Bahtera Rumah Tangga

Bahtera Rumah Tangga
Shanti Penasaran


__ADS_3

akhirnya pertandingan bola voli hari ini berakhir tepat setelah adzan ashar.


tim SMP Meri akan kembali bertanding hari Jumat di babak final untuk merebutkan gelar juara dari tim SMP negeri favorit.


"besok final disini juga kan Mer?!"


tanya Shanti penasaran.


"iya Bu. ibu sama ayah bisa datang lagi kan?!"


"ibu sih bisa tapi mbax sama ayah belum tentu Mer..."


"iya nggak papa yah. ada ibu aja udah bikin Meri seneng!"


"ya sudah kita pulang dulu kalau gitu. ini udah sore banget."


"iya. kalian tunggu disini saja, ayah mau ambil mobil dulu!"


Ridho segera berlalu ke parkiran untuk mengambil mobil.


sedang Shanti dan kedua anaknya menunggu di gerbang sambil memperhatikan orang yang ramai berlalu lalang.


tiba-tiba saja mata Shanti menangkap dua orang yang sedang berbincang di pinggir parkiran.


itu adalah Max yang menghampiri Ridho di lapangan parkir. entah apa yang mereka bicarakan. tapi nampak sesekali Max melihat kearah Shanti.


'apa yang mereka bicarakan?!'


Shanti sedikit menggigit bibir bawahnya ketar ketir.


'awas saja kalau Max bicara yang macam-macam sama mas Ridho!'


dalam hati Shanti terus bermonolog.


Shanti menjadi sangat penasaran setengah mati. ia terus saja mengamati Ridho dan Max dari kejauhan tanpa berkedip.


hingga tak berapa lama Max pergi dari sana dan Ridho segera menuju mobilnya yang terparkir di pojokan lapangan.


setelah itu mereka pulang kerumah. suasana di mobil sedikit sepi karena memang mungkin keadaan Meri yang sudah keletihan hingga ia tertidur di kursi belakang bersenderan di bahu kakaknya.


hari semakin malam. setelah pulang dari pertandingan sore tadi Meri langsung tertidur,begiu juga dengan Mira yang sibuk mengerjakan tugas sekolahnya di kamarnya.


tinggallah Ridho dan Shanti yang duduk di ruang TV.


Shanti mengamati suaminya yang tengah serius menonton TV. ia ingin menanyakan soal Max yang berbicara dengan Ridho di parkiran tadi.


ia hawatir. takut kalau Max akan mengatakan hal-hal yang aneh pada Ridho. apa lagi kalau sampai Max mengatakan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.


sebenarnya ia juga tidak berani untuk menenyakan hal itu. tapi sedari pulang hingga saat ini Ridho hanya diam saja.


tak ada pembicaraan yang membahas tentang obrolan nya bersama Max tadi.


membuat Shanti penasaran setengah mati di buatnya.

__ADS_1


dengan menarik nafas panjang Shanti memberanikan diri dan mencoba membuka pembicaraan.


"mas... aku lihat tadi di parkiran kamu berbicara dengan Max?"


"owh iya. tadi kita nggak sengaja ketemu di parkiran!"


jawab Ridho singkat.


"apa yang kalian bicarakan?!"


dengan sedikit ragu Shanti bertanya pada Ridho.


"tidak ada. dia hanya menyapa dan mengatakan bahwa kalau kalian dulu pernah sangat akrab."


Ridho menjawab Shanti tanpa mengalihkan pandanganya dari layar TV.


Shanti sedikit gugup mendengar penuturan Ridho. ia terdiam tak tau lagi mau bertanya apa.


"dia juga bilang kalau nggak nyangka kamu sudah punya anak gadis!"


sambung Ridho lagi.


Shanti hanya tertunduk merutuki Max yang menurutnya sedikit kekanakan.


kenapa juga dia harus menyapa mas Ridho.dan membahas tentang anak gadis lagi!


"dek! apa dia tipe orang yang suka pada anak yang dibawah umur?!"


"maksudnya mas?!"


"masak sih mas dia nanya gitu?!"


"iya... mas juga sempet kaget dia nanya gitu dek. apa dia suka sama Mira?!"


