Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Bonchap-1


__ADS_3

Setelah dokter selesai memeriksa keadaan Vina, semua orang keluar dari kamar itu demi memberi waktu Devan dan Vina untuk melepaskan rindu masing-masing.


Meskipun mereka juga merindukan Vina dan masih ingin berbicara banyak dengannya tapi disini yang paling membutuhkan itu adalah Devan, lelaki yang hampir gila jika saja Vina sampai saat ini belum juga bangun.


Devan terus memandang wajah Vina lekat, rasanya laki-laki itu enggan melepaskan pandangannya dari wanita itu.


Vina mengulurkan tangannya ke wajah Devan “Kenapa wajahmu tirus dan kasar seperti ini? Kenapa tidak dirawat?” Tanya Vina lembut.


Wanita itu kaget melihat penampilan Devan yang sangat berbeda dari terakhir kali ia melihatnya, wajah Devan kelihatan sedikit tirus dengan bulu-bulu kasar yang tumbuh di sekitar wajahnya.


Devan balas memegang lembut tangan Vina di wajahnya “Aku menunggumu bangun untuk mencukur dan merawatnya.” Timpal Devan.


Vina menunduk, tatapannya sendu.


“Maaf, kamu pasti begini karna khawatir padaku. Maaf sudah membuatmu menderita terlalu lama.” Lirih Vina dengan suara bergetar ingin menangis.


Melihat penampilan suaminya yang kacau seperti ini membuat hatinya sakit. Vina tau Devan pasti menderita selama ini.


Devan tersenyum lembut, tangannya meraih wajah Vina agar wanita itu menatapnya.


“Hei, justru aku yang harusnya minta maaf sama kamu. Gara-gara aku sampai kamu harus merasakan sakit ini, andai saja aku tidak terlibat dengan wanita itu semua pasti tidak akan seperti ini. Semua salahku bukan salahmu, okey.” Devan berusaha menenangkan istrinya. Devan tidak ingin menambah beban pikiran wanita itu.


“Yang lebih penting sekarang kamu sudah sadar.” Tambah Devan.


Vina tersenyum manis pada suaminya.


“Selamat ulang tahun, my husband.” Vina mengucapkan itu dengan tulus.


Saat di alam sadarnya, wanita itu sempat mendengar Devan semua yang Devan katakan. Mulai dari laki-laki itu yang meminta hadiah ulang tahun hingga Vina bisa mendengar Devan menangis memohon supaya dirinya bangun.


Devan memeluk Vina erat. Rasanya ini masih seperti mimpi, istrinya bangun tepat di hari ulang tahunnya.

__ADS_1


Devan merasa ini hadiah ulang tahun paling bersejarah dalam hidupnya, bahkan kejadian ini tidak akan pernah ia lupakan nanti.


“Terima kasih istriku sayang.” Seru Devan bahagia.


***


Masih di kamar atas.


Devan sedang mengambilkan baju ganti untuk istrinya setelah tadi ia mengelap seluruh tubuh istrinya. Vina tadi meminta berganti pakaian karna ia merasa tubuhnya lengket.


Devan membantu istrinya melepas semua pakaiannya dan memakaikan pakaian ganti. Devan mulai terbiasa melakukan ini, sejak Vina belum sadarkan diri laki-laki itu yang membersihkan dan mengganti baju Vina.


Melihat tubuh istrinya yang mulus membuat gairah laki-laki itu naik, tapi sebisa mungkin Devan menahannya. Laki-laki itu tau tempat dan kondisi, apalagi istrinya baru saja sadar dan butuh pemulihan selama beberapa hari.


“Berapa lama aku tertidur?” Tiba-tiba Vina bertanya.


“Kurang lebih 7 bulan.” Jawab Devan.


“Ya, karna kamu sudah tidur terlalu lama jadi bersiaplah untuk begadang tiap malam bersamaku.” Goda Devan.


“Devan ihh.” Vina mencubit pinggang suaminya yang begitu mesum itu. Wanita itu tau maksud ucapan suaminya.


“Loh memang benar kan? Kamu tau aku sudah berpuasa cukup lama bahkan dihari pertama kita sah sebagai suami istri aku belum merasakan itu.” Celetuk Devan tanpa malu.


Memang benar di hari pertama mereka sah menjadi suami istri hingga sekarang mereka belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya. Dan itu semua karna Vina yang kedatangan tamu bulanan, lalu disaat resepsi mereka harus mengalami tragedi tidak menyenangkan yang membuat istrinya koma.


“Devan, aku baru saja sadar dan kamu sudah membahas ini.” Kesal Vina.


Devan tertawa terpingkal-pingkal melihat raut wajah istrinya, laki-laki itu langsung memeluk Vina “Hahaha, aku hanya bercanda sayang. Itu tidak menjadi masalah buatku, bahkan aku siap menunggu beberapa bulan lagi jika kamu mau. Yang paling membuatku bahagia sekarang, karna kamu sudah sadar. Itu sudah cukup untukku!” Tegas laki-laki itu.


Vina balas memeluk Devan erat. Sebenarnya wanita itu juga merasa bersalah karna belum bisa menjadi istri seutuhnya dan melakukan kewajibannya pada laki-laki itu.

__ADS_1


“Oh iya setelah kamu pulih total, ayo pergi honeymoon. Bagaimana?” Tanya Devan disela-sela pelukan mereka.


“Honeymoon? Dimana?” Vina balik bertanya.


“Kemana pun yang kamu mau.” Sahut Devan.


“Oke.” Seru Vina senang. Ada satu tempat yang pernah ia lihat di internet, Vina pernah bertekad untuk kesana setelah ia mempunyai cukup uang.


Dan sekarang waktu yang tepat untuk mewujudkan itu, apalagi wanita itu tidak perlu mengeluarkan uang karna suaminya yang akan mengurus itu semua.


Terima kasih Tuhan. Vina dan Devan sama-sama mengucapkan itu dalam hati mereka.


***


Sementara di bawah.


“Opa, bagaimana dengan kue itu? Apa tidak diberikan ke ayah?” Naya bertanya.


“Simpan saja di kulkas, kue itu sudah tidak ada gunanya lagi. Ayahmu pasti akan lebih senang menikmati waktunya bersama istrinya daripada harus meniup lilin seperti anak kecil.” Tutur Bayu.


“Ya, kau benar. Dengar saja tawanya diatas.” Timpal Adi mengelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Suara Devan tertawa bahkan sampai ke bawah, sepertinya laki-laki itu tidak menutup full pintu kamar mereka.


Kedua orangtua itu bahagia akhirnya anak mereka bisa kembali merasakan bahagia yang sempat tertunda.


❤️❤️❤️❤️


Vote, vote, vote.


Like, like, like.

__ADS_1


Komen, komen, komen.


__ADS_2