
Sudah dua hari Qila tidak
mengajari Rizky karna sudah
dua hari juga dia tidak melihat
Rizky di kelas walaupun iya Aldo
memberitahu kalau Rizky sakit,
tapi sakit apa? memangnya anak
itu bisa sakit juga.
Qila terus menggelengkan
kepalanya.
"Hayo elu kenapa?" tanya
Bella
"Ah enggak, kantin yu"
"Jangan-jangan lu kangen
sama playboy ya Qi" ucapan
Bella sontak membuat Qila
membulatkan mata nya.
"Gua gak suka elu ke makan
Sama rayuan dia, lu tahu kan Qi
dia itu kaya gimana. Gua gak
mau elu jadi korban selanjutnya"
"Iya aku tahu, udah yu
kantin"
Memang benar semua
orang juga mengetahui fakta
kalau Rizky playboy, tapi entah
kenapa juga semenjak kejadian
di perpus itu Qila justru sering
memikirkan Rizky walau setiap
hari Bella memperingatinya.
Qila menghabiskan satu
mangkuk mie rebus, sedangkan
Bella sedang asik melahap
siomay yang menjadi makanan
favoritnya saat di kantin.
Saat mereka sedang asik
dengan makanannya tiba-tiba
Aldo dan Angga duduk di
samping mereka membuat
semua siswa berteriak,
bagaimana tidak idola sekolah
duduk di dekat mereka, tentu
kalian juga tahu kalau Rizky and
the gengs merupakan famous di
sekolah ini.
"Gua boleh duduk disini?"
tanya Angga
Sementara Qila dan Bella
hanya menganggukan kepalanya.
"Qi tugas seni budaya udah
selesai, tinggal covernya aja, lu
bisa bantu kan?" tanya Aldo
Lagi Qila menganggukan
kepalanya.
"Hari ini lu di suruh
kerumah Rizky mau gak?"
Qila yang sedang meminum
es jeruknya sampai tersedak
karna kaget mendengar ucapan
Aldo.
'Qi hati-hati" ucap Bella
"Untuk apa?" tanya Qila
"Kan tugas Rizky dua soal
lagi ucap Angga
"Jadi biar cepet elu
ngerjainnya di rumah Rizky aja
katanya" ucap Angga lagi
"Tapi kan bisa nanti aja kalo
Rizky udah masuk"
"Dia libur seminggu,
bisa-bisa bu Mega keburu marah,
emang lu juga mau di marahin
bu Mega?"
Qila menggelengkan
kepalanya lalu menatap Bella,
dia takut sahabatnya tidak suka
karna bagaimanapun Bella
sangat tahu kelakuan Rizky.
"Yaudah Qi gapapa, asal
hari ini selesain semua bisa kan
?" tanya Bella
Qila mengangguk dan
tersenyum pada Bella.
Setelah percakapan itu
mereka memutuskan memasuki
kelas karna sebentar lagi bell
masuk akan berbunyi, begitupun
dengan Aldo dan Angga mereka
mengekor di belakang Qila
sambil sesekali mengeluarkan
lelucon yang Qila dan Bella
anggap sebagai lelucon yang
tidak menarik sama sekali, tapi
walaupun begitu mereka tetap
saja tertawa mendengar suara
Angga yang seperti perempuan
saat menirukan suara Tita ketua
kelas di kelas mereka.
Hari ini merupakan
pelajaran Matematika dan
semua Siswa di panggil satu
__ADS_1
persatu untuk mengerjakan soal
yang di buat oleh pak Rully,
tetapi soal yang di buat tidak
sama, melainkan satu siswa di
beri dua soal dan berbeda
dengan siswa lain, mungkin pak
Rully tahu kalau kerjasama di
kelas ini sangat kompak jadi dia
membedakan soal tersebut agar
mengetahui bagaimana kualitas
matematika yang di miliki oleh
kelas XII IPS 2 ini.
Qila sudah selesai
mengerjakan soal itu dan
langsung menghampiri pak
Rully yang sedang sibuk dengan
buku buku yang dia bawa.
"Ini pak punya saya"
Pak Rully segera memeriksa
soal yang Qila kerjakan dan
benar dugaan Qila kalau soalnya
benar semua, ternyata ini
pengambilan nilai buktinya pak
Rully langsung memasukan
nilaiku pada buku nilai dia.
"Kamu boleh keluar" ucap
pak Rully
Dan dengan tersenyum
merekah Qila keluar dari kelas,
memang matematika salah satu
keunggulan dia, dia dapat
menghafal rumus dengan baik
dan bisa di bilang dialah yang
selalu di andalkan oleh
teman-temannya kalau ada soal
matematika yang sulit di
kerjakan dan Qila selalu mau
membantu.
Tak butuh waktu lama Bella
Angga dan Aldo keluar secara
bersamaan mereka juga berhasil
mengerjakan semua oal itu
dengan baik.
"Kalo Rizky ada pasti dia
keluar bareng lu Qi" ucap Aldo
Bagaimana bisa mana
mungkin Rizky secepat dia
mengerjakan tugas, apalagi dia
selalu bolos.
