Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 19


__ADS_3

Devan sedang berbaring diatas kasur empuk besar miliknya. Posisinya terlentang menghadap ke atas, matanya terus memandang langit-langit kamar.


Bagaimana kabar Vina sekarang? Apakah baik-baik saja? Apa Vina sudah melupakan aku dan berpaling pada laki-laki lain?


Bagaimana kalau ternyata apa yang papa katakan benar?


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan kalau ternyata itu benar. Aku takut tidak sanggup menerima kenyataan itu.


Selama ini Devan selalu bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana kehidupan yang Vina jalani setelah mereka berpisah. Perasaan bersalah selalu datang menghantuinya.


Vina. Sebut Devan dalam hatinya.


Devan tenggelam dalam pikirannya yang terus tertuju pada Vina, wanita yang sampai saat ini masih sangat dicintainya.


Bayang-bayang masa lalu mereka saat masih bersama berkelebat dalam pikirannya.


Lelah dengan pikirannya, Devan pun memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi.


Besok pagi-pagi sekali Devan harus bangun untuk melakukan perjalanan bisnis meninjau lokasi bersama orang-orang yang terlibat dalam proyek renovasi pasar tersebut.


“Selamat malam Vina.” Gumam Devan dalam tidurnya.


***


Di tempat berbeda.


Seorang wanita sedang berdiri dengan tangan memegang gelas yang berisi wine. Matanya terus memandang pada keindahan malam kota dari atas apartemennya.


Bunyi dering ponsel mengalihkan perhatiannya.


“Bagaimana?” Tanya wanita itu pada si penelpon.


“Maaf nona, sampai sekarang kami belum menemukan posisi orang itu. Kami juga sudah memantau pergerakan tuan Devan tapi tidak ada tanda-tanda tuan Devan menemui orang itu.” Lapor si penelpon.


“Aku tidak mau tau pokoknya kalian harus menemukan orang itu lebih dulu sebelum Devan menemukannya.” Seru wanita itu.


“Baik nona, kami akan berusaha.” Sahut si penelpon tadi.


Klik.


Wanita itu langsung mematikan sambungan telpon itu.


“Dasar tidak berguna. Mencari satu orang saja sampai tidak becus seperti ini.” Kesal wanita itu.


Aku pasti akan membalaskan rasa sakit ini pada kalian. Ucap wanita itu dalam hati.

__ADS_1


Wanita itu adalah Tiara, mantan istri Devan juga mantan boss Vina.


Sungguh lucu, takdir berputar di sekitar mereka.


Mereka seperti berkaitan satu sama lain.


Tiara baru saja kembali ke tanah air. Karna depresi di ceraikan oleh Devan, wanita itu pun memutuskan keluar negeri untuk menenangkan diri.


Saat Tiara baru saja tiba di tanah air, ia langsung menyuruh orang yang menjemputnya untuk mengantarnya ke perusahaan Devan.


Ia terlalu penasaran dengan hidup laki-laki itu, Tiara berharap saat ia sampai di sana yang ia lihat adalah penampakan Devan yang kacau karna perpisahan mereka.


Tapi kenyataan tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Sampai di sana justru membuat emosi dan rasa benci Tiara semakin besar karna melihat foto-foto Vina yang terpajang di ruangan Devan.


Karna rasa benci dan sakit hatinya sampai-sampai Tiara mengutus beberapa orang untuk mencari Vina, wanita yang sangat di bencinya.


Wanita yang menurut Tiara telah menghancurkan pernikahannya dengan Devan.


“Aku harus menemukanmu lebih dulu. Saat aku sudah menemukanmu, aku akan melenyapkanmu. Dengan begitu Devan akan merasakan rasa sakit yang selama ini aku rasakan, rasa sakit kehilangan seseorang yang kita sukai.”


“Hahahaha, kalau aku tidak bisa bersama Devan itu artinya kau juga tidak boleh bersamanya.” Ucap Tiara dengan tawa yang terdengar sangat menyeramkan di telinga.


***


Ia melangkah ke dapur.


Sesampainya di sana, Vina langsung meraih gelas dan menuangkan air ke dalamnya. Dalam satu tarikan napas, air habis di minumnya.


Vina duduk sejenak mengingat kembali pembicaraannya tadi bersama Naya.


“Hhhhh, maafkan bunda sayang. Gara-gara kesalahan yang bunda dan ayahmu lakukan sampai kamu harus ikut merasakan ini." Gumam Vina sedih.


Vina kembali teringat akan pembicaraannya sebelum tidur tadi bersama Naya.


Gadis kecil itu bercerita bahwa tadi di sekolah mereka di suruh menggambar sekaligus memberi nama pada setiap gambar anggota keluarga mereka.


Naya melakukan apa yang di suruh, gadis itu menggambar seorang wanita yang sedang menggandeng tangan gadis kecil di sampingnya.


Disebelah mereka ada sosok laki-laki yang di gambar Naya, yang di beri nama kakek oleh Naya.


Tidak adanya sosok ayah dalam gambar Naya menjadi pertanyaan teman-temannya.


Tak sedikit yang mengejeknya dan mengatakan bahwa Naya tidak memiliki ayah.


Itu membuat Vina sedih.

__ADS_1


"Kamu punya ayah sayang. Hanya saja ayahmu tidak tau kalau kamu hadir di dunia ini. maafkan bunda."


"Entah bagaimana reaksi ayahmu nanti kalau tau kamu ada. Apakah ia senang atau justru sebaliknya?"


"Bunda takut ayahmu tidak menerima kehadiranmu karna sudah memiliki keluarga lain."


Vina merasa miris dengan kehidupannya. Semua ini terjadi karna kebodohannya.


Di saat Vina sedang melamun memikirkan masa lalunya dan Naya tadi tiba-tiba Adi datang menghampirinya.


"Kamu belum tidur?" Tanya Adi sambil mendudukkan dirinya di samping Vina.


"Hah, eh belum ayah." Jawab Vina kaget dengan kedatangan Adi.


"Kenapa? Apa ada masalah yang menganggu pikiranmu?" Tanya Adi lagi.


"Tidak ada ayah. Vina hanya sedang lelah saja." Elak wanita itu tidak mau menambah beban pikiran pada ayahnya.


Cukup sudah ayahnya menanggung malu dan cibiran para tetangga dulu.


"Ayah sendiri kenapa belum tidur?" Vina balik bertanya, wanita itu sengaja mengalihkan topik.


"Ayah tadi mendengar ada pergerakan di belakang, karna ayah pikir kamu sudah tidur jadi ayah keluar untuk mengeceknya, takutnya itu pencuri." Jelas Adi.


"Ini sudah larut malam ayah, lebih baik sekarang kita tidur." Ujar Vina sambil beranjak dari tempatnya.


Adi pun juga ikut berdiri, mereka pun kembali ke kamar msing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.


Vina dengan pelan membuka pintu kamarnya.


Wanita itu berjalan ke sisi sebelah Naya lalu membaringkan tubuhnya.


"Selamat tidur malaikat kecilnya bunda." Ucap Vina sambil mengecup dahi Naya.


***


Sorry to sorry readers, tadi ada sedikit kesalahan teknis. Mungkin faktor author ngantuk karna ngetiknya tengah malam.


Ini pun author revisi ulang saat di bandara karna harus mengantarkan orangtua author.


Sekali lagi author minta maaf untuk ketidaknyamanan ini🙏


Tidak henti-hentinya author minta dukungan para readers semua lewat like, komen dan votenya🙏


Sedih aja gitu, yang baca udah ribuan author lihat tapi yang like cuma sedikit😞

__ADS_1


__ADS_2