Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Cuek Kembali


__ADS_3

Rizky pov


Hari senin merupakan hari yang sangat malas untuk Rizky lalui, bagaimana tidak dia harus bangun pagi karna di sekolahnya akan melakukan upacara bendera seperti sekarang, jam 07:00 dia sudah berada di sekolah. Memang tidak seperti biasanya Rizky mau melakukan upacara karena banyak guru yang menyayangkan sikap jeleknya oleh sebab itu sedikit demi sedikit ia akan berubah, walaupun dia sendiripun tidak tahu akan benar berubah atau hanya formalitas semata.


"Topi lu dimana Ky?" tanya Angga


"Tas" jawab Rizky cuek


"Ambil elah" jawab Angga


"Males"


"Mau di omelin guru piket lu. Percuma aja lu ikut upacara kalo di panggil guru piket juga mah. Mendingan gak usah ikut upacara?" tanya Aldo


"Udah biasa kan gua di omelin sama mereka" ucap Rizky


"Yaudah biar gua ambil ah. Gua gak mau temen gua di hukum terus" jawab Angga


"Thanks Ga"


Saat sedang asik mengobrol dengan Aldo, pandangannya tertuju pada gadis polos yang sekarang sedang membenarkan ikatan tali di sepatunya.


Memang seminggu sudah semenjak touring Rizky tidak pernah mengobrol dengan Qila atau sekedar mengajak berbicara. Qila cenderung lebih diam di kelas pun dia tidak banyak berbicara, rasanya sikap dingin dia mulai kembali lagi seolah tidak mengingat kejadian malam itu mereka saling tatap cukup lama tapi sepertinya tidak berarti apapun bagi Qila, beda halnya dengan Rizky dia selalu tersenyum kalau mengingat kejadian malam itu, mungkin kalau lebih berani malam itu bisa saja Rizky menggenggam tangan mungil Qila tapi dia tidak berani, jangankan memegang tangan mengajak dia berbicara pun Rizky harus berpikir beberapa kali.


"Bengong aja lu, kesambet baru tau rasa" ucap Angga yang sudah kembali dan membawa topi milik Rizky


"Belum luluh juga emang tuh cewek?" tanya Angga


Rizky menggelengkan kepalanya.


"Boro-boro luluh, udah seminggu ini aja gua gak saling sapa sama dia. Dia malah keliatan lebih cuek sama gua" jawab Rizky


"Ya elu yang mulai lah. Masa cewek yang mulai. Elu tau kan kalo Qila beda sama cewek cewek yang deketin elu" ucap Aldo kali ini


"Jangan gengsi mulu kalo mau dapetin dia mah Ky"


"Males gua, di tanggepinnya juga kalo gak iya paling enggak, kan gua bingung harus nanya apa lagi kalo di jawabnya aja cuma kaya gitu mah Do?"


"Sabar. Cewek cuek emang kaya gitu. Kita yang harus lebih banyak nanya atau sekedar negur dia" jawab Aldo


"Tapi kalo sama elu kayanya enggak Do, gua liat dia sering ketawa kalo lagi sama elu. Beda banget kalo sama gua" ucap Rizky seperti iri pada Aldo


"Sama aja kali Ky. Mungkin bedanya elu mah sama sama cuek jadi gak ada yang mau nanya duluan deh" jawab Aldo karna enggan membuat sahabatnya itu salah paham lagi.


"Masa Do?" tanya Rizky


Aldo hanya menganggukan kepalanya.


Setelah upacara selesai mereka memutuskan pergi ke kantin terlebih dulu untuk membeli minum, tapi saat sedang memesan minum Rizky berpapasan dengan Qila bahkan membuat tangan Rizky tanpa sengaja mengenai tangan milik Qila.


"Sorry" ucap Rizky


Qila tidak menjawab apapun malah melenggang pergi meninggalkan Rizky.


Rizky yang di perlakukan seperti itu hanya bisa diam, padahal biasanya Rizky tidak pernah mau meminta maaf pada siapapun tapi kali ini dia sudah meminta maaf tapi tidak ada jawaban sama sekali.


