Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Dentuman petir


__ADS_3

Genggam tangan gue


selama elu bisa nyaman dengan


keadaan ini


(Rizky)


Rizky Pov


Dua minggu sudah Qila


mengajari Rizky, dan sudah 8


soal yang mereka kerjakan


tinggal dua soal lagi setelah itu


Qila akan bebas dari Rizky,


karna bagaimanapun benar kata


Bella kalau terus berada di dekat


Rizky bisa-bisa hal yang gak di


harapan bakalan terjadi, seperti


Qila akan menyukai Rizky atau


sebaliknya Rizky akan menyukai


Qila, itu perkataan yang selalu di


katakan oleh Bella karna Bella


tidak mau sahabatnya di


perlakukan sama seperti wanita


lain.


Qi berapa soal lagi?" tanya


Bella


"Dua"


"Cepet kelarin deh lu tau


kan gimana tuh anak"


Iya Bella"


Setelah mengatakan itu


mereka memutuskan pergi ke


Perpustakaan untuk mencari


buku Sejarah.


Sementara Rizky sedang


memainkan gitar dengan


mahirnya di dalam kelas,


bahkan membuat seisi kelas riuh


karna ulah dia dan


teman-temannya yang selalu


memanfaatkan waktu luang


karna sekarang guru Sejarah


tidak masuk.


"Ky nyanyi lagu lain dong"


pinta Giska salah satu wanita


Yang sangat menyukai Rizky tapi


dia terus memendamnya karna


tahu pasti akhirnya dia juga


akan di buang.


Rizky hanya menatap


wanita itu dan beralih


memainkan lagu kasmaran


milik Jazz, bukan hanya mahir


memainkan gitar, tapi ia juga


memiliki suara yang sangat


merdu jadi pantas saja kalau dia


menjadi playboy di sekolahnya.


"Futsal lah malem!" ucap


Aldo


"Ayo" sambung Rizky


Cukup lama mereka


berbincang-bincang hingga


sekarang mereka mulai beralih


memainkan lagi beberapa lagu


bahkan Rizky sekarang sedang


menyanyikan lagu milik Rizky


Fabian.


Akhirnya kita bersama


Setelah menanti lama


Semoga selalu terjaga


Waktu telah berbicara


Menanti tak sia sia


Karna ku yakini ada


Bait demi bait Rizky


nyanyikan sampai sekarang


pandangannya bertemu gadis


yang selama ini membuat


hatinya serasa begitu nyaman,


matanya yang teduh membuat


Rizky enggan mengalihkan


padangannya itu.


"Merem kali, tuh mata bisa


keluar" ucap Aldo


"Lo gak niat nikung kan Do


?" tanya Rizky


Sementara Aldo yang di


tanya seperti itu membulatkan


matanya, memang seminggu


sudah Aldo dekat dengan Qila,


Bahkan mereka selalu


mengerjakan soal bersama di


kelas dan entah kenapa juga


rasa nyaman itu mulai menjalar


di hati Aldo.


"Apaan si lu?" jawab Aldo


"Gua liat seminggu ini elu


nyolong start Do, malah lu lebih


deket sama dia" ucap Rizky


seperti tidak suka dengan


keberadaan Aldo karna dia lebih


dekat dengan Qila.


"Gua cuma ngerjain pr


bareng elah, elu juga lebih deket


kali dua jam waktu elu berdua


gak cukup emang,?" tanya Aldo


tak mau kalah, Aldo malas


bertengkar hanya karna masalah


perasaan dia memutuskan pergi


ke Kantin menenangkan


pikirannya.

__ADS_1


"Elu jadi melow gini si Ky,


lu beneran suka sama tuh cewek


"Iya" jawab Rizky singkat


dan langsung pergi ke Rooftop


tempat yang selalu jadi tempat


ternyaman untuknya.


Sementara Qila sedang asik


mengerjakan beberapa lembar


LKS Sejarah, entah karna apa


dia sangat menyukai pelajaran


Ini apalagi mengenai masalalu


Sejarah Indonesia membuatnya


tambah mencintai Indonesia.


"Qi, kantin yu lagian bentar


lagi bel pulang" ucap Bella


Qila menggelengkan


kepalanya, karna dia tidak mau


kalau sampai ketauan oleh guru


piket, soalnya ini baru jam 12:00


sedangkan bel pulang jam 13:15.


"Yaudah gua ke kantin ya


Qi"


Qila hanya mengangguk


dan terus melanjutkan


aktivitasnya.


"Sya?" panggilan itu tak lain


dari Rizky yang sudah kembali


ke kelas.


"Hari ini saya libur ngajar


dulu"


"Kenapa?" tanya Rizky


kaget padahal sekarang hari


rabu tapi dia membatalkannya


begitu saja, bukannya ini


kewajiban dia mengajari Rizky.


"Maaf saya harus ngerjain


tugas kelompok"


"Sama Aldo?" karna Rizky


tahu pasangan seni budaya Qila


adalah Aldo.


Qila hanya menganggukan


kepalanya.


