Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Risky Sembuh


__ADS_3

Luka di tangan maupun wajah Rizky berangsur membaik, bahkan dari kemarin Rizky sudah di perbolehkan untuk pulang, memang selama di rumah sakit orangtuanya menyempatkan waktu untuk menengok bahkan mau menemani Rizky. Entah karna apa yang jelas hal seperti itu juga sangat membuat Rizky bahagia. Tak hanya itu kehadiran bi Siti, Angga dan tentunya Qila juga membuat ia senang. Apalagi gadis pujaan nya itu ia terlihat sangat khawatir pada Rizky.


Sudah dua hari ia berada di rumah. Selama dua hari itu juga ia merasakan bosan karna tidak melakukan apapun hanya tidur dan tidur membuat ia tidak bersemangat.


Oleh karena itu hari ini juga Rizky memutuskan untuk pergi ke sekolah, walaupun bi Siti sudah melarang tapi dia tidak mau membuat kelompoknya kecewa apalagi kata Angga ada beberapa bagian lagi yang belum terselesaikan sedangkan besok harus segera di persentasikan di depan kelas.


"Bi Iky berangkat dulu ya"


"Pake motor den?" tanya bi Siti


"Iky udah sembuh ko bi udah enakan malah Iky berangkat dulu ya Assalamu alaikum"


"Hati hati ya den, Wa'alaikum salam"


Rizky mulai melajukan motornya dengan kecepatan standar berharap akan sampai di sekolah tepat waktu,


Lima hari tidak sekolah membuat Rizky kangen dengan Aldo memang Rizky hanya menyatakan kalau ia izin ada urusan keluarga, bahkan Aldo sudah beberapa kali menghubunginya, tapi Rizky tetap tidak jujur dengan Aldo karna dia tidak mau membuat Aldo semakin kesal terhadap Kevin Cs.


Tepat jam 07:10 Rizky sampai di Sekolah, selama di lorong sudah banyak pasang mata yang membicarakannya dari yang membuat dia ganteng dengan luka yang masih tertera di wajah, ada juga yang bilang dia seperti berandalan karna banyaknya luka dan sering terlibat perkelahian.


"Kak Rizky kenapa?"


"Lukanya bikin candu kak"


"Gila si banyak luka malah tambah ganteng"


"Kak gantebg banget si"


Rizky tidak menanggapi satu persatu cewek yang terus saja membicarakannya, dia hanya melenggang pergi melewati sekumpulan cewek itu menuju kelasnya.


"Widih kemana aja lu Ky?" tanya Gabriel


"Ada gua" jawab Rizky dan langsung menghampiri kedua sahabatnya


"Yang izin ampe lima hari puas banget idup lu sekolah kaya milik lu sendiri aja Ky" ucap Aldo


Rizky menanggapi dengan senyum jahilnya.


"Wait wait, itu muka elu kenapa lu abis berantem bisa bonyok gitu kayanya?"


"Berantem?" tanya Angga tampak bingung, padahal Angga sudah jelas mengetahui semuanya hanya saja dia ingin berakting di depan Aldo.


"Yaelah luka kaya gini doang, abis bantuin ibu-ibu gua, kemaren ada ibu ibu yang kena jambret jadi gua bantuin dia buat ngehadang eh malah gua yang abis di pukulin sama mereka"


"Serius? Lu gak berantem lagi kan sama anak 53?" tanya Aldo tampak tidak percaya dengan perkataan Rizky


"Kaga lah ya kali gua berantem sama mereka tanpa kalian gak bakalan bisa lah, kalo mereka nantang gua, gua juga pasti ajak elu kan Do" jawab Rizky dingin


Hari ini dia tidak melihat Qila, apa gadis pujaannya itu tidak masuk?.


Karna dari tadi ia sampai di sekolah tidak melihat Qila sama sekali.


Tapi saat hendak keluar Rizky berpapasan dengan gadis yang akhir-akhir ini selalu berada di pikirannya. Gadis yang selalu membuat hati dan pikirannya tidak sinkron.


"Udah sembuh?" pertanyaan Qila sontak membuat Rizky kaget karna tidak biasanya Qila mau berbicara terlebih dulu pada Rizky.


"Udah" jawab Rizky manis


"Alhamdulillah kalo gitu Ky" jawab Qila dan pergi kedalam kelas


Menurut Rizky gadis sempurna itu ya Qila, memang pasti ada saja kekurangan yang Qila miliki tapi entah kenapa justru kekurangan itu ia tutupi dengan bakat yang bahkan baru Rizky ketahui akhir-akhir ini dia sunggu gadis pujaan bahkan mungkin bagi para pria dia sangat terbaik.

__ADS_1


***


Setelah berkutat dengan pelajaran hari ini, Rizky memutuskan ikut kerja kelompok yang hari ini di lakukan di rumah Bella, sebenarnya yang lain juga sudah menolak tapi Bella terus memaksa dengan beralasan kalau ibunya sudah masak banyak untuk kita berempat.


