Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 27


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan, Devan dan pak Parto tiba di kota. Saat itu hari sudah petang.


Dalam perjalanan pun Devan hanya diam tak banyak bicara.


Mobil berhenti tepat di depan rumah Devan.


Dengan cepat laki-laki itu turun, rasanya tubuhnya sudah lelah ingin istirahat.


“Dimana papa?” Tanya Devan saat berpapasan dengan asisten rumah tangganya.


“Sepertinya tuan besar ada di dalam kamarnya.” Jawab ART itu.


“Baiklah.” Balas Devan sambil lanjut berjalan naik ke kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar Devan langsung menanggalkan pakaiannya dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


***


Bayu keluar dari kamar menuju meja makan karna saat itu sudah waktunya jam makan malam. Pria paruh baya itu belum tau kalau Devan sudah kembali.


“Tolong ambilkan saya makan.” Pintah Bayu pada ARTnya.


“Maaf tuan, apakah tidak menunggu tuan Devan dulu?” Tanya ART itu bingung.


“Devan sudah kembali?” Balik Bayu bertanya.


“Sudah tuan.”


“Panggil dia turun.” Titah Bayu.


Baru saja ART itu ingin pergi memanggil Devan, yang dibicarakan sudah muncul dengan wajah segar habis mandi.


“Malam.” Sapa Devan pada mereka.


“Kenapa tidak memberitahu kalau kamu akan pulang hari ini?” Tanya Bayu langsung.


“Devan lupa pah.” Jawab laki-laki itu santai.


“Dasar.”


Mereka pun makan malam bersama dengan sesekali membicarakan masalah perusahaan.


***


Setelah makan malam selesai, Bayu pun pamit untuk kembali ke kamarnya. Tubuhnya yang sudah tidak sekuat dulu membuatnya lebih cepat lelah dan lebih banyak membutuhkan istirahat.


Sementara Devan memilih kembali ke ruang kerjanya untuk mengecek informasi perusahaannya yang beberapa hari lalu ia tinggalkan.


“Hahh, bagaimana caranya agar Vina mau kembali lagi.” Gumam Devan dengan tangan memijit kepalanya yang pusing.


“Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan.”


“Ada cara gampang untuk membuat Vina kembali, aku bisa saja mengancamnya dengan mengatakan bahwa aku akan merebut Naya darinya. Tapi apa aku sanggup untuk menyakitinya lagi dengan cara seperti itu?”

__ADS_1


“Tidak, aku tidak boleh melakukan itu. Cara seperti itu bisa membuat Vina semakin jauh dariku, syukur syukur Vina masih memberiku izin untuk menemui Naya kapan pun aku mau setelah apa yang telah ku lakukan padanya.” Devan bingung harus bagaimana lagi memohon agar wanita itu mau kembali padanya dan memulai kehidupan baru seperti yang dulu mereka impikan.


***


Tok..Tok..Tok


Devan mengetuk pintu sejenak lalu menekan ganggang pintu hingga membuat pintu kamar itu terbuka.


Disana Bayu sedang berbaring dengan mata mengarah pada televisi yang sedang menyiarkan berita pada saat itu.


“Pah.”


“Ada apa?” Tanya Bayu.


“Ada yang ingin Devan katakan.” Ucap laki-laki itu sambil berjalan menghampiri Bayu yang di ranjangnya.


“Apa yang ingin kamu katakan?”


“Aku sudah menemukan Vina pah, bahkan aku menemukan satu anggota baru di keluarga kita.” Lirih Devan berbicara.


“Sungguh kamu sudah menemukannya? Lalu apa maksudnya dengan anggota baru?” Tanya Bayu senang sekaligus bingung.


Laki-laki paruh baya itu senang karna Devan sudah menemukan belahan jiwanya, dengan begitu anaknya ini tidak perlu lagi bersedih. Sementara yang membuatnya bingung karna anaknya ini mengatakan bahwa ia menemukan anggota baru keluarga mereka.


Siapa anggota baru keluarga kita, perasaan tidak ada anggota keluarga kita yang hilang selama ini. Ucap Bayu dalam hatinya.


“Vina hamil saat kami berpisah. Dan Devan baru tau semua kebenaran itu kemarin.” Laki-laki itu berucap dengan pandangan ke bawah tidak berani menatap mata sang papa.


“Ya, Devan memang bodoh pah.” Sahut laki-laki itu membenarkan ucapan sang papa.


Menurutnya memang benar ia bodoh karna tidak mengetahui hal ini lebih dulu, seandainya ia tau lebih awal kejadiannya tidak akan seperti ini.


“Tunggu, apa kamu yakin itu anakmu? Bisa saja Vina saat itu juga sudah menikah dengan orang lain dan memiliki anak.” Tanya Bayu bimbang.


“Yakin pah. Devan yakin seratus persen itu anak Devan, Vina juga awalnya berbohong dengan mengatakan kalau dia sudah menikah dan itu anaknya bersama suaminya. Tapi setelah Devan mendengar sendiri dari warga setempat yang menjadi tetangga Vina, Devan jadi yakin kalau itu anak Devan.” Jelas Devan begitu yakin.


