Bahtera Rumah Tangga

Bahtera Rumah Tangga
Perselingkuhan tak disangka


__ADS_3

Hari ini adalah hari Sabtu, hari ini adalah hari tersibuk dalam seminggu. banyak konsumen yang akan datang ke gudang mencari sayuran dan banyak juga para petani yang mengantarkan sayuran ke gudang.


biasanya setiap hari Jumat mas Ridho sudah sigap memenuhi gudang dengan berbagai macam sayuran. tapi karena kemarin juga ramai hingga ia tak sempat mengambil sayuran untuk stok hari ini.


meski di bantu oleh beberapa karyawan mas Ridho masih saja kerepota, gudang Shanti dan Ridho sangat banyak peminatnya. disini semua sayuran termasuk yang paling lengkap. jadi banyak para pembeli lebih memilih berbelanja kesini. lebih menghemat waktu katanya.


"Assalamualaikum... permisi... Shanti..." Sapa seseorang pada shanti.


Pagi itu Shanti baru saja membuka gudang sayuran tempat ia dan suami mas Ridho mencari rezeki untuk hidup mereka. Sedang Ridho sendiri sudah pergi sedari pagi dengan anak buahnya untuk mencari sayuran di ladan warga.


" Eh mas Dedi.... Mau cari barang ya mas?!" Santi tersenyum ramah sambil berjalan kearah Mas Dedi. seorang bos dari kota yg memang sudah menjadi langganan di gudang sayuran Shanti.


" iya san... Mas Ridho kmna?!" sambil menoleh kekiri dan ke kanan ia mencari sosok Ridho yang sejak tadi tak nampak.


Oh mas ridho sedang ambil kentang dan kol di ladang pak Herman mas". Shanti Shanti menjawab dengan ramah.


Dedi sendiri seorang pemilik gudang sayuran di kota. meski begitu untuk urusan belanja barang ia tak mau mempercayakan pada anak buahnya karena kualitas yang bagus adalah prioritas nya. makanya ia sendiri yang selalu ke mari untuk mencari barang.


Dedi yang memang seorang yang mata keranjang, sudah sejak lama memiliki minat atas Santi yg cantik itu. setiap kali ia kegudang pasti ia selalu memperhatikan tubuh Santi yang menurutnya sangat menggoda.


Shanti memang cantik. tubuhnya yang mungil itu membuat Dedi selalu berhayal tentang dirinya dan Shanti. ia gemas dan selalu saja jelalatan kesana kemari melihat setiap lekuk tubuh shanti.


saat ini gudang tengah sepi karena hari masih pukul 10 pagi. Ridho pun juga belum kembali bersama anak buahnya. merasa ada sedikit kesempatan ia pun melancarkan aksinya.


ia berjalan menghampiri Shanti yang tengah melamun" kamu sendirian dong di rumah?!" Shanti yang terkejut karena tak menyadari kehadiran Dedi di dekatnya itu sontak hanya mendongak kearah Dedi.


Santi hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Shanti..." Diraihnya tangan Santi "kamu cantik sekali" rayuan sang buaya " sebenarnya mas sudah lama suka sama Shanti, tapi mas takut mendekati Shanti karena mas Ridho selalu disini"


dengan segala keberaniannya Dedi mencoba merayu Shanti. ia berharap bahwa Santi juga akan membalasnya.


sedang Shanti sendiri masih merasa sangat terkejut dengan perlakuan Dedi yang menurutnya sedikit agresif hari ini.

__ADS_1


ia hanya menegakkan wajahnya, dipandangnya wajah lelaki manis itu. tak ada kata yang terucap. ia ragu apa yang harus ia lakukan. meski dalam dirinya mencoba menolak. tapi hati kecilnya berkata ingin mencoba.


apa mencoba?!


oh sepertinya fikiranya sangat gila saat ini. Shanti masih saja terdiam tenggelam dalam fikiranya yang berkecamuk.


Shanti memang selama ini merasa kehidupannya berjalan begitu monoton tanpa ada sesuatu yang membuat dia merasa begitu bahagia dan berdebar.


