
Genggam tangan gue
selama elu bisa nyaman dengan
keadaan ini
(Rizky)
Rizky Pov
Dua minggu sudah Qila
mengajari Rizky, dan sudah 8
soal yang mereka kerjakan
tinggal dua soal lagi setelah itu
Qila akan bebas dari Rizky,
karna bagaimanapun benar kata
Bella kalau terus berada di dekat
Rizky bisa-bisa hal yang gak di
harapan bakalan terjadi, seperti
Qila akan menyukai Rizky atau
sebaliknya Rizky akan menyukai
Qila, itu perkataan yang selalu di
katakan oleh Bella karna Bella
tidak mau sahabatnya di
perlakukan sama seperti wanita
lain.
Qi berapa soal lagi?" tanya
Bella
"Dua"
"Cepet kelarin deh lu tau
kan gimana tuh anak"
Iya Bella"
Setelah mengatakan itu
mereka memutuskan pergi ke
Perpustakaan untuk mencari
buku Sejarah.
Sementara Rizky sedang
memainkan gitar dengan
mahirnya di dalam kelas,
bahkan membuat seisi kelas riuh
karna ulah dia dan
teman-temannya yang selalu
memanfaatkan waktu luang
karna sekarang guru Sejarah
tidak masuk.
"Ky nyanyi lagu lain dong"
pinta Giska salah satu wanita
Yang sangat menyukai Rizky tapi
dia terus memendamnya karna
tahu pasti akhirnya dia juga
akan di buang.
Rizky hanya menatap
wanita itu dan beralih
memainkan lagu kasmaran
milik Jazz, bukan hanya mahir
memainkan gitar, tapi ia juga
memiliki suara yang sangat
merdu jadi pantas saja kalau dia
menjadi playboy di sekolahnya.
"Futsal lah malem!" ucap
Aldo
"Ayo" sambung Rizky
Cukup lama mereka
berbincang-bincang hingga
sekarang mereka mulai beralih
memainkan lagi beberapa lagu
bahkan Rizky sekarang sedang
menyanyikan lagu milik Rizky
Fabian.
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga
Waktu telah berbicara
Menanti tak sia sia
Karna ku yakini ada
Bait demi bait Rizky
nyanyikan sampai sekarang
pandangannya bertemu gadis
yang selama ini membuat
hatinya serasa begitu nyaman,
matanya yang teduh membuat
Rizky enggan mengalihkan
padangannya itu.
"Merem kali, tuh mata bisa
keluar" ucap Aldo
"Lo gak niat nikung kan Do
?" tanya Rizky
Sementara Aldo yang di
tanya seperti itu membulatkan
matanya, memang seminggu
sudah Aldo dekat dengan Qila,
Bahkan mereka selalu
mengerjakan soal bersama di
kelas dan entah kenapa juga
rasa nyaman itu mulai menjalar
di hati Aldo.
"Apaan si lu?" jawab Aldo
"Gua liat seminggu ini elu
nyolong start Do, malah lu lebih
deket sama dia" ucap Rizky
seperti tidak suka dengan
keberadaan Aldo karna dia lebih
dekat dengan Qila.
"Gua cuma ngerjain pr
bareng elah, elu juga lebih deket
kali dua jam waktu elu berdua
gak cukup emang,?" tanya Aldo
tak mau kalah, Aldo malas
bertengkar hanya karna masalah
perasaan dia memutuskan pergi
ke Kantin menenangkan
pikirannya.
__ADS_1
"Elu jadi melow gini si Ky,
lu beneran suka sama tuh cewek
"Iya" jawab Rizky singkat
dan langsung pergi ke Rooftop
tempat yang selalu jadi tempat
ternyaman untuknya.
Sementara Qila sedang asik
mengerjakan beberapa lembar
LKS Sejarah, entah karna apa
dia sangat menyukai pelajaran
Ini apalagi mengenai masalalu
Sejarah Indonesia membuatnya
tambah mencintai Indonesia.
"Qi, kantin yu lagian bentar
lagi bel pulang" ucap Bella
Qila menggelengkan
kepalanya, karna dia tidak mau
kalau sampai ketauan oleh guru
piket, soalnya ini baru jam 12:00
sedangkan bel pulang jam 13:15.
"Yaudah gua ke kantin ya
Qi"
Qila hanya mengangguk
dan terus melanjutkan
aktivitasnya.
"Sya?" panggilan itu tak lain
dari Rizky yang sudah kembali
ke kelas.
"Hari ini saya libur ngajar
dulu"
"Kenapa?" tanya Rizky
kaget padahal sekarang hari
rabu tapi dia membatalkannya
begitu saja, bukannya ini
kewajiban dia mengajari Rizky.
"Maaf saya harus ngerjain
tugas kelompok"
"Sama Aldo?" karna Rizky
tahu pasangan seni budaya Qila
adalah Aldo.
Qila hanya menganggukan
kepalanya.