"ah mas ada-ada saja!"


"nggak mungkin lah mas.! Mira lebih cocok jadi anaknya dari pada istrinya.!"


"iya sih! dia kan seumuran kamu ya dek?"


"Hem em...!"


Shanti hanya menganggukkan kepalanya.


'apa sebenarnya yang difikirkan Max.?! kenapa dia bertanya seperti itu?!'


Shanti tak habis fikir kenapa Max bertanya tentang Mira. apa ini hanya alasanya saja untuk sekedar basa basi dengan mas Ridho?!


ah sepertinya tidak mungkin begitu karena dia tau Max tipikal orang yang tidak begitu pandai berbasa basi.


Shanti terus saja melamun memikirkan apa kiranya yang direncanakan oleh Max sebenarnya. hingga ia Tek menyadari jika sedari tadi suaminya mengajaknya bicara.


ia tersadar saat tangan Ridho menyentuh bahunya.

__ADS_1


"kamu kenapa dek kok melamun saja dari tadi?!"


Ridho memperhatikan sekilas wajah Shanti.


"eh mas... nggak papa. mas bilang apa tadi?!"


"kalau kamu capek istirahat saja dek. ini sudah malam juga!"


"iya mas... aku memang sudah sedikit mengantuk."


"ya sudah kita tidur saja kalau gitu. besok mas juga mau buka gudang pagi-pagi soalnya pak Trisno mau ngantar kentang sama kol ke gudang!"


mendengarkan perkataan Ridho membuat Shanti teringat bahwa Max mengajaknya bertemu besok.


sejenak ia kembali memikirkan apakah ia akan menemuinya atau tidak. ia terus saja merenung hingga tak menyadari jika suaminya sudah begitu dekat dengannya.


cup! satu kecupan jatuh di bibir tipisnya.


Ridho sadar jika Shanti sedang melamun jadi dia menyadarkannya dengan kecupan.


Shanti yang terkejut dengan ciuman tiba-tiba suaminya itu hanya bisa terbengong dan menatap lurus dengan wajah polos.


"kamu kenapa sih dari tadi melamun terus dek?!"


"hah... aku..."


lagi-lagi Ridho mencium bibirnya sebelum Shanti menyelesaikan kalimatnya.


ciuman itu terasa sangat hangat dan menggelora. Ridho memang sangat ahli melakukanya.


Shanti menikmati ******* dan sesapan di bibir manisnya. ia memejamkan matanya dan ikut terbuai di dalamnya.


ia membalas setiap perlakuan suaminya yang mampu membuat nya melayang.


hingga tiba-tiba Shanti melepaskan ciuman itu secara tiba-tiba.


Ridho terdiam hanya mampu menatap Shanti dengan seribu pertanyaan yang tergambar jelas di raut wajahnya.


Shanti balik menatap mata ridho yang sayu dan berselimut gairah. Shanti juga menyadari pasti suaminya kecewa dengan perlakuanya yang tiba-tiba itu.


"maaf mas. soalnya kita masih diruang nonton. takut anak-anak melihat nanti. kan tidak baik!"


Shanti sedikit tertunduk menahan malu. ia memberi alasan jika takut ketahuan oleh anaknya jika mereka sedang bercumbu.


padahal alasan sesungguhnya bukanlah itu.


tiba-tiba saja bayangan Max yang sedang menciumnya melintas di difikiranya begitu saja.


membuat ia terkejut dan reflek melepaskan ciuman suaminya.


Ridho hanya diam saja. ia memandang kedalam bola mata Shanti yang terlihat tak tenang itu. dan ia pun mencoba memahami alasan yang diberikan istrinya.


dengan nafas yang masih terengah dan gelora nafsu yang menyelimuti Ridho segera mengangkat tubuh mungil istrinya dan membawanya ke dalam kamar mereka.

__ADS_1


guyuran hujan yang tiba-tiba turun dengan deras dan di sertai angin membuat suasana semakin dingin dan syahdu.


membuat mereka semakin larut dalam dekapan dan cumbuan yang lama kelamaan semakin panas dan tambah bergelora.


__ADS_2