Berdekatan dengan Dedi ia merasa jantungnya berpacu dan kegelisahan yang membuat hatinya berkobar semakin membuatnya tertantang ingin melakukan lebih dari hanya sekedar bertatapan saja.


entah sudah berapa lama ia terdiam bahkan Dedi sendiri hanya menatap balik manik mata Shanti yang terlihat bimbang itu. seolah ia ikut tenggelam dalam lautan pandangan mata Shanti.


kini hanya kesunyian yang ada. Shanti tenggelam dalam lamunanya sedang Dedi menunggu kepastian jawaban shanti. ia sangat berharap Shanti akan membalaskeinginanya itu.


Namun Kesunyian itu tak berlangsung lama rupanya. Dedi dengan berani ia mengecup bibir Shanti yang tipis sekilas. ia ingin melihat respon Shanti saat ini. ia akan menghentikanya jika Shanti menolak.


Shanti hanya bisa mengedipkan matanya. ia sangat terkejut karena tiba-tiba Dedi menciumnya. ia tak marah dan ia juga tak mengatakan apa-apa.


mereka seolah seperti ABG saja. Shanti sendiri sebenarnya merasa malu dan. tapi entak mengapa dia tak bisa berkata apa-apa.


" eh mas Ridho akhirnya datang, saya nungguin ini sayurannya".


ia bertingkah biasa saja dan seolah terjadi apa-apa. meski dalam hatinya sedikit was-was.


"iya mas Dedi.... maaf ya sala lama."


"sudah dari tadi mas datangnya?!"


" enggak kok mas. paling baru 5 menit yang lalu"


bohong, padahal Dedi sudah datang sejak setengah jam yang lalu.


" owh begitu... mas Dedi mau ambil pesanan yg kemarin saja atau ada barang yang mau ditambah juga?!"

__ADS_1


" pesanan yang kemaren saja mas. soalnya di gudang saya masih ada beberapa barang yang belum habis".


sengaja ia berbelanja hanya untuk habis sehari saja. selain ia tak ingin mubazir karena sayuran yang mudah rusak. ia jga sengaja agar bisa bertemu Shanti setiap hari.


Shanti sendiri sejak kejadian tadi ia masih duduk di depan meja kasir. ia sangat terkejut dengan perlakuan Dedi.


"apa yang harus aku lakukan?!". monolognya


ia terus berfikir apa yang harus ia lakukan. ia ingin menolaknya, tapi ia juga ingin mencobanya.


selain itu sebenarnya ia takut melakukan semua itu. selain karena suaminya, ia juga masih memikirkan kedua putrinya yang masih remaja dan masih sangat membutuhkannya.


"huh... andai saja..." tiba-tiba perkataanya terputus karena Ridho yang masuk ke dalam dan menghampirinya di meja kasir bersama Dedi yang berjalan di belakangnya.


"loh kamu disini to dek?!"


"hmmhnm..." Shanti hanya berdehem menjawab suaminya.


"kirain masih dirumah.... ada mas Dedi dari tadi dek mau ambil sayuran"


" oh... aku baru aja masuk kok dari pintu belakang tadi mas. jadi nggak tau kalau ada mas Dedi"Shanti menjawab sedikit terbata


" maaf ya mas Dedi..." imbuhnya lagi.


"iya nggak papa kok saya juga datangnya belum lama kok"


setelah mereka selesai berbasa basi, Dedi melakukan pembayaran karena semua barang sudah tersusun rapi di dalam bak pickup nya.


"terimakasih mas Ridho. besok hari Senin saya kesini lagi. untuk jenis dan banyaknya saya wa saja"


"baik mas Dedi. saya tunggu orderan selanjutnya" sambil tertawa renyah Ridho menjabat tangan Dedi.


"mari Shanti saya permisi dulu" ia juga tak lupa berpamitan pada Shanti.

__ADS_1


"iya mas. silahkan... hati-hati dijalan..."


Dedi pun segera berlalu.


__ADS_2