Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Nenek Rasmi


__ADS_3

"Kumpulkan semua tugas kalian" ucap bu Mega keras, ya sekarang Qila sudah duduk bersama dengan Rizky karna memang bu Mega menyuruh mereka duduk dengan anggota kelompok masing-masing. Sebenarnya ia juga malu kalau harus duduk berdua dengan Rizky tapi demi tugas ia pun menuruti kemauan ibu Mega.


Rizky yang mengumpulkan tugas dan langsung kembali duduk di samping Qila. Qila takut kalau nantinya bu Mega menyuruh mereka maju kedepan. la sangat takut karna Rizky, ia takut bu Mega akan menyuruh Rizky menjelaskan semuanya. Karna yang selama ini mengerjakan adalah Qila, ya walaupun Rizky juga membantu mengerjakan tugas tapi dia belum begitu paham dengan semua materi yang di tugaskan.


"Aldo Bella mana punya kalian?" tanya bu Mega


"Bentar bu lagi di streples dulu" jawab Bella nyaring dan langsung berlari menuju meja bu Mega


Cukup lama bu Mega memeriksa semua tugas yang mereka kerjakan hingga sekarang bu Mega sudah memanggil Rizky ke depan. Hal yang di takuti Qila terjadi, bagaimana kalau Rizky tidak dapat menjelaskan atau sekedar mengisi ulang semuanya, Qila di buat gelisah karna hal itu. Ia tidak mau membuat Rizky gagal lagi dalam mendapatkan nilai.


"Coba kamu isi ulang Jurnal Penyesuain di buku kamu dan kerjakan tepat di depan saya" ucap bu Mega


Qila yang mendengar itu sontak membukakan matanya, ya hal yang Qila pikirkan terjadi karna dia takut kalau Rizky teman kelompoknya tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik karna Jurnal Penyesuaian merupakan bagian yang Qila kerjakan sendiri, entah kenapa ada rasa khawatir yang meliputi pikiran Qila karna ia takut justru Rizky akan di hukum kalau tidak bisa menyelesaikan itu semua dengan benar.


"Iya bu aiap" jawab Rizky mantap dan langsung duduk tepat di hadapan bu Mega


Dia mulai membuat bagan dengan teliti tak hanya itu dia juga mulai menghitung dan menuliskan satu persatu ke dalam bagan tersebut.


"Yakin kamu bisa ngerjain semuanya dengan benar?" Tanya bu Mega pada Rizky karna bu Mega tau Rizky sangat kesusahan dalam pelajaran Ekonomi.


"Harus yakin dong bu. Masa ibu gak percaya si sama saya, saya pasti bisa ngerjain semuanya bu. Kan ada Qila yang ngajarin saya selama ini" ucapnya mantap


Cukup lama Rizky mengerjakan soal itu dan membuat Qila terlihat sangat resah sampai sekarang bu Mega sudah mengecek hasil pekerjaan Rizky, tapi tanpa Qila duga ternyata Rizky berhasil mengerjakan semua itu dengan benar tanpa ada kesalahan satupun, membuat Qila menarik nafas lega.


"Tumben banget otak kamu tokcer gini di pelajaran saya"


"Iya kan bener apa kata saya bu. Ibu gak percaya si sama saya kan saya udah bilang saya bakalan berhasil bu"


Rizky menghampiri meja dan langsung duduk di samping Qila, sedangkan Qila masih saja menampilkan wajah bingungnya karna dia tidak percaya kalau Rizky bisa melakukan itu semua dengan benar. Padahal ia tau betul kalau Jurnal Penyesuaian Qila kerjakan dengan sendiri tanpa bantuan Rizky sedikitpun.


"Untung gua hafal Sya" ucap Rizky membuat Qila menampilkan senyumnya.


"Kamu hafal semua serius Ky?" tanya Qila


"Iyalah, sama satu lagi nih" dia menunjukan tangannya yang sudah di penuhi dengan nomor nomor yang akan di masukan ke dalam Jurnal Penyesuaian, Neraca, Kertas Kerja bahkan Laba Rugi, Qila pikir dia berhasil dengan menghitung sendiri tugasnya tapi nyatanya tidak membuat Qila tidak dapat menahan tawanya.


"Lucu ya?" tanya Rizky


"Kamu nyontek" ucap Qila masih dengan senyumannya


Rizky hanya menganggukan kepalanya.


"Kalo gak gitu gua bisa-bisa di jemur bu Mega Sya. Elu tau sendiri guru itu kaya gimana ke gua, dia benci banget kan sama gua Sya" ucapnya polos


Qila masih sibuk dengan tawanya.


"Udah dong Sya nanti gua ketauan lagi sama bu Mega. Lu mau tanggung jawab kalo gua ketauan nyontek sama bu Mega" ucap Rizky kali ini sambil menutup mulut Qila dengan tangannya, membuat Qila merasakan debaran yang sangat cepat di hatinya kali ini.


