan gua Ky" jawab Aldo so tau


"Sok tau lu" ucap Rizky malas


Dia memutuskan pergi keluar kelas dan mendapati Qila yang masih asik berjalan bersama Bella di lorong sekolah, cukup lama Rizky menatap Qila bahkan sekarang sudah membuat jantungnya berdetak jauh lebih cepat.


"Qi gua duluan ya" ucap Bella yang seolah mengerti tatapan Rizky pada Qila


Qila hanya menganggukan kepalanya.


Entahlah semenjak kejadian di Perpustakaan hubungan Qila dan Rizky semakin membaik, ya Qila menjelaskan semuanya disana sampai Rizky paham akan perasaan dia paham dengan situasi dia. Tidak


seperti dulu kini Rizky lebih bisa bersikap dewasa kalaupun ia merasa cemburu itu bukan haknya karna memang Qila bukan menjadi miliknya sekarang. Atau belum ya memang Rizky juga tidak tau sampai sekarang ia belum berani mengungkapkan semua isi hatinya pada Qila. la masih ragu, ia takut kalau Qila justru akan menolak dia sama seperti ia menolak Aldo sahabatnya.


"Mau ngerjain Ekonomi lagi?" tanya Rizky


Qila tidak menjawab dia menggelengkan kepalanya tidak tahu.


"Kalo gak juga gapapa. Mungkin elu cape gapapa Sya kalo gak ngerjain, lagian waktunya juga masih lumayan lama" jawab Rizky


"Dimana?" tanya Qila


"Emangnya gapapa kalo kita ngerjain lagi?" Tanya Rizky memastikan


Qila menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Yaudah kalo gitu di rumah gua aja ya, soalnya gua lagi kurang gak enak badan hari ini" ucap Rizky, memang terlihat jelas dari wajah Rizky kalau dia sedang mengalami flu.


Qila hanya menganggukan kepalanya dan melenggang pergi ke dalam kelas, sementara Rizky memutuskan pergi ke kantin menyusul kedua sahabatnya memang seperti masih ada jarak diantara Rizky dan Qila bahkan kadang Rizky juga merasa canggung kalau harus berdua dengan Qila tapi semua itu akan dia ubah dia tidak mau lagi menambah jarak antara dirinya dengan Qila yang justru akan membuat Rizky semakin susah mendapatkan Qila gadis pujaannya itu.


Gua mau hubungan kita kaya dulu Sya batin Rizky


***


Ka Rizky baik banget ya masih mau sahabatan sama ka Aldo


lya bener


Kalo gua jadi Qila mungkin gua malu ngerusak persahabatan mereka Seharusnya si yang malu Aldo


Ka Aldo berani nikung


Padahal si Aldo ganteng


Gua juga gak nyangka cuma karna Qila mereka kaya gini


Dan masih banyak lagi ocehan yang mereka semua lontarkan pada Rizky maupun Aldo, bahkan sudah seminggu ini juga mereka mendengar ucapan negatif yang siswa siswi lontarkan, mereka tidak marah memang seperti itu keadaannya dan bukannya menjawab mereka malah sedang asik memakan makanan yang sudah mereka pesan, karna hari ini guru tidak mengajar melainkan melakukan pertemuan dengan beberapa guru yang ada di Jakarta Timur.


"Tugas lu udah selesai semua belum?" tanya Angga


"Belum gua dua lagi" ucap Aldo


"Kalo elu Ky?"


"Satu tinggal kertas kerja aja gua mah" jawab Rizky santai


"Ya iyalah dia mah sama Qila enak pinter, lah gua si Bella ngoceh mulu bukannya ngerjain yang ada juga mumet kepala gua ngedengerin dia ngomong mulu" ucap Aldo kali ini membuat Rizky maupun Angga tersenyum.


"Nanti elu naksir lagi Do. Jangan suka jelek-jelekin cewek gitu ah" ucap Angga

__ADS_1


"Apaan si lu kaga mungkin lah gua naksir sama dia' jawab Aldo


Cukup lama mereka menghabiskan waktu di kantin sampai bel masuk sudah berbunyi dan memaksa mereka untuk segera memasuki kelas, hari ini pelajaran Matematika oleh karena itu mereka akan bertemu dengan guru killer kesayangan mereka karna entah kenapa semenjak Rully membantu Rizky tidak keluar dari sekolah semenjak itu juga baik Rizky Aldo dan Angga menjadi lebih dekat dengan


Rully guru Killernya itu.


Bel pulang sudah berbunyi Rizky tidak langsung pulang dia menghampiri Qila karna hari ini mereka akan mengerjakan tugas Ekonomi yang belum terselesaikan.


