
hari Senin seperti biasa hari yang padat dan begitu banyak aktivitas yang di lakukan.
hilir mudik silih berganti orang-orang yang melakukan kegiatan mereka.
tapi tidak dengan Shanti pagi ini. dia hanya duduk di pinggir jendela sambil memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di jalanan.
tak ada kegiatan yang berarti pagi ini. itu membuatnya bosan dan rasanya seperti di dalam penjara.
setelah anak-anak nya berangkat ke sekolah dan suaminya juga sudah beraktifitas di gudang, Shanti hanya duduk sambil memikirkan bagaimana ia kedepanya.
meski ia terkesan dimanjakan oleh suaminya. tapi ia juga terkadang stress karena kegiatan yang hanya itu-itu saja dan ia juga jarang bertemu teman-teman atau anak saudara nya sehingga membuat dia tidak memiliki teman untuk bicara dan berbagi keluh kesahnya.
"apa aku main ke rumah ibu saja ya... rasanya kok rindu ibu..."
dia berkata dalam hatinya. Minggu lalu ia tak mengunjungi ibunya karena pergi ke pemandian air panas.
jadi ia berfikir ingin mengunjungi ibunya hari ini. ia hanya ingin sekedar melihat apakah ibunya sehat dan sedikit berbincang dengannya.
"sebaiknya aku izin dulu lah dengan mas Ridho..."
Shanti juga tak ingin suaminya curiga atau salah sangka atas kepergian nya ke rumah ibunya.
ia meraih HP yang baru ia beli kemarin saat sepulang dari pemandian air panas. ia pun menghubungi suaminya.
meski suaminya ada di gudang di depan rumahnya. tapi Shanti tetap tak berani menghampirinya. jadilah ia hanya berani menelpon nya saja.
tuu... tuu...
setelah dering yang kedua panggilan pun tersambung.
" mas bisa pulang sebentar nggak ke rumah. ada yang mau aku omongin..."
......
" ya sudah oke..."
tuuut. bsambungan terputus.
Shanti pun segera beranjak dari duduknya dan menuju kamar untuk berganti baju dan bersiap-siap karena ia telah memutuskan akan pergi kerumah ibunya.
"Shan.... Shanti..."
setelah pulang kerumah Ridho langsung mencari keberadaan Shanti. ia menghampiri Shanti yang ternyata ada di dalam kamar mereka.
"iya mas... aku segang ganti baju"
"ganti baju?! memangnya kamu mau kemana?!"
"mas aku mau izin ya kerumah ibu"
"loh kenapa?! apa ibu sakit?!"
__ADS_1
"enggak mas... aku kangen aja sama ibu. kan sudah dua Minggu kita nggak kesana mas..."
"iya sih... kita kemaren nggak mampir kerumah ibu. soalnya Meri udah kelihatan capek bangat. jadinya mas kasian kalau masih harus mampir kerumah ibu."
" makanya itu mas aku mau kesana. aku juga mau lihat Dona katanya sekarang sedang hamil mas..."
ibu Shanti memang awalnya tinggal sendiri di rumahnya. karena semua anak-anaknya sudah memiliki keluarga dan rumah sendiri-sendiri.
tapi sudah dua tahun ini ada keponakan Shanti yang merupakan anak dari kakak tertua Shanti yang tinggal disana bersama suaminya.
setelah menikah mereka memutuskan untuk tinggal menemani neneknya karena selain mereka belum memiliki rumah, merek juga kasihan kepada ibu Shanti yang merupakan nenekny itu jika harus tinggal sendirian di masa tuanya.
"wah kabar bagus itu... ya sudah kamu hati-hati saja dijalan ya. jangan ngebut bawa motornya."
"iya mas...."
"Oya sama satu lagi. pulangnya jangan sore-sore ya. kasian nanti anak-anak..."
"siap mas. aku sebentar aja kok nanti..."
setelah selesai bersiap dan Ridho juga sudah memberikan izin ya. Shanti langsung bersiap untuk pergi.
