Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 32


__ADS_3

Tiara sedang duduk di meja kerjanya dengan ponsel di telinganya, wajahnya begitu serius mendengarkan penuturan orang yang menghubunginya dari sebelah sana.


“Apa! Devan sudah menemukan wanita itu?” Kaget Tiara saat mendengarkan informasi dari orang suruhannya.


“Iya nyonya, mereka bertemu saat tuan Devan mendapatkan proyek di salah satu desa terpencil.” Lapor orang itu.


“Menurut informasi yang saya dapatkan dari karyawan kantornya, mereka bilang tuan Devan mengambil cuti untuk sebulan dan perusahaan sementara di urus oleh sekertarisnya, Viko.” Lanjut orang itu melaporkan informasi yang telah di kumpulkannya.


“Lalu kemana dia? Apa Devan ke desa itu untuk bertemu wanita rendahan itu?” Tebak Tiara.


“Iya nyonya. Kami bahkan menyusul ke desa ini untuk menyelidiki kebenarannya dan ternyata memang benar tuan Devan berada di desa ini bahkan tuan Devan terlihat beberapa kali mendatangi rumah wanita itu. Dan …”


“Dan apa?” Tanya Tiara penasaran.


“Mereka ternyata sudah memiliki anak nyonya, umurnya sekitar 5 tahun.” Jawab orang itu.


“Apa!” Syok Tiara mendengar berita mengejutkan ini.


Kurang ajar, pantas saja Devan selama ini tidak mau menyentuh ku. Apa karna wanita itu, cih ternyata dugaan ku selama ini benar kalau Vina hanyalah wanita rend*han yang menyerahkan tubuhnya pada laki-laki. Menjijikan!


Tiara memaki Vina dalam hatinya, wanita itu semakin membenci Vina dan keinginan untuk menghancurkan mereka semakin besar.


Akan ku pastikan kalian tidak akan pernah bahagia. Ucap Tiara dalam hati.


“Terus pantau dan laporkan apa yang mereka lakukan.” Perintah Tiara.


“Baik nyonya.” Sahut orang itu.


Tiara langsung mematikan sambungan telpon, setelah itu ia melempar ponselnya ke atas meja begitu saja saking kesalnya mendengar informasi tadi.


“Aku harus mulai dari mana untuk menghancurkan kalian? Baiklah, sepertinya mulai dari anak kalian adalah pilihan yang bagus.”


“Aku ingin kalian merasakan bagaimana rasanya kehilangan, seperti aku yang harus kehilangan Devan karna wanita rendahan sepertimu Vina.” Kata Tiara dengan senyum yang begitu kelihatan sangat menyeramkan.


Berbagai rencana jahat mulai bermunculan dalam pikirannya.


***


Devan seharian full bersama Naya menemani anak itu kemana pun ia mau. Devan menganggap itu sebagai pengganti waktu yang dulu ia lewatkan sejak anak ini hadir di dunia tanpa sosok dirinya di samping mereka.


Sepulang sekolah terlebih dulu Devan menjalankan mobilnya menuju penginapan tempat mereka tinggal untuk menjemput Bayu dan Parto disana.


Dalam perjalanan menuju penginapan.


“Kita mau kemana ayah?” Tanya Naya yang sedang di samping Devan.


“Kita mau jemput opa dulu di penginapan.” Jawab Devan sambil matanya terus tertuju ke depan.

__ADS_1


“Penginapan itu apa ayah?” Gadis itu bertanya karna memang ia baru pertama kali mendengar kata itu.


“Penginapan itu sama dengan rumah sementara, jadi ayah dan opa akan tinggal sementara waktu disana.” Jelas Devan.


“Orangtua teman-teman ku semuanya tinggal bersama, tapi kenapa ayah dan bunda tinggal di tempat terpisah?” Polos gadis kecil itu bertanya.


Deg.


Devan merasa tertampar dengan pertanyaan malaikat kecilnya ini.


Dengan menghela napas pelan “Ini hanya sementara sayang, ayah janji kita akan tinggal bersama. Beri ayah waktu oke.” Pintah Devan.


Naya yang masih belum mengerti arti dari perkataan ayahnya hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


Tanpa terasa mobil telah berhenti di depan penginapan.