Rizky mulai melepaskan tangannya yang menempel pada mulut mungil Qila dan memilih menetralkan kembali jantungnya yang juga sama sedang mengalami sport jantung berulang kali.


Setelah memberikan nilai pada masing-masing kelompok bu Mega memilih menyudahi kelas hari ini padahal belum terdengar bel pulang tapi bu Mega keluar terlebih dulu. Membuat mereka bersorak ramai, biasanya bu Mega akan lama sekali di dalam kelas bahkan walaupun bel sudah berbunyi menandakan pulang tapi ia enggan beranjak pulang dan enggan menyudahi pelajaran. Tapi tidak dengan sekarang yang sangat membuat seisi kelas senang di buatnya.


"Sya?"


"Hmmmm?"


"Mau langsung pulang?"


"Iya kenapa?" jawab Qila singkat


"Gak niat maen dulu gitu?" tanya Rizky


"Kemana emangnya Ky?"


"Gak tau juga si. Tapi keluar aja dulu gitu lagian kan ini masih jam berapa Sya" ucap Rizky sambil menampilkan senyumnya


Sementara Qila sedang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Rizky yang entah kenapa akhir-akhir ini selalu membuat dia tersenyum.


"Sya?"


"Hmmmmm?"


"Tadi gua ketemu Kinar?" ucap Rizky tapi entah kenapa sekarang Qila justru menundukan kepalanya.


"Dimana?" tanya Qila


"Di jalan lagi boncengan sama Kevin"


"Kevin?" ucap Qila bingung

__ADS_1


"Kevin musuh kamu itu? Ko bisa dia di bonceng Kevin, aku kira Kinar gak kenal sama Kevin?" tanya Qila


"Gua juga gak tahu Sya yang jelas tadi dia kaya meluk Kevin gitu"


"Kemarin juga dia WA"


"Siapa Kevin? Apa Kinar?" tanya Rizky penasaran


"Aku gak tahu siapa yang jelas nomor baru tapi dia ngakunya Kevin ke aku. Tapi gak tau juga si aku kan gak kenal mana yang namanya Kevin" ucap Qila jujur


"Kevin? Mau apa dia WA elu. Iyakan elu pernah ketemu sama Kevin?" tanya Rizky tidak suka


"Aku juga gak tahu Ky, iya aku belum kenal sama sekali sama dia aku juga aneh" jawab Qila


"Nih" ucap Qila lagi dan langsung menyodorkan ponsel miliknya pada Rizky agar dia mengetahui nompr yang sudah menghubunginya berulang ulang kali.


"Sial" ucap Rizky setelah berhasil membaca pesan yang Kevin kirimkan pada Qila, bagaimana bisa Kevin mendapatkan nomor Qila dan yang membuat Rizky tidak suka, bahkan Kevin mengirimi Qila ucapan setiap pagi siang bahkan malamnya. Disana juga tertera begitu banyak panggilan tak terjawab, untuk apa sebenarnya Kevin mengirimi Qila pesan membuat dia geram saja melihatnya.


"Buka kartu lu Sya" ucap Rizky dingin


"Buat apa Ky?" tanya Qila tidak mengerti


Sementara Rizky yang masih memegang ponsel milik Qila langsung membuka ponsel itu dan mengambil kartu milik Qila lalu mematahkannya begitu saja.


"Rizky!!!" ucap Qila ingin marah karna bisa-bisanya Rizky melakukan itu semua, tapi sebelum Qila mengeluarkan suaranya Rizky langsung menggenggam tangan Qila sangat erat membuat Qila susah menahan debaran di hatinya lagi.


"Gua gak suka Sya" ucap Rizky sangat dingin


"Iya tapi di situ....."


"Nanti gua beli yang baru" potong Rizky


"Bukan masalah barunya tapi di sana ada nomer penting ky kamu gak seharusnya kaya gitu dong Ky" ucap Qila kesal


"Sya gua gak suka lu ngerti kan, lu juga tau kan kalo Kevin itu kaya gimana lu harus ngerti Sya, elu gak boleh langsung percaya sama dia. Dia itu jago banget akting Sya?" ucap Rizky masih dengan sikap dinginnya


Qila tidak menjawab, jujur ia marah karna bisa-bisanya Rizky mematahkan kartu milik Qila begitu saja, apalagi disana terdapat banyak nomor penting termasuk nomor guru bahkan saudaranya yang membuat dia harus meminta ulang nomor-nomor itu.


