
Semenjak pak Rully bertamu kerumahnya, selama seminggu ini juga Qila mulai dekat dengan pak Rully, bukan maksud dekat antara hubungan yang lebih jauh tapi hanya sebatas guru dan murid, Qila sekarang lebih biasa menghadapi sikap dingin pak Rully karna aslinya dia tidak sedingin dan sekiller kalau sedang berada di sekolah. Mulai adada kebiasaan baru juga yang Qila lakukan yaitu membalas pesan dari pak Rully, ya memang mereka bertukar nomor ponsel pada saat itu. Jadi mereka akan dengan mudah bertegur sapa satu sama lain melalui chating.
Pak Killer
Dimana?
Syaqila
Kelas pak
Pak Killer
Oh
Syaqila
lya pak
Pak Killer
Belum ada guru?
Syaqila
Belum pak kenapa?
Pak Killer
Oh gapapa ko, yaudah selamat belajar
Saya mau masuk dulu
Syaqila
lya makasih pak
Sebenernya Qila juga malas tapi entah kenapa dia tetap mau saja membalas pesan yang pak Rully kirimkan itu. Padahal sudah jelas kalau di chatpun ia akan bersikap dingin sama seperti bersikap langsung. Itulah pak Rully ia memiliki sikap yang hampir sama dengan Rizky.
"Chatan sama siapa tuh?" tanya Bella
"Bukan siapa-siapa ko" bohong Qila dan langsung memasukan ponselnya ke dalam tas karna ia tidak mau Bella tau soal kedekatannya dengan guru killer itu.
Hari ini kelas terlihat jauh lebih sepi padahal jam sudah menunjukan pukul 07:30. Tidak ada satu priapun, di dalam kelas hanya ada para siswi entahlah kemana sebenarnya mereka pergi.
"Ko belum pada dateng ya Bell. Biasanya anak cowok juga jam segini udah pada dateng deh?" tanya Qila
"Emang lu gak tau Qi?" Bella balik bertanya
"Tau apa emang Bell?" jawab Qila karna memang dua hari ini qila sibuk dengan tugas Sejarahnya.
"Rizky Cs lagi di kumpulin noh di lapangan" jelas Bella
Memangnya apa yang terjadi dengan mereka sampai di kumpulkan seperti itu di lapangan. Apa mereka membuat masalah lagi? Tapi masalah apa sampai harus di panggil semuanya ke lapangan.
Tadi saat Qila lewat belum ada siapapun di lapangan sekolah apa mungkin saat tadi ia pergi ke kamar mandi mereka semua di kumpulkan disana.
"Mereka tawuran lagi kayanya Qi, biasalah kaya gak tau Rizky aja. Ketauan kali sama guru sampe-sampe suruh pada kumpul noh di lapangan. Cari gara-gara aja si tuh anak heran banget gua sama hidupnya" jelas Bella
"Tawuran?"
"Kapan Bell?" tanya Qila
"Kemaren katanya Qi gua juga gak tau persis nya si. Tapi kata anak yang lain kemaren Rizky CS tawuran sama anak anak 53" jawab Bella dan langsung pergi hendak melihat Rizky Cs.
Kemarin.
Kemarin juga Rizky mengirimi Qila pesan dia meminta tolong pada Qila, apa dia terluka tapi kemarin juga Qila tidak membalas pesan Rizky, Qila lebih memilih pergi bersama pak Rully untuk mengerjakan pr MTK yang Qila anggap sulit. Bagaimana kalau benar kemarin Rizky mengirimi Qila pesan untuk meminta tolong, ia sungguh tidak tau kalau benar adanya seperti itu.
Cukup lama mereka di jemur di lapangan Sekolah sampai jam 11 mereka baru di perbolehkan masuk ke dalam kelas, saat masuk Rizky berpapasan dengan Qila dan Qila bisa melihat jelas luka di wajah Rizky yang begitu banyak, bukan hanya wajah tapi seperti ada luka jahit di tangannya, apa kemarin Rizky meminta Qila membantunya karna luka itu, jujur sekarang Qila di liputi rasa bersalah, buktinya Rizky melewatkannya begitu saja, ada rasa aneh lagi di hatinya ya sedikit sesak.
