Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda
Chapter 44


__ADS_3

Hari yang di tunggu akhirnya datang juga. Tepat hari ini akan di adakan pesta resepsi Devan dan Vina di sebuah hotel berbintang.


Semua persiapan sudah selesai berkat jasa wedding organizer yang membantu mereka dalam segala hal.


Para tamu yang datang juga tidak sembarangan sebab setiap tamu yang masuk harus menunjukkan undangan mereka sebagai tiket masuk ke dalam gedung itu.


Semua para undangan sudah berkumpul di ballroom hotel tempat acara di langsungkan.


Pintu ballroom perlahan terbuka, semua undangan sontak mengalihkan pandangan mereka ke sana.


Tampak Vina dan Devan masuk dengan Vina yang melingkarkan tangannya di lengan Devan. Mereka masuk di iringi musik romantis yang di mainkan dalam ruangan itu.


Semua mata terus memperhatikan kedua pengantin yang begitu sangat cantik dan tampan.


Malam itu Vina tampak cantik dengan gaun putih yang melekat pas di tubuhnya, pertama kali dalam seumur hidupnya wanita itu mengenakan gaun mewah yang harganya terbilang cukup fantastis. Sementara Devan, pria itu mengenakan stelan jas berwarna krem dengan kemeja putih di dalamnya. Tidak lupa sapu tangan saku sebagai aksennya menambah kesan elegan pada laki-laki itu.


Mereka terlihat sangat cocok satu sama lain dan itu membuat para tamu yang hadir begitu iri terhadap Vina yang bisa bersanding dengan seorang pengusaha muda yang cukup terkenal di kota itu.


Tak terkecuali seseorang yang sedang berada di sudut ruangan itu.


***


Devan dan Vina sudah berada di depan para undangan yang hadir. Pertama-tama Devan mengambil ahli acara, tangannya terulur meminta mic yang di pegang oleh pembawa acara.


“Selamat malam semuanya, pertama-tama saya mewakili seluruh keluarga besar saya dan istri saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua.


Disini saya ingin memperkenalkan istri saya yang bernama Vina. Wanita yang sangat saya cintai dari dulu hingga sekarang. Pasti banyak pertanyaan yang muncul dalam benak kalian tentang kami, jadi saya akan menjelaskan sedikit tentang perjalanan cinta kami.


Sedikit cerita, sebenarnya dulu kami adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Hanya saja saat itu kami terpaksa berpisah lantaran terhalang oleh restu dari alm. Mama saya. Beliau akhirnya menjodohkan saya dengan Tiara yang kalian pasti tau adalah istri pertama saya. Tiara sendiri adalah anak dari sahabat mama saya.


Pernikahan itu saya jalani karna terpaksa, mama saya saat itu sedang sakit jadi saya harus memenuhi permintaan beliau. Dan selama menjalani pernikahan itu pun saya tidak pernah bisa melupakan Vina, wanita yang saat berada di samping saya.


Singkat cerita, setelah mama saya meninggal. Saya memutuskan untuk mengakhiri pernikahan terpaksa itu walaupun saat itu dari pihak Tiara sempat menolak.


Setelah resmi bercerai saya menyewa orang untuk mencari keberadaan Vina, tapi nihil. Sangat sulit menemukan Vina waktu itu.


Selama bertahun-tahun saya hidup dalam rasa penyesalan dan rasa bersalah karna meninggalkan wanita yang saya cintai begitu saja dan melupakan semua perjuangan kami saat itu.


Karna tidak tau lagi harus mencari Vina kemana, akhirnya hanya doa dan harapan yang saya panjatkan pada Tuhan agar mempertemukan kami kembali.


Dan ya, doa saya terjawab. Tuhan mempertemukan saya kembali dengan Vina saat saya sedang dalam perjalanan kerja ke sebuah desa.

__ADS_1


Dan di sinilah kami sekarang, mengambil keputusan untuk bersama kembali dalam satu ikatan suci pernikahan.” Tutur Devan panjang lebar menjelaskan.


Semua orang yang ada dalam ruangan terhanyut dalam cerita Devan. Ada yang menganggap cerita itu sebagai kisah yang sangat romantis dan penuh perjuangan.


“Dan satu lagi, kami memiliki seorang putri yang cantik bernama Vinaya.” Ucap Devan lagi tba-tiba.


Hal itu membuat semua orang terkejut, pasalnya dua orang itu baru saja menikah. Bagaimana bisa sudah memiliki anak.


Devan menyuruh malaikat kecilnya untuk naik bersama mereka. Dan Naya pun patuh, gadis kecil itu berjalan menghampiri ayah dan bundanya di depan.


Keterkejutan semakin menjadi setelah mereka melihat Naya.


“Ini anak kami, umurnya sudah 5 tahun. Jika kalian bertanya kenapa bisa? Ya, kami akui saat itu kami terlalu dimabuk asmara hingga melakukan sesuatu hal yang membuat hingga anak kami hadir sebelum waktunya.” Devan berbicara tanpa menutup-nutupi semua.


