
Sesuai kesepakatan, Vina akhirnya menyetujui ajakan Devan untuk menikah.
Sempat terjadi perdebatan di antara mereka lantaran Devan menginginkan Vina beserta keluarganya untuk pindah ke kota dan melangsung pernikahan mereka disana tapi Vina bersikeras ingin menikah di kampung.
Sampai akhirnya Bayu dan Adi harus turun tangan memberikan solusi pada dua orang dewasa yang kadang seperti anak kecil, tidak mau mengalah satu sama lain.
Bayu dan Adi mengusulkan akad nikah di adakan di kampung sementara untuk resepsi akan di adakan di kota setelah mereka semua kembali ke sana.
Devan juga berencana untuk memperkenalkan Vina dan Naya ke hadapan kolega dan karyawannya nanti.
***
Seminggu berlalu.
Hari yang di tunggu-tunggu dua pasangan yang sempat berpisah pun tiba.
Devan begitu bersemangat pagi itu, laki-laki itu sudah tidak sabar mengikat janji suci bersama wanita yang selama ini mengisi hatinya.
Pagi itu suasana di rumah Vina begitu ramai dengan orang-orang yang datang ingin menjadi saksi pernikahan dua sejoli yang berasal dari dua kalangan berbeda.
Berita pernikahan Devan dan Vina membuat heboh warga setempat, pasalnya tak banyak dari mereka yang iri dan tak menyangka Vina yang dulu mereka hina sebentar lagi akan menjadi nyonya dari seorang pengusaha.
Berita tentang pernikahan Vina dan Devan juga sampai ke telinga Frans, laki-laki itu merasa kecewa karna selama ini Frans merasa dia yang selalu ada saat Vina susah. Selama ini laki-laki itu juga sudah menunjukkan keseriusannya pada Vina tapi Vina seolah enggan membalas keseriusannya itu.
Marah, kecewa dan iri bercampur menjadi satu dalam hati laki-laki itu. Frans iri karna Devan mendapatkan Vina, Frans juga iri karna Devan memiliki segalanya.
Tidak berbeda jauh dengan Frans, berita tentang pernikahan Devan dan Vina juga sampai ke telinga Tiara.
Entah apa yang sedang di rencanakan wanita jahat itu. Belum ada pergerakan yang ditunjukkan Tiara, wanita itu seperti bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu.
Kembali pada Vina dan Devan.
Dua orang itu sudah duduk berdampingan dengan ayah Adi dan seorang penghulu di depan mereka.
Rasa gugup menyelimuti hati dua orang itu terlebih Devan yang akan mengucapkan ijab kabul di hadapan banyak orang.
Tiba saatnya Devan mengucapkan ijab kabulnya.
Devan menjabat tangan Adi erat sambil mengucapkan ijab kabul hanya dalam satu tarikan nafas saking gugupnya.
__ADS_1
“Sah.” Teriakan para saksi membuat hati kedua orang itu lega.
Devan menyodorkan tangannya yang di sambut Vina, wanita itu mencium tangan laki-laki itu yang di balas kecupan di dahi oleh Devan.
Tepuk tangan warga yang hadir memenuhi ruangan itu.
Setelah melewati beberapa rangkaian acara, para tamu yang berdatangan mulai berhamburan menikmati banyaknya hidangan yang disiapkan dalam acara itu.
Semua asisten rumah tangga Devan bahkan di bawa langsung dari kota ke kampung hanya untuk memasak khusus untuk acara itu.
Viko juga turut hadir dalam acara itu, sekertarisnya itu sempat kaget mendengar bossnya itu akan menikah dengan wanita yang berasal dari desa itu.
Viko mengira Devan sudah melupakan Vina dan mulai membuka hatinya pada wanita lain, tapi saat mengetahui pengantin wanitanya ternyata adalah Vina. Speechless, tidak percaya itulah yang Viko rasakan.
Bagaimana tidak?