"Oh"
Setelah mengucapkan itu
Rizky langsung pergi
meninggalkan Qila dan kembali
pergi ke Rooftop, niat baiknya
lagi-lagi tidak di hargai, padahal
Rizky sudah mulai berubah
tidak berlaku aneh selama Qila
mengajarinya, tinggal dua soal
tapi dia membatalkannya begitu
saja dan lebih memilih kerja
kelompok dengan Aldo padahal
jelas pelajaran itu hari sabtu,
Sampai jam pulang sekolah
Rizky masih asik di Rooftop
karna ini memang menjadi
tempat ternyamannya.
Sementara Qila tidak jadi
melakukan kerja kelompok
karna Aldo bilang kalau dia
sedang sibuk dengan tim
futsalnya, sebenarnya Qila ingin
mengirimi Rizky pesan, tapi Qila
masih ragu takut Rizky sudah
pulang dari sekolah, atau
mungkin dia juga kumpul
dengan Aldo bukannya dia tim
futsal.
Akhirnya Qila memutuskan
Mengirimi Aldo pesan dan
menanyakan Rizky ada dimana,
karna Aldo dan tim futsalnya
tidak berada di lapangan
sekolah melainkan di tempat
futsal lain yang berada di luar
sekolah.
Syaqila
Lagi sama Rizky gak?
Aldo
Enggak, emangnya Rizky
gak ada di perpus?
Syaqila
Gak ada
Aldo
Coba cek di rooftop,
biasanya dia disana
Syaqila
Makasih
Setelah membalas itu Qila
Segera bergegas menuju rooftop
sekolah walaupun harus menaiki
tangga, tapi Qila tetap bergegas
karna takut Rizky akan
melaporkan semua itu pada bu
Mega, benar saja kata Aldo
sekarang Rizky sedang berada di
sana malah sekarang dia sedang
tiduran, entah darimana dan
Kenapa sofa bagus bisa berada di
atas sana.
"Rizky" Qila mencoba
bersuara
"Rizky?"
Rizky yang kaget di panggil
namanya langsung menoleh ke
__ADS_1
arah suara itu.
"Sya?"
"Ayo belajar" ucapan Qilaa
justru semakin membuat Rizky
membulatkan matanya.
"Emangnya lu gak kerja
kelompok?"
"Aldo kumpul sama anak
futsal"
"Gua gak di ajak, padahal
gua juga masuk tim futsal" pikir
Rizky, apa ini hanya akal-akalan
Aldo pagar Rizky tidak mengira
Aldo menyolong start lagi
baguslah kalau dia mengerti.
Qila menggelengkan
kepalanya.
"Lu tahu dari mana gua ada
di sini?"
"Aldo" jawab Qila
Sementara Rizky masih
Diam dan langsung menarik
tangan Qila untuk segera
bergegas ke Perpustakaan.
Se'engganya dengan cara
ini gua bisa megang tangan lu.
Sesampainya di
perpustakaan mereka langsung
membuka buku masing-masing
jadwal hari ini mereka akan
langsung mengerjakan tugas
karna kemarin Qila sudah
menjelaskan semua materinya.
"Sya?"
"Lu suka sama Aldo?" yang
di tanya malah terbatuk-batuk,
Sementara Rizky tidak pernah
mengalihkan pandangannya
dari Qila.
"Enggak, saya sama Aldo
cuma temen"
"Oh" Rizky bersorak dari
hati walaupun masih tidak
percaya karna gelagat mereka
berdua sangat berbeda, Qila bisa
tersenyum sangat manis kalau
sedang berada dengan Aldo
sementara dengannya Qila akan
bersikap sangat datar.
Suara bunyi guntur
terdengar sangat nyaring
membuat Qila meringis, dia
Memang sangat takut jika hujan
di penuhi dengan petir yang
meledak seolah akan
memakannya.
"Lu takut?"
Qila hanya menggelengkan
kepalanya.
"Sya elu beneran takut
petir? Ko muka lu pucet gitu?"
"Enggak" jawabnya sangat
datar
Dan terdengar guntur yang
sangat keras sampai Qila
menutup semua kupingnya
dengan tangan.
"Elu beneran takut Sya?"
Qila mengangguk kali ini.
"Elu gak sendiri ada gua gak
usah takut" ucap Rizky so
perhatian
Lagi dia menganggukan
kepalanya, padahal masih ada
dua soal yang harus mereka
selesaikan tapi melihat kondisi
Qila yang sangat ketakutan
membuat Rizky malas dan
merapikan semua buku.
"Tapi kan belum selesai"
ucap Qila
'Lanjut nanti aja, muka lu
pucet banget gua takut anak
orang sakit"
Dan untuk kesekian kalinya
bunyi guntur membuat jantung
Qila berdetak lebih cepat,
bahkan sekarang dia sedang
mengumpat di balik jaket
kesayangannya itu.
Rizky yang tidak tega
melihat keadaan Qila, tanpa di
duga langsung menggenggam
tangan gadis itu, Rizky pikir Qila
akan menolak tapi nyatanya Qila
malah menggeggam tangan
Rizky sangat erat.
"Maaf" ucap Qila
"Gak apapa kalo dengan
kaya gini bisa ngurangin rasa
takut lo gapapa"
Qila menganggukan
kepalanya lagi.
Semoga gua bisa genggam
terus tangan lo sya kalau lo
merasa takut atau apapun,
yakinlah genggaman tangan
__ADS_1
gue bisa bikin lu nyaman.