Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 10


__ADS_3

Setelah urusannya di boutique selesai Vina pun memutuskan untuk pulang, masih ada yang harus ia temui sebelum pulang ke kampung.


Sesampainya di kost Vina langsung berjalan menuju sebuah rumah yang berada tepat di samping kostnya.


“Permisi.” Ucap Vina dari depan.


Tidak lama keluar seorang wanita berumur yang tak lain adalah pemilik kost tempat Vina tinggal.


“Vina.” Sapa pemilik kost bernama Lisa.


“Ayo masuk.” Lanjut Bu Lisa mempersilahkan Vina untuk masuk ke dalam rumahnya.


Vina pun masuk ke dalam, mereka lalu duduk di ruang tamu.


“Ada apa Vina?” Tanya Bu Lisa.


“Sebelumnya Vina mau minta maaf kalau selama tinggal di kost ibu Vina banyak melakukan kesalahan yang kurang berkenan di hati Bu Lisa.”


“Jadi begini Bu, Vina mau pamit sama ibu. Rencananya besok Vina mau kembali ke kampung halaman dan mungkin tidak akan kembali lagi kesini.” Jelas Vina.


“Loh kenapa?” Tanya Lisa penasaran.


“Vina sudah memutuskan untuk tinggal dan merawat bapak di sana. Vina sudah terlalu lama pergi, mungkin ini sudah waktunya Vina kembali.” Jawab Vina.


“Lalu bagaimana dengan kost yang sudah kamu bayar untuk satu tahun ini? Apa ibu kembalikan saja setengahnya.” Tanya Bu Lisa.


“Tidak usah Bu, Vina ikhlas. Ibu juga sudah baik sama Vina selama bertahun-tahun tinggal di tempat ini.” Tolak Vina halus.


“Ya sudah kalau begitu. Ibu tidak tau lagi harus berkata apa, ibu cuma bisa berdoa semoga Tuhan menjagamu selama perjalanan.” Tulus Bu Lisa.


“Amin. Sekali lagi Vina ucapkan terima kasih banyak sama ibu. Kalau begitu Vina pamit mau ke kamar untuk membereskan semua barang-barang Vina yang akan di bawa besok.”


“Iya silahkan.” Sahut Bu Lisa.


Vina pun beranjak berdiri dari tempatnya di susul Bu Lisa yang mengantarnya sampai di depan.


***


Kamar Vina.


Wanita itu mulai memasukkan satu-satu barangnya ke dalam tas besar yang akan dibawanya besok.


Semua barang-barang pemberian Devan juga ia masukkan.

__ADS_1


“Mulai sekarang aku akan berjuang sendiri demi anak yang ada dalam kandungan ku.” Tekad Vina.


Tangannya lalu mengelus-elus perutnya yang masih datar itu sambil berbicara pada bayi yang ada di dalam.


“Kamu bukan kesalahan, kamu adalah anugrah yang Tuhan kasih.”


“Meskipun nanti kamu lahir tanpa sosok ayah, tapi bunda akan tetap berusaha agar kamu tidak kekurangan kasih sayang seperti anak-anak lain yang memiliki keluarga lengkap. Masih ada bunda dan kakek yang sayang sama kamu.” Air mata tiba-tiba mengalir keluar tanpa di minta-minta.


“Kamu harus tumbuh sehat di dalam.” Lirih Vina berbicara dengan mulut bergetar.


Vina kembali membereskan barang-barangnya.


Waktu terus berputar dari siang menjadi malam. Vina juga sudah selesai dengan kegiatan beres-beresnya.


“Huft, akhirnya selesai juga.” Gumam Vina.


Huek, huek..


Rasa mual itu kembali datang, cepat-cepat Vina berjalan menuju kamar mandi.


“Hhh, sampai kapan aku harus merasakan rasa tak nyaman ini.” Keluh Vina.


“Aku juga belum makan malam.” Sambung Vina berbicara pada dirinya sendiri.


Merasa agak mendingan Vina pun berjalan keluar dari kamar menuju dapur untuk memasak apapun yang bisa ia makan.


Setelah masakannya jadi, Vina pun memakannya dengan lahap. Hanya makanan sederhana tapi itu cukup untuk membuat rasa laparnya hilang.


Perut sudah di isi dan saatnya Vina mengistirahatkan tubuhnya sebelum besok Vina memulai harinya dengan lembaran baru di kampung halamannya.


***


Devan baru saja menyelesaikan pekerjaannya saat jam menunjukkan pukul 9 malam.


Semenjak hubungannya dengan Vina berakhir, Devan memilih menyibukkan diri dengan berbagai pekerjaan agar pikirannya tidak terus tertuju pada Vina.


Tapi cara itu tidak selamanya berhasil. Buktinya saat ini Devan tengah duduk sambil melihat layar ponselnya yang menunjukkan foto wanita itu.


Tangannya mengusap lembut foto itu.


Argh, aku ingin melihatnya. Tapi aku takut tidak sanggup melihat tatapan bencinya padaku. Batin Devan sedih.


Tiba-tiba saja Devan berdiri lalu menyambar kunci dan tas kerja yang tadi ia letakkan di atas meja. Suasana saat itu sudah sepi, hanya Devan dan security yang menjaga kantor itu.

__ADS_1


Viko sudah lebih dulu pulang atas perintah Devan. Lagipula Viko tidak perlu menemaninya hingga larut karna itu sudah lewat jam kerja.


“Pak Devan.” Sapa security itu saat melihat Devan turun dari lantai atas.


Devan hanya mengangguk lalu pergi menghampiri mobilnya. Tidak lama mobil itu melaju kencang meninggalkan kantor.


Entah kemana tujuan Devan kali ini.


***


Devan menghentikan mobilnya agak jauh dari sebuah rumah. Matanya terus memandang kearah rumah itu, berharap orang yang ingin ia lihat keluar menampakkan wajahnya walau hanya sebentar.


Sudah hampir setengah jam Devan menunggu tapi orang yang ia tunggu-tunggu tidak keluar juga.


“Apa Vina sudah tidur ya?” Gumam Devan bertanya-tanya.


“Tolong keluarlah sebentar, aku ingin melihatmu.” Lanjut Devan berharap.


Beberapa menit berlalu tapi tidak ada tanda-tanda orang akan keluar dari tempat itu.


“Vina pasti sudah tidur.” Tebak Devan.


Dengan perasaan kecewa Devan menjalankan mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.


***


“Dari mana kamu Devan? Kenapa beberapa hari ini kamu sering sekali pulang larut? Apa kamu pergi menemui wanita itu?” Tanya Santi beruntun tepat saat Devan masuk ke dalam rumah.


Devan berdecak kesal, dia baru saja sampai dan mamanya sudah menyambutnya dengan berbagai pertanyaan.


“Devan baru pulang kerja ma.” Jawab Devan berusaha tenang.


“Kerja sampai malam begini?” Hardik Santi.


“Kamu pasti menemui perempuan itu. Ingat, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Tiara!” Sambung Santi.


“Devan tidak menemui Vina, ma. Kami sudah putus.” Balas Devan dengan wajah frustasinya menghadapi Santi.


“Bagus. Memang seharusnya itu yang kamu lakukan dari dulu.” Sahut Santi.


“Devan capek mau istirahat.” Balas Devan lalu pergi menuju kamarnya.


Sementara Santi, wanita itu menutup pintu rumah yang belum sempat Devan tutup tadi lalu pergi menyusul suaminya ke kamar.

__ADS_1


❤️


Jangan lupa like, komen dan vote😊 Mohon dukungannya ya agar author semakin semangat🙏


__ADS_2