
Hari berganti senja,hari ini berlalu begitu saja. meski semua sibuk tapi semua berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.
dreett...dreeettt.... Ting....
bunyi hp Shanti menandakan adanya pesan yang masuk
*Shanti...
dilihatnya siapa yang mengiriminya pesan sesore ini. karena biasanya orang yg menghubunginya adalah orang yang akan memesan barang atau petani yang mau menjual hasil kebunnya.
"mas Dedi?" batin Shanti bertanya
*iya mas Dedi ada apa?! (Shanti)
*tidak ada apa-apa.kamu sedang apa?! (Dedi)
*tidak ada mas. sedang duduk saja (Shanti)
*apa mas mengganggu?!" (Dedi)
*tidak kok mas... (Shanti)
mereka terus saja asyik saling berbalas pesan hingga hari menjelang gelap.
sambil asyik menonton TV Shanti tak menghiraukan suaminya yang sejak tadi melihatnya dari pintu kamar mereka.
Ridho mengamati Shanti yang terlihat asyik sendiri. terkadang ia tersenyum memandangi hpnya, terkadang wajahnya datar saja sambil mengetik beberapa pesan di sana. setelah itu ia akan fokus kembali menata layar TV yang sejak tadi menayangkan berita.
perlahan ia mendekati istrinya dan dukuk disampingnya dengan tiba-tiba dan dibuat sedikit kasar.
ia ingin melihat reaksi Shanti yang pasti terkejut itu.
"astaga...." sambil mengusap dadanya Santi benar saja ia terkajut.
" mas kamu ngagetin aku aja!" serunya. ia benar-benar terkejut. suaminya seperti berjalan melayang baginya karena Santi tak mendengar langkah kaki suaminya itu.
"abisnya mas liatin dari tadi kamu tu senyam senyum sendiri liatin hp..."
" owh... biasa lah mas ibu-ibu rempong lagi ngegosipin si Dinda janda kembang itu Lo mas..."
" katanya dia ketauan lagi ***-*** sama suami orang"
"kamu tu ya ngegosip aja semangat. mana canggih banget lagi emak-emak zaman sekarang ngegosip nya lewat hp!"
"zaman kan udah maju mas..."
"ngabisin paket tau"
Shanti tak menjawab lagi perkataan suaminya ia hanya memajukan sedikit bibirnya cemberut.
"sudah yok makan mas udah laper ini"
__ADS_1
karena lelah dan tenaga yang terkuras membuat cacing-cacing di perut Ridho meminta disapa.
"iya mas. anak-anak udah selesai kayaknya" Shanti segera beranjak dari duduknya. ia memeriksa ke dapur apakah makanan yang ia masak tadi telah selesai di hidangkan oleh Mira dan Meri di meja makan.
"sudah sayang?!" tanyanya pada Meri
"sudah Bu... ayah mana?"
" masih nonton. sana panggilkan..."
"oke" jawaban singkat Meri.
Meri memang dekat dengan Ridho dibandingkan Mira. ia seperti sangat lengket pada ayahnya. sedangkan dengan Shanti ia tak terlalu dekat 'ibu nggak asyik' itulah katanya.
"ayah... ayo kita makan" Meri menghampiri ayahnya dan menarik lengan ayahnya itu agar bangkit dari duduknya.
"iya iya sebentar... ayah matikan dulu TV nya"
ia pun segera meraih remote TV dan menekan tombol off. setelah layar menghitam iya pun beranjak menyusul Meri yang telah lebih dulu keruang makan.
keluarga Shanti memang terlihat harmonis dan sering membuat iri para tetangganya. tapi Shanti tak merasa begitu. meski ia pun bahagia saat ini. tapi ia merasa seperti ada lubang kosong di hatinya yang ia sendiri pun tak tau itu entah apa.
ia hanya menjalani hidupnya seperti air mengalir...
malam semakin larut. acara makan malam telah selesai. rasa kantuk dan lelah setelah setelah seharian beraktivitas membawa Shanti menuju peraduannya.
ia membaringkan tubuhnya dan perlahan terlelap karena kantuknya yang sudah berat
dreetttt.... dreettt... Ting...
