Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Masuk Sekolah


__ADS_3

"Aus gak lu?"


Qila menggelengkan kepalanya.


Sementara Rizky sibuk mencoba berdiri, sebenarnya Qila ingin membantu tapi takut nanti Rizky besar kepala oleh sebab itu di urungkan niatnya itu. Walaupun ia merasa kasihan melihat Rizky yang bersusah payah untuk berdiri.


Rizky mulai berdiri dan berjalan berjinjit.


"Mau minum apa?" ucapnya sambil memperlihatkan beberapa minuman yang ada di dalam kulkasnya.


"Terserah" jawab Qila singkat


Sementara Rizky hanya bergumam mendengar jawaban Qila, padahal niatnya sudah baik ingin mengambilkan minuman.


"Nih" Rizky menyodorkan minuman rasa jeruk pada


Qila


"Thanks" jawab Qila


Saat mereka sedang asik mengerjakan beberapa soal terdengar suara ketukan di balik pintu.


"Den, ini bibi bawain kue"


"Masuk aja bi"


Benar yang di katakan pembantu Rizky kalau dia membawa kue berupa cup cake dan brownis.


"Dimakan neng, ini masih anget di jamin enak bikin


perut kenyang juga" ucap bibi itu pada Qila dan


tersenyum sangat tulus


"Terimakasih"


Pembantu itu pamit keluar dan Qila meminta biarkan saja pintunya terbuka.


"Makan dulu aja kalo mau"


"Gak usah, lagian tinggal dua soal lagi kan"


Se'engganya bicara lu bisa kalem dikit Sya, jangan terlalu jutekin gue kaya gini.


Tepat pukul 18:00 mereka selesai mengerjakan dua soal yang tersisa.


Qila menghela nafas lega sementara Rizky seperti tidak suka, karna setelah ini entahlah mungkin tidak akan terjadi interaksi antara Rizky dan Qila lagi, mereka akan sama-sama sibuk dengan dunianya masing-masing.


"Saya pulang ya" ucap Qila


"Di jemput?" tanya Rizky


Qila menggelengkan kepalanya dan memasukan semua buku yang dia bawa kedalam tasnya.


"Biar gua hubungin Aldo, biar dia yang nganter elu


pulang"


"Gak usah saya bisa naik taksi"


"Jalan dari rumah gua ke jalan raya lumayan jauh, lagian ini udah jam 6"


"Iya gapapa, saya biasa jalan"


"Tapi gua khawatir"

__ADS_1


Deg


Jangan, jangan sampai Qila termakan dengan ucapannya itu, bisa saja rasa khawatir yang Rizky bilang di ucapkan juga pada beberapa wanita lain.


Rizky mencoba menghubungi Aldo dan benar saja dia mau mengantarkan Qila, walau Rizky sedikit risih karna bisa saja Aldo akan jauh melesat mendekati Qila tapi untuk sekarang dia tidak bisa apa-apa karna kondisi kakinya yang belum memungkinkan untuk mengantar Qila pulang.


Tak butuh waktu lama jam 18:20 Aldo sampai di rumah Rizky.


"Saya pulang" ucap Qila pamit pada Rizky dan langsung pergi keluar meninggalkan Aldo dan Rizky yang masih berbincang.


"Jangan nyolong start gua lagi" ucap Rizky


"Tapi sayangnya elu ngasih start itu sama gua Ky" jawab Aldo meledek sambil terkekeh


"Sial lu" sementara Aldo berlari meninggalkan Rizky


"Kenapa?" tanya Qila heran yang melihat Aldo begitu bahagia sambil menampilkan senyumnya.


"Gapapa Qi biasa urusan cowok"


"Oh"


"Ayo naik"


Qila menaiki motor Aldo.


"Udah selesai tugasnya?" tanya Aldo


"Udah"


"Jadi lu udah bebas dong dari Rizky"


"Begitulah"


"Kayanya elu seneng banget lepas dari si Rizky" Ucapnya kali ini


Jam 19:00 mereka sampai di rumah Qila, Aldo memang sudah tahu alamat rumah Qila karna sudah dua kali juga Aldo mengantarkan Qila, soalnya mereka selalu kerja kelompok di waktu senggang.


"Mau masuk?" tawar Qila, biasanya dia tidak pernah seperti ini kalau bersama Rizky.


"Gak usah, gak enak juga udah malem gua pulang


dulu ya"


"Thanks" ucap Qila sambil tersenyum manis.


Sayangnya elu gebetan soib gua Qi, coba kalau bukan batin Aldo.


Setelah menjelaskan semuanya pada orangtua saat jam makan malam, Qila memutuskan pergi ke kamarnya untuk berbaring, karna hari ini begitu banyak tugas yang dia kerjakan belum lagi tugasnya mengajari Rizky membuat otaknya harus berputar lebih keras lagi, saat sedang asik membaca novel favorit nya ponsel Qila bergetar.


