Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Kerja Kelompok


__ADS_3

Hari ini merupakan pelajaran Geogradi, guru mulai menerangkan dengan penuh kesahabaran, ya memang kelas Rizky di kenal dengan anak-anak muridnya yang bandel, tidak menurut, oleh karena itu Guru harus ekstra mengajar di kelas ini.


Cukup lama Guru mengajari mereka menerangkan semua materi sampai pada akhirnya memberikan tugas.


Tugas Geografi lagi-lagi mengharuskan mereka membuat kelompok yang terdiri dari lima orang, memang tidak sulit untuk mendapatkan kelompok bagi Qila karna ia memiliki Bella sahabatnya yang terkenal dekat dengan semua teman di kelas oleh karna itu sekarang Bella sedang berdiskusi dengan Aldo untuk membuat kelompok.


Ya usahanya untuk mulai menjauhi Rizky terhalang lagi karna justru sekarang Bella mengajak Rizky bergabung dengan kelompoknya, memang tidak mungkin kalau Rizky lepas dari kedua sahabatnya Angga dan Aldo tapi rasanya sekarang semua usaha Qila untuk menjauhi Rizky gagal begitu saja. Tapi kalau Qila tidak ikut kelompok dengan Bella ia akan susah mendapatkan kelompok, karna ia tidak begitu akrab dengan teman di kelasnya sendiri.


Mereka berlima memutuskan untuk kerjaKelompok hari ini


"Di rumah siapa nih ngerjain nya?" tanya Angga


"Gimana kalo rumah lu aja Qi, boleh gak kira kira?" tanya Bella


"Aku si boleh boleh aja Bell. Terserah kalian kalo maundi rumah aku ya ayo" Ucap Qila


"Gimana yang lain nih, mau gak kalo kita kerja kelompoknya di rumah Qila?" Tanya Bella pada yang lain.


"Rumah gua aja" jawab Rizky ketus


"Serius lu Ky?" tanya Aldo


"Emangnya gapapa Ky kalo di rumah lu. Nanti kita berisik gimana?" Tanya Bella kali ini


Rizky hanya menganggukan kepalanya dan


langsung pergi meninggalkan kelas.


"Yaudah fix ya pulang sekolah di rumah Rizky aja ngerjainnya" ucap Aldo


"Oke" mereka menjawab serentak


Bel pulang berbunyi mereka berlima segera kumpul di lapangan parkir, memang tugas yang harus mereka kerjakan adalah membuat peta konsep dalam bentuk besar untuk nanti di persentasikan di depan kelas dan sebelum menuju kerumah Rizky mereka terlebih dulu pergi ke tempat foto copy untuk membeli beberapa peralatan yang akan di gunakan untuk membuat peta konsep itu.


Cukup banyak peralatan yang harus mereka beli dari mulai penggaris, spidol, kertas karton, kertas origami, lem dan masih banyak lagi.


Setelah membeli semua peralatan kerja kelompok mereka memutuskan untuk segera bergegas pergi kerumah Rizky.


***


Tepat jam 15:00 mereka sampai di rumah besar milik Rizky, sepertinya kerja kelompok tidak hanya satu hari karena peta konsep yang mereka buat cukup rumit, akhirnya tanpa menunggu terlalu lama mereka sudah mulai sibuk dengan bagian masing masing.


Ya memang ini pertama kalinya Bella datang kerumah Rizky sehingga membuat ua takjub melihat rumah yang super megah ini.


"Gila Ky rumah lu gede banget, bikin nyaman buat berlama-lama disini"


"Oh iya elu mah baru pertama kali kesini ya Bell" Tanya Angga


"Iya, Qi emang lu udah pernah kesini sebelumnya?"Tanya Bella pada Qila


Sementara Qila di buat kikuk oleh pertanyaan Bella. Memang ia sebelumnya sudah pernah kesini kerumah besar milik Rizky.


"Eh duduk duduk gua ambilin minum dulu" Ucap Rizky mengalihkan karna ia tau Bella sangat membenci dia bagaimana kalau ia tau Qila pernah kesini sebelumnya, dia tidak mau membuat Bella marah pada Qila kali ini.


Bi Situ datang dengan membawa minuman di tangannya tak lupa ia juga membawa cemilan untuk mereka berlima.


"Diminum dulu Non Aden" Ucap bi Siti sopan

__ADS_1


"Terimakasih Bi" Jawab mereka serentak


Setelah menghilangkan dahaga mereka memutuskan memulai kerja kelompok dengan masing masing bagiannya.