“Lalu dimana mereka? Kenapa kamu tidak membawa mereka kemari?” Tanya Bayu semakin geram dengan kebodohan sang anak.


“Masalahnya Vina tidak mau pah. Devan bahkan sudah memohon tapi Vina tetap menolak dan lagi Devan juga tidak bisa memaksa, bagaimana pun juga Devan yang salah saat itu karna memutuskan hubungan kami begitu saja.” Devan berbicara dengan mata berkaca-kaca ingin menangis.


“Aku tau saat itu Vina pasti kecewa, mungkin saja karna hal itu sampai Vina merahasiakan kehamilannya dariku.” Lanjut Devan menjelaskan.


Wajah Devan begitu kelihatan sangat frustasi dan putus asa.


Sementara Bayu juga tidak tau harus berbuat apa, mau menyalahkan Devan maupun Vina juga tidak bisa karna semua pokok masalahnya saat itu adalah istrinya sendiri yang menentang keras hubungan mereka.


“Lalu bagaimana? Apa kamu akan diam saja dan membiarkan mereka hidup pas-pasan disana, sedangkan kita disini enak-enakan. Bagaimana pun juga dia adalah darah dagingmu, itu artinya anak itu juga memiliki hak untuk semua yang kita miliki.”


“Devan tau pah. Tidak mungkin Devan akan membiarkan mereka kesusahan disana, Devan akan mencari cara agar Vina mau kembali bersama ku dengan begitu Naya akan memiliki keluarga yang lengkap dan utuh.” Seru Devan bertekad untuk membuat Vina kembali.


Bukan dengan paksaan, tapi dengan usaha dan perjuangan.


“Naya? Apa anak itu namanya Naya?” Tanya Bayu.

__ADS_1


“Iya pah, namanya Vinaya.”


“Papa ingin melihatnya.” Pintah Bayu.


Devan langsung mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu mengotak-atik ponselnya.


Bayu pikir Devan akan menunjukkan foto Naya, tapi siapa sangka ternyata anaknya itu menelfon kesana via video call.


“Ayah.” Suara nyaring gadis kecil dari seberang sana memenuhi kamar itu.


Air mata langsung jatuh begitu saja tanpa diminta-minta.


“Pah, apa aku salah dengar? Dia memanggilku ayah, anakku memanggilku ayah.” Devan berucap dengan bibir bergetar.


Ada sensasi lain yang menggetarkan hatinya saat mendengar Naya memanggilnya ayah. Bagi orang lain itu pasti hal sederhana dan biasa, tapi bagi Devan itu hal luar biasa dalam hidupnya.


Terakhir Devan dan Naya bertemu pagi tadi, anak itu masih kaku bahkan enggan memanggilnya ayah karna saat itu Naya belum tau dan belum mengerti. Tapi malam ini, anak itu sendiri yang memanggilnya dengan sebutan ayah.


“Iya sayang.” Sapa Devan pada gadis kecil itu.


Jangan lupakan air matanya yang tetap mengalir tak bisa berhenti.


Bayu ikut terharu melihat anaknya, sangat jarang bisa melihat Devan mengeluarkan air matanya di depan orang lain.


Terakhir Bayu melihat air mata Devan saat di rumah sakit, tepat saat Santi terbujur kaku di atas brankar rumah sakit.


“Kenapa ayah menangis?” Gadis polos itu bertanya.


“Tidak, ayah hanya sedang bahagia.” Elak Devan dengan tangan menggelap kasar air matanya.


“Naya sayang, ada yang ingin bicara denganmu.” Sambung Devan.


“Siapa?”


“Hallo Naya, cucuku. Ini opa sayang.” Tiba-tiba layar sudah berubah menampilkan wajah Bayu disana.


“Opa? Opa itu apa bunda?” Bingung Naya bertanya pada orang yang ada di sebelahnya.


Ternyata Vina ada di sebelahnya. Aku ingin sekali melihatnya. Batin Devan berbicara.


Tadinya Devan pikir karna Vina tidak ingin berbicara dan melihatnya makanya saat tau Devan yang menelpon Vina langsung menyerahkan ponsel itu pada Naya. Tapi pikirannya salah, ternyata wanita itu duduk di sebelah dan mendengar apa yang mereka bicarakan.


“Opa itu sama dengan kakek sayang. Dia juga kakeknya Naya, beliau itu papanya ayah kamu.” Terdengar suara Vina dari seberang sana saat menjelaskan.


Suaranya begitu lembut menyejukkan hati.


“Ohhh, hallo opa.” Balas Naya menyapa.


Kakek dan cucu itu berbicara banyak hal, sementara dua orang yang berada di sana hanya memperhatikan dari samping dengan senyum di bibir mereka seperti tidak percaya anak mereka di terima dengan baik oleh keluarga masing-masing.


❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak ya😊 Lagi-lagi author minta maaf karna tidak bisa up banyak kayak dulu🙏

__ADS_1


__ADS_2