"Bell rumah kamu kan jauh" ucap Qila terlihat jelas di wajahnya kalau dia sedikit tidak suka dengan usulan Bella itu.


"Yaelah Qi kan nebeng sama Rizky, maukan elu Riz?"


Rizky hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


"Lagian rumah gua gak sejauh yang kalian kira ko tenang aja, deket malah kata gua mah. Buktinya gua tiap hari pulang pergi kan biasa aja gak jauh jauh amat ini"


"Jauh tau Bell. Bisa bisanya kamu bilang gak jauh orang jauh banget gitu juga" Protes Qila membuat Rizky menampilkan senyumnya karna lucu sekarang Qila sedang bergerutu sambil memanyunkan bibirnya membuat Rizky sangat gemas di buatnya.


"Yaudah kita berangkat sekarang aja yu, gua ajak Sinta juga ya biar sekalian maen gua sama doi" jawab Angga


"Enggak-enggak, kita kan mau latihan persentasi juga nanti yang ada elu malah pacaran bukannya fokus sama materi kita. Masih banyak waktu elu buat pacaran sama si Sinta ya gak ada bawa bawa cewek" ucap Bella tidak setuju


"Gua setuju, udahlah Ngga weekend aja ngajak maennya gak usah sekarang lagian kan dia juga pasti ngerti kita banyak tugas" jawab Aldo yang setuju dengan ucapan Bella kali ini


"Iya iya ok" jawab Angga seperti tidak suka


"Yaudah ayo Do" ucap Bella dan mulai menaiki motor Aldo, sementara Rizky membonceng Qila a yang sudah duduk di jok belakang motor miliknya.


"Emang iya rumah Bella jauh?" tanya Rizky pada Qila


"Iya jauh banget Ky kata aku mah"


"Sejauh apa si Sya sampe dari tadi lu bilang jauh jauh terus"


"Jauh lah Ky, kalo naik angkot aja sampe 3 kali naik berarti jauh kan, aku gak pernah berani pergi ke rumah Bella sendiri saking jauhnya" jawab Qila sangat polos


"Yaudah kalo gitu pegangan ya soalnya kan jauh tuh takutnyabnanti ketiduran lagi" Ucap Rizky penuh perhatian.


Sementara Rizky hanya bisa tersenyum mendengar nada khawatir yang Qila ucapkan. Ya ini yang gadis pujaannya bisa mengkhawatirkan dia. dia mau,


"Iya gua santai ko, lagian kaki gua udah gapapa ko udah kering lukanya Sya. Jadi gak mungkin kebuka lukanya" jawab Rizky meyakinkan Qila, dan mereka langsung melajukan motor, Bella dan Aldo melaju lebih dulu, sedangkan Rizky dan Qila berada jauh di belakang Angga.


"Sya?"


"Hmmmmm?"


"Minggu ada waktu gak?" tanya Rizky, ia ingin sekali mengajak gadis pujaannya itu pergi keluar hanya untuk sekedar mengobrol atau makan


"Mmmmm minggu ya, aku mau ketemu sahabat aku si" jawab Qila


"Oh yaudah"


"Tapi kalo kamu mau ikut gapapa, aku sendiri, dia sama pacarnya gak mungkin juga kan aku jadi kambing conge di antara mereka berdua?" ucap Qila sedikit kikuk


"Emang gapapa kalo gua juga ikut?" tanya Rizky


"Iya gapapa"


Akhirnya, walaupun mungkin nanti double date tapi setidaknya Rizky bisa mengajak Qila keluar, sebenarnya dia sudah tidak sabar ingin mengutarakan perasaanya pada Qila tapi rasanya tidak mungkin, Rizky akan membuat Qila luluh terlebih dulu pada dia, karna tidak mungkin juga wanita seperti Qila akan mudah mempercayai lelaki seperti Rizky, tukang tawuran sering berantem bahkan banyak sekali orang yang tidak menyukai sikap yang Rizky punya, begitupun dengan Qila pasti dia juga akan berpikir ulang kalau Rizky menembaknya.


"Emangnya rencana kalian mau pada pergi kemana?" Tanya Rizky


"Aku juga gak tau si Ky, kemaren sahabat aku cuma ngajakin nonton, tapi gak tau juga jadi apa enggaknya kan aku cuma ngikutin" Ucap Qila sangat polos


"Oh yaudah kalo gitu gapapa. Nanti besok pagi gua kerumah elu ya"

__ADS_1


Qila mengangguk patuh.


Entah kenapa Qila juga bisa mengajak Rizky untuk pergi berdua dengannya besok. Ia hanya tidak mau menjadi obat nyamuk antara Kinar dengan pacar barunya itu.