hp Shanti yang masih tertinggal di meja TV bergetar bertanda ada pesan yang masuk.
tapi Ridho tak menghiraukannya karena pikirnya hanya SMS iseng atau grup para ibu-ibu yang sedang menggosip.
satu kali....dua kali.....tiga kali.... hingga entah sudah berapa kali hp itu terus saja bergetar dan mengganggu fokus Ridho pada acara tinju yang sedang disiarkan itu.
dengan sedikit kesal ia meraih hp sang istri dan bermaksud untuk menonaktifkan nya. hingga tanpa sengaja ia melihat chat yang sedikit ganjal tampil di jendela.
"kanapa lama balasnya?!"
"apa sudah tidur?!"
"kamu off?!"
dengan rasa penasaran Ridho membuka chat itu. ia terkejut bukan kepalang melihat isi chat itu.
ia marah. sangat marah. bagaimana tidak! dari isi chat itu ia menyimpulkan bahwa istrinya ada main gila dengan pelanggannya.
ia tau betul siapa yang mengirim chat kepada istrinya itu.
dengan perasaan yang sangat marah ia beranjak dan berjalan secepatnya menuju kamar tidur tempat sang istri tengah terlelap.
__ADS_1
di kuncinya rapat kamar itu dan ia segera menghampiri istrinya di tempat tidunya.
dengan sedikit kasar ia membangunkan Shanti yang tengah asyik entah bermimpi apa.
"bangun!!!"
"heh... buka matamu! BANGUN....!!!!"
Shanti yang terkejut mendengar suaminya berteriak langsung terbangun dan duduk di tempatnya.
"ada apa sih mas bangunin tengah malam?!" meski nyawanya belum terkumpul sepenuhnya tapi ia dapat melihat raut wajah suaminya yang merah dan matanya yang Nyalang itu menandakan bahwa ia tengah Marah.
" ini chat dari siapa?!" sambil mengacungkan hp Shanti
"kamu apa-apa an sih mas buka-buka hp orang?! nggak sopan tau!"
bukanya menjawab Shanti malah balik marah pada Ridho karena telah lancang mengecek privasi nya.
melihat reaksi istrinya itu Ridho bertambah marah. dengan sengit ia melemparkan HP Shanti ke dinding membuat HP Shanti bercerai berai berhamburan.
Shanti sedikit terkejut dan baru ia sadar sepenuhnya apa yang terjadi. ia hanya diam saja dan menunduk.
"bodoh, aku lupa hapus chat dari mas Dedi..." keluhnya dalam hati. ia tak berani mengangkat wajahnya apa lagi menatap suaminya.
"jadi kamu ada main gila sama lelaki itu dek?!"
....
"sejak kapan?!"
Shanti masih saja terdiam tak bisa menjawab. meski ia ingin mengatakan bahwa ia tak selingkuh tapi chat ya bersama Dedi sudah di baca oleh Ridho.
"bodoh jga aku tadi ngapain ladenin mas Dedi chat tadi"
ia masih saja bicara sendiri dalam hatinya. hingga kesabaran Ridho habis.
diraihnya wajah sang istri dengan kasar agar menghadapnya.
"Jawab Shanti!! apa kamu mendadak bisu HAH?!"
Shanti hanya mampu mengeluarkan air mata tanpa sepatah kata pun terucap. bibirnya kelu, otaknya tak mampu berfikir apa pun.
dalam menghadapi amar Ridho Shanti biasanya selalu menjawab perkataannya. tapi tidak dengan sekarang.
difikiranya hanya kosong. meski sebenarnya ia bisa saja menjelaskan bahwa ini semua kesalahfahaman.
karena pada kenyataanya memang mereka belum sampai pada jenjang perselingkuhan. hanya baru PDKT saja.
Ridho lalu mendorong kasar tubuh Shanti hingga terhempas ke kasur karena tak kunjung mendapatkan jawaban darinya.
ia pun beranjak pergi dari kamar itu. dan berlalu entah kemana meninggalkan Shanti yang masih terisak.
__ADS_1