
Satu minggu kemudian.
Keadaan Vina sudah lebih baik setelah beristirahat selama satu minggu lamanya, Devan melarang wanita itu melakukan aktivitas berat.
Malam itu Vina sibuk menyiapkan barang-barangnya bersama Devan yang akan mereka bawa besok.
Besok rencananya Devan dan Vina akan berangkat untuk acara honeymoon mereka yang tertunda.
Hanya berdua tanpa Naya.
Mereka tidak bisa membawa Naya lantaran gadis kecil itu harus sekolah meskipun sebenarnya Devan bisa mengurus surat izin untuk libur tapi Bayu dan Adi melarang dengan alasan agar Vina dan Devan bisa menikmati waktu mereka berdua disana.
Dan untuk Naya, gadis kecil itu sudah di beri pengertian oleh kakek, opa bahkan orang tuanya. Syukurnya gadis kecil itu mengerti.
Tujuan mereka besok adalah Maldives.
Vina menginginkan kota itu, ini merupakan impiannya sejak dulu. Dan sekarang impiannya itu bisa terwujud untuk mengunjungi kota itu.
Ya, siapa yang tidak tau tentang Maldives? Kota ini terkenal dengan keindahan pantai yang cantik dengan resort yang mewah.
Maldives kerap kali menjadi tempat orang-orang untuk menghabiskan waktu libur mereka disana. Sama halnya dengan pasangan suami istri itu.
***
Devan berjalan masuk ke kamarnya setelah tadi menemani anaknya sampai tertidur. Laki-laki itu mengernyitkan dahinya melihat istrinya masih sibuk dengan koper dan beberapa barang yang berhamburan di sampingnya.
“Kenapa belum tidur?” Tanya laki-laki itu.
“Sebentar lagi.” Sahut Vina yang masih sibuk memilih-milih barang yang sekiranya akan sangat berguna di sana.
“Ini sudah tengah malam, tidurlah. Besok pagi-pagi sekali kita sudah harus pergi ke bandara.” Balas Devan.
__ADS_1
Laki-laki itu sudah berdiri di samping istrinya memperhatikan apa saja yang Vina lakukan.
Vina cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum Devan berubah menjadi wanita cerewet yang mengoceh tentang kesehatannya.
Setelah mengunci semua koper, wanita itupun perlahan berdiri dari tempatnya. Devan langsung meraih tangan wanita itu dan hendak membawanya naik ke tempat tidur.
“Ayo tidur.” Ajak Devan sambil menarik Vina berjalan kearah tempat tidur mereka.
“Tunggu dulu, aku ingin ke kamar Naya sebentar.” Cegah wanita itu.
Pagi sekali mereka sudah harus pergi, jadi Vina akan meluangkan waktunya sebentar untuk mencium bahkan memeluk gadis kecilnya itu hingga Vina merasa cukup.
Devan pun melepaskan tangannya lalu merangkak naik ke tempat tidur.
“Cepat kembali.” Seru laki-laki itu. Devan tidak akan bisa tidur jika tidak ada Vina di sampingnya, laki-laki itu sudah terbiasa memeluk istrinya setiap malam saat akan tidur.
“Ya.” Sahut wanita itu.
Vina mendekat memperhatikan wajah putrinya yang sedang terlelap dalam tidurnya. Vina merangkak naik ke atas tempat tidur Naya lalu merebahkan tubuhnya pelan.
Wanita itu memeluk Naya sesekali wanita itu mencium pipi dan kepala anaknya. Dengan penuh kasih sayang wanita itu mengelus-elus kepala anaknya.
“Selamat tidur gadis kecilku yang cantik.” Gumam Vina.
Lama Vina menghabiskan waktunya di sebelah, sementara Devan sudah gelisah sejak tadi menunggu istrinya.
Matanya sudah sangat berat ingin tidur tapi laki-laki itu tidak bisa jika tidak memeluk istrinya.
“Kenapa lama sekali.” Gerutu Devan.
Laki-laki itu sudah berniat ingin ke sebelah mengecek istrinya, mana tau istrinya itu sudah terlelap disana dan lupa dengannya.
__ADS_1
Tepat saat Devan akan beranjak dari tempat tidur, pintu terbuka.
Vina masuk lalu menutup pintu kamar mereka, mematikan lampu lalu menyusul suaminya di atas tempat tidur.
“Aku pikir kamu tertidur di sebelah.” Tanya Devan saat Vina sudah berbaring di sampingnya.
Laki-laki itu langsung meraih Vina dalam dekapannya.
Nyamannya. Batin Devan.
“Tadinya memang begitu, tapi mengingat suamiku yang pasti tidak akan bisa tidur tanpa istrinya jadi aku kembali.” Ledek Vina pada Devan.
“Kamu meledekku? Memangnya kamu bisa tidur tanpa ku? Siapa coba yang pagi-pagi sudah berada di atas dadaku dengan tangan melingkar erat di tubuhku, hmmm.” Devan balik meledek istrinya.
Beberapa hari ini Devan memang selalu bangun lebih dulu dari Vina karna laki-laki itu harus bekerja, sementara Vina mungkin belum bisa menyesuaikan dirinya kembali setelah tertidur cukup lama ditambah Devan melarangnya bekerja jadi wanita itu menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur.
Setiap pagi Devan mendapati istrinya tertidur di atas dadanya dengan tangan melingkar di tubuhnya, kadang laki-laki itu harus ekstra pelan memindahkan tangan dan kepala wanita itu dari tubuhnya saat hendak ke kamar mandi.
Vina menenggelamkan kepalanya di dada suaminya, wanita itu bersembunyi karna malu.
“Hoamm, aku mengantuk. Ayo tidur, siapa coba yang tadi menyuruhku tidur lebih cepat.” Vina mengalihkan topik pembicaraan.
Devan tersenyum geli melihat tingkah istrinya “Dasar.” Cebik Devan.
Tangan laki-laki itu dengan posesif memeluk istrinya.
Perlahan nafas halus nan teratur terdengar, rupanya mereka sudah memasuki alam mimpi mereka masing-masing.
❤️
Vote yok.
__ADS_1
Like juga, eh komen juga dong harus😂😜