
Entah apa yang kali ini Rizky rasakan, melihat Aldo memegang erat tangan mungil Qila yang selama ini Rizky harapkan. Sungguh ia sakit hati melihat Aldo begitu dekat dengan Qila tanpa ada jarak sama sekali. Kalau ia yang memegang mungkin Qila sudah melepaskannya begitu saja tapi tidak dengan Aldo, Qila dengan nyamannya memegang lengan kekar Aldo.
Memang semalam Angga memberitahu Rizky kalau Qila sudah menolak Aldo, tapi bagaimana bisa Qila menolak Aldo dan sekarang sudah memegang tangan Aldo dengan sangat eratnya. Bahkan sepertinya mereka enggan memisahkan satu sama lain tangannya.
Bahkan saat mengetahui Qila adalah teman kelompoknya, membuat Rizky melakukan protes karna dia tidak mau menambah lebih dalam lagi luka di hatinya dengan terus bertemu Qila. Tapi semuanya itu nihil, bu Mega tidak memberi alasan apapun untuk Rizky protes.
Jujur Rizky menyukai Qila, tapi dia enggan merusak persahabatannya dengan Aldo, sampai sekarangpun Rizky tidak berbicara dengan Aldo, bukan benci hanya saja entah kenapa setiap Rizky melihat Aldo ada rasa aneh di hatinya, kecewa iya Rizky akui dia sangat kecewa tapi lagi-lagi apa haknya untuk merasakan itu semua. Tidak ada haknya ia marah bahkan kecewa pada Aldo toh hubungan dia dengan Qilapun hanya sebatas teman tidak lebih.
***
Sebenarnya hari ini Rizky menyuruh Qila menunggunya di perpustakaan jam 2, memang sekarang jam sudah menunjukan pukul 14:00 tapi entah kenapa Rizky masih saja berdiam diri di warung belakang tempat dia dan teman-temannya menghabiskan waktu, rasanya Rizky enggan sekali pergi kesana, dia tidak mau melihat wajah Qila yang justru akan membuat dia semakin susah menjauh dari Qila. la enggan menemui Qila karna ia tidak mau menjadi penghalang antara Qila dengan Aldo.
"Lo gak nyamperin dia Ky?" tanya Angga, memang Angga selalu tahu semua tentang Rizky karna Rizky tak sungkan selalu mengatakan apapun pada Angga sahabatnya itu.
"Gua gak tahu Ga" ucap Rizky dingin
"Ky gua tahu mungkin ini sulit buat kalian berdua tapi kan gua udah bilang sama lu kalo Qila nolak Aldo jadi lo jangan kaya gini dong Ky. Mereka itu gak pacaran Ky percaya deh sama gua"
"Mana mungkin dia nolak kalo nyatanya mereka masih dekat Ga. Gua gak yakin kalo mereka berdua gak ada hubungan" ucap Rizky seolah bertanya
"Gua...."
"Kasian Ky pasti dia udah nunggu elu disana. Elu mau emang bikin anak orang nunggu kaya gitu? Nunggu itu gak enak Ky" potong Angga
"Gua tahu mungkin perasaan elu yang buat kaya gini, tapi kalo nyatanya ngejauh makin susah buat apa elu terus-terusan ngejauhin dia, malah kayanya keberuntungan gak berpihak sama lu, setiap kali elu mau ngejauh dari dia pasti ada aja penghalang yang justru bikin elu semakin deket sama dia Ky. Gua tau memang sulit pastinya untuk elu ketemu sama dia tapi plis lah Ky elu juga udah dewasa elu juga udah sering pacaran kan. Elu bisa bedain mana yang bener pacaran sama enggak. Gua yakin Aldo sana Qila tuh gak pacaran Ky" jelas Angga
Benar apa yang di katakan Angga, sepertinya situasi memang selalu tidak berpihak pada Rizky. la memang sangat ingin menjauh dari Qila gadis pujaannya itu tapi situasi selalu menginginkan mereka untuk berdua. "Pergi sana kasian dia Ky mungkin udah nunggu dari tadi" Ucap Angga
Setelah menimbang cukup lama Rizky memutuskan kembali ke Sekolah dan pergi menuju Perpustakaan, benar kata Angga Qila sudah berada disana entah apa yang sedang dia lakukan sekarang, menutup wajahnya dengan buku tapi kenapa badannya bergetar apa Qila sedang menangis disana, Rizky mulai menghampiri Qila, dia menepuk pundak milik Qila, awalnya memang ragu tapi dia tidak mau melihat Qila seperti ini apalagi kalau benar Qila sedang menangis sekarang.
"Sya?" panggil Rizky sangat pelan
Tidak ada jawaban, Qila tetap dengan posisinya.
"Sya?" panggil Rizky lagi kali ini sedikit lebih keras
Qila mulai beranjak dari posisinya dan mendongkapkan kepalanya melihat Rizky, benar dia sedang menangis bahkan mata kecilnya sekarang terlihat sangat merah.