"Ky elu di panggil Kepsek" ucap Bimo ketua kelas
Rizky langsung melenggang begitu saja bahkan tidak menatap Qila sama sekali yang sekarang berada di depannya.
__ADS_1
"Kayanya di DO tuh anak" ucap Bella
"Gak mungkin lah Bell kan kita udah kelas 12 gak mungkin Rizky di DO"
"Mungkin aja Qi bagi Kepsek mah apa si yang gak mungkin apalagi dia udah terlalu banyak masalah di Sekolah ini. Kan bukan cuma tawuran yang dia lakuin Qi, bolos, selalu bikin onar, kurang nilai itu juga jadi nilai minus bagi dia Qi" jelas Bella
Bagaimana kalau yang Bella katakan itu benar, Qila seperti tidak suka kalau Rizky harus di keluarkan dari sekolah. Apalagi sebentar lagi mereka lulus, tidak seharusnya bukan Rizky di keluarkan di saat seperti ini karna yang salahpun bukan hanya dia banyak yang lain yang ikut tawuran juga Rizky tidak sendiri melakukan semua itu.
Tapi tak bisa di elak buktinya sekarang Rizky kembali dan langsung mengambil tasnya begitu saja.
"Ky serius?" tanya Aldo
Rizky tidak menjawab ia memilih keluar dari kelas sekarang juga.
"Do sahabat kita di keluarin elu diem aja gitu ayo kita kejar?" tanya Angga keras dan langsung berlari mengejar sahabatnya
Sementara Qila kini masih mematung di satu sisi dia merasa bersalah karna tidak membalas pesan yang Rizky kirim tapi di satu sisi juga dia marah kenapa Rizky melakukan tawuran yang justru sekarang berimbas pada sekolahnya yang mengharuskan Rizky keluar lebih dulu. Dia selalu bersikap seperti itu tidak pernah memikirkan nya terlebih dulu dalam bertindak. Padahal harusnya ia berpikir apa dampaknya yang terjadi dalam melakukan sesuatu.
***
Rizky Pov
"Ky lo bohong kan?" tanya Angga
"Ky elu becanda kan?" Tanya Aldo kali ini
"Gua gak bercanda Ga, Do. Semua guru hampir final mau gua keluar dari sekolah ini, cuma bu Mega sama pak Rully doang yang enggak setuju sama keputusan Kepsek. Jadi kemungkinan gua disini udah gak ada Ga, Do" jelas Rizky
"Ahhhh TAI" Ucap Angga
"Lu tau kan Ky kita semua gak bakalan setuju Ky, kenapa cuma elu doang yang di keluarin padahal kita tuh sama kita juga ikut tawuran. Kita juga banyak masalah Ky di sekolah ini bukan cuma elu doang. Tapi kenapa sekarang mereka malah ngeluarin elu sendiri." jelas Angga karna dia tidak mau nasib sahabatnya hancur padahal sudah jelas kalau yang melakukan tawuran itu bukan hanya Rizky melainkan mereka semua.
"Mereka bilang kalo gua dalang dari ini semua memang bener Ga kalo gua gak nyanggupin tantangan Kevin mungkin ini gak bakalan terjadi. Gua yang terlalu egois sampe ngorbanin sekolah gua sendiri. Andai bener kemarin gua gak tawuran mungkin gak bakalan kaya gini jadinya" jelas Rizky lagi
"Enggak ada dalang atau apapun Ky kita sama-sama salah. Semua yang ikut tawuran kemarin itu salah Ky" jawab Aldo yang muncul di balik punggung Angga
"Udahlah gapapa, kalian lanjutin aja mungkin ini lebih baik buat gua. Gua bisa nyari sekolah lagi yang mau nerima murid kaya gua" jawab Rizky
"Kalo lo keluar kita juga keluar Ky" jawab Aldo
"Ky kita semua itu sama salah tapi guru semuanya ngejudge elu, mereka cuma ngekuarin elu, mereka itu gak adil Ky kalo kaya gini" jelas Angga kali ini
Mereka berdua begitu membela Rizky karna mereka selalu ingat kalau bukan Rizky yang dulu membela Angga dan Aldo mungkin sekarang Angga dan Aldo sudah berada di luar bergabung dengan sekolah lain.
