Bahtera Rumah Tangga

Bahtera Rumah Tangga
Rina dan Max


__ADS_3

"eh Rin... kenalkan ini temanku saat SMA namanya Shanti. dan ini anaknya Meri."


"hai, aku Shanti!"


Shanti mengulurkan tangannya kepada Rina yang juga disambut oleh Rina balas menyalaminya.


Rina sejenak berfikir seperti pernah melihat wanita yang ada di depannya saat ini. ia berusaha mengingat-ingat.


"aku Rina. Tunangannya Max.!"


Rina menegaskan statusnya sebagai tunangan Max. seolah ingin memberikan peringatan pada Shanti. setidaknya itu yang di tangkap oleh Shanti.


sejenak mereka berpandangan dan saling tersenyum satu sama lain.


"hai Tante. aku Meri... "


sambung Meri sambil melambaikan tangannya pada Rina.


"kalian sudah dari tadi?!"


Max kembali bertanya pada Shanti dan Meri.


"sudah kami sudah selesai belanja. Meri ayo kita pulang!"


"tapi Bu Meri belum ambil mie pesanan mbax Mira.!"


"kita ambil sambil lewat saja nanti."


dengan sedikit cberut Meri akhirnya menuruti ibu nya.


"Max, kami duluan ya...!"


Shanti menjeda ucapannya sejenak. dan melihat kearah Rina.


"Rina! senang berkenalan dengan mu.!"


"iya mbax Shanti. saya juga senang bisa berkenalan dengan teman lama Max."


"by Om Max... "


dengan sedikit tertunduk tidak bersemangat Meri melambaikan tangan pada Max.


setelah itu Shanti dan Meri berlalu dari hadapan Meraka.


tapi baru juga beberapa langkah Max sudah kembali memanggil Shanti.


"Shan... apa kalian tak ingin makan siang dulu bersama kami?!"


Rina heran melihat tunangannya yang malah mengajak Shanti dan anaknya makan siang bersama. padahal ini kali pertama mereka jalan berdua.


rencana nya setelah berbelanja keperluan Rina ingin mengajak Max mampir kerumah nya untuk makan siang.


tentu saja Rina yang akan memasak spesial untuk max.


tapi Max malah mengajak orang lain.saat ini iya berharap Shanti akan menolak ajakan itu.


Shanti menoleh sejenak pada Max. lalu kemudian ia beralih melihat kearah Rina.


"tidak Max terimakasih. aku akan langsung pulang. Meri masih capek karena pertandingan kemarin."


ia menyadari ekspresi Rina yang berharap ia menolak ajakan Max kali ini.

__ADS_1


"baik lah kalau begitu... kalian hati-hati dijalan ya mbax...!"


bukan Max yang menyahut. tapi Rina. ia segera menyela Max yang ingin menjawab. jelas saja ia takut Shanti akan berubah fikiran dan ikut makan siang bersama mereka.


"em... "


Shanti hanya mengangguk lalu bergegas pergi ke kasir untuk mengantri.


"Max ayo kita lanjutkan belanja..."


Rina menggandeng tangan Max dengan sedikit menariknya untuk berlalu dari sana.


setelah beberapa saat mereka berjalan Max melepaskan tangannya dari Rina.


"eh Rin... aku ke toilet sebentar ya... kamu lanjutkan saja dulu belanjanya."


"owh... oke. jangan lama-lama ya Max!"


"em!" Max hanya mengangguk dan segera pergi dari sana.


sebenarnya ia tak ingin pergi ke toilet. terbukti sekarang ia berjalan ke arah kasir. iya menoleh kesana kemari mencari jejak Shanti.


dan tanpa sengaja ia melihat Meri yang sedang duduk sendiri di kursi tunggu depan sedang makan eskrim.


Max pun segera menghampirinya.


"ibu mu kemana Mer?!"


Meri sedikit terkejut dengan kehadiran Max di sana.


"eh om... ibu tadi pergi ke toilet sebentar."


"owh... ya sudah kalau begitu. om pergi dulu ya..."