"Hallo assalamu alaikum?" ucap Qila terlebih dulu


"Udah sampe?" tanyanya dari sebrang sana ya dia adalah Rizky


"Udah"


"Oh"


"Iya" tiba-tiba tanpa mengatakan apapun orang di sebrang sana memutuskan sambungan telpon terlebih dulu membuat Qila kesal, sebenarnya bagus kalau Rizky sebentar menghubungi Qila tapi entah kenapa Qila justru kesal dengan perlakuan pria itu, ternyata benar kata Bella walaupun dia playboy tapi cap jutek cuek juga melekat pada dirinya.


Sampai akhirnya Qila mengingat ucapan Rizky sebelum dia pulang Rizky mengatakan kalau dia khawatir padanya, apa itu benar? Atau hanya akal-akalannya saja supaya bisa mendapatkan hati dia.


Dari pada memikirkan hal yang tidak-tidak Qila memutuskan untuk tidur karna besok dia harus berangkat pagi.


***

__ADS_1


Rizky Pov


"Aden yakin mau sekolah? kan kakinya belum sembuh bener. Bibi takut aden kenapa napa di sekolah?" ucap bi Siti sangat khawatir, memang bi Sitilah orang yang selalu memperdulikan keadaan dia, kalau orangtuanya jangan di tanya, mereka hanya sibuk dengan pekerjaan dan bisnis yang mereka punya.


"Gapapa bi, lagian Iky udah bisa jalan ko" dan Rizky juga selalu bersikap sopan pada pembantunya itu.


"Tapi den..."


"Gapapa bi, kan pake tongkat jadi bibi gak usah khawatir. Lagian kan banyak temen Iky mereka pasti bantuin" ucap Rizky lagi


"Baik lah biar bibi siapin sarapan dulu ya den"


Rizky hanya menganggukan kepalanya.


Rizky menuruni anak tangga begitu hati-hati untung saja kelasnya berada di bawah jadi dia tidak perlu turun naik tangga di sekolah, setelah melihat sarapannya sudah siap dia mulai menyantap semua makanan itu dan sesekali melirik ke arah bi Siti yang sangat perhatian padanya.


"Iky berangkat ya bi"


"Di antar supir kan den?" tanyanya penuh khawatir


"Iya bi, lagian Iky belum bisa bawa mobil"


"Yaudah hati hati den, kalo ada apa-apa hubungi


bibi ya"


Rizky mengangguk mengerti dan pamit.


Sesampainya di sekolah banyak mata yang memandang ke arahnya, apalagi mereka tidak percaya kalau ternyata Rizky benar sakit kali ini.


"Ka mau di bantuin ga?"


"Ka Rizky kenapa?"


"Ko bisa kaya gini?"


"Kakak jatoh?"


"Kak mau di gandeng ga?"


Begitu banyak ocehan dari para siswi yang terus membuat kupingnya panas, kalau saja kakinya sudah baik mungkin dia akan lari dari kerumunan ini.


"Ky elu udah masuk?" ucap Angga dan langsung menghampiri Rizky


"Yoi" jawab Rizky


"Laga lu kaya tai, kaki masih sakit aja so so-an


masuk" ucap Angga lagi meledek Rizky "Yaelah kaya gak tahu Rizky aja lu ga, dia takut


kalah start sama gua" ucap Aldo sama seperti angga


mulai meledek


"Jadi serius nih kalian beradu dapetin tuh cewek? Kayanya harus sama gua juga tuh biar persahabatan kita ancur" ucap Angga sambil terkekeh


"Gila lu" ucap Rizky


Mereka berdua membantu Rizky berjalan ke dalam kelas, sementara di kelas sudah ramai dengan beberapa siswa tapi tunggu, kenapa Rizky tidak melihat keberadaan Qila.


"Doi lagi di kantin gak usah kangen gitu sampe nyariin gitu. Liat tuh mata lu ampe mau keluar Ky" ucap Angga seolah tahu isi pikiran Rizky


"Kali dia gak masuk, gua udah bela-belain masuk biar liat dia tapi dianya gak ada"


"Dia beda sama lu Ky. Dia gak mungkin bolos dia pasti masuk terus"

__ADS_1


"Tai lu" ucap Rizky malas, entah kenapa kedua sahabatnya ini malah terus meledek keadaannya, liat nanti kalo kaki Rizky sudah baikan pembalasan seperti apa yang dia lakukan pada kedua sahabatnya.


Rizky masih sibuk dengan ocehan ocehan kedua sahabatnya yang membuat dia geram sementara di sisi lain Qila sudah kembali dari kantin dan menempati tempat duduknya.


__ADS_2