Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Perasaan Khawatir


__ADS_3

Qila pov


Sebenarnya Qila masih tidak habis pikir dengan sikap Rizky seperti tadi, benar kata Bella bisa saja apa yang Rizky lakukan bisa infeksi apalagi luka yang dia alami cukup banyak lalu kemana sebenarnya ia pergi.


Qila memutuskan untuk membaca novel yang ia miliki tapi bukannya fokus dengan novel Qila malah terus saja memikirkan pria itu, pria yang akhir-akhir ini membuatnya selalu mengalami sport jantung.


Ingin sekali Qila menanyakan keadaan Rizky dengan mengirimi ia pesan, tapi Qila tidak berani. Qila takut kalau justru pesannya akan di abaikan begitu saja oleh Rizky.


Akhirnya setelah menimbang-nimbang cukup lama Qila memutuskan untuk mengirimi Rizky pesan.


Syaqila


Kamu gapapa?


Satu menit


Dua menit


Bahkan sampai 30 menit tapi tidak ada balasan sama sekali, apa Qila harus mengirimi Rizky pesan lagi? Tapi ia takut kalau tidak akan mendapat balasan lagi.


Syaqila


Kamu sekarang dimana?


Tidak ada balasan lagi kali ini, Qila memutuskan membaringkan tubuhnya di kasur, mungkin Rizky sudah tertidur, tapi ia tidur dimana, entahlah kenapa Qila jadi seperti ini memikirkan pria yang harus dia hindari itu, Qila menunggu cukup lama sampai ia tertidur nyenyak.


***


Rizky


Luar


Tanpa Qila duga ada satu pesan disana dari Rizky tepat jam 23:36 dia membalas pesan yang Qila kirimkan, berarti semalam Rizky berada di luar, lalu bagaimana dengan luka yang dia alami, bahkan luka di tangannya cukup dalam Qila tahu itu, karna jelas kemarin balutan di tangan jauh lebih tebal daripada di kaki.


Syaqila


Sekolah gak?


Rizky


Gak


Qila pikir Rizky tidak akan langsung menjawab tapi dugaannya salah.


Syaqila


Di luar dimana?


Rizky


Bukan urusan lo


Jawaban Rizky itu seakan-akan menghantam hatinya, memang ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Qila, tapi bisa saja kan dia menjawab dengan kata yang lebih halus, Qila hanya ingin memberi sedikit perhatian pada dia tapi balasannya malah seperti ini.


Qila memutuskan menyimpan ponselnya di dalam tas dan pergi ke sekolah di antar oleh ayahnya.


"Ko mau sekolah mukanya di tekuk gitu. Anak ayah lagi ada masalah atau kenapa?" tanya ayah Qila


"Enggak ayah, yuk berangkat" jawab Qila


"Bener gak ada masalah?" tanya ayah lagi memastikan


"Iya bener yah gak ada masalah apapun. Yuk yah Qila takut telat nih"


Ayah Qilapun segera menstarter motor yang akan di gunakan mengantarkan Qila.


"Lets go" ucap ayah Qila, memang kadang ayahnya masih menganggap Qila gadis kecil yang masih sangat kecil oleh karena itu ayahnya akan selalu mengawasi gerak-gerik putrinya itu.


Tak butuh waktu lama hanya 20 menit saja untuk sampai tepat di depan gerbang sekolah Qila.


"Makasih ayah" ucap Qila sangat tulus


"Mau di jemput gak nanti pulangnya?"


"Enggak usah, takutnya Qila kerja kelompok dulu


yah."


"Kalo kerja kelompok hubungi ibu terlebih dulu ya. Jangan bikin ibu sama ayah khawatir" ucap ayahnya lagi


Qila hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya dan segera bergegas pergi ke dalam kelas.


Suasana kelas sangat ramai, apalagi Qila datang di waktu yang sebentar lagi bel masuk akan berbunyi.


"Qi tau gak, Rizky belum balik tau kata si Angga"


"Terus?" tanya Qila


"Ko terus elu gak perhatian apa sama dia. Dia aja perhatian banget sama elu Qi, jadi bener elu gak suka sama sekali sama dia?"


Qila tidak menjawab dan beralih melihat ponsel miliknya.


