Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 35


__ADS_3

Malam itu.


Vina dan Naya sedang bersiap untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


“Bunda, kenapa ayah tidak tinggal di sini bersama kita? Kenapa ayah harus tinggal di tempat berbeda?” Tiba-tiba Naya bertanya.


Vina yang berbaring di sebelah gadis kecil itu sontak kaget mendengar pertanyaan Naya.


“Emmm, itu..” Vina tidak tau harus mengatakan apa.


“Semua teman-teman Naya tidurnya bersama ayah dan ibunya. Naya juga pengen seperti mereka, Naya pengen tidur di tengah-tengah bunda dan ayah.”


“Naya juga sudah pernah menanyakan ini pada ayah.” Sambung Naya.


“Terus ayah kamu jawab apa?” Jiwa penasaran Vina mulai muncul. Wanita itu ingin tau apa yang Devan katakan pada anak mereka.


“Ayah janji kita akan tinggal sama-sama nanti, tapi ayah minta waktu. Naya juga bingung untuk apa ayah minta waktu, Naya hanya iya-iyakan saja.” Jawab Naya begitu polosnya.


Vina rasanya ingin ketawa mendengar apa yang barusan Naya katakan.


Wanita itu tau apa maksud dari perkataan Devan meminta waktu, laki-laki itu pasti berusaha untuk membujuknya kembali.


Pantas saja setiap hari ada saja yang Devan lakukan untuk menarik perhatian ku. Batin Vina. Wanita itu tanpa sadar tersenyum mengingat kelakuan Devan beberapa hari ini padanya, walau kadang terjadi perdebatan kecil di antara mereka.


“Bunda kenapa senyum?” Ucapan Naya yang keluar begitu saja sukses membuat Vina malu, wanita itu sendiri pun tidak tau kenapa ia harus merasa malu.


“Tidak bunda tidak senyum. Naya salah liat kali.” Elak wanita itu menutupi rasa malunya.


“Ayo tidur, besok sekolah.” Lanjut Vina mengalihkan topik.


“Iya bunda.” Balas Naya patuh.


Vina mengelus-elus punggung gadis kecilnya itu hingga Naya perlahan mulai memasuki alam mimpinya.


Setelah memastikan Naya tidur dengan lelap, Vina menghentikan gerakan tangannya yang mengelus-elus punggung gadis kecil itu.


“Hhhh, apa yang harus ku lakukan sekarang?” Gumam Vina bertanya-tanya dalam hatinya.


“Tidak ingin munafik, tapi memang apa yang Devan lakukan perlahan merubah rasa kecewa dalam hatiku. Apalagi setelah mendengar cerita om Bayu tentang Devan beberapa tahun lalu setelah kami berpisah.”


Memang benar Bayu pernah datang menemui Vina di warung saat Devan sedang ke pasar memantau proyeknya.

__ADS_1


Bayu menceritakan semuanya pada Vina, mulai dari Devan yang berdebat dengan Santi hingga membuat Santi sesak hanya karna Devan menolak perjodohan itu. Bahkan Bayu menceritakan keputusasaan Devan saat terpaksa menerima perjodohan itu, Bayu juga menceritakan saat Devan memohon padanya untuk berbicara pada Santi agar membatalkan niatnya dan menerima Vina sebagai menantu mereka.


Mendengar cerita itu jelas saja hatinya tersentuh.


Ternyata wanita itu salah menilai Devan, ia pikir Devan tidak memperjuangkan cinta mereka dan pasrah saja saat di jodohkan oleh Santi.


Perlahan Vina paham dengan posisi laki-laki itu.


Entah mengapa setelah mendengar penjelasan dari Bayu barulah Vina percaya, padahal sejak lama Devan sudah menceritakan ini tapi Vina yang sudah terlanjur kecewa saat itu menganggap semua yang Devan katakan hanya alibi untuk menutupi kesalahannya dulu.


Vina perlahan mulai menerima laki-laki itu kembali, bahkan wanita itu sudah berpikir untuk kembali pada laki-laki itu.


Di tambah keinginan Naya yang menginginkan mereka bersama layaknya keluarga pada umumnya semakin menguatkan keputusan Vina untuk kembali dan membangun keluarga yang utuh bersama laki-laki itu.


