
hari berganti, Minggu berlalu,bulan baru pun telah tiba.
sudah lebih dari sebulan hari-hari berlalu sejak pertengkaran pertama itu.
meski Shanti sedikit merasa bosan karena ia harus menuruti permintaan suaminya agar tak lagi menemaninya di gudang
ia harus menghabiskan hari-harinya hanya dirunah saja. ya meskipun untuk kepasar dan ke tempat lainya suaminya tak melarang. tapi Shanti tetap masih merasa bosan.
pagi hari hanya ia habiskan untuk membereskan pekerjaan rumah, siang hari hanya dihabiskan menonton TV dan terkadang ia membuat kue dan beberapa cemilan dengan anaknya. dan sore harinya hanya ia habiskan untuk bercengkrama bersama suami dan anak-anak nya.
meski begitu Shanti tak berani protes atau hanya sedikit meminta kelonggaran pada suaminya. karena ia juga menyadari bahwa ini adalah salahnya.
"ayah, hari ini jadi kan kita jalan-jalan?!"
Meri yang sejak pagi sudah sibuk menyiapkan semua keperluan yang akan ia bawa ke pemandian air panas bersama keluarga nya.
"iya jadi. kita tunggu ibu dan mbax Mira pulang dari pasar dulu ya..."
"oke!"
hari ini hari Minggu. rutinitas mereka dihari libur memang selalu seperti itu.
pagi-pagi sekali Mira dan Shanti akan pergi kepasar berbelanja kebutuhan seminggu kedepan.
sedang Meri membereskan rumah dan mencuci pakaian sekolah dan sepatunya.
sedang ridho sendiri ia membereskan gudang karena memang hari ini libur dan gudang akan tutup.
menjelang pukul 9 Shanti dan Mira sudah kembali dari pasar. mereka sarapan pecal yang dibeli Mira di lapak langganannya.
"yah... kita hari ini cuma mau mandi saja kan di air panas?!"
"iya. pulangnya ibu mau mampir ke kota katanya mau beli beberapa barang"
Shanti yang menjawab pertanyaan Meri kali ini.
"owh oke lah..."
sambil sarapan mereka membahas rencana panjang hari libur mereka.
seminggu sudah kita bekerja mengumpulkan pundi-pundi rupiah. sehari saja kita menghabiskanya pasti masih kurang. iya kan?
tapi begitulah perputaran roda uang. ibarat kata uang itu jenggot. makin dicukur tumbuhnya semakin lebat. betul?!
setelah sarapan mereka berangkat menuju wisata pemandian air panas yang pasti akan ramai di akhir pekan seperti ini.
meski begitu tak bisa menyurutkan niat mereka untuk pergi ke sana. tempat yang sudah dipilih Mira sejak beberapa hari yang lalu.
ia memang ingin kesana karena memang teman-teman nya yang lain juga akan kesana hari ini.
jadilah ia juga mengajak keluarganya kesana sekalian liburan akhir pekan mereka.
di perjalanan Meri ngat bersemangat mengoceh ini dan itu membuat suasana semakin ramai dan riuh. tak lupa juga Shanti menyiapkan beberapa cemilan untuk menemani perjalanan mereka.
"akhirnya kita sampai..."
__ADS_1
setelah kurang lebih satu jam mereka berkendara akhirnya sampai juga di tempat pemandian air panas yang memang sangat terkenal di daerah itu.
setelah memarkirkan mobilnya Ridho menyusul anak istrinya yang telah lebih dulu masuk ke area wisata
"ibu beli tiket dulu ya. kalian tunggu ayah disini"
"iya Bu. aku juga mau menelpon Rita mereka sudah sampai apa belum"
"oke... Meri disini saja dengan mbak MU nanti kamu nyasar lagi!"
"siap bos!!"
Shanti pun segera berlalu dari sana meninggalkan dua beradik itu di bangku yang memang disediakan untuk pengunjung.
tuuut..tuuuttt...
Mira menghubungi Rita temanya yang juga berjanji akan datang ke mari.
"halo Rita, kalian sudah sampai apa belum?!"