Rizky


Sya tolongin gua


Rizky? Bukannya tadi dia sudah menjawab kalau ini bukan urusanku, lalu kenapa sekarang mengirimi aku pesan? Batin Qila.


Tanpa menimbang apapun Qila langsung membalas pesan dari Rizky.

__ADS_1


Syaqila


Kenapa?


Rizky


Gua abis di pukulin anak 53, plis suruh Angga kesini warung belakang


Syaqila


lya sebentar


Sebenarnya Qila malu kalau memberitahu Angga, apalagi sekarang Angga sedang berkumpul dengan semua pria di kelas ini, Qila takut yang lain tahu kalau Qila dan Rizky sering chatting, tapi di satu sisi Qila juga khawatir luka di badan Rizky akan semakin banyak.


"Angga" panggil Qila


"Yoi, apa Qi?"


"Aku mau ngomong sebentar"


"Oh yaudah ayo" Angga mengajak Qila keluar kelas


"Ada apa Qi, lu kaya khawatir gitu ada masalah bukan?" tanya Angga langsung to the point


"Mmmmm itu" sebenarnya Qila malu


"Apa?"


"Rizky ada di warung belakang, kata dia abis di pukulin sama anak 53, jadi kamu suruh kesana buat nyamperin dia?"


"Serius? Ko bisa dia hubungin elu? Gua nelpon dia gak di angkat-angkat" jawab Angga sepertinya dia juga sangat terkejut mendengar kabar ini.


"Aku gak tahu, yang jelas kamu di suruh kesana tapi sendiri kata dia. Dia gak mau kamu bawa yang lain juga" ucap Qila


"Yaudah thanks infonya" tapi sebelum Angga hendak meninggalkan Qila, Qila terlebih dulu menarik seragam Angga.


"Kenapa?"


"Aku ikut ya" ucap Qila gugup, Qila tidak bisa membohongi hatinya lagi, karna jujur ia memang sangat mengkhawatirkan kondisi Rizky saat ini.


"Enggak mungkin Qi, bentar lagi guru masuk gua gak mau lu bolos kaya gua"


"Aku bisa izin Ga" jawab Qila


Akhirnya Angga menganggukan kepalanya, mereka berdua pergi kesana melalui jalan rooftop memang itu satu satunya jalan menuju kesana, karna kalau lewat depan tentu tamat riwayat mereka apalagi jam segini guru piket pasti tengah berjaga di depan gerbang.


"Qi kita turun lewat pohon, nanti kaki elu ke dahan itu ya. Elu bisa kan" ucap Angga


Sebenarnya Qila ragu, ia takut justru akan jatuh kalau harus turun melalui pohon tapi tidak ada cara lain, setelah cukup lama Qila mengambil ancang-ancang diapun berhasil turun dengan bantuan Angga.


Mereka berdua langsung memasuki sebuah warung yang dulu juga pernah Qila masuki waktu bolos sekolah.


Sementara Qila tidak percaya melihat luka di wajah Rizky, bagaimana tidak sudut bibirnya terluka, pelipisnya terluka yang tak Qila habis pikir hidung Rizky terus mengeluarkan darah segar, Qila benar benar ngeri melihat wajah Rizky sekarang.


Rizky yang kebingungan melihat keadaan Qila langsung menanyakannya pada Angga.


"Dia maksa ikut, gua pikir dia khawatir sama elu mangkanya gua ajak dia kesini" ucap Angga pelan seperti berbisik pada Rizky takut Qila akan mendengar ucapannya.


"Sya, elu gapapa?"


"Kamu Rizky kan?" Qila memang tau kalau yang di depannya adalah Rizky tapi luka di wajahnya membuat Qila menanyakan itu.


"Iya gua Rizky emang segitu ancurnya muka gua sampe lu gak bisa ngenalin gua Sya?" dia masih bisa tersenyum dengan kondisinya seperti itu


"Kita harus ke Rumah Sakit Ky" ucap Angga


"Elu bawa mobil gak Ga?" tanya Rizky


"Ada gua ambil bentar, soalnya gua taro mobil di bawah. Qila elu jagain Rizky ya" ucap Angga


Qila hanya menganggukan kepalanya.


