Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Perhatian Lebih


__ADS_3

Hari ini Qila tidak langsung pulang, ia memutuskan pergi ke Rumah Sakit terlebih dahulu bersama Angga, memang mereka berdua tidak memberi tahu yang lain bahkan Rizky melarang Angga memberitahu Aldo sahabatnya, karna tidak mau membuat Aldo semakin emosi terhadap Kevin, Aldo memang sangat benci melihat keberadaan Kevin, di tambah mereka memang sama sama bermusuhan semenjak kelas 10 karena masalah tawuran itu, oleh karena itu Rizky tidak mau menambah beban masalah bagi para sahabatnya, cukup Angga saja yang mengetahui semua ini.


Cukup lama mereka berdua berkutat dengan kemacetan ibukota yang luar biasa, buktinya jam 16:00 mereka baru sampai di rumah sakit, Ya memang ibukota Jakarta di kenal dengan kemacetannya yang luar biasa. Entah ini akan berakhir kapan yang jelas ini menjadi permasalahan yang lumayan mengganggu bagi ibu kota Jakarta.


Qila memang sudah izin pada orangtuanya untuk menengok teman yang sakit hanya saja tidak memberitahu orangtuanya kalau orang yang di maksud adalah Rizky, Qila takut orangtuanya kecewa kalau mendengar Rizky sering melakukan tawuran bahkan berkelahi di luar rumah. Apalagi ayah Qila terkenal dengan disiplin, ia enggan membuat ayahnya itu tidak suka pada kelakuan Rizky lelaki yang akhir-akhir bisa begitu dekat dengan ayahnya.


"Sorry gua telat Ky" ucap Angga pada Rizky


"Gapapa Ga santai aja" jawab Rizky cuek


Qila yang membawa buah langsung menaruhnya di meja.


"Jalanan kesini macet banget gila. Gua gak tau deh sampe kapan nih Jakarta macet terus kalo tiap hari bisa pusing juga gua ngadepinnya" ucap Angga


"Emang lu gak tau jalan tikus apa Ga?"


"Kaga gua Ky, gua kan gak kaya lu yang sering jalan keluar jadi tau aja mana jalan yang bisa di laluin mana yang kagak"


"Apaan si lu"


Sementara Angga hanya menanggapi dengan senyuman.


"Qila elu mau makan gak soalnya gua laper banget nih mau beli makan?" tanya Angga kali ini pada Qila


"Gak usah, aku udah makan ko Ga tadi di sekolah" jawab Qila bohong


"Pesenin aja Ngga" jawab Rizky


"Enggak usah gapapa Angga"


"Gak usah nolak Ngga, udah sono pesenin. Kasian Qila takut belum makan lagi" ucap Rizky


Angga keluar meninggalkan mereka yang kini


sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Sya?"


"Hmmmmm?"


"Gua mau buah apel bisa tolong kupasin gak?" ucap Rizky pelan


Qila langsung mencuci buah itu dan mengupasnya.


"Ini udah aku cuci sama potong juga"


"Thanks ya" ucap Rizky sambil menyimpulkan senyuman manisnya


"Orangtua kamu gak kesini Ky?" tanya Qila


"Kemarin kesini, cuma sebentar katanya lagi banyak pekerjaan. Udah gak aneh Sya jadi gua juga udaj biasa aja mereka mau peduli atau enggak sama gua. Gua udah gak berharap sama mereka Sya kan emang tiap hari juga begitu mereka sibuk sama kerjaanya daripada gua" ucap Rizky jujur


Qila sebenarnya kasihan melihat Rizky, disaat kondisinya seperti ini tapi orangtuanya tidak peduli sama sekali. Oranglain akan menanyakan bagaimana keadaan anaknya tapi tidak dengan orangtua Rizky, apa ini yang membuat Rizky jadi brandalan seperti ini. Qila sangat kasihan melihat Rizky padahal ia sangat butuh kasih sayang.


Berarti Qila sangat beruntung di dunia ini memiliki kedua orangtua yang amat perhatian pada dirinya, tak hanya perhatian orangtua Qilapun sangat peduli pada dirinya melebihi apapun.


"Sya?"