"Gua gak terima kaya gini, buktinya aja dulu lu bisa ngeyakinin kepala sekolah buat gak ngeluarin kita berdua, sekarang giliran kita berdua buktiin ke mereka kalo lu gak seburuk yang mereka duga Ky" bela Angga, dia memang sangat menghargai sahabatnya
"Makasih buat lo berdua tapi gua gak mau ada masalah baru lagi yang muncul jadi lebih baik gua keluar dari sini. Gua yakin ko tanpa gua juga kalian bisa sukses. Gua minta maaf sama kalian udah bikin kalian ikut ikutan buruk di mata guru" jawab Rizky
"Enggak Ky elu gak salah apa-apa kita semua itu ngelakuin itu karna keinginan sendiri, bukan karna elu yang nyuruh atau elu yang minta" Jawab Angga
"Iya udah gapapa Ga, Do. Gua cabut dulu ya" Ucap Rizky dan melenggang pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Rizky memutuskan pergi ke Basecame club motornya, dia tidak tahu lagi harus pergi kemana. Memang banyak tempat tongkrongan yang sering dia datangi tapi Rizky pikir disana jauh lebih aman dari pada harus berkeliaran di jalan di jam sekolah seperti sekarang ini.
"Kenapa muka lu kusut gitu si Ky?" tanya Vino
"Biasa lah" jawab Rizky dingin
"Kalo muka lu gua tau pasti abis tawuran atau berantem lah, tapi kenapa ko elu gak sekolah si, di keluarin sama sekolahan elu Ky?" tanya Vino
Rizky hanya menganggukan kepalanya.
"Elu kan udah kelas tiga Ky ko bisa-bisanya si di keluarin?" heran Vino
"Ya apa aja bisa bagi sekolah mah Vin kaya gak tau aja lu" jelas Rizky dan memilih tiduran
Sebenarnya Rizky juga sangat kecewa dengan keputusan sekolah secara sepihak yang membuat dia harus rela mencari sekolah lain yang mau menerimanya tapi bagaimanapun ini memang kesalahannya melakukan hal yang di larang oleh sekolah. Sehingga menyebabkan ia harus keluar pergi dari Sekolahnya.
Tapi kali ini bukan hanya pikiran Rizky yang sedang rumit, hatinya pun di buat sakit karna kemarin di saat tangan dia terkibas cerulit lawan tawurannya dia sempat meminta tolong dan mengirimi Qila pesan karna lawan tawurannya sudah berhamburan pergi menjauh mendengar sirine yang sengaja Aldo bunyikan. Ya bahkan Aldo sempat-sempatnya memanggil ambulan hanya untuk membunyikan sirine itu, tapi yang membuat Rizky sedikit kecewa bukannya membalas Qila malah mengacuhkan pesan yang Rizky kirim begitu saja, bahkan Qila tidak membaca sama sekali pesan yang ia kirimkan itu. Kalau kemarin saat Rizky berlari menuju jalan utama tidak ada Kinar yang lewat mungkin sekarang entah dia masih ada atau tidak karna darah yang dia keluarkan dari tangannya begitu banyak.
Tadipun saat ia berpapasan dengan Qila ia lebih memilih melewatkannya begitu saja karna jujur ia masih kecewa dengan sikap Qila, entah alasan apa yang akan Qila berikan yang jelas benar kata Angga kalau dia memang tidak menyukai Rizky. Dan Rizky tidak ada artinya apa-apa bagi seorang Syaqila.
Saat sedang asik mendengarkan lagu yang tengah temannya nyanyikan ponsel Rizky tiba-tiba bergetar menampilkan satu pesan.
__ADS_1
Syaqila
Dimana?
Sebenarnya Rizky juga ingin membalas pesan itu tapi dia teringat kejadian kemarin dan memilih mengabaikan pesan dari Qila.
10 menit berlalu ada satu pesan lagi yang masuk.
Syaqila
Kamu dimana?
Masih sama dari Qila dan Rizky tetap mendiamkankan.
Jam menunjukan pukul 14:00 itu artinya sekolah Rizky sudah pulang tapi entah kenapa dia masih betah berdiam diri di Basecame. Ya dulu memang ini menjadi tempat ternyaman bagi Rizky.
