Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 49 (END)


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah hampir 7 bulan lamanya Vina koma. Sedikitpun tidak ada tanda-tanda wanita itu akan bangun.


Devan bahkan sudah hampir gila sekarang, laki-laki itu merindukan istrinya sampai-sampai Devan tidak peduli lagi dengan penampilannya. Tubuhnya sedikit kurus dengan rambut-rambut halus yang tumbuh di sekitaran wajahnya.


Ada saatnya di mana Devan akan menangis saking merindukan Vina.


Devan rasanya ingin ikut menyusul istrinya ke alam dimana istrinya berada tapi lagi-lagi akal sehatnya mengatakan anak mereka juga butuh dirinya.


***


Tepat hari ini adalah hari ulang tahun Devan, disaat orang lain bahagia dengan bertambahnya usia mereka justru laki-laki itu seperti tidak menyambut baik hari bahagia itu.


Devan merasa percuma kalau orang yang menjadi pusat kebahagiaannya justru tidak berada di sampingnya, menemaninya meniup lilin dan menyanyikannya lagu ulangtahun yang special. Devan ingin itu.


Malam itu semua keluarga inti berkumpul di ruang keluarga.


Mereka berencana akan memberikan kejutan kecil-kecilan untuk laki-laki itu.


Kekanak-kanakan memang, tapi mereka berharap dengan cara ini bisa membuat semangat hidup laki-laki itu bisa kembali karna sudah beberapa hari ini Devan banyak berdiam diri, berbicara pun jarang. Waktunya ia habiskan di dalam kamar.


Di saat semua orang sedang berkumpul di bawah, Devan masih berada di atas. Laki-laki itu tengah mencurahkan isi hatinya pada wanita itu.


“Ini ulang tahun ku yang ke-enam tanpamu. Miris bukan?” Oceh laki-laki itu.


5 tahun sejak dirinya berpisah dengan wanita itu, Devan selalu merayakan hari ulang tahunnya bersama Bayu, tidak seperti dulu saat ia masih berpacaran dengan Vina. Wanita itu pasti akan menyiapkan kejutan kecil-kecilan saat ia pulang ke apartemen.


Manis bukan? Devan merindukan momen-momen seperti itu.


Dan sekarang disaat Devan dan Vina sudah kembali bersama, lagi-lagi Devan harus merayakan ulang tahunnya tanpa wanita itu.


“Apa kamu tidak ingin memberikan hadiah ulang tahun padaku?” Ucap Devan lirih.


“Untuk kali ini saja, aku ingin meminta satu hadiah special darimu. Aku tidak membutuhkan barang-barang mewah atau apapun itu, aku hanya ingin kamu bangun dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku.”


“Jangan! Tidak perlu ucapan ulang tahun. Sebut saja namaku, ya aku ingin kamu bangun dan memanggil namaku.”


“Sesederhana itu, aku mohon. Hikss..”


Devan berucap dengan air mata yang mulai menetes. Tidak ada respon sama sekali yang bisa Devan dapatkan dari wanita itu.


Devan memeluk Vina erat, laki-laki itu menenggelamkan wajahnya di dada wanita itu. Devan ingin menangis sekarang, laki-laki itu ingin mencurahkan seluruh kerinduannya pada Vina saat ini.


“Hikss, aku mohon bangunlah.”

__ADS_1


“Aku butuh kamu di sampingku.” Lirih Devan, suaranya bergetar.


Tanpa Devan sadari, jari tangan Vina bergerak pelan.


“Kamu sudah terlalu lama tidur sayang. Sudah waktunya kamu bangun, please.” Devan terus berbicara meskipun ia tau Vina tidak akan menjawabnya.


Saat Devan tengah hanyut dalam luapan rasa rindunya, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


Tok..Tok..Tok.


Devan cepat-cepat mengangkat kepalanya, lalu menghapus sisa-sisa air matanya.


“Masuk.” Teriak Devan dari dalam.


Pintu terbuka, mbak Lala berdiri di depan pintu.


“Tuan, semua sudah menunggu anda di bawah.” Ucap mbak Lala menginfokan.


Devan beranjak dari tempat tidur, laki-laki itu hendak keluar dari kamar untuk turun ke bawah.


Tapi tepat saat kaki Devan mendekati pintu, tiba-tiba laki-laki itu berhenti di tempatnya.


Matanya membulat, tubuhnya terpaku di tempat.


“D-e-v-a-n.” Satu kata yang cukup membuat laki-laki itu terpaku di tempatnya.


Satu detik.


Dua detik.


Tiga detik.


Masih hening, Devan masih diam di tempatnya. Laki-laki itu takut berbalik, bukan karna takut pada hal mistis hanya saja laki-laki itu takut apa yang di dengarnya barusan hanya halusinasinya.


Tapi sedetik kemudian laki-laki itu berbalik setelah mendengar ucapan mbak Lala.


“Tu-tuan, nyonya..nyonya sadar. Nyonya sudah sadar tuan.” Mbak Lala terbata-bata dalam berucap saking terkejutnya.


Devan berlari memeluk Vina.


“Sayang, akhirnya kamu sadar.” Ucap Devan bahagia.


“Terima kasih Tuhan, terima kasih.” Seru Devan mengucap syukur.

__ADS_1


Vina hanya diam menatap Devan, sepertinya wanita itu masih menyesuaikan keadaannya.


“Air, aku butuh air.” Vina mulai berbicara.


Devan sontak berbalik ke arah mbak Lala


“Tolong ambilkan istriku air.” Titah Devan.


Mbak Lala bergegas turun ke bawah, bahkan Lala berlari tanpa mempedulikan tatapan semua orang yang menunggu kabarnya tentang Devan di bawah.


“Ada apa ini?” Bayu bertanya-tanya.


Karna penasaran mereka pun naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi.


Naya bahkan melupakan kue yang tadi di pegangnya karna ingin ikut ke atas bersama kakek dan opanya.


“Devan, ada apa i..” Bayu menghentikan ucapannya setelah melihat dua orang yang sedang berpelukan disana.


Adi tak kalah terkejutnya.


“Bunda..” Naya berteriak keras, suaranya bahkan mungkin bisa terdengar hingga keluar.


Naya berlari menghampiri Vina dan Devan, gadis kecil itu bergabung bersama bunda dan ayahnya.


Akhirnya, akhirnya keluarga kecil itu kembali berkumpul dengan anggota yang lengkap.


“Ayah, papah.” Vina menyapa Bayu dan Adi yang masih terpaku di tempat mereka.


Siapa yang tidak terkejut melihat ini, setelah penantian panjang akhirnya anak mereka sadar dari komanya. Dan yang lebih spesialnya lagi, anak mereka Vina sadar tepat di hari ulang tahun suaminya.


Tuhan, benar-benar menunjukkan kuasanya di tengah keluarga itu.


Ternyata segala sesuatu yang Tuhan lakukan itu baik bagi umatnya, semua sudah di atur oleh Yang Diatas.


Dan semua yang dilakukan-Nya pasti yang terbaik.


Mungkin Tuhan melakukan ini untuk menguji seberapa besar cinta mereka dan seberapa besar keluarga itu mengandalkan Tuhan dalam keadaan apapun.


END.


"Jangan lupa andalkan Tuhan dalam setiap masalah kalian"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Author pamit, terima kasih sudah menemani kegabutan author selama beberapa bulan ini.


__ADS_2