
5 Tahun kemudian.
Gedung BS Corp.
Devan sedang duduk sambil memperhatikan sebuah pigura besar yang ia pajang dalam ruangannya. Foto Vina yang ia cetak dengan ukuran besar.
Ada juga foto kecil dirinya dan Vina yang ia taruh di atas meja kerjanya.
Saking rindunya Devan pada wanita itu sampai-sampai semua foto Vina ia pajang dalam ruangannya agar sewaktu-waktu saat Devan lelah dan rindu pada wanita itu, Devan bisa melihatnya.
“Kamu dimana? Ini sudah lama tapi sampai sekarang aku tidak bisa melupakanmu.” Lirih Devan sambil memperhatikan foto Vina.
Tok..Tok..Tok.
“Masuk.” Ucap Devan mempersilahkan orang itu masuk.
Tidak lama Viko masuk.
“Ada apa?” Tanya Devan pada Viko.
“Emm.. itu pak.” Ragu Viko.
Devan menyipitkan matanya menunggu apa yang ingin Viko sampaikan.
“Itu pak, ada nyonya Tiara di depan.” Lanjut Viko.
Devan mengerutkan dahinya “Untuk apa dia kesini?” Tanya Devan tidak suka.
“Tidak tau pak.” Jawab Viko apa adanya.
“Biarkan dia masuk. Aku ingin tau apa yang ingin dia lakukan setelah lama tidak bertemu.” Balas Devan memberi perintah.
Viko pun keluar untuk menemui Tiara.
“Nyonya, silahkan masuk.” Ucap Viko pada Tiara yang sedang berdiri agak jauh dari pintu ruangan Devan.
Tanpa banyak bicara Tiara pun berjalan masuk dengan angkuhnya.
“Apa kabar mantan suamiku.” Sapa Tiara pada laki-laki yang sedang duduk membelakanginya dengan sengaja menekan kata 'suamiku'.
Devan berbalik lalu melirik sinis pada wanita itu.
“Untuk apa kau kemari?” Sarkas Devan.
“4 tahun tidak bertemu, apa ini sambutan yang aku dapat.” Balas Tiara sambil tersenyum mengejek.
“Kau memang tidak di sambut sejak awal.” Sinis laki-laki itu.
Tiara hanya tersenyum miris mendengar ucapan Devan. Matanya lalu mengarah pada pigura besar yang menampilkan foto wanita yang dari dulu sangat tidak di sukainya.
__ADS_1
“Heh, sebegitu cintanya kamu sama wanita itu. Wanita yang dulu pernah bekerja sebagai bawahan ku.” Ejek Tiara.
“Diam kau! Lebih baik sekarang kau keluar dari ruangan ini.” Ucap Devan mengusir wanita yang selalu memancing amarahnya itu.
“Santai Devan. Lagipula aku kesini hanya untuk melihat keadaan mantan suamiku, apakah baik atau buruk setelah berpisah dariku.” Balas Tiara dengan wajah menyebalkan menurut Devan.
“Aku baik-baik saja, bahkan lebih baik setelah kau pergi dari kehidupan ku.” Ujar Devan bangga.
“Brengs*k.” Maki Tiara pelan setelah mendengar ucapan Devan tadi. Berarti Devan menganggap selama mereka masih bersama hidup laki-laki itu tidak baik.
Kurang ajar. Batin Tiara kesal.
“Lama berpisah tapi sampai sekarang aku tidak tau apa bagusnya wanita miskin seperti Vina itu. Derajatnya bahkan jauh dari kita, tapi kamu seperti tergila-gila padanya. Apa jangan-jangan wanita itu menggunakan pelet untuk mengikatmu.” Ucap Tiara dengan nada mengejek.
Rasa sakit hatinya sampai sekarang belum hilang, rasa sakit saat Devan menceraikannya hanya gara-gara Tiara lancang mengambil ponsel Devan hanya untuk melihat foto wanita yang ternyata adalah Vina si bawahannya.
Karna emosi saat itu Tiara sampai memaki-maki bahkan menjelek-jelekkan Vina di depan Devan.
Tiara tidak terima selama menjadi istri Devan, laki-laki itu memperlakukan dirinya seperti orang asing. Devan bahkan tidak pernah menyentuhnya sebagai istri, mereka berbicara saja jarang.
Seiring berjalannya waktu, Tiara mulai tau kalau Devan melakukan itu karna tidak bisa melupakan mantan kekasihnya yang masih sangat ia cintai sampai sekarang.