"Makan yuk" ajak Vino
Rizky menggelengkan kepalanya tanda tidak karna memang tadi pagi dia sudah makan.
"Yaudah kalo gitu gua sama anak-anak cari makan dulu ya, mau gua beliin gak?" tanya Vino
"Gak usah No makasih gua lagi gak laper" jawab Rizky
Dan mereka semua meninggalkan Rizky sendiri.
Saat hendak memejamkan matanya dering ponsel memaksa dia membuka matanya kembali dan menampilkan Syaqila call, Qila menghubunginya lagi kali ini menelpon bukan mengirimi ia pesan.
Lagi Rizky mendiamkan tidak menjawab, 8 panggilan sudah tertera dan itu berasal dari Qila hingga sekarang Rizky sudah muak mendengar dering ponselnya sendiri dan memilih mengangkatnya.
"Kamu dimana?" tanyanya di sebrang sana
"Bukan urusan lu" jawab Rizky ketus
"Aku tahu memang bukan urusanku...."
"Kalo lu tahu kenapa lu masih hubungin gue juga" jawab Rizky sangat menohok buktinya sekarang Qila lebih memilih diam tidak bersuara, langsung saja Rizky menekan tombol off pada ponselnya dan pergi dari Basecame menuju rumahnya.
Sungguh perasaannya sangat tidak enak. la kecewa dengan pihak sekolah ia juga kecewa dengan Qila yang Rizky harapkan lebih tapi ia malah menjauh melewatkan bahkan mengabaikan Rizky.
Andai kemarin dia mau membantu Rizky. Mungkin Rizky juga tidak akan bersikap cuek bahkan bersikap ketus pada Qila. Ia juga ingin bersikap manis pada Qila, tapi Qila sendiri yang membuat Rizky mengeluarkan sikap aslinya.
Mungkin kalau kemarin Qila ada untuknya. Rizky sudah menyatakan cintanya hari ini juga, tapi sekarang niatnya itu ia urungkan karna Qilapun tidak begitu peduli pada Rizky membuat Rizkypun tidak yakin pada Qila. Membuat Rizky semakin ragu pada wanita incarannya itu.
la tidak yakin kalau Qila akan sungguh-sungguh mencintainya. Di tambah sekarang ada Aldo yang selalu saja terlihat berdua dengan Qila. Membuat Rizky juga sedikit kecewa pada sahabatnya itu, tapi mau bagaimana lagi. la sudah berjanji akan bersaing secara sehat bukan?.
Rizky sampai di rumah ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
Tanpa Rizky sadari ada dering telephon disana mengharuskan ia bangun untuk mengangkatnya.
"Hallo" Ucap Rizky
"Elu ada di rumah Ky?" Tanya Angga
"Ada Ga gua baru balik kenapa?" Tanya Rizky kali ini
"Gua mau kerumah Ky sama anak-anak"
"Jangan sekarang deh Ga. Gua lagi badmood banget nih buat ketemu yang lain"
"Yaudah gapapa Ky gua ngerti ko"
"Iya Ga. Gua minta maaf ya bukannya gak mau nerima kalian cuma elu tau sendiri lah gua lagi gimana sekarang. Di tambah tanpa gua jelasin juga elu tau kan" Jelas Rizky
"la gua paham paham. Tapi dari tadi si Qila nanyain elu terus Ky, dia kaya khawatir gitu sama elu"
"Gak usah bahas dia Ga gua lagi males juga"
Memang hatinya sedang kecewa untuk sekedar membahas atau mendengar namanya pun Rizky sedang tidak ingin.
"Oh iya gua minta maaf. Yaudah gua tutup ya Ky"
"Tapi kalo lu sendiri mau kesini mah gapapa. Asal jangan bawa anak anak aja, jangan lupa bawa makanan sama buah ya gua laper banget nih" Ucap Rizky
__ADS_1
"Iya iya siap gua langsung gas kesitu ya" Jawab Angga dan langsung menutup teleponnya.
Ya. Hanya Angga sahabat yang Rizky anggap tidak pernah memihak. la selalu ada untuk Rizky maupun Aldo ia pun selalu mau di repotkan oleh kita berdua membuat Rizky juga bangga pada dia.