Jangan nangis Sya, hati gua sakit ngeliat lu kaya gini batin Rizky
"Ah iya mau mulai sekarang?" tanya Qila dengan suara yang masih bergetar membuat Rizky ingin sekali memeluknya menenangkan Qila yang entah kenapa menangis. Tapi tidak mungkin Rizky melakukan itu sekarang. Ia tidak mau membuat Aldo salah paham nantinya.
"Terserah" jawab Rizky sangat dingin
Qila tidak menjawab dia memilih diam disana.
Sementara Rizky sedang sibuk dengan pemikirannya, apa benar Qila menolak Aldo, lantas kenapa kemarin mereka terlihat sangat dekat, kalau Qila menolak Aldo tentu akan ada jarak diantara mereka berdua tapi tidak dengan yang Rizky lihat. Mereka masih sama mereka masih bisa berbincang satu sama lain, jadi Rizky sangat ragu kalau Qila benar menolak Aldo.
"Kalo gak jadi saya mau pulang" ucap Qila hendak merapikan bukunya tapi saat itu juga Rizky menarik tangannya, membuat jarak antara Rizky dan Qila semakin dekat, jujur Rizky sangat merindukan wajah Qila, merindukan hidung mancungnya, rindu dengan poninya yang naik turun saat berbicara bahkan rindu dengan ocehan Qila yang membuat Rizky selalu tersenyum.
Rizky mulai melepaskan cengkramannya pada tangan Qila dan memilih menetralkan kembali jantungnya. Ya jantungnya kali ini berdetak begitu cepat.
__ADS_1
"Kertas polio?" ucap Rizky dingin entah kenapa walaupun dia merindukan Qila tapi sikap dingin itu yang selalu Rizky keluarkan.
"Gua belum beli" ucap Rizky lagi
"Saya bawa" ucap Qila langsung membuka kertas polio yang sudah dia bawa.
"Aldo gak marah?" entah kenapa Rizky langsung berbicara seperti itu pada Qila
"Aldo?" tanya Qila
"lya pacar lo?" tanya Rizky masih dengan sikap dinginnya
"Aku...."
"Aku....."
"Gua gak mau liat sahabat gua cemburu soalnya" potong Rizky
Melihat kegugupan Qila membuat Rizky semakin yakin kalau Qila sudah menerima Aldo sebagai kekasihnya. Kalau menolak pasti dia akan dengan lantang mengakui tapi tidak dengan sekarang ia terlihat begitu gugup.
"Aku gak pacaran sama Aldo" ucap Qila
Lo bisa ngelak dari gua Sya, tapi hati elu enggak batin Rizky
"Mana yang mau dibuatin bagannya?" ucap Rizky mengalihkan pembicaraan. Ia enggan membahas percintaan orang lain yang justru membuatnya semakin sesak saja.
Qila pov
Mendapat jawaban seperti itu membuat Qila menundukan kepalanya, ia ingin sekali menjelaskan semuanya pada Rizky tapi haknya apa? Bahkan Rizky bersikap seolah tidak terjadi apa-apa antara Qila dan Rizky sebelumnya. Dia seperti orang asing yang datang kembali pada Qila. Kedekatan yang selama ini mereka ciptakan seperti tidam berarti tidak ada artinya apapun untuk Rizky.
Mata Qila terasa perih lagi, ia ingin keluar dari sini meninggalkan Rizky yang entah kenapa selalu membuat hatinya sesak akhir-akhir ini.
"Aku emang gak pacaran sama Aldo" ucap Qila lagi seolah ia ingin menjelaskan semuanya pada Rizky.
"Urusannya sama gua apa?" jawaban Rizky berikutnya lagi-lagi membuat Qila sakit, memang benar kata Rizky ini tidak ada urusannya sama sekali dengan dia, entah kenapa juga Qila berbicara seperti itu hingga sekarang hatinya merasakan sesak lagi.
Qila tidak menjawab dia memilih diam dan memasukan semua bukunya lalu beranjak dari sana, tidak hatinya sudah tidak kuat kalau harus berlama-lama berada berdua dengan Rizky.
Tapi saat hendak keluar dari Perpus tangan kekar itu menarik Qila kedalam pelukannya, iya Rizky memeluk Qila dengan sangat erat, entah karna terbawa dengan situasi atau apa yang jelas Qila juga mulai membalas pelukan Rizky, dia menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Rizky bahkan sekarang badannya sudah gemetar.
Qila juga tidak tahu sebenarnya apa yang sedang Rizky rencanakan yang lagi dan lagi membuat Qila merasakan sakit di hatinya.
Qila memilih diam merasakan jantungnya yang kembali berdetak lebih cepat.
Cukup lama Rizky dan Qila berada di posisi seperti itu, hingga sekarang Rizky mulai mengurai pelukannya dan beralih menatap Qila.
"Gua minta maaf Sya" ucap Rizky
Qila tidak menjawab dia memilih menundukan kepalanya.
