Bahtera Rumah Tangga

Bahtera Rumah Tangga
Bertemu Max


__ADS_3

"Shanti... kamu akhirnya datang juga..."


Max tak percaya setelah lama menunggu jika akhirnya Shanti datang dan menemuinya.


awalnya ia berfikir kalau Shanti tak akan datang. ia sudah tau jika Shanti sudah memiliki keluarga, bahkan anak-anak yang sudah besar.


jadi Max tidak begitu yakin akan kedatangan Shanti, meski ia sangat berharap akan bisa bertemu Shanti hari ini.


"em... maaf aku terlambat datangnya."


Shanti sendiri merasa tak enak karena datang terlambat. bukan hanya terlambat tapi ini sudah berlalu satu jam dari waktu yang di janjikan Max.


meski awalnya ia juga ragu. tapi akhirnya ia memutuskan untuk datang juga.


flash back satu jam sebelumnya


"mas... makan siang sudah siap."


kata Shanti kepada Ridho melalui sambungan telepon.


"owh iya... mas kerumah sekarang..."


Ridho mematikan hpnya dan segera bergegas kerumah untuk makan siang bersama Shanti.


sesampainya di meja makan Shanti sudah menyiapkan makan siang dengan menu kesukaannya.


"wah enak ini dek pindang patin... sudah lama kamu nggak masak ini.."


wajah riang sang suami membuat Shanti tersenyum.


"iya mas, soalnya kemarin aku kepasar lihat ikan patin nya besar-besar dan masih hidup. makanya aku beli.."


Shanti segera mengambilkan nasi dan lauk untuk Ridho.


"ini mas, buruan dimakan nanti keburu dingin nggak enak..."


" iya! kamu nggak makan juga Shan?!"


"iya ini aku juga mau makan mas..."


Shanti lalu mengisi piringnya sendiri dan duduk di samping suaminya. mereka makan dengan nikmat. karena anak-anak belum pulang dari sekolah. jadilah mereka makan hanya berdua saja.


Ridho makan dalam diam menikmati masakan sang istri yang menurutnya sangat enak. hingga nasi di dalam piringnya tandas tak tersisa.


"Alhamdulillah kenyang... enak sekali memang masakan mu Shan..."


"Hem..."


Shanti hanya berdehem dan mengangguk.


" mas...!!"


sebelum Ridho beranjak dari duduknya Shanti memanggilnya.


"iya dek...! ada apa?!"


"aku ingin keluar nanti mas mau menemui teman di kafe xx boleh apa tidak?!"

__ADS_1


"teman?!"


"iya mas. dia sedang ada masalah dengan suaminya. jadi dia mau curhat sama aku. tapi dia malu sama kamu mas. makanya dia mengajak bertemu di kafe saja."


Ridho hanya diam saja dan memikirkan kata-kata istrinya.


Shanti sengaja berbohong pada Ridho. karena tak mungkin kan ia mengatakan jika sebenarnya ia ingin menemui Max mantan kekasih yang hingga saat ini masih ia cintai.


Ridho lalu menganggukan kepalanya.


"iya boleh... pergilah. tapi pulangnya jangan sore-sore. kasian anak-anak.."


tanpa menaruh curiga ia mengizinkan Shanti pergi.


Ridho berfikir tak ada salahnya juga Shanti menemui temanya itu. toh Shanti juga pasti butuh bertemu dengan teman-teman nya dan berbincang-bincang dengan mereka, bertukar cerita.


"terimakasih mas... aku nggak lama kok. setelah selesai langsung pulang."


Ridho hanya tersenyum, ia mengulurkan tanganya mengusap kepala Shanti.


"kamu nikmati aja ngobrol-ngobrol sama temen mu. biar kamu juga nggak setress dirumah terus."


"iya mas..."


"ya sudah mas kedepan lagi ya. anak-anak juga pada mau gantian makan..."


"iya mas... sudah ini aku juga mau langsung pergi mas..."


"ya sudah hati-hati bawa motornya jangan ngebut-ngebut."


setelah mengatakan itu ia pun langsung berlalu ke gudang.


flash back off


meski dijalan tadi dia sempat berfikir mungkin Max sudah tak lagi disana karena sudah sejam berlalu dari janji mereka.


tapi Shanti tetap melajukan motornya ke arah kafe itu. pikirnya jika memang tak lagi bisa bertemu dengan Max, dia bisa sekedar duduk saja disana menikmati waktunya sendiri melepas bosan jika harus duduk sendiri dirumah.