"Ah iya kenapa?" jawab Qila gelagapan karna dari tadi ia terus saja melamun.


"Jangan melamun gak baik" ucap Rizky penuh


perhatian


Qila hanya tersenyum menanggapi ucapan Rizky.


"Makanan datang" ucap Angga keras


"Ini Rumah Sakit woyy" ucap Rizky memperingati Angga


"Upsss sorry, nih Qil makan"


"Makasih ya Ga" jawab Qila dan langsung melahap makanan yang sudah Angga beli untuknya, memang tidak bisa bohong kalau Qila memang sangat lapar bahkan dari pagi dia belum makan apapun.


"Pelan-pelan Sya?" ucap Rizky


"Nanti keselek" ucapnya lagi


"Uhuk uhuk uhukkk" Angga pura-pura tersedak mendengar ucapan Rizky


Qila yang melihat kedua sahabat itu saling beradu argument hanya bisa tersenyum, lucu itulah persahabatan mereka, bahkan Rizky selalu membela kedua sahabatnya, itu yang membuat Qila sedikit kagum pada Rizky karna ia akan melakukan apapun untuk kedua sahabatnya.


"Kenapa gak pacaran aja si kalian berdua. Udah saling deket ini satu sama lain udahlah jadian aja?" pertanyaan Angga sontak membuat Qila maupun Rizky membulatkan matanya.


"Biasa aja kali gak usah syok kaya gitu liatnya emang gua hantu apa" ucap Angga lagi


Qila dan Rizky mulai menetralkan jantung mereka, jujur saat Angga berkata seperti itu jantung mereka berdua pun berubah berdetak menjadi lebih cepat.


"Qil gua jemput Sinta bentar ya, dia lagi di rumah temennya minta di anter pulang gapapa kan?" jelas Angga


Sebenarnya sekarang juga bisa saja Qila ikut keluar dia bisa menaiki angkutan umum tapi melihat kondisi Rizky niatnya itu ia urungkan dia lebih memilih menemani Rizky.


"Yaudah gapapa"


"Gua gak lama ko tenang aja" ucap Angga meyakinkan

__ADS_1


Qila hanya menganggukan kepalanya.


***


Sampai jam 18:00 Angga belum juga datang menjemput Qila, sementara suasana hening terus saja tercipta apalagi sekarang Rizky sedang tertidur, Qila ingin sekali pulang dia takut orangtuanya khawatir, memang tadi Qila sudah menelpon ayahnya tapi tetap saja Qila takut kalau orangtuanya tetap khawatir apalagi Qila tidak pernah pergi selama ini tanpa orang dekat, ayah Qila sudah meminta Qila ditemani Rizky tapi bagaimana sedangkan Rizky saja masih terbaring di Rumah Aakit, akhirnya tadi Qila mau mengatakan kalau sebenarnya dia sedang menengok Rizky, dia tidak mau berbohong terlalu jauh pada kedua orangtuanya.


"Sya, Angga belum dateng juga?" ucap Rizky membuyarkan lamunan Qila


"Hmmmmm iya belum sebenarnya Angga kemana ya. Ko sampe jam segini gak ada juga" jawab Qila kikuk


"Biar gua telpon dulu biar gua pastiin dia ada dimana sekarang"


Entah apa yang Rizky dan Angga bicarakan yang jelas sekarang terlihat wajah Rizky sedang menyimpan amarahnya.


"Angga gak bisa jemput" ucap Rizky


"Biar gua suruh supir gua ya yang anterin elu pulang"


"Enggak usah, aku bisa naik angkot atau taksi kamu gak usah nyuruh supir buat kesini nganterin aku"


"Gapapa Sya, gua takut elu kenapa-napa, apalagi udah jam setengah 7 malem"


"Iya tapi aku gapapa bisa naik angkutan"


"Enggak ada penolakan Sya, gua khawatir gua gak mau sesuatu hal yang enggak di inginkan terjadi sama lu, jadi dianter supir aja ya" ucap Rizky sambil menampilkan kekhawatirannya


Khawatir, apa ke semua wanita juga seperti ini batin Qila


Cukup lama mereka menunggu kedatangan supir Rizky sampai terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan pak Mino supir Rizky yang sudah bekerja semenjak Rizky berumur 5 tahun.