"Oh"


Setelah mengucapkan itu


Rizky langsung pergi


meninggalkan Qila dan kembali


pergi ke Rooftop, niat baiknya


lagi-lagi tidak di hargai, padahal


Rizky sudah mulai berubah


tidak berlaku aneh selama Qila


mengajarinya, tinggal dua soal


tapi dia membatalkannya begitu


saja dan lebih memilih kerja


kelompok dengan Aldo padahal


jelas pelajaran itu hari sabtu,


Sampai jam pulang sekolah


Rizky masih asik di Rooftop


karna ini memang menjadi


tempat ternyamannya.


Sementara Qila tidak jadi


melakukan kerja kelompok


karna Aldo bilang kalau dia


sedang sibuk dengan tim


futsalnya, sebenarnya Qila ingin


mengirimi Rizky pesan, tapi Qila


masih ragu takut Rizky sudah


pulang dari sekolah, atau


mungkin dia juga kumpul


dengan Aldo bukannya dia tim


futsal.


Akhirnya Qila memutuskan


Mengirimi Aldo pesan dan


menanyakan Rizky ada dimana,


karna Aldo dan tim futsalnya


tidak berada di lapangan


sekolah melainkan di tempat


futsal lain yang berada di luar


sekolah.


Syaqila


Lagi sama Rizky gak?


Aldo


Enggak, emangnya Rizky


gak ada di perpus?


Syaqila


Gak ada


Aldo


Coba cek di rooftop,


biasanya dia disana


Syaqila


Makasih


Setelah membalas itu Qila


Segera bergegas menuju rooftop


sekolah walaupun harus menaiki


tangga, tapi Qila tetap bergegas


karna takut Rizky akan


melaporkan semua itu pada bu


Mega, benar saja kata Aldo


sekarang Rizky sedang berada di


sana malah sekarang dia sedang


tiduran, entah darimana dan


Kenapa sofa bagus bisa berada di


atas sana.


"Rizky" Qila mencoba


bersuara


"Rizky?"


Rizky yang kaget di panggil


namanya langsung menoleh ke

__ADS_1


arah suara itu.


"Sya?"


"Ayo belajar" ucapan Qilaa


justru semakin membuat Rizky


membulatkan matanya.


"Emangnya lu gak kerja


kelompok?"


"Aldo kumpul sama anak


futsal"


"Gua gak di ajak, padahal


gua juga masuk tim futsal" pikir


Rizky, apa ini hanya akal-akalan


Aldo pagar Rizky tidak mengira


Aldo menyolong start lagi


baguslah kalau dia mengerti.


Qila menggelengkan


kepalanya.


"Lu tahu dari mana gua ada


di sini?"


"Aldo" jawab Qila


Sementara Rizky masih


Diam dan langsung menarik


tangan Qila untuk segera


bergegas ke Perpustakaan.


Se'engganya dengan cara


ini gua bisa megang tangan lu.


Sesampainya di


perpustakaan mereka langsung


membuka buku masing-masing


jadwal hari ini mereka akan


langsung mengerjakan tugas


karna kemarin Qila sudah


menjelaskan semua materinya.


"Sya?"


"Lu suka sama Aldo?" yang


di tanya malah terbatuk-batuk,


Sementara Rizky tidak pernah


mengalihkan pandangannya


dari Qila.


"Enggak, saya sama Aldo


cuma temen"


"Oh" Rizky bersorak dari


hati walaupun masih tidak


percaya karna gelagat mereka


berdua sangat berbeda, Qila bisa


tersenyum sangat manis kalau


sedang berada dengan Aldo


sementara dengannya Qila akan


bersikap sangat datar.


Suara bunyi guntur


terdengar sangat nyaring


membuat Qila meringis, dia


Memang sangat takut jika hujan


di penuhi dengan petir yang


meledak seolah akan


memakannya.


"Lu takut?"


Qila hanya menggelengkan


kepalanya.


"Sya elu beneran takut


petir? Ko muka lu pucet gitu?"


"Enggak" jawabnya sangat


datar


Dan terdengar guntur yang


sangat keras sampai Qila


menutup semua kupingnya


dengan tangan.


"Elu beneran takut Sya?"


Qila mengangguk kali ini.


"Elu gak sendiri ada gua gak


usah takut" ucap Rizky so


perhatian


Lagi dia menganggukan


kepalanya, padahal masih ada


dua soal yang harus mereka


selesaikan tapi melihat kondisi


Qila yang sangat ketakutan


membuat Rizky malas dan


merapikan semua buku.


"Tapi kan belum selesai"


ucap Qila


'Lanjut nanti aja, muka lu


pucet banget gua takut anak


orang sakit"


Dan untuk kesekian kalinya


bunyi guntur membuat jantung


Qila berdetak lebih cepat,


bahkan sekarang dia sedang


mengumpat di balik jaket


kesayangannya itu.


Rizky yang tidak tega


melihat keadaan Qila, tanpa di


duga langsung menggenggam


tangan gadis itu, Rizky pikir Qila


akan menolak tapi nyatanya Qila


malah menggeggam tangan


Rizky sangat erat.


"Maaf" ucap Qila


"Gak apapa kalo dengan


kaya gini bisa ngurangin rasa


takut lo gapapa"


Qila menganggukan


kepalanya lagi.


Semoga gua bisa genggam


terus tangan lo sya kalau lo


merasa takut atau apapun,


yakinlah genggaman tangan

__ADS_1


gue bisa bikin lu nyaman.


__ADS_2