Rizky hanya menghela nafas pasrah.

__ADS_1


Di dalam kelas terdengan sangat riuh, karna hari ini guru Sosiologi tidak masuk dan hanya memberi beberapa tugas di LKS.


Ada yang sibuk mengerjakan tugas, ada yang sedang bergosip dan ada juga yang sedang bernyanyi tidak jelas memainkan gitar, sementara Rizky hanya berdiam diri memainkan ponsel miliknya.


"Tumben lu gak nyamperin cewek kesayangan elu si Qila" ucap Angga


Rizky tidak menjawab dia masih asik dengan


mobile legend miliknya.


"Yaelah cuma masalah tadi masa elu galau si Ky, gak banget deh seorang Rizky galau kaya gini. Mana si playboy gua nih?" tanya Aldo


"Tau nih, cewek masih banyak kali nanti gua kenalin sama cabe gua yang lebih hot lebih cantik juga dari dia" ucap Angga sambil tertawa karna baru kali ini dia melihat Rizky galau karna satu wanita.


"Tai lu ah" jawab Rizky enggan menanggapi ejekan temannya


"RIZKY!!!" teriak seseorang di balik pintu yang ternyata merupakan guru Geografi (bu Ine)


Rizky yang sedang asik dengan ponselnya hanya diam mendengar teriakan itu.


"RIZKY KAMU TULI" ucap guru itu lagi


"Ada apa bu?" tanya Rizky malas


"Saya kan kemarin sudah bilang kumpulin buku Lks kamu, kan saya nyuruh kamu ngerjain bab 2 sampai bab 5"


"Lupa bu" jawab Rizky malas menatap guru Geografi


"Kamu ini" kali ini guru Geografi mendekat ke arah Rizky


"Kalo orang ngomong tuh denger bukannya malah mainin hp"


"Anak nakal, cepet lari keliling lapangan" titah bu Ine


"Apaan si bu, hari ini saya belajar lagian kan


sekarang bukan pelajaran ibu" jawab Rizky ketus


"Guru Sosiologi sama Sejarah kamu tidak masuk


jadi cepat keluar keliling lapangan 15 kali" bentak bu Ine


"Gila Ky banyak banget itu mah" ceplos Angga


"Kamu mau ikutan?" tanya bu Ine pada Angga


"Ih salah saya apa bu. Maen hukum hukum aja saya bilang guru piket nih bu?" ucap Angga malas dan langsung pergi ke meja milik Gabriel


"Cepat Rizky 15 puteran gak ada penolakan atau mau saya tambah lagi hukumannya"


"Saya makan dulu ya bu, saya kan belum sarapan kalo saya pingsan gimana coba. Ibu mau tanggung jawab?" ucap Rizky mulai memelas


"Tidak ada penawaran cepat lakukan!"


"Iya iya iya ibu cantik sebentar ya" ucap Rizky dan langsung pergi menuruti perintah bu Ine guru Geografinya itu.


***

__ADS_1


"Nih nih minum Ky" ucap Angga


"Gila tuh guru, sadis banget gak heran sampe sekarang belum laku juga tuh jadi cewek" ucap Rizky mengejek sambil mengatur nafasnya


"Hussss gak boleh gitu lu, lagian elu pake lupa segala udah di kasih tugas juga sama dia" ucap Aldo


"Yaelah Do namanya lupa mah susah buat di inget. Apalagi kadang soal kaya gini mah sengaja gua lupain"


jawab Rizky sambil tertawa


"Ya iyalah kerjaan elu mikirin Qila mulu tiap harinya. Mana inget kalo di sekolahan banyak tugas. Elu baikin semua nilai lu Ky jangan sampe kosong kaya yang udah udah. Lu ngerjain anak satu kelas buat bantu isi LKS elu tau gak" ucap Angga keras membuat Qila yang mendengar namanya di sebut menatap ke meja Angga.