“Semoga ini menjadi keputusan terbaik yang ku ambil.”


“Semua ku serahkan padamu ya Tuhan.” Ucap Vina.


Setelah mengambil keputusan besar yang akan mengubah hidupnya, Vina pun perlahan memejamkan matanya menyusul malaikat kecilnya yang sudah lebih dulu berada di alam mimpi.


***


Sementara di tempat lain.


Setidaknya Vina mulai menerima keberadaan Devan di sekitarnya, sikap Vina padanya pun tidak sedingin dulu saat pertama mereka bertemu kembali.


“Besok aku akan mencoba kembali untuk memohon pada Vina agar mau kembali pada ku, mungkin kali ini Vina mau menerima ku. Kalau pun aku di tolak lagi, aku akan kembali mencoba sampai Vina benar-benar mau kembali pada ku.” Ujar Devan yang tengah berbaring di atas tempat tidur.


Devan meraih ponsel yang tadi ia letakkan di samping tubuhnya lalu membuka ikon galeri dalam ponselnya, tiba-tiba Devan tersenyum melihat isi galerinya yang penuh dengan foto Vina.


Selama ini tanpa Vina sadari, diam-diam Devan mengambil gambarnya di berbagai kesempatan saat wanita itu tidak sadar.


“Bagaimana aku bisa melupakanmu kalau wajahmu saja selalu muncul dalam pikiran ku.” Devan berucap seolah-olah Vina ada di depannya.


“Good night, my future wife.” Gumam Devan sambil memejamkan matanya dengan tangan memeluk ponselnya yang menampilkan wajah Vina.


***


Pagi menyapa.


Semua orang mulai sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

__ADS_1


Seperti biasa setiap pagi Devan akan datang ke rumah untuk menjemput anaknya ke sekolah.


“Sudah siap anak cantik ayah.” Ucap Devan pada gadis kecilnya itu.


“Sudah ayah.” Sahut Naya begitu bersemangat.


Semenjak Devan hadir, hari-hari Naya begitu ceria. Teman-temannya yang dulu menjauhinya sekarang berbalik untuk mendekatinya, mereka bahkan sering mengajaknya main dan berbagi apa saja yang mereka punya pada Naya.


“Let’s go my girl.” Seru Devan sambil meraih tangan Naya untuk berjalan ke depan.


Baru beberapa langkah tiba-tiba Naya menghentikan langkah mereka “Tunggu ayah, Naya belum pamit pada bunda dan kakek.” Ucap gadis itu mengingatkan.


Devan menepuk jidatnya.


Mereka kembali masuk ke dalam rumah guna berpamitan pada Adi dan Vina.


Setelah berpamitan mereka pun menaiki mobil menuju sekolah tempat Naya belajar.


“Naya mau ayah sama bunda tinggal bersama kan?” Tanya Devan.


“Mau.” Seru Naya cepat.


“Kalau gitu sebentar Naya ikut ayah ya ketemu bunda, nanti Naya bilang kalau Naya mau bunda sama ayah kembali bersatu dan tinggal bersama. Kalau Naya yang bicara bunda pasti mau.” Devan mulai meracuni pikiran anaknya agar berbicara pada Vina.


Devan sengaja agar sebentar saat ia memohon kembali, Vina bisa berpikir dua kali untuk menolaknya.


“Nanti Naya bikin muka-muka sedih, okey. Biar bunda luluh.” Sambung Devan.


“Siap ayah.” Sahut Naya.


Devan tersenyum senang memikirkan rencananya.


“Semoga usaha ku kali ini berhasil.” Gumam Devan penuh harap.


Tidak henti-hentinya hamba berdoa agar Engkau mempersatukan kami kembali. Doa Devan dalam hati berharap Tuhan mendengar doanya dan mengabulkan apa yang ia harapkan.


❤️


Mau mereka cepat bersatu atau nanti aja nih😜Eh tapi kalau cepat namanya bukan 'Bahagia Yang Tertunda' dong✌️😂😂


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya🙏

__ADS_1


Biar author tambah semangat nulisnya💪


__ADS_2