Qila membuat rangkuman terlebih dulu agar dia tidak perlu repot tinggal menyalin saja, saat sedang asik dengan bukunya tanpa sengaja arah pandangnya bertemu dengan Rizky yang sama sedang menatap Qila, Qila yang di tatap dalam seperti itu hanya bisa menundukan kepalanya.


"Qi yang elu mana aja?" tanya Aldo


"Belum selesai semua yang aku mah Do. Masih banyak yang belum soalnya aku ngerangkum dulu"


"Coba gua liat yang mana yang belum Qi, siapa tau gua bisa bantu?" "Nih.


Tinggal yang ini aja ko Do" ucap Qila sambil


menyodorkan buku rangkuman yang tengah ia kerjakan pada Aldo.


Tanpa mereka berdua tahu dari tadi sudah ada pasang mata yang terus memperhatikan gerak gerik mereka berdua. Siapalagi kalau bukan Rizky, rasanya ingin sekali Rizky bergabung kesana untuk menjadi jarak antara Qila dan Aldo tapi di urungkan karna dia sudah berjanji untuk bersaing secara sehat kalaupun Aldo menyukai Qila.


"Rizky mana udah belum punya elu?" tanya Bella


"Nih" ucapnya sambil menyodorkan buku catatan yang mungkin sudah dia selesaikan.


"Gua mau ke kamar dulu ya bentar" ucap Rizky dan langsung meninggalkan semua teman kelompoknya


Setelah mengganti pakaian, ia memutuskan untuk turun ke bawah dan membawa beberapa cemilan, sungguh hatinya sedikit sesak apalagi sekarang Qila sedang tertawa begitu lepas dengan Aldo membuat ia ingin segera menghajar sahabatnya itu.


"Panas banget si cuaca hari ini" ucapan Angga sebenarnya menjurus pada suasana hati Rizky


"Nyalain kipasnya lah kalo panas berisik aja lu" jawab Bella ketus


Dan Angga langsung menyalahkan kipas yang


"Masih panas aja si disini heran deh gue. Apa gak ada yang bisa dinginin gua ya" ledek Angga lagi


"Yaelah Ga. Kan di rumah Rizky ada AC, elu udah nyalain kipas juga ya kali masih panas. Kita semua aja gak ngerasa panas aneh lu" Ucap Bella heran


"Nyemplung sono lu ke kolam Ga kalo mau dingin mah. Yang lain aja kaga kegerahan napa elu sendirian yang kepanasan" jawab Aldo kali ini, tampaknya Aldo masih tidak peka dengan perkataan yang Angga lontarkan. Padahal dari tadi Angga terus memberi kode pada sahabatnya itu agar segera menjauh dari Qila wanita yang sedang di incar oleh Rizky.


"Bukan cuaca yang panas tapi hati gua yang panas hari ini!" ucap Rizky seolah membentak dan langsung pergi melenggang entah kemana.


Aldo yang baru mengerti arah bicara Angga tadi langsung segera menjauh dari Qila mendekati Angga.


"Maksud lu?"


"Elu bodoh kaga peka, gua dari tadi bilang juga berapa kali gua kasih kode ke elu. Tapi elu tetep aja deket sama si Qila" jawab Angga kesal


"Gua kira elu beneran kepanasan Ngga gua gak tau sumpah kalo ucapan elu itu kode ke gua. Yaelah bisa marah tuh anak ke gua Ga"


"Jadi beneran serius kalian mau bersaing nih lagian dari tadi gua itu ngode tapi elu kaga peka-peka aneh?" tanya Angga penasaran


"Yaelah gua beneran gak tau Ga lagian bukannya kata Rizky gitu kalo kita bakalan bersaing secara sehat" jawab Aldo dingin


"Lu gila emang Do" jawab Angga dan menjauhi Aldo mendekati Bella karna ia ingin melihat tugas yang Bella kerjakan.


"Maksud si Rizky apaan si gua kaga ngerti dah?" ucap Bella kali ini


Sementara Qila hanya bisa menundukan kepalanya, sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa Rizky bisa berkata seperti itu. Apa mungkin karna ia terlalu dekat dengan Aldo. Tapi memangnya kenapa kalau toh ia sedang berdiskusi dengan Aldo.

__ADS_1


"Udah biarin aja kan kalian juga tau kalo sikap Rizky kaya gimana" jawab Aldo yang sekarang asik dengan karton yang ingin ia bentuk.