"Udah?" tanya Rizky


Qila menjawab dengan menganggukan kepalanya dan langsung mengekor di belakang Rizky.


Tak butuh waktu lama untuk mereka berdua sampai di rumah Rizky apalagi hari ini jalanan terlihat sangat sepi membuat mereka dengan mudah sampai lebih cepat di rumah besar milik Rizky, sama seperti tadi Qila tetap mengekor di belakang Rizky.


"Orangtua kamu ada?" tanya Qila kali ini


"Gak ada" jawab Rizky sangat singkat dia menyuruh Qila menunggunya di ruang tamu sedangkan dia melenggang pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya menjadi lebih santai.


"Minum neng" ucap bi Siti


"Makasih bi" jawab Qila sambil menampilkan senyumnya


Tak lama setelah itu Rizky sudah turun dengan membawa beberapa buku yang Qila ketahui merupakan buku Enonomi yang Rizky pinjam di Perpustakaan waktu itu.


"Polionya masih ada?" tanya Rizky


"Ada satu juga cukup ko" jawab Qila


Sebelum melanjutkan tugasnya mereka berdua sekarang sedang sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Kinar gimana?" pertanyaan Qila sontak membuat Rizky memalingkan wajahnya.


"Gimana apanya?" tanya Rizky tidak mengerti


"Udah lama Kinar gak pernah main kerumah aku, kamu tahu keadaan dia? Soalnya kemarin aku kerumah dia tapi gak ada satu orangpun disana" ucap Qila


"Gua gak tau" jawab Rizky memang selama seminggu ini juga dia tidak mendapatkan kabar mengenai Kinar


"Dia suka sama kamu kan" ucapan Qila selanjutnya membuat Rizky menatap Qila serius


"Kenapa kamu nolak dia?" tanya Qila


Rizky tidak mau menjawab dia memilih memainkan ponselnya kembali, seharusnya kalau Kinar memberitahu Qila dia juga tahu kalau ada wanita lain di hati Rizky yang menyebabkan Rizky tidak menerima Kinar dan wanita itu adalah Qila, atau Kinar tidak memberitahu itu pada Qila, entahlah Rizky malas menjawab pertanyaan itu.


"Mana dulu yang mau di kerjain?" tanya Rizky ingin mengalihkan pembicaraan


"Dia beneran suka sama kamu Ky" ucap Qila lagi


"Gue gak suka sama dia Sya" jawab Rizky malas dan melenggang pergi begitu saja meninggalkan Qila


Sementara Qila kini sedang menundukan kepalanya, entah kenapa dia berani berbicara seperti itu pada Rizky karna dia mau persahabatannya kembali dengan Kinar dan Rizky menerima Kinar dengan seperti itu mungkin Kinar tidak akan memusuhinya lagi.


"Neng aden lagi di belakang" ucap bi Aiti


Qila hanya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju belakang rumah Rizky, benar kata bi Siti dia sedang berada di sana dengan sebatang rokok yang terus saja dia hisap.


Uhuk uhuk uhuk uhuk


Qila terbatuk karna memang dia sangat tidak terbiasa dengan asap rokok seperti ini.


Rizky yang melihat Qila terbatuk segera mematikan rokoknya dan membuangnya begitu saja kedalam tong sampah.


"Maaf" ucap Qila


"Bukannya kamu lagi flu? Kenapa masih ngerokok?" ucap Qila sedikit perhatian


"Udah kebiasaan gua" jawab Rizky dingin


"Maaf kalo ucapan aku salah"


Rizky tidak menjawab dia malah menarik tangan Qila dan mengajaknya mengerjakan tugas di ruang tamu dekat kamarnya.


"Gua mohon jangan bahas masalah Kinar lagi, gua gak suka sama dia, gua nganggep dia cuma sebatas temen gak lebih Sya. Ya gua tau mungkin gua salah terlalu ngasih dia perhatian lebih mangkanya dia juga nganggepnya yang lebih. Padahal gua gak ada rasa sama sekali ke dia Sya. Gua cuma berhutang budi aja sama dia mangkanya tiap dia ngajak gua makan atau sekedar jalan gua selaku mengiyakan kemauan dia" jelas Rizky

__ADS_1


Mendapat jawaban itu Qila hanya menganggukan kepalanya, ia mengerti apa yang di rasakan Rizky, mungkin benar kalau dia tidak menyukai Kinar tapi kenapa sampai sekarang dia tidak juga mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, apa ucapan Kinar waktu itu yang mengatakan kalau Rizky menyukai Qila hanya untuk menyudutkan Qila saja, entahlah sekarang Qila memilih mengerjakan tugasnya di banding memikirkan yang tidak-tidak.


"Dia bilang sama elu?" Tanya Rizky kali ini, bukannya ia enggan membahas masalah Kinar lantas kenapa dia memulai lagi membahasnya.


