Badboy Vs Gadis Polos

Badboy Vs Gadis Polos
Tak Terduga


__ADS_3

Hari ini Qila tidak pergi lebih awal, dia harus membuatkan ayahnya sarapan terlebih dulu karena ibunya sedang tidak enak badan.


Qila hanya memasak nasi goreng dan sedikit gorengan untuk ayahnya ngopi pagi ini. Memang ia juga lumayan ahli dalam hal perdapuran.


Setelah semuanya beres, Qila memutuskan pergi ke sekolah dengan menaiki angkot walaupun tahu pastinya akan telat sampai di sekolah, tapi tanpa Qila duga Rizky sudah ada di luar rumahnya.


Qila menampilkan wajah bingungnya.


"Ayah yang nyuruh Rizky kesini gak usah bingung gitu deh" ucap ayahnya yang sudah muncul di balik pintu


"Ayah yang nelpon dia, kan ayah save nomer Rizky, ayah gak mau kamu telat sekolah jadi ayah telpon Rizky biar kamu bisa nebeng sama dia" ucap ayahnya lagi seolah mengerti di tatap seperti itu oleh Qila


Rizky menghampiri ayah Qila dan menyalaminya.


"Yaudah berangkat sekarang gih takut telat biasanya kan kalo pagi suka macet banget jalanan"


Qila sebenarnya masih bingung dengan keadaan seperti ini, bagaimana bisa ayahnya meminta Rizky berangkat ke sekolah dengannya dan juga yang lebih Qila heran kenapa Qila tidak tahu kalau ayahnya sudah sedekat ini dengan Rizky.


"Yaudah om, kita berangkat ya assalamu alaikum"


"Wa'alaikum salam hati hati ya jangan ngebut Ky bawa motornya"


Di perjalanan mereka habiskan dengan pemikiran masing masing tidak ada yang memulai pembicaraan, Qila lebih banyak diam. Begitupun Rizky seperti ragu untuk memulai pembicaraan.


"Sya" ucapan Rizky membuyarkan lamunannya


"Iya" jawab Qila


"Gapapa" jawab Rizky bingung


Sebenarnya Qila ingin berterimakasih pada Rizky karna jarak rumah Rizky dan Qila sebenarnya tidak searah tapi Rizky masih mau menjemputnya, entahlah semenjak kejadian malam itu Qila cenderung mendiamkan Rizky. Tidak, Qila sama sekali tidak marah pada Rizky hanya saja rasanya Qila sangat malu kalau harus mengobrol berdua atau berjalan berdua dengan Rizky, karna jujur hatinya selalu merasa aneh saat berada di dekat Rizky itu yang membuat Qila jaga jarak akhir-akhir ini, dia takut akan termakan dengan rayuan Rizky dia juga tidak mau menjadi korban playboynya Rizky.


"Makasih" ucap Qila setelah turun dari motor milik Rizky


Tidak ada jawaban, Rizky hanya membalasnya dengan senyuman Manis batin Qila


Astaga tidak mungkin Qila memuji Rizky.


Qila pergi menuju kelasnya sementara Rizky pergi ke kantin terlebih dulu.


"Cie cie cie berangkat bareng kakang playboy"


ledek Bella


"Apaan si Bella" jawab Qila risih


"Gak bisa move on ya ya Qi dari dia?" ucap Bella


"Ih Bella apa si"


"Ternyata ada yang udah gercep nih. Gua aja sampe gak tau"


"Bella enggak ih"


Qila memutuskan untuk menutup wajahnya dengan buku, karna dia malu dengan ledekan Bella. Memang benar dia sudah berhasil menjaga jarak dengan Rizky selama dua minggu tapi usahanya itu di gagalkan ayahnya sendiri yang menyuruh dia pergi ke sekolah bersama Rizky.


Jam istirahat Qila memutuskan pergi ke Perpustakaan untuk meminjam salah satu buku Ekomomi yang memang dia sukai.


Sangat hening itulah keadaan di dalam Perpus, orang orang sibuk dengan bacaan maupun tugas yang mereka kerjakan di Perpustakaan.


"Ngapain?" tanya Aldo yang muncul di belakang Qila

__ADS_1


"Minjem buku, kamu ngapain?" ucap Qila


Sementara Aldo hanya menunjukan salah satu buku Geografi.


"Oh" jawab Qila sekenanya


"Gua duluan ya" jawab Aldo dan langsung meninggalkan Qila sendiri.


***


Bel pulang sudah berbunyi tapi Qila masih asik dengan buku Ekonomi yang dia pinjam di Perpus tadi, sedangkan Bella sahabatnya sudah melenggang keluar untuk segera pulang.


"Belum mau pulang Sya?" ucapan Rizky mengagetkan Qila


"Eh itu" ucap Qila gelagapan


Sementara Rizky hanya menanggapi dengan mengangkat alisnya.


"Aku mau beli buku dulu" ucap Qila takut, karna dia takut kalau Rizky tidak mau mengantarnya sedangkan ayahnya sudah menyuruh Qila pulang bersama dengan Rizky.


"Yaudah ayo" ucap Rizky dingin sampai membuat Qila meremang sebentar.


"Emangnya kamu gapapa kalo kita harus ke toko buku dulu?"


"Iya ayo"


Qila mulai memasukan semua bukunya ke dalam tas dan berdiri di belakang Rizky, tapi tanpa Qila duga Rizky justru menarik tangan Qila agar berjalan beriringan dengannya.