"kupikir kau sudah pergi Max. karena ini sudah lewat satu jam!"


"awalnya aku memang mau pulang. tapi entah mengapa kaki ku enggan berjalan..."


" Hem..."


Shanti hanya menganggukkan kepalanya. tiba-tiba suasana canggung menyelimuti mereka berdua.


Shanti hanya menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Max.


sedang Max sendiri hanya terpaku menatap Shanti melepaskan rindu pada wajah yang dulu pernah mengisi ruang hatinya.


"kamu mau pesan apa?! sudah makan siang belum?!"


Max mencoba mencairkan suasana.


"aku pesan minum saja. aku sudah makan dirumah tadi..."


"owh.. baik lah... kau ingin minum apa? biar aku yang pesankan!"

__ADS_1


"es susu strawberry saja. sepertinya enak..."


Max tak menyahuti Shanti. hanya terpaku mendengar pesanan Shanti.


"kau memang tak berubah Shan. masih sangat menyukai strawberry..."


"Hem... sangat...!"


sambil menganggukan kepalanya Shanti tersenyum ke arah Max.


"begitu juga tatapan matamu untuk ku Shan... sejak dulu tak pernah berubah!"


Shanti tak lagi menyahuti ucapan Max. ia tertunduk dengan wajah sendu yang ia sembunyikan tak ingin Max melihatnya.


Max segera beranjak memesan minuma dan beberapa cemilan untuk menemani mereka mengobrol.


'perasaan ku juga padamu tak berubah Max. hanya waktu saja yang tidak tepat mempertemukan kita saat ini..'


dalam hati Shanti bergumam.sambil memperhatikan punggung Max yang perlahan menjauh.


Shanti menarik nafasnya dalam menahan hati yang yang bergemuruh sejak tadi. entah apa yang membuat dia seperti ini.


apa kebohongannya pada suaminya yang membuatnya seperti ini. atau rasa cintanya pada max yang membuatnya hatinya bergejolak bak ombak air laut yang tak bisa berhenti berglung.


setelah selesai memesan max kembali menghapiri Shanti dan duduk tepat di hadapannya.


"Shan... tak terasa sudah 18tahun kita tidak bertemu..."


Max mencoba membuka pembicaraan sambil menunggu pesanan mereka datang.


" lebih tepatnya 18 tahun, 8 bulan, 21 hari..."


"kau menghitungnya Max?!"


"tak ada seharipun ku lewatkan tanpa memikirkan dirimu..."


Shanti hanya tertunduk mendengar perkataan Max. karena kata-kata Max dia merasa Max juga masih mencintai nya saat ini.


Shanti merasa bersalah kepada nya karena tak bisa menunggu setia pada lelaki itu. meski semua itu karena terpaksa dan bukan keinginannya.


"Shan... maafkan aku. meski aku tau kau sudah memiliki keluarga. tapi aku tak bisa menahan hatiku ingin menemui mu..."


Max menjeda ucapannya sejenak. karena pesanan mereka telah datang.


"aku sangat merindukanmu Shan..."


Shanti terkejut mendengar perkataan Max. ia mendongak menatap wajah Max yang sendu dan matanya memancarkan rasa rindu yang amat sangat dalam memandang kearahnya.


"Shan... saat pertemuan kita kemarin sebenarnya itu bukan pertama kalinya setelah sekian lama..."


"maksutmu Max?! apa kita pernah bertemu sebelumnya?!"


"lebih tepatnya aku yang melihatmu Shan... 15 tahun yang lalu.! hal itu juga yang membuat ku memutuskan kembali ke Jawa melanjutkan pendidikan ku..."


"aku tak mengerti apa maksutmu Max...?!bicara lah lebih jelas Max!"


"saat itu aku melihat mu di parkiran rumah sakit menunggu suamimu datang...!"

__ADS_1


Max terdiam sejenak. ia memejamkan matanya mengingat kenangan yang menyakitkan baginya itu.


__ADS_2