"Sya elo marah?" tanya Rizky


"Percuma aku marah" jawab Qila


"Nanti gua beli yang baru ya. Gua mohon elu juga ngerti apa maksud gua," ucap Rizky dan Qila menjawab dengan menganggukan kepalanya


Entahlah sepertinya Qila sudah terbius dengan pesona Rizky, awalnya saja ia marah buktinya sekarang dia sudah tersenyum manis pada Rizky, apa benar yang di katakan Rizky kalau dia cemburu? Bukankan Rizky hanya menganggap Qila sebagai temannya tidak lebih. Lantas untuk apa dia cemburu pada Qila yang hanya berstatus teman untuknya.


"Ayo" ucap Rizky dan langsung menarik tangan mungil Qila menuju parkiran


"Pulang bareng gua hari ini" ucap Rizky


Sebenarnya Qila ingin menolak tapi entahlah hatinya justru menginginkan Qila menghabiskan waktu bersama dengan Rizky. Baru kali ini ia bisa merasa sedekat ini dengan Rizky, memang tiap hari juga ia selalu dekat dengan Rizky tapi biasanya akan ada jarak yang membuat mereka tidak seperti sekarang.


Qila menerima helm yang Rizky sodorkan dan langsung menaiki motor scoopy yang entah milik siapa, apa mungkin ini milik Rizky karna setau Qila, Rizky tidak pernah menggunakan motor ini sebelumnya.


Entah Rizky membawa Qila kemana yang jelas ini bukanlah jalanan menuju rumahnya maupun rumah milik Rizky.


"Mau kemana?" tanya Qila


"Nanti juga elu tau Sya" jawab Rizky


Rizky terus saja melajukan motor maticnya. Langit hari ini memang begitu cerah dari pagi seolah setuju dengan Qila dan Rizky yang akan menghabiskan waktu bersama.


Motor melaju sampai sekarang menuju jalanan sempit yang bahkan hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor saja. Jalanannya pun terlihat begitu becek di tambah aroma yang mengharuskan Qila memakai masker entah aroma apa ini membuat Qila sedikit mual, sampailah mereka berdua di salah satu rumah bahkan terlihat seperti gubuk kecil di keliling dengan tumpukan barang bekas. Ya gubuk itupun hanya terbuat dari kardus, atasnya pun di lapisi dengan spanduk bukan atap seperti rumah biasanya. Sebenarnya rumah siapa ini? Kenapa Rizky membawanya pergi kesini. Untuk apa Rizky pergi kesini? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ada di otaknya tapi ia enggan bertanya pada Rizky.


"Ky?" ucap Qila


Bukannya menjawab Rizky malah menarik tangan Qila dan mengajaknya mendekat kerumah itu.


"Assalamu alaikum" ucap Rizky


"Wa'alaikum salam" jawab seseorang di balik pintu, Qila sangat terkejut karna yang keluar merupakan wanita tua bahkan terlihat sangat renta. Siapa sebenarnya wanita tua ini. Tidak mungkin ini nenek Rizky karna Qila tahu betul Rizky berasal dari keluarga yang cukup kaya raya.


"Masuk nak" ucap nenek itu


Rizky masih menggenggam tangan Qila dan mengajaknya duduk di samping Rizky.


Qila masih menampilkan wajah bingungnya.


"Ini nek Rasmi Sya namanya" ucap Rizky

__ADS_1


Qila hanya tersenyum dan mencium tangan nenek tua itu lalu menyebutkan namanya dengan sopan.


"Pacar Rizky neng?" tanya nenek


"Sedikit lagi nek. Sedikit lagi bakal jadi pacar Iky" jawaban Rizky justru membuat Qila mencubit tangan milik Rizky. la gemas dengan ucapan Rizky itu.


Sementara Rizky hanya menampilkan senyumnya.


"Tumben minggu kemarin gak kesini nak. Nenek udah nungguin kamu tapi kamunya gak ada kesini" tanya nek Rasmi


"Maaf nek Iky sibuk sama tugas Sekolah akhir-akhir ini" ucap Rizky dan kali ini mengeluarkan uang dari dompet miliknya lalu memberikannya pada nenek Rasmi.


Lagi-lagi Qila dibuat tidak percaya dengan apa yang Rizky lakukan barusan, dan sampai sekarangpun Qila masih tidak mengerti sebenarnya siapa nek Rasmi ini.


"Ini kebanyakan nak"


"Gapapa Nek, Iky lagi ada rezeki lebih buat Nenek sama Ratna"


Ranta?


Siapa lagi. Kenapa dua nama ini begitu asing bagi Qila, sebenarnya siapa mereka.


