
Seorang wanita terlihat tengah tergesa-gesah mencari dokumen didalam lemari, sambil melihat kesana kemari takutnya ada yang melihat aksi nya itu.
Lalu ada sebuah map berwarna hijau sambil membuka nya dengan perlahan wanita itu membaca isi dokumen tersebut, ketika dia sudah merasa itu dokumen yang benar dengan cepat wanita itu membawa nya pergi.
Disatu sisi Mikka yang sengaja ikut ke kantor bersama mamah nya tanpa sengaja melihat gerak-gerik mencurigakan dari Alea, mamah yang tidak menyadari itu terlihat biasa-biasa saja. Namun tidak dengan Mikka, pengalaman adalah pelajaran paling berharga yang membuat Mikka terlihat lebih keras daripada biasanya.
"Mamah duluan aja yaa ke ruang kerja nya, Mikka ada yang mau dikerjakan bentar..." ucap Mikka seraya berjalan berbalik arah
"E-ehh, yaa sudah telpon mamah yaa nanti kalau ada apa-apa..." teriak mamah karna Mikka keburu berlari meninggalkan mamah nya sendiri
"Anak itu lari nya cepat juga..." gumam mamah pelan lalu mamah pergi sendiri ke ruang kerja nya.
Mikka yang terus mengikuti Alea sampai di ruang kerja Alea sendiri,
"Apa yang dia sembunyikan?" pikir Mikka sambil melihat dengan cermat map yang di sembunyikan Alea di dalam bajunya sendiri.
Wanita yang mengacak-acak dokumen itu adalah Alea, wanita itu pasti ingin melenyapkan barang bukti sehingga tidak ada yang mengetahui nya.
Mikka bersembunyi dibalik tiang dan terus memantau Alea yang sedang duduk di meja kerja nya sambil mengetik keyboard leptop nya dengan cepat,
"Apa yang sedang dia lakukan?" pikir Mikka
"Aku harus mencari tahu map apa yang disimpan oleh Alea itu" gumam Mikka setelah dia melihat Alea menyimpan map yang berisi dokumen itu ke dalam lemari.
Mikka pergi dari sana agar tidak diketahui oleh Alea, namun Mikka malah berpapasan dengan Robert bendahara di kantor mamah nya.
"Hy Mikka?" sapa Robert terlihat santai dan Mikka hanya mengangguk ringan dengan ekspresi polos agar Rober atau Mr.R itu tidak curiga dengan dirinya.
"Apa yang dia lakukan?" pikir Robert curiga namun dengan cepat ia tepiskan perasaan curiga itu karna masih mengira jika Mikka adalah gadis yang polos dan naif.
Mikka yang sengaja bermain bodoh agar Robert salah menilai dirinya, sambil menyunggingkan senyum smirk Mikka berjalan dengan santai nya.
"Aku sudah tahu siapa kau Mr.Robert" gumam Mikka dalam hati, setelah itu Mikka pergi ke ruangan ibunya.
"Mamah..." panggil Mikka
__ADS_1
"Hmmm" sahut mamah yang terlihat sedang menggambar dan merangkai baju yang akan mereka buat.
"Mamah lagi apa?" tanya Mikka polos
"Lagi merancang fashion yang cocok untuk ke pesta..." sahut mamah yang tampak sibuk
"Ouh iya Mikka, ambilkan kotak didalam lemari sana" perintah mamah
"Iya mah.." jawab Mikka singkat seraya berjalan ke arah lemari
"Ini.." Mikka menaruh kotak itu tepat di atas meja kerja mamah nya
"Buka kotak nya" perintah mamah lagi, lalu Mikka membuka kotak berwarna putih itu dan terlihat sebuah gaun berwarna merah strobery yang sangat menawan.
"Bagus mah..." ucap Mikka sambil menatap gaun itu dengan mata berbinar
"Kamu suka?" tanya mamah
"Iya mah, fashion yang mamah buat selalu menawan" sahut Mikka
"Gaun ini untuk acara fashion show nanti yahh?" tanya Mikka
"Yang bener?" tanya Mikka tidak percaya, kemudian mamah menatap Mikka yang terlihat senang sambil memegang kedua bahu anak nya itu mamah tersenyum manis
"Iya sayang itu hadiah ulang tahun kamu yang telah tertunda selama beberapa hari, karna jadwal mamah terlalu padat..." jelas mamah, Mikka langsung memeluk mamah nya itu.
"Makasih mah, ini hadiah terindah yang Mikka dapat..." ucap Mikka membuat mamah terharu
"Iya sayang..." sahut mamah
"Ouh iya mah, Mikka mau ke kampus dulu yaa.." ucap Mikka seraya melirik jam di lengan nya itu
"Iya sayang hati-hati yaa, jangan lupa nanti telpon mamah kalau minta jemput..." sahut mamah dengan nada tegas
"Iya mahh siap.." sahut Mikka.
__ADS_1
Mikka dengan cepat pergi ke kampus nya bukan hanya pelajaran yang ingin dia kejar, tapi juga waktu.
"Bagaimana dokumen nya apa sudah selesai?" tanya Robert pada Alea di dalam ruang kerja, dengan cepat Alea mengunci ruangannya itu agar tidak ada siapun yang masuk ketika mereka sedang berbicara.
"Sedikit lagi.." sahut Alea
"Setelah ini kau harus menyimpan nya dan jangan lupa taruh di tempat semula!" ucap Alea lagi kepada Robert
"Baik bos..." sahut Robert
"Laporan keuangan yang aslinya bagaimana?" tanya Robert
"Untuk sementara aku akan menyimpannya terlebih dahulu, nanti akan aku pikirkan selanjutnya" sahut Alea
"Kenapa tidak dibakar saja?" tanya Robert
"Jangan dulu, kita masih belum menemukan salinan nya" tegur Alea
"Setelah kita temukan salinan aslinya baru kita bakar berkas laporan keuangan ini dan menggantinya dengan yang palsu..." ucap Alea lagi
"Baiklah bos, aku akan mencari berkas nya di komputer milik Nonya malisha..." ucap Robert
"Jangan terburu-buru!" tegur Alea lagi
"Iya bos, tapi kita harus menemukan secepatnya karna Jenifer tidak suka menunggu lama.." sahut Robert
"Aku bos mu!" tegas Alea
"Jenifer hanyalah tangan kanan direktur Sazoro jadi kau tidak perlu membantah ucapan ku!" ucap Alea dengan tegas
"Baik bos..." sahut Robert pasrah
"Sial, jika begini terus aku akan terjepit oleh kedua orang jahat ini!" gerutu Robert karna posisi nya saat ini adalah anak buah Alea dan juga mata-mata Jenifer yang merupakan tangan kanan nya Bos Sazoro pemilik perusahaan yang ingin mengambil alih perusahaan kecil milik Malisha.
Karna perusahaan yang didirikan malisha terbilang kecil jadi banyak yang ingin mengambil alih perusahaan nya itu, namun Malisha berhasil bekerja sama dengan perusahaan induk milik Leo Amartha jadi posisi nya saat ini terbilang sedikit kuat karna ada dukungan.
__ADS_1
Dunia fashion yang Malisha dirikan sangat terkenal tapi karna keterbatasan dana Malisha hanya mampu berdiri seadanya dengan bantuan sekutu yaitu perusahaan induk milik Leo Amartha, perusahaan pemilik logo terkenal diseluruh kota dan orang paling kaya di kota B'.
...Next.......