Max pun segera berlalu dari hadapan Meri dengan sedikit berlari. ia ingin segera menemui Shanti.


meski masih sedikit bingung dengan sikap Max yang tiba-tiba datang dan menanyakan ibunya, lalu pergi begitu saja. tapi Meri tidak terlalu perduli.ia kembali menikmati eskrim kesukaannya itu.


setelah beberapa saat Max telah sampai di depan toilet. bertepatan dengan Shanti yang juga baru keluar dari sana.


"Shan... aku ingin bicara dengan mu!"


"Max! kenapa kau ada disini?!"


Shanti sedikit bingung melihat Max yang sudah berdiri dihadapannya.


ia menoleh kekiri dan ke kanan melihat sekitar seperti mencari sesuatu. kebetulan toilet sedang sedikit sepi.


"aku sengaja ingin menemui mu dan bicara pada mu!"


"kamu mau bicara apa lagi?!di mana Rina?! "


"dia masih berbelanja.! bisa kah kita duduk sebentar di taman Shan?!"


"tidak bisa Max! Meri sudah menunggu ku sejak tadi!"


"kumohon sebentar saja!"


"bicara saja disini Max! kalau kau tidak mau ya sudah tidak perlu bicara.!"


Shanti sedikit kesal dengan sikap Max yang seperti ini.

__ADS_1


"ayo lah Shan!"


"jangan seperti ini Max! aku harus segera pergi. lagian juga kau pasti sudah ditunggu oleh Rina tunanganmu itu!"


entah mengapa Shanti menjadi lebih jengkel mengingat Max sudah memiliki tunangan. padahal dia sendiri sudah memiliki suami. bahkan anak juga.


"aku dan dia di jodohkan Shan!"


"lalu apa masalahnya dengan ku?! aku tak perduli kau mau dijodohkan atau tidak. itu bukan urusan ku!"


"tapi kau harus tahu Shan!"


"untuk apa aku harus tau?! owh aku tahu! sebenarnya kau hanya ingin memamerkan nya saja pada ku iya kan?!"


"tidak bukan seperti itu Shan... aku..."


belum selesai Max berbicara Shanti sudah lebih dulu memotongnya.


"sudah lah Max! aku ingin pulang. Meri pasti sudah lama menunggu ku."


Shanti segera beranjak dari sana. tapi baru juga babarapa langkah Max mencekal tangan Shanti.


" Shan... aku akan tetap mencintai mu. dan lagi aku akan tetap menunggu mu di taman sore ini!"


dengan sedikit kasar Shanti mencoba melepaskan genggaman tangan Mex pada lengannya.


"tidak perlu karena aku tidak akan pernah datang!"


Shanti segera beranjak dari sana. dengan langkah besar ia ingin segera pulang kerumah menghindari Max yang mungkin bisa saja mengejarnya saat itu.


Max hanya mampu memandangi punggung Shanti yang semakin menjauh darinya.


ia hanya terpaku melihat Shanti yang pergi begitu saja tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya.


ia mengusap kasar wajahnya dengan penuh frustasi. saat ini ia tak mampu berbuat apa-apa.


karena tak mungkin dia memaksa Shanti. apalagi ditempat seramai ini.


ditambah lagi ia saat ini sedang bersama Rina tunanganya.


Max akhirnya memutuskan untuk kembali menemui Rina.


"kau kenapa lama sekali Max?!"


baru saja ia sampai. sudah disambut dengan pertanyaan penuh curiga dari Rina.


"toilet nya antri tadi. jadi lama! apa kau sudah selesai?!"


"sudah! ayo kita ke kasir..."


Rina menggandeng tangan Max sambil mendorong troli yang penuh berisi belanjaannya.


"Max... setelah ini mampirlah kerumah ku dulu ya. kita makan siang di rumah!"


"tidak perlu. aku masih punya beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan!"


"owh... atau kita makan siang di luar saja setelah ini agar tidak lama.."


Rina masih saja memaksa Max. tentu ia tak ingin kehilangan kesempatan makan berdua dengan Max.


"aku tidak bisa. kau pergi saja sendiri!"

__ADS_1


Rina dibuat jengkel olehnya. dia melepaskan gandengannya di tangan Max lalu berlalu begitu saja tanpa membawa trolinya untuk antri. ia langsung keluar begitu saja tanpa memperdulikan Max.


__ADS_2