"Elu gak percaya Qi?" tanya
Bella
Qila menggelengkan
kepalanya.
pinter tapi orangnya aja kaya
gitu bergajulan, kalo gak pinter
coba lu pikir mana mungkin
delapan soal Ekonomi bisa
kalian tuntasin selama dua
minggu, sementara dua minggu
itu di bagi ngejelasin materi
sama ngerjain soal-soal ajaib
gak si?" jelas Bella kali ini,
memang Bella mengetahui
kemampuan Rizky itu tapi
gara-gara cap jelek yang melekat
pada Rizky, membuat Bella
mulai tidak suka dengan Rizky.
Memang benar juga yang
dikatakan Bella, selama
mengajari Rizky Qila juga di
buat kagum karna satu kali Qila
memberi contoh soal dan satu
kali juga Rizky langsung
mengerti dan mengerjakan soal
yang di berikan bu Mega itu.
"Didikan orangtua nya aja
yang jelek" jawab Angga
Kini semua siswa sudah
berhasil mengerjakan soal yang
di berikan pak Rully dan
sekarang mereka di suruh
masuk kembali kedalam kelas.
"Ada yang tahu Rizky sakit
apa?" tanya pak Rully karna hari
ini memang dia yang tidak
masuk.
"Patah kakinya pak, abis
main futsal" jawab Angga jujur
"Bohong gak kamu?
Biasanya dia selalu alpa
pelajaran saya tapi kali ini sakit?"
"Serius pak, tanya Aldo deh
yang lebih baik dari saya" ucap
Angga memelas
"Benar begitu Aldo?"
"Iya bener pak, udah 2 hari
dia gak masuk sama hari ini jadi
tiga hari"
"Ok, kalo gitu saya percayya
tapi kalau dia masuk tolong
__ADS_1
suruh menemui saya ya" setelah
mengatakan itu pak Rully
bergegas keluar karna jam
pelajarannya sudah berakhir.
Pukul 13: 00 jam pelajaran
Bahasa Indonesia sudah
berakhir dan Aldo langsung
menghampiri meja Qila
sementara Bella memutuskan
pulang terlebih dulu.
"Ayo" ucap Aldo dan Qila
langsung mengikuti Aldo,
sementara ayahnya dia sudah
memberitahu kalau hari ini akan
pulang terlambat.
Qila duduk di belakang,
sementara yang di depan Aldo
dan Angga yang sedang asik
menyanyikan beberapa lagu.
****
Qila sampai di salah satu
rumah, rumah yang telihat
begitu megah, Qila memang
tahu kalau orangtua Rizky
merupakan pengusaha dan
benar kata Bella walaupun
mereka orang kaya tapi kalau
didikannya kurang maka akan
sama seperti Rizky jadi anak
yang kurang baik, tapi anehnya
masih saja banyak wanita yang
mendekati dia.
"Ayo Qi masuk" ajak Angga
Dan Qila masuk mengikuti
mereka berdua, Qila menolak
masuk kedalam kamar pria itu
tapi Angga dan Aldo terus
memaksa karna Rizky belum
bisa berjalan jadi qila mengikuti
mereka, hanya ada 2 pembantu
dan tukang kebun yang Qila
lihat, orangtuanya tidak ada di
rumahh.
"Kesini juga lu?" tanya Rizky
Qila menganggukan
kepalanya.
Kamar Rizky sangat luas,
lebih luas dari kamarnya, Qila
pikir kamar lelaki akan
berantakan tapi tidak dengan
kamar Rizky terlihat lumayan
rapi.
"Bawa buku?" tanya Rizky
Lagi Qila menganggukan
kepalanya.
"Ky kita pulang dulu ya,"
ucap Angga
Rizky mengangguk.
Sementara Qila dibuat
gelisah, bagaimana tidak
sekarang dia hanya tinggal
berdua, memang Qila dan Rizky
selalu berdua mengerjakan
tugas tapi kali ini berbeda
mereka berada di dalam kamar.
"Kalo mau minum ambil di
kulkas, Sorry kaki gua masih
Sakit"
"Iya" Qila bersuara kali ini
"Yang kemarin dua soal lagi
sya, tapi gua udah coba isi si"
"Coba saya liat" ucap Qila
Rizky langsung
memberikan kertas jawaban,
sebenarnya sangat tidak rapi
karna banyak coretan hitungan
yang Rizky tulis.
"Sorry kalo acak-acakan"
Qila hanya tersenyum,
senyuman yang sangat manis
menurut Rizky.
"Semuanya benar tapi kalo
yang ada pake rumus harus di
tulis juga rumusnya" ucap Qila,
membuat Rzky tersenyum
"Serius? Padahal gua cuma
asal si gerjainnya, iya namanya
juga cowok mana ngerti rumus
kek gitu"
"Hari ini di tuntasin ya"
ucap Qila
"Ok, tapi ini udah jam 3"
Gapapa, saya juga udah
izin sama ayah"
Dan tanpa menjawab Rizky
sudah siap dengan buku dan
pensil, Qila mulai menjelaskan
cara mengerjakan soal no satu,
membuat Rizky terus
memperhatikan gadis yang
__ADS_1
mulai membuat Rizky tertarik.
"Aus gak lu?"