***


"Si Rizky kemana si bukannya ngerjain tugas bareng tapi malah gak ada tuh anak?" tanya Bella


"Tau tuh anak, tuan rumah tapi orangnya gak ada malah pergi entah kemana?" jawab Angga


"Temen lu aneh deh" ucap Bella lagi kali ini


Saat mereka sedang asik membicarakan Rizky kecuali Qila mereka di kagetkan dengan suara sirine, seperti suara ambulan tapi untuk apa datang kerumah Rizky.


"Maaf apa benar ini kediaman Muhammad Rizky Diandra?" tanya salah satu seorang petugas ambulan.


Sontak mereka serempak menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Beliau sedang ada di Rumah Sakit, baru saja mengalami kecelakaan" ucapnya lagi dan langsung pamit setelah memberitahu alamat Rumah Sakit.


"Haaahhhh ini serius?" tanya Bella


"Tuh anak ada-ada aja lagian, bukannya kerja kelompok malah pergi sekarang kan kaya gini gak dewasa banget deh heran gua sama dia. Ada aja kelakuannya yang bikin gua emosi" jawab Angga menyayangkan sikap yang Rizky ambil sehingga sekarang dia harus berada di rumah sakit, Angga tahu betul kalau sahabatnya itu sedang cemburu lagi melihat Qila bersama dengan Aldo tapi tidak seharusnya hal seperti ini terjadi bahkan dia bersikap sangat kekanakan kali ini.


Akhirnya setelah memberitahu pembantu Rizky mereka berempat memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit tempat Rizky di rawat.


Dan benar saja sesampainya mereka disana, Rizky sedang terbaring dengan luka di tangan, kaki maupun kepalanya.


"Mau jadi jagoan lo?" tanya Angga


Rizky hanya menengok sebentar.


"Lu apaan si Ky, kita lagi kerja kelompok tapi elu malah pergi jadi kaya gini kan. Elu tuh cari masalah aja si jadi orang" ucap Bella ketus kali ini.


"Dewasa dikit lah jangan kaya anak kecil kaya gini. Kita tuh lagi sibuk ngerjain tugas di rumah elu. Sedangkan elu yang punya rumahnya malah pergi-pergi gak jelas" jawab Aldo yang mengerti kalau sebenarnya semua ini karna ulahnya yang mendekati Qila sehingga sahabatnya itu lagi-lagi cemburu padanya.


"BACOT!" jawab Rizky kasar.


"Iya gua emang kaya anak kecil bahkan jauh dari lu Do, yang katanya dewasa terus kalo niat kalian kesini cuma buat marahin gua kenapa kalian kesini, gua gak butuh omongan kalian!"


"Tanpa kalian nengok kesini juga gua gak masalah"


"Gak ada artinya sama sekali mau kalian kesini atau enggak. Gua bukan kaya kalian yang dewasa, ini hidup gua jadi terserah gua mau kaya gimana bukan urusan kalian semua!" ucap Rizky dan tanpa di duga langsung mencabut selang infus di tangannya lalu pergi meninggalkan mereka berempat yang masih mematung karena ulah Rizky.


Qila hanya bisa menundukan kepalanya, baru kali ini dia melihat orang dengan emosi yang membludak seperti ini, memang sudah tidak aneh kalau Rizky marah-marah tapi kali ini berbeda tatapannya pun sangat tajam membuat jantung Qila berdetak lebih cepat.


"Tuh anak emang gak waras kayanya" ucap Bella yang tidak mengerti dengan sikap Rizky barusan


"Padahal bekas jarum infusnya kan bisa infeksi kalo bukan dokter yang lepas, kaya di sinetron aja sotoy banget jadi sebel gua. Emang tadinya kenapa si tuh anak bisa se emosi itu heran gua. Kayanya dari tadi kita santai santai aja enggak ada yang bikin masalah deh" ucap Bella lagi kali ini


Aldo dan Angga ingin sekali mengejar Rizky tapi rasanya percuma kalau temannya itu sedang marah akan susah menahan emosinya, bisa-bisa Rizky akan menghajar mereka berdua.


"Sebenernya soib lu pada kenapa si?" Tanya Bella heran


"Gua juga gak tau" Jawab Aldo


"Pasti ada yang bikin dia kesel gua yakin. Si Rizky gak akan ngelakuin ini kalo gak ada yang bikin dia kesel hari ini" Ucap Bella kali ini


"Iya lu bener Bell. Pasti ada yang bikin dia emosi sebelum kejadian ini" Jawab Angga seolah menyindir Aldo.

__ADS_1


"Yaudah kerja kelompoknya kita lanjut besok aja ya udah terlanjur ke ganggu juga kan" Ucap Angga lagi


Dan akhirnya mereka berempatpun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2