Ayah dan anak itu keluar dari mobil, mereka berjalan berdampingan menuju kamar tempat Bayu dan Parto berada.


Tok..Tok..Tok


Devan mengetuk pintu beberapa kali.


Ceklek.


Pintu di buka oleh Parto.


Devan hanya mengangguk sebagai balasan sementara Naya balik menyapa “Hai paman.”


Mereka pun masuk ke dalam kamar, disana Bayu sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


“Kakek.” Teriak Naya menyapa Bayu yang begitu serius melihat ponselnya.


Bayu kaget mendengar suara cucunya dalam kamar itu, tadinya ia pikir orang yang mengetuk pintu adalah salah satu petugas penginapan yang ada disana.


“Hai cucu opa yang cantik.” Bayu balik menyapa.


“Pah, ayo siap-siap kita akan makan siang di warung milik Vina.” Ucap Devan menimpali obrolan cucu dan kakek itu.


“Bocah kurang ajar, bisa-bisanya kau pergi meninggalkan kami disini.” Cibir Bayu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Devan.


“Ayolah pah, namanya juga Devan sedang berjuang.” Celetuk laki-laki itu membela dirinya.


“Ada apa opa, ayah?” Tanya Naya di tengah-tengah perdebatan mereka.


“Tidak ada apa-apa sayang.” Jawab Bayu sambil beranjak dari tempatnya untuk bersiap-siap sesuai apa yang Devan katakan tadi.


Sambil menunggu Bayu, Devan mendudukkan dirinya di samping Naya yang sedang fokus dengan iPad miliknya.

__ADS_1


Devan membantu Naya memainkan satu game dalam iPad itu.


***


“Yeay menang.” Teriak Naya bertepatan Bayu datang menghampiri mereka.


“Ayo.” Ucap Bayu.


Devan langsung menggendong Naya, mereka pun beranjak keluar menuju mobil.


Devan dan Bayu duduk di belakang sementara Parto sendirian di depan mengemudikan mobil.


“Kita mau kemana lagi ayah?” Tanya Naya yang sedang duduk di pangkuan Devan.


“Kita kerumah jemput kakek sekalian Naya ganti baju dulu.” Jawab Devan sambil tangan lelaki itu memainkan rambut gadis kecilnya.


“Baiklah.” Balas Naya.


Naya kembali fokus pada jalanan, gadis kecil itu ingin bermain dengan iPadnya tapi Devan melarang karna dengan alasan Naya sudah terlalu lama bermain dengan benda itu.


Beruntungnya Naya menuruti apa yang Devan katakan dan tidak membantah seperti anak-anak pada umumnya jika sudah menginginkan sesuatu.


“Bagaimana, apa ada kemajuan?” Tanya Bayu.


“Belum, tapi aku tidak akan menyerah.” Balas laki-laki itu tegas.


Devan sudah bertekad tidak akan menyerah sampai Vina mau menerimanya kembali. Apalagi laki-laki itu sudah berjanji pada Naya bahwa mereka akan tinggal bersama.


Tolong persatukan kami kembali Tuhan, luluhkan hati Vina agar mau menerima ku kembali meskipun aku tau kesalahan ku dulu sangat sulit untuk di maafkan tapi aku percaya Tuhan Maha membolak balikkan hati seseorang. Doa Devan dalam hatinya.


Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan Naya rasakan jika kami tidak bisa menjadi keluarga yang utuh. Aku mohon padamu Tuhan jangan patahkan harapan anak ini, sudah cukup penderitaan yang dia rasakan karna perbuatan kami.


Aku mohon satukanlah kami.


Entah sadar atau tidak Devan sudah mendekap erat Naya dalam pelukannya.


“Ayah, Naya tidak bisa bergerak.” Teriak gadis kecil itu memecah lamunan Devan.


“Oh astaga, maaf sayang. Ayah terlalu erat memelukmu.” Ucap Devan merasa bersalah.


“Devan, papa tau kau sangat menyanyangi anakmu tapi beri dia ruang untuk bergerak. Naya juga tidak akan lari darimu.” Ejek Bayu melihat sikap Devan seperti orang yang begitu takut barang miliknya di ambil.


Devan hanya diam tanpa meladeni ejekan sang papa.


❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca novel ini😊

__ADS_1


Mohon dukungannya readers❤️🤗


__ADS_2