"Pak tolong antar Qila ya ke jalan cendana nomer 5 6" ucap Rizky secara detail, dia memang sudah hafal dengan jelas nomor rumah Qila


"Baik den, tapi ini ada titipan nasi dari bi Siti" ucap supirnya sopan


"Makasih pak, udah cepet anter temen saya" titah Rizky


"Baik den"


"Sya hati-hati"


Qila hanya memganggukan kepalanya sambil tersenyum sangat manis pada Rizky.


"Cepet sembuh Ky" ucapnya yang lagi lagi tersenyuk ke arah Rizky


Manis Sya, sampe hati gua meleleh seperti ini batin Rizky.


***


Sesampainya di rumah ia di sambut oleh kedua orangtuanya dengan wajah cemas.


"Wa'alaikum salam"


"Maafin Qila mah ayah" ucap Qila dan langsung berhambur memeluk orangtuanya


"lya gapapa, ibu sama ayah ngerti ko, pulang sama


siapa nak? Ko langsung balik lagi mobilnya?"


"Supirnya Rizky bu" jawab Qila


"Rizky?"


"Kata ayahkan suruh minta anter Rizky tapi kan tadi Qila nengokin Rizky yang masih sakit, jadi dia nyuruh supirnya buat nganter Qila mah yah soalnya dia belum baikan"


"Gentleman sekali ya" jawab ayahnya


"Yaudah sana makan terus mandi ya" ucap ibunya


kali ini Qila hanya menganggukan kepala dan langsung menuruti perintah ibunya.


***


Rasanya hari ini sangat lelah, padahal Qila hanya pergi menengok Rizky tapi entahlah sepertinya rasa kantuk mulai menerpa mata Qila, tapi saat hendak memejamkan mata ada satu pesan di ponselnya.


Rizky


Udah sampe?


Lo gapapa kan?


Syaqila


Udah, iya gapapa


Thanks


Rizky


Sama-sama


Tidak ada pesan lagi setelah Rizky menjawab itu Qila memutuskan untuk terlelap dengan mimpinya karna ia sudah sangat lelah dengan aktivitas hari ini.


"Elu darimana aja si Ga?" Tanya Rizky. Ya Angga memang datang lagi ke Rumah Sakit untuk menemani Rizky.


"Sorry Ky tadi tiba-tiba Sinta ngajak gua nonton. Kalo gua nolak nanti dia curiga sama gua" Jelas Angga

__ADS_1


"Iya gapapa gua cuma kasian aja sama Qila. Dia jadi di anter sama supir gua"


"Iya gua minta maaf ya Ky"


"Iya santai aja" Jawab Rizky


"Aldo gak nanyain gua Ga?"


"Nanya lah. Kata dia Rizky kemana si Ga, gua hubungin gak bisa"


"Gua jawab aja gak tau"


Ya memang baik Rizky maupun Angga menyembunyikan ini semua dari Aldo. la enggan sahabatnya tau kalo dia sedang tidak baik-baik saja. Karna jujur bagi Rizky sangat anti membuat keluarga, sahabat bahkan teman-temannya khawatir.


la sudah terbiasa dengan hidupnya sendiri. Jadi hal seperti ini sudah sangat sering ia lalui dengan sendiri.


"Iya Ga. Gua gak mau anak anak yang lain tau. Intinya gua lagi gak mau ada masalah dulu sama siapapun karna jujur gua masih males buat bikin masalah setelah semua yang anak 53 lakuin' Jelas Rizky


"Iya gua tau ko Ky tenang aja. Gua bisa nyimpen rahasia ini" Jawab Angga pasti


"Iya Ga thanks ya"


Rizky tau memang hanya Angga yang benar-benar Rizky anggap seperti saudara sendiri. Aldo terlihat lebih cuek di bandingkan Angga, sedangkan Angga. la sangat peduli pada kondisi Rizky maupun kehidupan Rizky.


Tanpa Rizky duga kedua orang tuanya datang lagi untuk menengoknya.


