Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
TETESAN AIR MATA


__ADS_3

Masi tidak percaya bahwa "Zhiya" telah menjadi istri sah seorang dokter nan tampan yaitu dokter "Aditya Prakhasya Nugraha".


"Zhiya" terus melihat foto-foto prawedding mereka dan tersenyum sampai-sampai tidak di sadarinya air matanya sudah jatuh membasahi telapak tangannya.


Tiba-tiba "Adit" yang melihat istrinya itu datang menghampiri "Zhiya" yang sedang melihat foto nikahnya di atas kasur dan "Adit" bertanya kepada "Zhiya"..... (Kenapa kamu menangis sayank)???... " Zhiya " langsung memegang tangan suaminya dan berkata.... ("Saya masi tidak percaya Mas")...!!!


"Adit" tersenyum dan mencium bibir "Zhiya" dengan lembut dan berkata ini adalah takdir dari yang maha kuasa sayang...!!


"Zhiya" yang mendengar perkataan suaminya tidak henti-hentinya menangis... Air mata kebahagian ini tidak bisa di bendungnya.


°°~ Apakah kamu sudah shiyap sayang??


°°~ Shiyap apa Mas..??


(tampak kebingungan) di wajahnya "Zhiya"


Hemmmm.... itu lo sayang, datang bulannya!!! (Ucap "adit" dengan suara pelan dan berbisik di telinganya "zhiya")


" Zhiya " yang tersipu malu disertai anggukan kecil, pertanda bahwa dia sudah selesai datang bulan... Karena pas malam pertama mereka hanya berbaring dan bercerita sampai-sampai mereka ketiduran dan "Zhiya" masi dalam keadaan tidak normal (Gejala datang bulan)....


Sudah Mas...!!!


Apakah bisa kita melakukannya sekarang??


\(**Ucap "Adit" dengan sangat lembut**\)


__ADS_1


Iya boleh, Silahkan...!!!


"Zhiya" tersenyum manis dan menatap suaminnya... Ketika itu "Zhiya" sudah menunggu dan jujur "Zhiya" sangat takut dan tampak nafasnya tersenggah-senggah tetapi dia hanya menahannya takut kalau suami dokter "Aditya" tahu kalau dia sangatlah gugup karena ini baru pertama kalinya dia mencoba.


Malam yang indah itu pun terjadi dengan suasa malam yang sangat merestui mereka berdua untuk memadu kasih.. "Adit" tahu bahwa "Zhiya" istrinya sangat takut karena ini hal baru yang akan mereka berdua rasakan.


"Adit" berkata kamu adalah wanita yang sangat aku cintai tidak akan pernah bisa cinta kita di rusak dalam segala hal sayang!!!


"Zhiya" yang mendengar perkataan itu tidak sengaja menjatuhkan AIR MATA nya dan "Adit" menghapusnya serta memberi kecupan di kening "Zhiya". Kita akan menjadi pasangan yang paling bahagia dan mempunyai banyak anak yang lucu seperti kamu serta yang tampan seperti Papanya.


Malam itu sudah berganti dengan pagi, seperti biasa "Zhiya" selalu bangun pagi untuk memasak makan buat sarapan "Adit"... Tapi kali ini berbeda karena " Zhiya " telah berada di rumah mama mertuanya yang bernama mama "Sarah". Mertuanya ini sangat tidak menyukai " Zhiya " karena baginya, "Zhiya" adalah gadis kampungan yang sekarang telah menjadi istri anaknya.


Ketika sedang menyiapkan makan di ruang meja makan, Mama nya "Adit" pura-pura menyuruh "Zhiya" menyiapkan teh susu untuk dirinya. Ketika "Zhiya" di dapur, Mama "Adit" pun beraksi kali ini dia menaruh sehelai rambut di masakannya "Zhiya".


Mampus lo... Saya akan membuat kamu tidak akan betah di rumah ini dan pastinya pernikahan kamu dan anak saya tidak akan bertahan lama...!!


Semuanya tampak sudah dimeja makan, seketika itu papanya "Adit" ingin mengambil gulai pakis buatan calon menantunya itu dan mamanya "Adit" tiba-tiba berdiri dan berkata iiishk joroknya...!! Ada rambut digulai itu Pa!!


Jangan dimakan,kita tidak tau rambut itu besih atau tidak di kepala yang membuat makanan ini..!! Coba kita liat-liat lagi apakah masi ada rambut di makanan yang lainnya.


(Ucap mama "Adit" yang sedang menatap "Zhiya" dengan wajah puasnya)


Kamu kalau masak liat-liat dong kebersihannya, masak ada rambut dimakanan dasar jorok ya kamu!!! Emang orang dari kampung itu jorok-jorok dan gadel pastinya


"Zhiya" hanya meminta maaf dan menangis dengan perkataan mama mertuanya itu...


"Adit" yang mendengar perkataan mamanya itu pun,sangat marah bahkan "Adit" juga membentak mamanya...!! Papa "Adit" terkejut meliat "Adit" bisa semarah itu kepada mamanya dan bahkan "Adit" membawa istrinya "Zhiya" dari tempat makan itu ke kamar mereka.

__ADS_1


Papa "Adit" juga sangat marah mendengar perkataan istrinya itu... Kenapa kamu seperti itu Ma?? Kamu buat selerah makan kami jadi hilang dan membuat suasa menjadi buruk di pagi ini.


Mama "Adit" sangat puas dengan ulahnya itu... "Awas kamu ya " Zhiya " tunggu aja permainan berikutnya.


(Mama "Adit" ketawa dan merasa puas dengan semuanya dan dia pun pergi shoping untuk merayakan kemenangannya itu).


"Zhiya" yang terus-menerus menangis membuat dokter "Adit" kebingunggan bagaimana cara untuk membujuk istrinya. "Adit berkata... (Please maafin mama ku ya sayang), Mama sangat keterlaluan kepada kamu...!! Saya akan berbicara kepada mama nanti untuk meminta maaf kepada kamu istri tercantik dan terbaik ku.


Kalau kamu nangis nanti cantiknya akan hilang lo dan takutnya kamu yang deluan dari pada aku sayang...!! Apakah kamu mau seperti itu!!


\(**Dokter "Adit" merayu istrinya**\)


Ayo kita makan diluar, kamu belum ada makan dari tadi... Pasti lelah sudah memasak sepagi ini kan...!! Kamu harus makan


Kebetulan sekali semua masakan "Zhiya" tertumpah semua ke lantai perbuatan dari mamanya "Adit".


Mereka keluar untuk mencari makanan tetapi air mata " Zhiya " terus-menerus menetes dan masih ada suara tersedak-sedak karena menangis.


"Adit" yang melihat itu semua hanya bisa memeluk dan berkata maafkan mama ku ya sayang..!! Kali ini mama sangat keterlaluan, aku tidak suka dengan tingkahlaku mama yang sekarang.


Kamu mau kan memaafkan mama??


(Ucap Adit sambil memegang tangan "Zhiya")


" Zhiya " hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada suaminya dokter "Aditya".


Mereka berdua pergi ke pusat pembelajaan yang ada wahana permainannya... Disana tampak sekali " Adit " sedang menghibur istrinya "Zhiya".

__ADS_1


__ADS_2