***


Tepat jam 16:20 mereka sampai di kediaman Bella, cukup jauh memang rumah Bella tapi itu justru membuat Rizky senang karena bisa berlama-lama membonceng gadis pujaannya. Apalagi dari tadi Qila terus saja memegang pinggangnya seolah memeluk Rizky erat membuat Rizky mengalami lagi sport jantungnya.


Sesampainya disana mereka langsung di sambut oleh kedua orangtua Bella, rasanya Rizky sangat iri melihat itu semua sama seperti orangtua Qila, mereka pun terlihat sangat ramah, perhatian bahkan sekarang mereka sedang menyantap cemilan yang sudah ibu Bella buat.


Setelah cukup lama beristirahat mereka mulai menyelesaikan peta konsep dan mulai menghafal bagian bagian yang akan mereka jelaskan nanti di depan teman-temannya.


Ini kali pertama Rizky mau menjelaskan tentang materi pelajaran, benar kata bu Mega Qila memang berhasil mengubahnya menjadi sedikit lebih rajin dalam hal pelajaran maupun praktek.


Bukan pencitraan terhadap Qila, hanya saja Rizky juga ingin sama seperti kedua sahabatnya lulus dengan nilai yang sedikit bagus walaupun mungkin orangtuanya tidak bangga tapi tetap saja ia juga ingin membuat bangga dirinya sendiri.


"Riz nanti elu mau bagian yang mana nih ngejelasinnya?" Tanya Bella


"Ya bagian gua aja Bell gua mah. Gak usah di tambah tambah lagi gua udah hafal yang itu aja. Kalo di tambah yang lain nanti gua lupa lagi sama bagian gua" Ucap Rizky membuat Qila gemas


"Ok-ok berarti elu yang ini doang ya. Kalo elu Qi yang mana aja?" Tanya Bella


"Yang mana aja Bell"


"Yaiyalah dia mah yang mana aja. Orang hampir semua dia yang rangkum pasti Qila mah udah hafal semua gak usah di raguin juga" Jawab Aldo jujur


"Enggak juga sama aja kaya kalian" Jawab Qila merendah


"Hahahahahaha bener bener Do. Elu mah udah hafal semua Qi enak. Kalo gua Bell sama kaya Rizky bagian gua aja ya jangan banyak banyak" Ucap Angga kali ini


"Bararti yang paling banyak elu ya Qi gapapa kan?" Tanya Bella memastikan


"Iya gapapa ko Bell" Ucap Qila


Mereka terus saja menghafal bagian-bagian yang akan mereka persentasikan. Memang Qila dikenal pintar ia juga sangat pandai dalam menghafal semua materi oleh karna ini kali ini bagian ia pun sangat banyak di banding dengan anggota yang lain.


Rizky terus saja menatap gadis pujaannya itu sambil menampilkan senyumnya. "Kamu kenapa?" Tanya Qila penasaran karna dari tadi Rizky terus saja menatapnya.


"Gapapa manis Sya?"


"Apanya yang manis?" Tanya Qila ragu


"Senyum elu" Jawab Rizky sambil menampilkan senyum jahilnya membuat Qila malu dan langsung menundukan kepalanya.


"Guyss makan dulu yuk. Ibu gua udah masak nasi liwet pasti kalian suka deh sama masakan ibu gua" Ucap Bella bersemangat


Mereka yang sudah kelaparanpun langsung mengekor di belakang Bella menuju tempat makan. Benar saja nasi Liwet bersama teman-temannya sudah tersaji membuat perut mereka tidak sabar untuk segera di isi.


"Enak bangat nih Bell keliatannya" Ucap Aldo


"Cacing-cacing di perut gua udah gak sabar buat masukin nih makanan ke perut" Ucap Angga kali ini


"Iya udah ayo kita makan. Rizky Qila ayo sini juga" Ucao Bella dan langsung menarik tangan Qila sahabatnya itu.


"Ayo Qi makan ih"


"Iya Bella"


Mereka pun langsung menyantap semua makanan yang tersaji dengan sangat lahap. Sesekali mereka juga makan sambil terus bercanda dan membicarakan hal konyol yang ada di sekolah. Inilah momen pertemanan mereka yang akan terus teringat disaat nanti mereka sudah lulus dari sekolah.


Rizky sangat tidak menyangka memiliki teman yang tidak pernah membandingkan satu sama lain membuat ia juga sangat kagum. Ya walaupun Bella sangat membencinya tapi ia begitu perhatian begitu care pada teman-teman yang lain termasuk ia.

__ADS_1


Begitupun dengan Qila yang sangat pendiam tapi kalau sudah bercanda seperti ini ia juga terlihat begitu ramai. Bahkan welcome pada siapapun membuat Rizky juga bangga karna bisa mengenalnya dengan baik.


Tak lupa Angga dan Aldo sahabat yang selalu ada di saat Rizky down. Sahabat yang mau memberitahu Rizky kalau Rizky melakukan kesalahan apapun itu. la bangga dengan circle pertemanannya kali ini.


__ADS_2