Karna penasaran siapa wanita yang Devan cintai itu, diam-diam Tiara dengan lancangnya membuka ponsel Devan.
***
Flashback On.
Kebetulan saat itu pintu tidak di kunci dan ponsel Devan taruh di atas nakas.
Tiara dengan cepat meraih ponsel Devan dan langsung membukanya. Ponselnya memang tidak bisa Tiara buka karna Devan memakai kode kunci tapi wallpaper layarnya saja sudah jelas menampilkan foto wanita itu.
Tiara menutup mulutnya tidak percaya melihat foto wanita itu.
“Jadi..jadi mantan kekasih Devan itu adalah Vina.” Gumam Tiara tidak percaya.
Saat Tiara masih diam dalam keterkejutannya, tiba-tiba suara bariton seorang pria mengagetkannya.
“Apa yang kau lakukan di kamar ku sial*an.” Ucap Devan dengan setengah berteriak.
Melihat Tiara memegang ponselnya lantas Devan langsung menarik kasar ponselnya dari genggaman Tiara.
“Kurang ajar, apa kau tidak tau namanya sopan santun!” Hardik Devan semakin kesal melihat Tiara yang dengan lancang masuk ke kamarnya bahkan memegang ponselnya.
Tiara yang saat itu juga sudah di penuhi emosi pun membalas berteriak pada laki-laki itu.
“Apa! Aku ini istrimu tapi tega-teganya kamu menyimpan foto wanita lain yang ternyata adalah bawahan ku, wanita rendahan.” Teriak Tiara tak kalah emosi.
“Kaulah wanita rendahan itu.” Sahut Devan tidak terima.
__ADS_1
“Sial*an kau Vina!” Seru Tiara memaki-maki Vina.
“Apa yang kurang dari ku heh! Aku lebih baik darinya, Vina hanya wanita miskin yang tidak punya apa-apa.” Sambung Tiara.
“Diam! Sekali lagi kau berbicara menjelek-jelekan Vina, aku tidak akan segan-segan membuatmu menyesal.” Ancam Devan.
“Apa! Memang benar Vina hanya wanita rendahan dan miskin yang kerja di boutique ku sebagai bawahan.” Tiara tidak peduli dengan ancaman Devan, menurutnya itu hanya gertakan saja.
“Asal kau tau Tiara. Kalau bukan karna mama memaksa ku, apa kau pikir aku mau menikahimu? Sedari awal yang aku inginkan hanya Vina, dengar hanya Vina!”
“Karna mama sudah tidak ada, aku mau kita bercerai. Mulai detik ini kau bukan istriku lagi, besok akan ku urus surat perceraian kita. Dari awal memang ini hanya terpaksa.” Lanjut Devan.
Deg.
Tiara membulatkan matanya kaget mendengar Devan ingin menceraikannya.
“Aku tidak mau, sampai kapan pun aku tidak mau!” Tiara berteriak histeris tidak terima dengan ucapan Devan tadi.
“Terima atau tidak, aku tidak peduli. Yang aku inginkan adalah cerai darimu.” Balas Devan santai.
Sudah tidak ada lagi Santi yang akan memaksanya, jadi sekarang Devan bisa memutuskan sendiri jalan hidupnya. Untungnya dari awal sang papa mengerti dengan keadaannya.
Flashback Off.
***
“Keluar dari ruangan ku sekarang! Aku muak melihat wajahmu.” Usir Devan lagi enggan melihat Tiara di depannya.
Tiara seperti sengaja memancing emosi Devan, wanita itu sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
Karna kesal akhirnya Devan yang keluar meninggalkan Tiara sendiri dalam ruangannya.
Brak.
Bunyi pintu yang di banting keras oleh Devan.
Tiara hanya diam sambil memejamkan matanya menikmati bunyi pintu itu. Tiara kembali membuka matanya dengan senyum miring dibibirnya.
Kakinya tergerak menuju foto yang terpajang di meja kerja Devan, tangannya meraih foto itu.
Sorot matanya memancarkan kebencian yang mendalam melihat foto Vina dan Devan yang kelihatan sangat mesra.
“Aku pastikan kalian tidak akan pernah bahagia.”
“Kalau aku tidak bisa mendapatkan Devan, itu artinya wanita rendahan sepertimu juga tidak pantas bersama Devan.” Lanjut Tiara berbicara sambil memperhatikan foto Vina disana yang sedang tersenyum bahagia di samping Devan.
Tiara menaruh asal foto itu, kakinya melangkah keluar dengan angkuhnya dari ruangan Devan.
❤️
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen😘🤗 Bunga, kopi juga bisa😜