Selama ini Viko hanya bisa melihat Vina dari foto yang terpajang di ruangan Devan, bertemu dengan wanita itu secara langsung pun belum pernah.
Melihat kisah cinta bossnya, Viko mulai percaya dengan apa yang sering orang bilang ‘Kekuatan Cinta’ dan ‘Jodoh’
***
Mereka berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan rencana ke depan perihal kepindahan mereka ke kota.
Hanya ada orang dewasa di sana, sementara Naya sudah tertidur di kamar akibat kelelahan.
“Saya tidak ingin rumah ini di jual, jadi biarkan Vina dan Naya yang pindah ke kota sementara saya tetap disini.” Ucap Adi mengutarakan pendapatnya.
“Ayah.” Vina berucap dengan wajah memelas, wanita itu tidak ingin meninggalkan ayahnya lagi sendiri.
“Tidak apa-apa nak, kalian bisa datang berkunjung ke tempat ini kapan saja kalian ada waktu.” Balas Adi meyakinkan.
Adi enggan menjual rumah itu karna menurutnya rumah itu menyimpan banyak kenangan bersama alm. Istrinya.
“Ayah rumah ini tidak akan di jual, rumah ini akan tetap ada. Devan akan menyewa orang untuk tinggal dan menjaga tempat ini, jadi ayah ikutlah bersama kami.” Kali ini Devan yang berbicara, ia tahu bagaimana perasaan Vina saat ini.
Istrinya itu pasti tidak akan rela dan tega meninggalkan ayahnya sendirian disini, apalagi ayah mertuanya itu sudah sangat tua dan perlu untuk di perhatikan.
“Iya ayah. Biar orang yang menjaga tempat ini, ayah ikutlah bersama kami. Vina tidak akan pergi kalau ayah tidak ikut bersama kami.” Timpal Vina.
__ADS_1
“Iya Adi, kamu ikutlah ke kota. Di masa tua seperti ini kita membutuhkan orang-orang terdekat di samping kita.” Bayu ikut menimpali.
Adi terdiam memikirkan ucapan mereka.
“Tapi kalau kita pindah semua, ibumu akan sendirian di sini.” Salah satu faktor yang membuat Adi berat meninggalkan desa ini.
“Kita bisa berkunjung ke sini ayah, kapan pun ayah rindu pada ibu.” Jawab Vina.
Adi kembali terdiam.
“Baiklah.” Putus Adi.
Vina bernapas lega mendengar ucapan Adi.
“Lalu bagaimana dengan warungmu?” Adi kembali bertanya.
“Warung itu akan Vina serahkan pada bu Romlah.” Sahut wanita itu.
Jauh-jauh hari sebelum acara pernikahannya memang Vina sudah membicarakan ini pada bu Romlah dan bu Romlah dengan senang hati menerima.
“Itu artinya besok kita semua bisa kembali ke kota bersama-sama.” Ujar Bayu.
“Maaf pah, sepertinya kami akan kembali lusa karna Devan dan Vina harus mengurus surat kepindahan Naya dari sekolah.” Balas Vina. Sekarang wanita itu memanggil Bayu sebagai papa sama seperti Devan.
“Kalau begitu besok biar para pekerja kembali lebih dulu.”
“Viko, kamu akan tetap disini dan kembali bersama kami.” Lanjut Bayu memeberi perintah.
“Baik tuan.” Sahut Viko cepat.
Total ada dua mobil yang datang, satu yang di kenakan oleh para asisten rumah tangga dan satunya lagi Viko.
Rencananya para asisten rumah tangga yang datang itu akan kembali lebih dulu besok, sementara rombongan yang lain akan menyusul lusa.
Mereka perlu waktu untuk istirahat dan menyiapkan barang-barang yang akan di bawa. Mereka juga berencana untuk mengurus kepindahan Naya ke sekolah lain yang sudah Viko siapkan atas perintah Devan.
❤️
Jangan lupa like, vote dan komen sebanyak yang kalian bisa👍😊
__ADS_1