
door...door...door...
"ibu apa ibu masih di dalam?!"
Mira menggedor pintu kamar mandi dengan sekuat tenaga. tiba-tiba saja perasaanya tak tenang karena Shanti tak menyahut dari dalam.
door...door... door...
"ibu nggak kenapa-kenapa kan!"
ia masih saja terus menggedor. tapi pintu tetap tak terbuka. juga Shanti yang tidak menyahut.
"apa ibu di kamar?!"
ia pun segera berlari ke kamar ibunya mencari keberadaan Shanti. ia terus memutari kamar sambil memanggil Shanti dengan berteriak.
tapi nihil tak ada tanda-tanda keberadaan Shanti di sana.
"ini pasti ibu kenapa-kenapa di dalam kamar mandi dapur!"
ia segera berlari keluar mencari Ridho di gudang.
"ayah! ayah!"
Mira terus berteriak dengan panik menghampiri Ridho yang tengah berbicara dengan anak buah gudangnya.
"Mira kamu kenapa sih teriak-teriak begitu?"
"yah. ibu yah... "
Mira sedikit tersengal karena nafasnya memburu tak beraturan. juga dengan sedikit terisak dia mencoba berbicara pada Ridho.
"Mira pelan-pelan saja. tarik nafas.... hembuskan... tarik nafas.... hembuskan.... tarik nafas lagi.. hembuskan lagi..."
instruksi dari Joni mencoba membuat Mira sedikit rileks dan tenang.
"yah ibu kayaknya pingsan di dalam kamar mandi!"
"apa!"
Ridho tak menunggu reaksi dari Mira lagi. ia segera berlari ke dalam rumah dan mencari keberadaan Shanti.
Mira dan Joni mengikutinya dari belakang. wajah mereka terlihat sangat cemas.
sesampainya di depan pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu Ridho mencoba membuka dengan sedikit paksa. tapi nihil. pintu tak mau juga terbuka.
"mas Ridho kita dobrak aja mas. kelamaan nanti Kasihan mbax Shanti di dalam takutnya kenapa-kenapa!"
Joni memberi usul pada Ridho.
Ridho tak menyahut. ia mengambil ancang-ancang akan mendobrak pintu. Joni pun ikut di sampingnya. sedikit mengangguk Ridho memberi aba-aba dan mereka pun berbarengan mendobrak pintu sekuat tenaga.
sekalian dorong saja pintu sudah terbuka sepenuhnya. Ridho segera masuk dan melihat Shanti terkulai lemas di lantai kamar mandi.
tubuhnya dingin dan bibirnya pucat pasi. dan kancing celana juga yang belum tertutup sempurna.
__ADS_1
Ridho yakin jika Shanti pingsan setelah buang iar. tapi dia tak tahu apa penyebabnya.
"Joni. cepat hidupkan mobil kita bawa Shanti ke rumah sakit!"
"siap mas!"
Joni segera berlari keluar dan Ridho dengan sigap mengangkat tubuh mungil Shanti dan membawanya keluar.
"Mira. kamu dirunah saja tunggu adikmu pulang. nanti baru susul kamu ke rumah sakit."
"iya ayah!"
Ridho segera membawa Shanti masuk ke dalam mobil dengan Joni yang akan mengemudi.
mereka terlihat tergesa tak memperdulikan orang-orang yang menatap mereka dengan berbagai ekspresi.
"kenapa mbax Shanti mas Ridho?"
"apa mbax Shanti pingsan ya?"
"mbax Shanti sakit apa ini!"
dan masih banyak lagi pertanyaan orang-orang yang melihat mereka di sana tak sempat ia jawab.
Joni melajukan mobilnya sedikit kencang agar cepat sampai di rumah sakit terdekat di sana. sekitar sepuluh menit Joni mengemudikan mobil dengan kecepatan maksimal mereka sampai di rumah sakit.
"suster tolong istri saya!"
Ridho berlari sambil menggendong Shanti ke arah bangkar kosong yang tersedia di depan pintu masuk ruang IGD.