......
"owh oke kami sedang mengantri membeli tiket. sebentar lagi menyusul"
....
"oke... anak-anak banyak yang ikut kan?!"
.....
"wah oke oke... pasti makin seru!"
....
.....
Tut... sambungan telepon terputus.
"ayah kalian mana?!"
Shanti yang baru datang dari membeli karcis tak melihat Ridho ada disana.sambil menoleh kiri dan kanan mereka mencari sosok itu.
"itu ayah Bu sedang bicara dengan tukang parkir"
jawab Meri sambil mengarahkan telunjuknya kepada sosok yang sedari tadi mereka cari.
"ya sudah panggil sana. ibu sudah dapat karcisnya."
"oke"
Meri segera menghampiri ayahnya dan mengajaknya untuk masuk. kerena Mira dan Shanti sudah menunggu sejak tadi.
sesampainya mereka didalam Mira langsung saja pamit menemui teman-temannya.
begitu juga dengan Meri. ia tak mau ditinggal kakaknya itu. meski tidak begitu akrap dengan teman-teman Mira. tapi Meri memang sudah mengenal mereka.
__ADS_1
ia tak lagi merasa canggung bergabung dengan mereka.
"kita duduk di sana saja"
tunjuk Ridho kesebuah taman yang terdapat di sana. area pemandian air panas itu memang sangat luas dan asri. banyak pepohonan rindang berjejer dipinggir taman dan di sepanjang jalan setapak di sana.
tempatnya sangat luas bukan hanya pemandian saja yang ada di sana tapi juga terdapat beberapa wahana permainan air.
"lihat mereka sangat bersemangat"
Ridho memang selalu yang membuka percakapan jika hanya bersama Shanti.
karena menurut Ridho sejak pertengkaran malam itu Shanti sedikit menjadi pendiam.
meski begitu Shanti tetap bersikap ceria dan penyayang seperti biasanya.
"iya mas. terimakasih kerena telah mau menemani kami kesini"
"kenapa harus berterima kasih... ini sudah kewajiban ku membahagiakan kalian..."
di raihnya wajah sang istri dan dipandangnya lekat seolah Tek pernah bosan Ridho memuja istrinya itu.
"iya mas... kami bahagia karena mas sangat sabar pada ku dan anak-anak..."
"iya iya... kenapa jadi melow seperti ini sih?! kita nikmatin aja lah...anggap saja kita lagi pacaran... heehee"
"iya mas..."
sambil tersenyum Shanti membalas perkataan suaminya yang menurutnya lucu.
memang sejak pertama bertemu mereka belum pernah berpacaran. karena memang Shanti yang dulunya tidak tertarik pada Ridho.
setelah ia selesai sekolah Ridho langsung melamarnya dan sebulan kemudian mereka menikah.
setelah pernikahan itu Shanti hanya sibuk dengan rumah tangganya dan Ridho juga sangat sibuk dengan pekerjaan dan usaha yang mereka bangun. membuat mereka lupa menikmati dari mereka berdua saja.
hingga hari ini anak-anak mereka sudah besar-besar dan usaha mereka juga sangat maju. membuat mereka berfikir bahwa mereka juga berhak menikmati hari-hari romantis.
"tak terasa anak-anak sudah besar ya mas..."
"iya... mas juga terharu melihat mereka"
sambil memeluk tubuh sang istri yang duduk di sebelahnya Ridho memperhatikan tingkah anaknya yang larut dalam keceriaan dan berlarian kesana kemari.
mereka sepertinya lupa jika kemari bersama dengan ayah dan ibunya.
"bagaimana kalau kita berfoto disini?!"
"iya boleh mas... sudah lama juga kita tidak Selfi berdua"
"iya. pakai hp kamu saja..."
"mas lupa ya kalau hp ku sudah berciuman dengan lantai?!"
"heeheehee... maaf mas lupa. ya sudah nanti pulang dari sini kita mampir ke konter beli hp buat kamu"
__ADS_1
"iya mas... makasih ya mas ..."
"sama-sama sayang..."