"Maaf kalo ucapan gua barusan buat elu kaya gini" ucap Rizky lagi
__ADS_1
Rizky menarik tangan Qila menuju meja yang tadi dia duduki.
"Maaf seharusnya saya gak kaya gini" ucap Qila kali ini karna dia sudah membawa perasaannya dalam tugas sekolah.
Entah apa yang akan terjadi selanjutnya kalau saja Rizky lebih berani seperti Aldo menyatakan cintanya pada Qila tentu Qila akan langsung menerimanya, tapi nyatanya tidak Qila tahu mungkin Rizky tidak benar-benar menyukainya oleh karna itu sampai sekarang tidak ada perasaan yang Rizky ungkapkan pada Qila.
Aku terlalu berharap Ky batin Qila.
"Kita mulai dari mana?" Tanya Rizky masih dingin.
"Ky aku mau ngomong serius sama kamu" Ucap Qila kali ini.
"Kamu jangan pernah potong ucapan aku sebelum aku selesai bicara" Ucap Qila lagi
"Maaf kalo sebelumnya aku terlalu baper, aku terlalu cengeng tapi aku cuma mau jelasin yang sejelas-jelasnya sama kamu Ky"
Entah apa yang ada di pikiran Qila yang pasti ia hanya ingin membuat semuanya clear tanpa ada kesalah pahaman di antara mereka tidak lebih dari itu.
"Ya memang kemarin kemarin Aldo ngungkapin semua perasaanya sama aku. Mungkin kamu juga tau hal itu, tapi jujur aku sama sekali tidak menerima dia'
"Aku aja gak nyangka kenapa bisa secepat ini dia ngungkapin semuanya ke aku Ky padahal dia sendiri tau kalo sebenarnya kita juga dekat iya kan"
"Ah ya tapi kedekatan kita mungkin gak ada apa-apanya bagi kamu. Balik lagi ke topik walaupun Aldo udah nyatain cintanya ke aku tapi aku nolak dia Ky. Aku gak suka aku nganggep dia cuma sekedar teman"
"Kenapa aku masih bisa deket sama dia padahal aku udah nolak dia? Ya dia yang minta itu. Aku udah minta maaf ke dia aku udah jelasin kenapa aku nolak dia dan dia maafin aku, dia gak marah sama aku. Bahkan dia juga minta maaf karna sudah mengungkapkan semua itu. Dia minta aku tetap mau bersahabat dengan dia. Tidak mungkin aku nolak ajakan dia, karna jujur aku ingin menambah banyak teman bukan musuh' Jelas Qila
"Memang ini gak ada urusannya sama sekali sama kamu. Tapi aku cuma mau jelasin itu aja terserah kamu mau percaya atau enggak sama penjelasan aku yang pasti itu benar adanya itulah kenyataannya" Ucap Qila lagi
Qila memutuskan keluar terlebih dulu dari perpus ia enggan mendengar jawaban Rizky yang nantinya justru akan membuat ia terlu yang justru akan membuat ia menangis, jadi ia lebih memilih keluar terlebih dulu.
Tapi lagi-lagi saat ia berjalan di sepanjang koridor tangan itu mencekalnya tangan itu membawanya sampai ke rooftop.
"Gua minta maaf Sya" Ucapnya
"Maaf lagi-lagi gua bersikap kayak anak kecil, gua cuma gak mau ada kesalahpahaman antara kita"
"Ya kalau memang elu nerima dia gua gak mau bikin Aldo sahabat gua cemburu apalagi kecewa sama gua"
"Gua cuma mau jaga perasaan dia. Karna jujur cemburu itu gak enak Sya"
Ucapannya kali ini berhasil mengusik hatiku karna akupun pernah merasa cemburu dan cemburu itu sangat tidak mengenakan di hati.
"Gua gak mau persahabatan gua juga hancur karna hal kaya gini. Gua belum pernah berantem sama sahabat gua sendiri cuma gara gara masalah cewek" Ungkapnya
Ya siapa si yang mau membuat persahabatan mereka hancur apalagi mungkin gara-gara Qila. Qilapun tidak berharap semua itu terjadi, kalau bisa hilang dari dunia Qila juga ingin menghilang di antara Rizky dan Aldo bahkan Qila juga sempat berpikir harusnya ia tidak bertemu dengan Rizky kalau akhirnya akan terjadi seperti ini.
"Aku minta maaf Ky kalo mungkin gara gara aku kamu jadi berjarak dengan Aldo, aku juga gak mau ini semua terjadi Ky" Ucap Qila
"Elu gak perlu minta maaf Sya kita itu sama. Sama-sama egois sama sama tidak mau ngalah dan sama sama belum dewasa"
Qila mengangguk ya walaupun hatinya masih sakit tapi ia sudah sedikit lega karna berhasil menjelaskan semuanya pada Rizky.
__ADS_1
Qila tau mungkin tidak ada alasan apapun untuk ia menjelaskan semuanya pada Rizky tapi Qila hanya ingin meluruskan semua yang di anggap Rizky itu salah.