"bapak silahkan tunggu sebentar disini ya. biar dokter yang menangani istri bapak."
seorang perawat memberi instruksi pada Ridho. dan ia menurutinya. duduk menunggu di ruang tunggu IGD.
ia amat cemas dan gelisah menunggu kabar Shanti dari dalam. ia berjalan mondar mandir tak bisa diam.
setelah sekitar 15 menit menunggu seorang dokter dan perawat keluar dari dalam.
"keluarga ibu Shanti.?!"
seru sang dokter.
"saya suaminya dok. ada apa dengan istri saya dok? kenapa tiba-tiba pingsan?!"
"pasien menderita dehidrasi tinggi dan kejang perut yang sangat hebat. kemungkinan ibu Shanti mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam. sehingga membuat lambungnya kaget."
"jadi bagaimana dok?!"
"saya sudah memberinya obat sementara beliau belum sadarkan diri dan harus rawat inap Samapi beliau sadar. setelah itu kita akan melihat perkembangannya lebih lanjut."
"baik dokter. terimakasih dok..."
"sama-sama pak."
dokter itu segera beranjak dari sana meninggalkan Ridho bersama perawat.
__ADS_1
"pak silahkan mengurus administrasi di bagian pendaftaran. sementara pasien akan di pindahkan ke ruang rawat inap."
"baik suster."
Ridho menuruti instruksi dari perawat tersebut dan mengikuti langkah wanita itu menuju meja administrasi.
"gimana mas? apa kata dokter?"
Joni tiba-tiba saja sudah ada si samping Ridho mengikutinya sambil terus berjalan.
"Shanti pingsan karena sakit perut. itu sih intinya Jon. oh iya Jon kamu pulang saja tutup gudang dan bilang sama Mira dan Meri bawa perlengkapan saya dan Shanti ke rumah sakit. karena Shanti harus rawat inap."
"iya mas... mobilnya di tinggl apa gimana?"
"bawa saja nanti biar Mira yang bawa lagi ke sini."
"ya sudah kalau begitu saya permisi dulu mas Ridho."
setelah Joni berpamitan Ridho segera mengurus administrasi Shanti dan menyusulnya ke ruang rawat inap yang berada di lantai tiga gedung rumah sakit.
perlahan dia memasuki ruangan yang terlihat sepi. dia melihat wajah pucat istrinya yang masih terbaring lemah di bangkar dengan selang infus di tangan kirinya.
dia duduk di kursi sebelahnya dan mengusap tangan Shanti yang masih terasa dingin itu.
biasanya Shanti memang makan makanan pedas tapi kenapa sekarang dia bisa tumbang tidak seperti biasanya.
Ridho menatap sendu wajah Shanti yang terlelap. entah masih pingsan atau tertidur karena obat. ia tak begitu faham karena dokter juga tak mengatakan nya.
"cepat sadar dek..."
itulah kata yang terucap dari bibirnya yang bergetar menahan tangis. tak tega melihat sang istri terkulai tak berdaya di atas bangkar.
dia menundukkan kepalanya di samping tubuh Shanti dan menggenggam erat tangan dingin itu. ia mencoba menyembunyikan wajah frustasinya.
namun tak berapa lama ia merasakan tangan Shanti bergerak dan mendengar Shanti sedikit melenguh.
"Shan? kamu sudah sadar?"
Ridho mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Shanti. matanya mulai terbuka.
"Alhamdulillah kamu sadar juga Shan! tunggu sebentar mas panggilkan dokter dulu.!"
tanpa menunggu reaksi Shanti, Ridho langsung saja berlari keluar kamar rawat inap dan menemui perawat yang berjaga di sana.
"suster istri saya sudah sadar.!"
"baik pak. saya akan memberi tahu dokter untuk segera memeriksa istri bapak."
"terimakasih sus.!"
setelah mengatakan itu ia kembali berlari menuju kamar tempat istrinya di rawat. ia menghampiri Shanti yang masih terlihat lemah.
"apa masih sakit dek?!"
"em..."
__ADS_1
Shanti hanya menggelengkan kepalanya. rasanya suaranya belum mampu menjawab pertanyaan Ridho