"Sya?"


"Hmmmm" Qila masih menatap luka Rizky, bahkan Qila pikir luka di tangannya pun belum kering tapi sudah ada luka lagi, apa Rizky tidak merasa sakit sedikitpun.?


"Kenapa ikut, kan sekarang Bahasa Inggris elu bisa kehilangan nilai ikut Angga kesini?" tanya Rizky


"Mmmmm itu aku..."


"Khawatir sama gua?" potong Rizky


"Hah?" jawab Qila sangat bodoh, tentu ia sangat khawatir apalagi sekarang melihat Rizky seperti ini membuat ia sangat cemas dengan keadaan Rizky.


"Ayo Ky" ucap Angga yang datang dari balik pintu


Angga membantu Rizky memasuki mobil sementara Qila memegangi pintu mobil dan langsung masuk duduk di belakang bersama dengan Rizky.


"Ko bisa gini si Ky. Emangnya elu di apain sama mereka. Pasti mereka banyakan ya sementara elu sendirian?" tanya Angga


"Ceritanya panjang ga, nanti gua jelasin semuanya sama lu. Tapi gak sekarang badan gua sakit semua Ga"


"Kevin. Pasti dia yang udah bikin elu kaya gini iya kan Ky?" tanya Angga


"Udahlah Ngga, nanti gua jelasin semuanya ke elu. Elu gak usah emosi dulu yang bener aja dulu nyetirnya gua gak mau luka gua bertambah ya gara gara kecelakaan lagi. Apalagi sampe Qila terluka gua bisa nyalahin elu" jawab Rizky menenangkan Angga.


"Yaelah kagalah gua juga tau lagi bawa pasangan" Ucap Angga jahil


"Yaudah, Qila tolong obatin idung Rizky, p3k di bawah jok elu maaf ya soalnya kan gua lagi nyetir nih jadi susah kalo gua yang obatin dia" ucap Angga

__ADS_1


Qila yang disuruh malah gelagapan dan langsung memegangi baju seragamnya.


"Gak usah lagian mau ke Rumah Sakit ini gapapa Ga. Gua gapapa asli cuma darah gini mah gak ngefek"


"Ky darah elu keluar terus se'engganya pake kapas bisa ngeganjel darah elu biar gak terus-terusan keluar.


Tau gua elu jagoan tapi kalo darah elu keluar banyak elu bisa keabisan darah" ucap Angga, sepertinya Angga sangat mengkhawatirkan Rizky sahabatnya itu.


Qila yang tidak tega mendengar ucapan Angga langsung mengambil kapas di kotak p3k dan langsung mengarahkan kapas itu pada hidung milik Rizky.


Jujur, dia mengalami lagi sport di jantungnya tapi dia harus bisa menyembunyikan semua itu. Karna ia tidak mau kalau sampai Rizky mengetahui kalau ia sedang gugup.


"Makasih Sya"


Qila hanya menganggukan kepalanya.


"Udah biar gua yang pegangin pasti elu pegel Sya dari tadi mengangin kapas" ucap Rizky lagi


"Gak usah, kan tangan kamu juga lagi sakit. Gapapa ko cuma kaya gini gak pegel sama sekali" ucap Qila khawatir


Rizky yang mendengar nada khawatir pada gadis pujaannya itu hanya bisa tersenyum.


Ya ia yakin kalau sebenarnya Qila juga memiliki perasaan yang sama pada dia. Hanya saja mereka berdua enggan mengungkapkan perasaan masing masing dan masih menyimpannya dengan sangat rapat. Entah sampai kapan.


Mereka sudah sampai di rumah sakit. Rizky langsung di bawa keruang UGD sementara Qila dan Angga sedang menunggu di luar.