"Iya dia bilang semuanya ke aku"


"Iya elu harus paham sama penjelasn gua tadi kalo gua hanya berhutang budi sama dia gak lebih."


Qila menganggukan kepalanya.


Kertas kerja memang terlihat rumit, ia bersama Rizky pun sesekali berbeda pendapat.


"Udah ah gua pusing mending makan dulu aja yuk" Ajak Rizky kali ini


"Tapi kan ini dikit lagi Ky"


"Iya kita lanjut lagi nanti Sya, gua udah laper lagian bibi udah nyiapin semuanya tuh di meja makan" Ucap Rizky lagi dan langsung menarik tangan mungil Qila menuju tempat makan.


Makanan yang tersaji begitu banyak. Mungkin Rizky selalu seperti ini di sediakan begitu banyak makanan oleh pembantunya bi Siti.


"Dimakan neng. Aden bilang neng mau kesini jadi bibi masak banyak biar banyak pilihannya"


Qila tidak menyangka ternyata Rizky sudah memberi tahu bi Siti sebelumnya untuk menyediakan ini semua.


"Terimakasih bi"


"Dimakan yang banyak kasin bi Siti udah masak banyak" Ucap Rizky kali ini


Qila mengangguk mengerti.


Qila melahap makanan nya dengan begitu lahapnya. Semua masakan bi Siti memang enak wajar saja kalau Rizky terus memperkerjakan nya disini. Selain pintar masak bi Siti juga terlihat begitu telaten sebagai seorang pembantu rumah tangga.


Qila membantu bi Siti untuk mencuci piring. Ya walauoun bi Siti melarang Qila tetap memaksa. Ia tidak mau makan gratis tanpa membantu merapikan bahkan membersihkan piring yang sudah mereka pakai untuk makan.


"Neng coba neng jadi pacar Aden. Bibi pasti senang banget" Ucap bi Siti asal membuat Qila membulatkan matanya


Untung saja disana tidak ada Rizky jadi ia tidak malu kalau mungkin sekarang muka Qila sudah merah seperti tomat.


"Bibi apaan si"


"Beneran neng. Bibi yakin neng mah orang baik bisa bikin aden jadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya"


"Belum waktunya bi"


Entah kenapa Qila menjawab seperti itu yang jelas kini jantungnya berdetak lebih cepat karna ucapannya sendiri.


Memang Qila juga sangat berharap kelak ia akan menjadi pacar Rizky. Walaupun di awal ia selalu menghindar ia selalu mengacuhkan Rizky, tapi sekarang ia tidak bisa mengelak lagi kalau benar Rizkylah yang berhasil membuat hatinya senang dan sedih secara bersamaan.


"Sya udah belum nyuci piringnya?" Ucap Rizky mengagetkan Qila sampai ia lupa sedang memegang panci dan membuat panci itu jatuh mengenai kakinya.


"Awwww" Ucapnya


"Sya elu gapapa kan?" Ucap Rizky khawatir dan langsung menghampiri Qila


"Ah gapapa ko Ky. Aku cuma kaget aja yaudah ayo kita kerjain lagi soalnya tanggung juga kan tinggal dikit"


Mereka mulai mengerjakan lagi Kertas Kerja yang belum selesai di kerjakan.


Pukul 17:00 WIB semua ya sudah terselesaikan membuat Qila maupun Rizky lega. Ya sudah tidak ada tugas lagi seminggu ini full tugas membuat mereka merasakan kelelahan.


Setelah selesai merapikan semua bukunya. Qila memutuskan untuk pulang kerumahnya.


la tidak pulang sendiri, ia pulang bersama dengan Rizky yang sedang asik dengan kemudinya.


la ingin seperti ini terus bersama Rizky. Tidak ada jarak tidak ada kekecewaan yang ada hanya kesenangan. Walaupun saat ini mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya masing-masing tapi Qila yakin dengan berteman saja bisa membuat ia dekat dengan Rizky ia tak apa.


"Gerimis lagi Sya. Untung pake mobil kalo pake motor bisa keujanan"


"Iya Ky, makasih ya udah mau di repotin sama aku"


"Santai aja lagian gua juga udah lama kan gak maen catur sama bokap lu" Jawabnya sambil menampilkan senyum manis yang membuat Qila susah untuk menahan nafasnya.


la sangat senang melihat Rizky seperti ini. Melihat Rizky yang selalu mau menggoda gadis cuek seperti dia.

__ADS_1


Pukul 18:00 Mereka sampai di rumah Qila. Rizky yang di suruh masuk langsung menyapa kedua orangtua Qila. Sementara Qila langsung pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


__ADS_2