"Mau ke toko buku mana?" tanya Rizky kali ini memulai pembicaraan


"Cendana aja" jawab Qila


Tepat jam 14:00 mereka sampai di toko buku, Qila langsung berlari ke dalam meninggalkan Rizky yang masih sibuk menaruh helm di motornya.


Memang tujuan Qila ke toko buku sebenarnya bukan untuk membeli buku sekolah, melainkan mencari novel edisi terbaru apalagi tadi pagi ia di beri uang lebih oleh ayah itu membuat dia semakin bersemangat untuk menambah koleksi novelnya.


"My Ice Girls" ucap Rizky sambil memegang salah satu novel


Kayanya ini cocok buat lu baca Sya, biar elu ngerasa kalau yang di maksud di novel ini sama kaya elu batin Rizky


Tanpa Qila tahu Rizky langsung pergi menuju kasir untuk membayar satu buku yang sudah dia pilih untuk di berikan pada Qila gadis kesukaannya itu.


"Udah?" tanya Rizky


"Belum, gapapa kan soalnya aku masih milih-milih dulu?" jawab Qila ragu-ragu karna ia tahu tipe cowok seperti Rizky tidak mungkin betah berlama-lama berada di dalam toko buku seperti sekarang ini.


"Oh yaudah" ucap Rizky dan kali ini beralih memilih milih komik


Memang walaupun tidak suka membaca tapi kalau mengenai komik, tak bisa di pungkiri kalau Rizky juga menyukai itu.


Ia mulai mengambil beberapa komik lalu menghampiri Qila yang sepertinya sudah selesai memilih novel.


"Sekarang udah belum?" tanya Rizky kali ini


Lagi Qila menganggukan kepalanya.


"Kamu suka komik?" tanya Qila


"Dikit" jawab Rizky sangat singkat


Mereka berdua menuju kasir.

__ADS_1


"Totalin semua aja, sama komik saya" ucap Rizky pada kasir itu


"Gak usah, aku bayar sendiri aja" ucapan Qila terhenti saat Rizky sudah memberikan kartu atmnya pada kasir itu


Qila mengucapkan trimakasih pada Rizky karna dia sudah mau membayarkan semua novel yang Qila beli, padahal Qila membeli 4 novel dan itu harganya tidak sedikit tapi Rizky tetap mau membayarkan bahkan Qila sudah beberapa kali menaruh uangnya pada tas Rizky tapi Rizky terus saja menolak sampai akhirnya Qila pasrah.


"Makasih ya, maaf kalo kebanyakan soalnya aku gak tau kalo kamu yang bayar" ucap Qila tidak enak


"Gapapa ini sedikit ko itung-itung gua traktir elu" ucap Rizky sambil tersenyum


Mereka beriringan keluar dari toko buku.


"Sya makan dulu yuk. Gua laper banget nih tadi di sekolah gak makan"


"Mmm gimana ya" jawab Qila ragu


"Gua udah nelpon bokap lo ko. Kalo kemungkinan kita pulang telat" Ucap Rizky meyakinkan


"Yaudah ayok kalo gitu"


Rizky pun menjawab dengan senyuman. Yang membuat Qila menundukan kepalanya, karna bagu Qila senyuman Rizky itu adalah candu yang membuat jantung maupun hatinya tidak karuan.


Mereka memutuskan pergi kesalah satu Resto yang tidak jauh dari toko buku.


"Mau makan apa Sya?" Tanya Rizky


"Apa aja deh. Atau samain aja sama kamu Ky"


Rizkypun mulai memesan makanan.


"Nyokap lu sakit apa Sya?"


"Gapapa ko. Cuma lagi pusing aja meriang gitu katanya panas dingin"


"Oh iya mungkin kecapean ngurusin rumah kali ya"


"Bisa jadi Ky. Padahal kan gak kemana mana cuma beresin rumah aja" Jawab Qila


Saat mereka asik dengan obrolan, tiba-tiba makanan yang mereka pesan sudah tersaji dengan rapi di meja.


"Makan dulu Sya" Ucap Rizky sangat manis sambil menampilkan senyumnya.


Qila hanya menganggukan kepalanya.


Mereka menyantap semua makanan dengan begitu lahapnya. Semua makanan yang tersaji habis begitu saja.


Rizky mulai membayar semua makanan yang mereka pesan.


"Makasih ya Ky" Ucap Qila tulus kali ini


"Iya santai aja Sya"


"Mau langsung pulang?" Tanya Rizky


"Iya pulang aja ya soalnya aku takut ayah khawatir juga"


"Yaudah ayo kalo gitu"


Rizky mengantarkan Qila dengan perasaan lega, akhirnya mereka bisa berdua lagi walaupun mungkin Qila masih menciptakan jarak tapi setidaknya Qila mulai tidak cuek lagi padanya. Ia juga mau berbicara banyak hari ini. Tidak lagi mendiamkan Rizky seperti biasanya.


Terimakasih Sya, berkat lo juga gua jadi kaya gini, kalo gak ada lo hari ini pasti gua udah ikut anak-anak laen buat tawuran batin Rizky, dia tidak bisa mengelak kalau hari ini dia memang sangat bahagia bisa melihat gadis pujaannya bisa tersenyum karena ulahnya. Di tambah lagi Qila hari ini bersikap sangat manis membuat Rizky juga enggan mengalihkan padangannya dari Qila. Semoga kedepannya Qila bisa lebih bersikap baik tidak cuek pada Rizky. Itulah yang selalu Rizky harapkan.

__ADS_1


__ADS_2