"Parah banget tuh anak 53 bisa-bisanya bikin Rizky babak belur" Ucap Angga


"Emang kalian ada masalah apa sama anak 53?" Tanya Qila penasaran


"Jadi Qi kita tuh emang udah berselisih paham napa dari jaman angkatan sebelum-sebelumnya juga, kita cuma nerusin aja napa. Tapi semenjak sekarang nih si Kevin berani banget nantangin Rizky soalnya kan Rizky pasti nerima tuh tantangan dia. Apalagi Rizky sering banget buat tuh anak Babak belur" Jelas Angga


"Tapi apa untungnya kalian ngelakuin semua ini. Gak ada faedahnya sama sekali kan, yang ada kalian malah luka-luka atau bahkan kalian bisa aja di panggil BK" Jawab Qila


"Iya emang gak ada untungnya sama sekali Qi. Gua aja malah sering babak belur gara gara tawuran. Tapi tetep aja Sya hal kaya gini tuh gak bisa di ilangin dari anak sekolah manapun pasti ngelakuin hal yang sama kaya kita"


"Ya tapi gak jelas masalahnya Ga. Cuma buat adu kekuatan siapa yang paling kuat gitu mendingan kalian langsung tanding di ring Tinju lebih berfaedah kan?" Ucap Qila lagi


"Elu gak bakalan ngerti Qi. Kalo elu jadi cowok juga pasti ngelakuin hal yang sama kaya kita-kita lakuin" Jawab Angga


Tanpa mereka sadari Rizky sudah pindah ke ruangan inap.


Mereka pun mulai menghampiri kamar Rizky.


"Gimana kondisi elu Ky?" Tanya Angga


"Udah baikan. Kan udah di obatin juga sama suster, thanks ya kalian berdua udah bantuin gua. Terutama elu Sya makasih udah mau nemenin Angga kesini" Ucap Rizky tulus


"Santai Ky sama gua mah. Kecuali Qila tuh dia rela bolos demi elu" Ucap Angga jahil


Qila hanya bisa menundukan kepalanya.


"Jangan kaya gitu lagi ya Sya. Gua gapapa ko, elu jangan bolos kaya kita-kita gak baik"


"Iya" Jawab Qila singkat karna jujur ia malu dari tadi Angga terus saja meledeknya.


"Gua mau minum dong Ga tolong bantuin gua"


Ucap Rizky memelas


"Elu aja tuh Sya gua pengen banget kencing dari tadi" Ucap Angga bohong


Qila yang disuruh seperti itu hanya bisa gelagapan. Tapi ia tetap membantu Rizky untuk meminum minumannya.


"Thanks ya Sya" ucapnya tulus


"Abis ini lu pulang aja ya sama Angga. Soalnya ini kan udah jam pulang juga"


Qila hanya menganggukan kepalanya.


"Thanks udah khawatir sama gua" Ucap Rizky lagi


Sementara Qila hanya menyunggingkan senyum manisnya. Membuat Rizky merasakan sport jantung untuk yang kesekian kalinya.


"Maaf kemarin gua ngebentak kalian semua"


"Aku tau ko ky kamu pasti ada masalah. Tapi lain kali kalo kamu gak suka sama situasi sama orang atau sama kondisi apapun kamu ceritain jangan malah pergi-pergi kaya kemarin. Kita semua itu khawatir sama kamu" Jelas Qila


"Iya makasih Sya. Maaf gua gak dewasa sama sekali Sya. Maaf gua masih suka kekanakan"


"Iya gapapa aku paham ko kalo soal itu"


Sebenarnya Qila ingin sekali menanyakan kenapa Rizky bisa se-emosi seperti kemarin. Tapi niat nya itu di urungkan, ia takut mengganggu suasana hati Rizky yang kini mulai membaik.


"Ga anter Qila pulang dulu gih" Ucap Rizky pada Angga


"Elu gapapa sendirian Ky? Apa gua telpon Aldo?"


"Enggak. Gak usah gua gak mau yang lain tau soal kondisi gua. Gua gapapa sendiri juga nanti kan elu kesini lagi" Ucap Rizky


"Iya udah kalo gitu gua anterin Qila dulu ya. Tapi kita harus ke sekolah dulu Qi tas elu sama gua kan masih di sekolah" Ucap Angga kali ini


Qila menganggukan kepalanya.


"Cepet sembuh ya Ky. Besok insyaAllah aku kesini lagi" Ucap Qila tulus


"Iya makasih ya Sya. Hati hati salam buat ayah sama ibu"


Qila mengangguk dan langsung pulang meninggalkan Rizky.

__ADS_1


__ADS_2