"mas aku pergi dulu ya... makanan untuk mas dan anak-anak sudah siap semua di meja."
ia meraih tangan suaminya itu dan di ciumnya dengan takzim.
"iya dek... ingat ya jangan ngebut-ngebut bawa motornya..."
"iya iya mas..."
hingga motor sang istri tak lagi terlihat, barulah ia beranjak dari sana dan kembali kegudang yang memang sedang ramai saat ini.
perjalanan menuju rumah ibu tidak lah memakan banyak waktu. hanya sekitar 15 menit saja Shanti sudah sampai.
saat ia sampai, Shanti di sambut dengan gelak tawa orang-orang yang sedang bercengkrama di teras samping.
terdengar ramai memang meski suaranya tidak terlalu jelas. ia pun segera turun dari motor matic nya dan menghampiri orang Wang sedang asyik bercerita itu.
"assalamualaikum...."
"wa alaikumssalam..."
jawab mereka semua kompak dan serentak.
rupanya memang sedang ramai disana
bukan hanya ibu dan Dona dan suaminya saja yang ada disana. rupanya ada juga keponakan Shanti yang lainya.
"wah tumben ramai sekali ini ada apa?!"
"biasa bi... lagi ngerumpi aja ini...heehee"
__ADS_1
suami Dona yang menjawab pertanyaan Shanti.
owh itu rUpanya.
"owh... kirain lagi pesta apa gitu kok nggak ngajak-ngajak..."
"hehehe nggak kok bi..."jawab Dona
"ibu apa kabar?!"
sambil meraih tangan sang ibu dan mencium nyangengan takzim.
"Alhamdulillah ibu sehat... tumben kamu kesini hari Senin. nggak sama anak-anak lagi..."
"iya Bu... anak-anak kan sekolah Bu. kemarin nggak kan nggak sempet kesini soalnya anak-anak ngakak pergi ke pemandian air panas"
"owh... kamu nggak bantu suamimu di gudang Shan?!"
"enggak Bu. mas Ridho sudah nambah anak buah... jadi aku cuma ngurus rumah aja Bu"
"enak dong bibik sekarang jadi nyonya. heehee" seloro keponakanya yang bernama Friska. dia memang seperti itu bicara nya sedikit pedas seperti cabe rawit.
"enggak juga lah. kalau jadi nyonya males lah bibik nyapu, ngepel dan cuci piring heehee..."
"tapi seenggaknya bibik sekarang pengangguran kayak aku kan...!"
kali ini Dona yang menanggapi omongan Shanti.
"nah kalau itu baru betul... haahaaa"
mereka pun tertawa bersama. karena kata-kata Dona yang memang terkesan lucu.
"owh iya Dona. katanya kamu hamil?! sudah berapa bulan?!"
"heehee... iya bik. aku udah hamil sebulan. kemarin baru cek kebidan..."
"syukur lah kalau gitu... penantian selama setahun nggak sia-sia iya kan?!"
"iya bik. bulan ini pas satu tahun kami udah menikah..." jawab suami Dona yang juga merasa sangat bahagia dengan kehamilan istrinya.
"kamu sendiri gimana persiapan pernikahanyan Fris?! lancar nggak?!"
Shanti menatap keponakanya yang satu ini. karena memang sebentar lagi dia juga akan naik pelaminan.
"lancar Alhamdulillah... bibik jangan lupa pesananku kemarin ya... soalnya mau di pakai kan di. hari H"
"oke lah siap. tapi bibik kok agak nggak yakin ya dengan warnanya"
"loh kenapa?!"
"mas Ridho nggak mau pakai kemeja kalau warnanya pink katanya"
__ADS_1
ya, memang Friska meminta semua keluarga besarnya memakai baju warna pink di hari bahagianya nanti. termasuk juga para laki-laki.
hal itu juga yang membuat perdebatan Ridho dan Shanti. karena memang Ridho merasa kurang PD dengan baju warna itu.