Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Bonchap-3


__ADS_3

Maldives.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya pasangan suami istri itu sampai di salah satu resort yang telah mereka booking jauh-jauh hari.


Devan menarik koper mereka masuk ke dalam kamar, sementara Vina berjalan menyusuri area kamar itu. Matanya terpukau dengan seisi kamar itu.


Sangat indah. Batinnya.


Vina kembali berjalan, kakinya melangkah ke salah satu pintu yang menghubungkan langsung dengan lautan. Diluar juga tersedia dua tempat untuk bersantai sambil menikmati indahnya lautan, ada juga tangga yang langsung terhubung ke bawah jika ingin berenang.


Vina semakin terpukau melihat keindahan itu.


“Kamu suka?” Tiba-tiba Devan datang dan memeluknya dari belakang.


“Sangat.” Sahut Vina dengan kepala menyandar di dada Devan.


“Terima kasih.” Sambung Vina.


“Hanya terima kasih?” Tanya Devan mulai menggoda istrinya.


“Lalu?” Vina balik bertanya, wanita itu tidak mengerti dengan maksud sang suami.


Devan mendekatkan wajahnya tepat di telinga Vina sambil berbisik “Aku menunggu service yang baik dari istriku nanti malam.” Devan mengucapkan itu dengan nada sensualnya dan itu membuat bulu kuduk Vina berdiri, wanita itu merinding mendengar ucapan suaminya tadi.


Vina refleks mencubit tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


“Aww, kenapa dicubit? Sakit sayang.” Devan mengaduh kesakitan.


“Siapa suruh mesum.” Cibir Vina.


Devan melepas pelukannya, tangannya lalu mengelus-elus tangannya yang tadi di cubit oleh Vina. Vina juga berbalik memperhatikan suaminya setelah Devan tadi melepas pelukannya, Vina pikir Devan marah.


Seketika Vina merasa bersalah melihat tangan Devan yang memerah karna ulahnya.


“Maaf.” Sesal wanita itu.


Devan yang melihat itu tersenyum licik, laki-laki itu akan menggunakan kesempatan ini untuk mengelabuhi istrinya.


Sebenarnya cubitan itu tidak ada apa-apanya, hanya sedikit perih dan memerah karna memang kulitnya putih jadilah pasti akan terlihat.

__ADS_1


“Sakit tau.” Ucap Devan dengan wajah bersungut-sungut.


“Sini aku lihat.” Wanita itu langsung meraih tangan Devan dan mengelus-elusnya dengan sesekali ditiup.


Konyol sekali tingkah wanita itu.


Devan tersenyum geli melihat tingkah istrinya tapi disisi lain laki-laki itu menikmati apa yang istrinya lakukan.


***


Vina dan Devan menghabiskan waktunya hanya di dalam kamar, selain karna lelah di perjalanan mereka juga ingin mengumpulkan tenaga untuk besok seharian penuh menikmati destinasi yang tersedia di resort itu.


Setelah membersihkan tubuhnya, Vina keluar dengan jubah mandi dan handuk kecil yang berada di kepalanya.


Sementara Devan, laki-laki itu tengah berbaring di atas tempat tidur setelah tadi sudah lebih dulu membersihkan tubuhnya.


Mereka sedang menunggu makan malam yang akan di antarkan oleh pihak resort.


Vina duduk di depan meja rias sambil tangannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Beberapa menit kemudian, pintu kamar mereka di ketuk dari luar.


“Devan, sepertinya itu pihak resort yang datang mengantarkan makanan kita.” Ucap Vina pada suaminya yang sedang berbaring disana.


Devan lantas beranjak dari tempatnya lalu membuka pintu kamar, tidak lama laki-laki itu kembali dengan trolly berisi makanan bersamanya.


“Ayo makan.” Ajak Devan.


Vina pun berdiri menyusul suaminya masih dengan jubah mandinya, perutnya sudah sangat lapar ingin diisi.


Pasangan suami istri itu mulai menikmati makan malam mereka dengan sesekali terlibat obrolan kecil di antara mereka.


***


Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Vina mulai membereskan piring-piring yang tadi mereka gunakan kembali ke trolly untuk di tinggalkan di depan kamar mereka yang nanti akan diambil oleh pelayan resort.


Devan keluar meninggalkan trolly itu di depan pintu kamar mereka, saat kembali laki-laki itu melihat Vina yang sedang membongkar koper mereka untuk mengambil pakaiannya.


Tidak ingin membuang waktu lagi, cepat-cepat Devan berjalan kearah istrinya dan langsung memeluknya.

__ADS_1


Laki-laki itu meraih pakaian yang tadi di ambil Vina dan melemparnya kembali ke kper.


“Devan.” Seru Vina kesal karna Devan membuang pakaiannya.


“Apa?” Tanya Devan tanpa rasa bersalah.


“Kenapa dibuang?” Vina balik bertanya.


“Kamu belum membutuhkan itu, percuma jika digunakan. Nanti juga dilepas lagi, jadi mending satu kali biar aku juga tidak perlu capek-capek harus membukanya.” Jawab Devan dengan senyum penuh arti d iwajahnya.


Sedetik kemudian, Vina hanya pasrah Devan mengangkatnya keatas tempat tidur. Wanita itu tau apa yang suaminya ingin lakukan.


Devan begitu bersemangat malam itu, akhirnya penantiannya akhirnya terbayarkan juga. Tidak sia-sia ia mengajak istrinya liburan dengan begitu tidak akan ada yang bisa menganggu mereka.


Devan sudah berada diatas tubuh istrinya, laki-laki itu mengurung Vina di bawah kungkungannya. Tangannya juga mengelus lembut wajah istrinya.


Dejavu.


Posisi ini mengingatkan mereka berdua dengan kejadian lampau yang terjadi di apartemen, kejadian yang tidak akan pernah mereka lupakan.


Devan perlahan menyingkap kimono yang melekat di tubuh istrinya, wajahnya ia benamkan disana dengan ciuman-ciuman kecil yang ia lakukan, laki-laki itu mencoba meninggalkan jejak kepemilikannya disana. Itu suskses membuat Vina melenguh, merasakan aliran sengatan listrik di tubuhnya.


“Mmhhh..” Lenguhan yang keluar dari mulut wanita itu.


Mendengar Vina seperti itu semakin membuat gairah Devan bertambah. Laki-laki itu mulai melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya lalu menyingkirkan kimono yang tadi Vina gunakan. Semuanya di buang kesembarang tempat.


Devan melakukan penyatuan mereka, sesekali des*han terdengar disana.


Dua orang itu begitu menikmati kegiatan panas mereka hingga tengah malam baru Devan menghentikan permainan panas itu.


Vina sudah tidak tahan lagi, tenaganya terkuras habis meladeni permainan Devan.


Tidak berapa lama, wanita itu tertidur dengan keadaan tanpa sehelai benang pun. Devan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua, tangannya memeluk Vina erat.


Malam itu Devan begitu bahagia hingga laki-laki itu tertidur dengan senyum dibibirnya.


❤️❤️❤️


Vote yang banyak ya🤗

__ADS_1


Like, like, like.


Komen, komen, komen.


__ADS_2