"Ada kamu Ga?" Ucap ayah Rizky


"Iya om. Gimana om sehat?" Tanya Angga kikuk. Memang walaupun Angga dan Rizky berteman sudah lama tapi jarang sekali Angga bertemu dengan kedua orangtua Rizky, apalagi berbincang bareng sangat jarang di lakukan.


"Sehat" Jawab ayah Rizky singkat


"Gimana luka kamu nak?" Tanya mamah Rizky kali ini yang terlihat jelas sangat mengkhawatirkan anaknya itu.


"Gapapa ko. Udah mulai kering juga" Jawab Rizky singkat. Ya dia memang cuek kepada orangtua nya.


"Lain kali jangan berantem terus gak baik. Kalo ada masalah selesai'in baik-baik iya gak Angga?" Ucap ayah Rizky kali ini.


"Tau apa papah soal Rizky" Ucap Rizky sekenanya


"Rizky!" Ucap mamahnya memperingati


"Emang bener kan mah. Kalian selalu sibuk sama pekerjaan kalian masing masing. Jadi kalian tau apa si tentang Rizky. Gak ada yang kalian tau tentang Iky, cuma bi Siti yang peduli sama keadaan Iky" Ucap Rizky jujur


Sementara Angga terlihat serba salah. Ya memang benar semua yang di katakan Rizky itu benar adanya. Tapi tak seperti itu juga Rizky hadus bersikap pada kedua orangtuanya.


"Mmmm maaf om tante. Angga izin keluar sebentar" Ucap Angga kikuk


"Beliin gua buah Ga" Jawab Rizky


Angga hanya menganggukan kepalanya dan langsung pergi keluar Rumah Sakit.


"Iya tau mamah juga sibuk tapi kan wajar kalo mamah juga khawatir sama kamu" Ucap mamah Rizky lagi


"Iya" Jawab Rizky sangat singkat


Rizky tau mungkin orangtuanya sesibuk ini karna ingin membahagiakan Rizky. Tapi disisi lain Rizky juga sangat ingin seperti anak lain yang penuh dengan kasih sayang orangtua nya. Apalagi orangtua Rizky masih lengkap, jadi wajar saja kalau Rizky menuntut itu dari orangtuanya.


"Kedepannya kita bakalan luangin waktu buat kamu" Ucap ayah Rizky. Memang kedua orang tua Rizkypun paham akan kesalahan mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


Rizky tidak menjawab. la sibuk dengan ponsel miliknya. "Kamu udah makan nak?" Tanya mamahnya


"Udah"


"Yaudah kamu istirahat ya"


"Iky lagi nungguan buah dulu" Jawabnya


Ya memang Rizky sangat menyukai buah, di tambah sekarang mulutnya yang sedang tidak enak memakan apapun jadi lebih baik memakan buah yang terlihat segar.


Tak butuh waktu lama Angga sudah kembali dengan jinjingan buah di tangannya.


"Ky gua langsung pulang ya. Kan ada ortu lu ini. Om tante pamit ya Angga izin pulang dulu" Ucap Angga tak lupa ia juga menyalami orangtua Rizky


"Iya gapapa Ga. Thanks banget ya" Jawab Rizky tulus


"Iya sama-sama Ky kan pertemanan harus saling care satu sama lain" Jawab Angga


"Yaudah kamu hati hati ya Angga jangan ngebut ngebut santai aja" Ucap ayah Rizky kali ini


"Iya siap om. Assalamu alaikum" Ucap Angga


"Wa'alaikum salam" Jawab mereka serempak


"Mau makan buah apa biar mamah kupasin"


"Mau mangga aja mah"


Mamah Rizky pun segera mengupas mangga untuk anak satu-satunya itu. Sementara ayahnya kini sedang berbaring di sofa, yang Rizky yakini mungkin sangat kelelahan dengan pekerjaanya.


"Nih dimakan" Ucap mamah


"Makasih mah" Ucap Rizky tulus


Rizky paham kedua orangtuanya pun pasti sangat menyayangi ia seperti orangtua lainnya. Begitupun Rizky, walaupun mereka sangat sibuk tapi Rizky tetap menghormati mereka seperti anak-anak lain yang menghormati kedua orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2