Devan tidak mau jika menyembunyikan sesuatu, hal itu akan menjadi boomerang ke depannya. Lebih baik mengungkapkan sekarang daripada orang lain yang mengungkapkannya, itu justru lebih memalukan. Pikir laki-laki itu.


Devan tidak peduli dengan tanggapan buruk orang pada mereka, lagipula manusia juga pasti pernah khilaf dan berbuat dosa sama seperti mereka.


Semua orang terperangah mendengar penjelasan Devan yang menurut mereka begitu blak-blakan. Sementara Vina dari tadi hanya berdiri menguatkan hatinya untuk setiap tatapan orang-orang padanya. Vina berusaha mendukung semua yang Devan ingin lakukan saat ini, Vina tau Devan pasti sudah memikirkan semuanya dengan baik.


“Terlepas dari itu semua, saya bersyukur untuk apa yang Tuhan takdirkan bagi kami berdua.” Tutup Devan mengakhiri penjelasannya.


“KALIAN PASANGAN PENDOSA.” Tiba-tiba seseorang berteriak di tengah-tengah mereka.


Hal itu membuat pandangan semua orang beralih pada orang yang sudah berani berteriak itu.


Sama seperti yang lain, Vina dan Devan juga turut beralih menatap orang itu.


Betapa terkejutnya mereka melihat mantan istri Devan yang berada di sana, siapa lagi kalau bukan Tiara.


Devan sendiri bertanya-tanya bagaimana bisa Tiara masuk sementara laki-laki itu tidak mengundangnya.


“ASAL KALIAN TAU, MEREKA ADALAH PASANGAN PENDOSA! SATU ADALAH WANITA MURAHAN YANG MENYERAHKAN TUBUHNYA PADA LAKI-LAKI BERSUAMI DAN SATUNYA LAGI ADALAH LAKI-LAKI PENGKHIANAT YANG MENGKHIANATI PERNIKAHANNYA. COCOK, SANGAT COCOK!” Tiara berteriak sambil bertepuk tangan. Wanita itu memanipulasi cerita agar orang-orang membenci Vina dan Devan.


Wanita itu sudah seperti orang yang tidak waras yang kehilangan akal sehatnya.


Devan mengepalkan tangannya mendengar setiap ucapan Tiara yang menurutnya tidak masuk akal itu.


“Diam kau!” Hardik Devan.


“Apa? Memang benar bukan. Wanita itu menggoda Devan saat masih menjadi suamiku, kalian bayangkan jika berada di posisiku.” Tiara berusaha mencari simpati orang-orang.

__ADS_1


“Justru kamu yang wanita murahan, kamu yang telah merusak hubungan kami. Kamu juga yang selama ini berusaha menggodaku, untung saja CINTA KU PADA VINA LEBIH BESAR dari pada nafsu ku.” Devan menekan setiap kata-katanya.


“HAHAHAHAHA.” Tiara tertawa seperti orang gila.


Semua orang menatap ngeri padanya.


“Seret wanita iblis gila itu keluar!!” Devan berteriak memerintahkan anak buahnya.


Belum sempat mereka menangkapnya, Tiara mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan mengarahkan benda itu tepat ke depan.


Dorrr.


“Naya awas.” Vina berteriak sambil dengan cepat menunduk dan memeluk anaknya.


Tubuh wanita itu seketika terjatuh ke depan menindih Naya yang sudah menangis ketakutan. Baju yang awalnya putih bersih berubah menjadi kotor dengan noda darah di mana-mana.


“Vina!” Devan berteriak histeris.


Semua orang berlari ketakutan mendengar suara tembakan. Tidak ada yang percaya Tiara yang terkenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki boutique terkenal bisa segila itu.


Tiara hendak mengarahkan pistolnya ke arah Devan tapi belum sempat tangannya menarik pelatuk itu tiba-tiba seseorang menendang tangannya. Pistol itu terhempas dari tangannya, dengan cepat salah satu penjaga yang bertugas mengamankan pistol itu.


Tiara langsung di amankan oleh penjaga itu, sementara Viko bergegas menelpon ambulance dan polisi.


Tiara yang sudah di amankan hanya tertawa girang tanpa rasa bersalah.


Sementara di tempat lain, Bayu dan Adi begitu syok melihat kejadian yang tiba-tiba itu. Adi yang syok melihat Vina tertembak langsung jatuh pingsan, untung saja Bayu sigap menahannya di samping.


Devan, laki-laki itu menangis. Untung saja akal sehatnya masih berfungsi dengan baik, laki-laki itu bergegas menggendong Vina untuk di bawanya ke rumah sakit.


“Viko, telpon ambulance! Mbak, tolong amankan Naya.” Devan berteriak memerintahkan semua orang.


Untung saja Viko sigap menghubungi ambulance lebih dulu sebelum di perintahkan oleh Devan hingga saat mereka sampai di bawah, ambulance sudah menunggu.


Mereka membawa Vina ke rumah sakit meninggalkan acara yang sudah kacau itu.


Tidak ada yang menyangka acara pernikahan yang harusnya bahagia berubah menjadi tragedi, bukan kebahagian yang di dapat tapi isak tangis dan kesedihan yang terjadi.


❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak okey👍😂

__ADS_1


__ADS_2