"Bego lu, orangnya denger bisa pelan gak si kalo ngomong" ucap Rizky


Tapi sepertinya Qila sudah tidak memperdulikan, karna sekarang dia justru sedang asik dengan makanannya.


Lu kenapa si Sya, tiba tiba cuek gini, gak bisa luluh apa sama gua batin Rizky


"Mau makan gak lu?" tanya Aldo


"Gak nafsu gua ah. Cape abis di hukum. Cape juga sama hati gua nih yang lagi gak enak gak mood buat makan" ucap Rizky dan langsung pergi meninggalkan kelas, padahal masih ada satu pelajaran lagi tapi rasanya berlama-lama di kelas membuat moodnya semakin hancur di tambah sikap Qila yang benar benar cuek membuat Rizky muak.


Banyak sekali wanita yang ingin menjadi pacarnya, tapi kenapa beda dengan Qila dia selalu menjaga jarak pada Rizky membuat Rizky penasaran, sebenarnya hal seperti apa yang akan membuat Qila luluh dengannya.


Rizky asik memainkan ponselnya di Rooftop sekolah, tempat yang selalu nyaman dia tempati dan merupakan tempat yang tidak pernah terdeteksi oleh guru piket itu sebabnya walaupun dia berlama-lama disana tidak akan ada yang bisa mengganggu atau menyuruhnya kembali ke kelas, seperti sekarang dia sedang asik tiduran di sofa yang memang sudah ada di sana, Angga dan Aldo yang memutuskan membeli sofa dan menaruhnya di atas rooftop ini karna tempat ini menjadi tempat ternyaman untuk kita semua.


Ingin sekali Rizky mulai menyatakan perasaannya pada Qila. Tapi sepertinya tidak akan berjalan lancar karna Qila tidak pernah menganggap Rizky ada. la selalu memberikan jarak itu pada Rizky. Membuat Rizky juga malas mengungkapkan isi hatinya itu.


Bell pulang sudah berbunyi. Menandakan waktunya untuk pulang dan menyudahi semua mata pelajaran. Tapi ia masih enggan beranjak dari tempatnya itu.


"Woyyyyy" Teriak Angga kencang


"Apaan si lu ganggu gua aja"


"Lagian masih ada satu Pelajaran malah kabur lu. Gua kira pergi kemana"


"Kemana lagi Ga. Kan ini tempat paling aman buat gua bolos" Jawab Rizky.


Ya memang guru-guru pun tidak tahu dengan tempat ini karna mereka membangun pembatas tinggi setiap malamnya membuat guru pun tidak mencurigai ada basecam tempat mereka berkumpul di Rooftop.


"Bener juga si. Elu bakalan susah Ky kalo pergi keluar di pertengahan jam pelajaran"


"Nah itu lu tau. Kemana si Aldo?"


"Tadi dia bilangnya mau ke kantin"


"Bukan nganterin Rizky?" Ucap Rizky curiga


"Kagak! Nih gua djsini abis beli minum buat kalian semua. Curiga aja lu Ky sama gua tuh" Jawab Aldo penuh penekanan


"Bukannya gitu Do. Wajar aja lah gua curiga. Kan elu satu satunya yang berharap juga sama Qila" Sindir Rizky


"Ya kagak lah Ky. Gua juga tau kali siapa yang jauh lebih berharap sama Qila" Jawab Aldo


"Udah udah ah. Jadi pada ngebahas cewek mulu bosen amat gua dengernya" Ucap Angga kali ini menengahi


Mereka kini sedang asik dengan obrolan-obrolan yang membuat Rizky sangat tidak jelas. Ya memang kalau sudah bertiga mereka lupa dengan hal apapun. Bahkan mereka bisa melakukan hal konyol yang tidak pernah mereka lakukan bila di depan orang lain.

__ADS_1


Persahabatan mereka bertiga cukup solid. Mereka selaku ada satu sama lain bahkan selalu saling suport. Membuat Rizky juga bangga memiliki sahabat seperti Angga dan Aldo.


__ADS_2