
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 21 malam. rumah pun sudah terasa sepi karena anak-anak sudah beranjak tidur.
"Shanti...."
Ridho berseru dari pintu dapur. ia sengaja menghampiri Shanti yang sejak tadi masih saja di dapur.
Shanti yang di buat terkejut dengan kedatangan Ridho sontak langsung menoleh ke arah Ridho.
"iya mas...?"
"kamu sudah selesai kan?!"
"su... sudah mas..."
meski sedikit tergagap Shanti menjawab suaminya.
"kalau sudah mari kita bicara..."
"em..."
Shanti hanya menjawab dengan deheman dan anggukan kecil saja.
karena sebenarnya ia belum siap untuk berbicara dengan suaminya. ia masih takut kalau suaminya masih marah padanya.
tapi ia juga sadar tak ada masalah yang akan selesai jika ia hanya diam tanpa menjelaskan apa pun pada suaminya itu.
Ridho berjalan mendahului Shanti menuju kamar.
Shanti hanya menunduk saja mengikuti Ridho. yang ia lihat hanya kaki Ridho saja. hingga ia tak menyadari kalau mereka telah sampai.
tiba-tiba saja suaminya berhenti. jadi lah Shanti yang tidak memperhatikan menabrak punggung Ridho.
"aduh...."
ia terduduk di lantai yang keras itu.
"makanya kalau jalan tu lihat-lihat."
Shanti tak menjawab. ia langsung bangkit sambil mengusap bokongnya yang terasa sedikit ngilu.
"duduk lah..."
Shanti duduk di sebelah Ridho yang telah lebih dulu bersandar di ranjang.
"apa ada yang mau kamu katakan?!"
dengan suara lembut Ridho bertanya pada Shanti. tak ada emosi di sana.
suara yang terkesan lembut dan penuh kasih sayang itu membuat Shanti terkejut.
ia belum menjawab. ia hanya memandang ke arah wajah suaminya yang memperlihatkan wajah sendu.
__ADS_1
"apa kamu tidak ingin menjelaskan semuanya pada ku?!"
Ridho masih dengan kelembutan. kali ini diraihnya tangan istrinya itu dan ia genggam erat.
"mas....aku... minta maaf..."
sambil menunduk dan menahan tangisnya Shanti mencoba bersuara.
meski sedikit tergagap. ia harus tetap menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi ada suami yang telah menemaninya selama 18th itu.
"aku tak melakukan apa pun mas... aku tak berselingkuh mas..."
"jika kamu tidak berselingkuh lalu apa ini Shanti?!"
"mas. memang kemarin saat di gudang mas Dedi mencoba merayu aku. tapi aku menolak nya mas. aku tidak mungkin menghianatimu mas... percaya lah mas.."
di raihnya wajah istrinya. Ridho mencoba memahami apa yang dikatakan oleh Shanti.
"lalu chat itu apa?!"
"chat itu bukan aku yang mulai mas. ku fikir mas Dedi hanya ingin memesan barang saja pada awalnya. tapi aku tidak tau kalau dia masih mencoba merayu aku...!"
"tapi kamu terus membalasnya...! sebaiknya kamu jujur saja Shan... yang pasti aku hanya ingin kejujuran dari mu.!"
ia melepaskan tangan Shanti dan beranjak dari duduknya.
Ridho merasa masih ada kebohongan yang Shanti sembunyikan.
"percaya lah mas... aku tidak berbohong..."
Shanti masih mencoba menjelaskan.ia merangkak mendekat ke arah Ridho.
"mas. apa yang aku katakan adalah yang sebenarnya. aku tidak berbohong pada mu. tolong mas jangan seperti ini. aku mencintaimu dan aku juga tidak mungkin membiarkan keluarga kita hancur mas..."
air mata yang telah lama ia tahan akhirnya keluar juga.
ia sudah tak tahan menahan sesak di dala dadanya. ia berbicara sambil memandang wajah sendu suaminya.
dengan tulus Shanti meminta agar suaminya itu memaafkan dan tidak lagi menuduhnya berselingkuh.
"apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan Shan?"
"percaya lah pada ku mas..."
melihat Shanti yang masih terisak. hati Ridho sedikit terasa sakit. ia tak tega melihat istrinya menangis hingga tersedu seperti itu.
ia mencoba memahami semuanya. ia mencoba ingin percaya pada istrinya, meski ia sendiri belum puas dengan jawaban itu.
meski begitu di dalam lubuk hatinya ia sebenarnya tak ingin kehancuran terjadi pada keluarganya.
"apa kamu bersungguh-sungguh?!"
__ADS_1
di raihnya wajah sang istri.di tatapnya wajah yang basah karena air mata yang mengalir.
ia mencoba mencari kebohongan dan ketulusan disana.
"emm... ku mohon percaya lah mas"
hanya itu yang bisa ia ucapkan pada Ridho. Shanti mencoba menyeka air matanya dan mencoba sekali lagi meminta agar suaminya itu tak meragukannya.
"aku percaya padamu..."
di raihnya bahu sang istri membawa dalam pelukannya.
"mas percaya padamu tapi mas mohon jangan lagi kau ulangi hal yang seperti ini!"
semudah itu ia percaya? bukan! Ridho hanya mencoba menyelamatkan rumah tangganya. ia memang sangat mencintai keluarganya dan juga istrinya itu.
wanita bertubuh mungil dan manis yang telah mencuri hatinya sejak saat pertama bertemu di rumah sahabatnya yang tidak lain adalah kakak ipar Shanti sendiri. sejak saat itu ia sangat menginginkan Shanti menjadi istrinya.
meski ia harus bersabar menunggu karena saat itu Shanti yang masih bersekolah kelas 2 SMA.
Shanti menenggelamkan wajahnya dalam pelukan hangat suaminya. ia juga menautkan tangannya ke punggung suaminya membalas pelukan itu.
meski masih terisak Shanti mencoba menenangkan hati dan perasaan nya.
ia merasa bersyukur suaminya mau percaya dan memaafkannya.
meski bukan suami yang ia idamkan, tapi sebenarnya Ridho adalah sosok yang penyabar, baik dan sangat bertanggung jawab kepada keluarganya. ia juga merupakan ayah yang sempurna bagi anak-anaknya.
terbukti dengan anaknya yang sangat mencintai dan sangat dekat dengan Ridho ayah mereka.
meski Ridho sangat sibuk ia masih sempat bermain dan menemani mereke meski hanya sekedar menonton TV saja di rumah.
hal itu lah yang membuat Shanti merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena memberinya suami yang baik meski ia tak mencintainya.
mereka terdiam cukup lama larut dalam tangis dan pelukan satu sama lain. dan tenggelam dalam perasaan mereka masing-masing.
Ridho mengangkat wajah istrinya di pandangi wajah sendu itu dan mencium sekilas bibir Shanti. ia mengusap sisa air mata yang tertinggal di pipinya.
"mas mohon... jangan biarkan rumah tangga kita hancur karena kesalahpahaman ya..."
"em..." Shanti hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
"aku mencintaimu Shanti..."
di ciumnya lagi bibir tipis Shanti. di sesap dan di lumatnya sedikit agar Shanti juga membalasnya.
Shanti juga membalas perlakuan suaminya dengan lembut dan ia pun hanyut dalam dekapan dan sesapan suaminya.
lama mereka berkelana dalam gelora bibir manis pasangan. Ridho sedikit terpancing, gelombang nafsu dalam dirinya dan menuntut hal yang lebih. karena sebenarnya tubuh istrinya itu adalah candu yang sangat memabukkan baginya.
dan malam itu berlalu penuh dengan kehangatan dan manisnya madu cinta Ridho yang membara membawa bahtera mereka menuju pelabuhan perdamaian dan melupakan masalah yang terjadi begitu saja.
__ADS_1