"Oh iya Sya gua lupa ngasih tau elu"


"Nek Rasmi ini orang Jawa, dia tinggal disini sama cucunya yang sekarang udah 9 tahun, niatnya mau berobat buat penyembuhan cucunya tapi yang ada malah di tipu sama keluarganya sendiri yang sekarang entah pergi kemana, gua ketemu nek Rasmi setahun yang lalu waktu gua balapan gak sengaja mau nabrak cucunya untung aja gak kena Sya jadi gua anter mereka pulang kesini jadi gua tau tempat ini sampe sekarang Sya" jelas Rizky


"Nah semenjak kejadian itu gua tiap hari minggu pasti nyempetin waktu liat nek Rasmi sama Ratna buat mastiin keadaan mereka. Jujur cuma elu orang satu satunya yang gua ajak kesini. Angga sama Aldo aja gak tau soal nek Rasmi"


Qila di buat terpana dengan penjelasan Rizky.


"Nak Iky ini selalu kasih nenek uang neng, mangkanya nenek sangat berterimakasih sama nak Iky"


"Iky ikhlas nek, kan buat cucu nenek juga gapapa. Lagian Iky udah nganggep nenek sama Ratna kaya keluarga lky sendiri"


"Iya terimakasih banyak nak. Justru karna kamu Ratna bisa sembuh bahkan sekarang uang sekolah juga kamu yang bayarin nak nenek sangat berterimakasih sama kamu" ucap nek Rasmi sambil memegang tangan Rizky


"Ini kewajiban Iky nek, Iky udah nganggep nenek kaya nenek lky sendiri kan lagian Iky juga gak punya nenek jadi Iky sayang banget sama nenek" jawab Rizky sangat tulus


Bahkan sekarang Qila sangat terharu dengan sikap yang Rizky berikan, Qila tidak menyangka di balik sisi negatif yang selalu dia keluarkan ternyata ada sisi lain yang justru sekarang sudah membuat Qila mengeluarkan air matanya. Ia tidak habis pikir dengan perlakuan Rizky yang begitu mulia.


"Sya kenapa?" tanya Rizky khawatir


Bukannya menjawab Qila malah menundukan kepalanya karna merasa malu dengan dirinya sendiri, Rizky saja yang selalu di cap jelek di sekolah bisa melakukan kebaikan yang begitu luar biasa sedangkan Qila masih belum bisa menjadi seperti Rizky, yang mau membantu banyak orang dengan caranya sendiri. Bahkan tanpa ada yang tau kebaikan Rizky yang begitu besar.


Tanpa mereka sadari masuklah seorang gadis manis kedalam rumah.


"Assalamu alaikum Ucapnya lantang


"Waalikum salam" Jawab kita bersama


Gadis itu telihat begitu manis dan sopan, dia langsung menyalami semuanya.


"Nah Sya ini yang namanya Ratna" Jelas Rizky


Qila menjawab dengan menampilkan senyumnya


"Aku Ratna kak" Ucapnya sangat manis membuat Qila terpesona pada gadis manis ini. "Oh hay aku Syaqila temennya ka Rizky senang bertemu dengan kamu" Ucap Qila antusias


Ya dia memang sangat ingin memiliki adik wanita tapi ayah dan ibunya enggan memberikan adik pada Qila membuat Qila selalu antusias bila bertemu gadis kecil.


Cukup lama Qila berada disana dia membahas begitu banyak hal dengan nek Rasmi dan juga Ratna. Sampai ia lupa kalau hari sudah menjelang magrib, ia takut kalau ayah dan ibunya akan khawatir.


Mereka berdua memutuskan pamit pada nek Rasmi dan Ratna.


"Kapan-kapan main kesini lagi ya neng. Ratna juga keliatan seneng banget ada kamu" Ucap Nek Rasmi jujur


"Iya nek Qila bakalan terus kesini ko sama Rizky" Ucapnya tulus. Sebenarnya ia juga tidak tau Rizky akan mengajaknya lagi kesini atau tidak yang jelas Qila sangat berharap bisa bertemu kembali dengan nek Rasmi dan Ratna.


"Iky pamit dulu ya Nek. Assalamu alaikum" Ucap Rizky dan langsung menyalami nek Rasmi tak lupa dengan Qila iapun melakukan hal yang sama seperti yang Rizky lakukan.


"Maaf ya Sya kita jadi kemaleman gini nih. Tapi tenang aja tadi gua udah nelpon ayah ko bilang kalau lu lagi sama gua" Ucap Rizky lancar membuat Qila membulatkan matanya tak percaya. Memang dia juga sudah izin pada ayah dan ibunya tapi saat menelpom tadi ayah Qila tidak berbicara apapun pada dirinya.


"Serius?" Tanya Qila tidak percaya


"Iya serius nanti lu tanya aja sama ayah kalo gak percaya. Sekarang kita pulang dulu ya Sya"


Qila mengangguk patuh.


Jujur sampai sekarang Qila masih tidak menyangka dengan apa yang tadi ia lihat. Terlihat jelas Rizky begitu menyayangi nek Rasmi dan Ratna begitupun sebaliknya mereka terlihat saling menyayangi.

__ADS_1


__ADS_2