Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
chapter 17


__ADS_3

"Sial! Aku tidak menyangka akan separah ini keadaannya!" gerutu Pak Jonatan yang sedang duduk menghadap sel penjara


"Tenang pak, kita masih ada rencana cadangan.." sahut Robert seperti orang yang sedang berpikir


"Bagaimana Alea? Apa dia baik-baik saja?" tanya Pak Jonatan


"Ku rasa begitu..." sahut Robert singkat


"Hahh apa kau pikir ketua mu akan membebaskan kita?" tanya Pak Jonatan sinis


"Jika kau tidak bermulut besar maka kita akan selamat" sahut ketus Robert


"Hahh kau berbicara kepada ku layaknya seorang bos! Apa kau tidak takut aku akan menusuk mu!" ancam Pak Jonatan


"Hah! Untuk apa takut pada mu, dari kita di tangkap sampai masuk ke dalam sel ini kau hanya diam saja tidak melawan! Badan saja yang besar tapi nyali ciut juga..." gerutu Robert ingin sekali pak Jonatan memukul wajah sombong itu tapi pak Jonatan berusaha meredam emosi nya sebisa mungkin,


"Beginilah jika berbicara dengan keledai..." gumam Pak Joanatan lalu duduk ke pojok kiri di sel itu.


"Apa!!" ketus Robert namun teriakan nya tadi langsung di tegur oleh polisi yang berjaga dengan mengetuk sel mereka.


"Huhhhf.." Robert menghela nafas kesal.


Disatu sisi Alea tampak sedang berpikir keras bagaimana cara nya agar dia bisa keluar, jika tidak bisa di tebus maka dia harus melarikan diri dari sini.


"Hehh kau wanita jal*ng cepat pijit kaki ku?!" perintah salah satu wanita yang telah lama tinggal di sel yang Alea tempati sekarang, Alea tidak merespon orang yang menegurnya tadi.


Tiga orang teman wanita itu hanya tertawa sinis menatap Alea yang terlihat mengacuhkan wanita tadi,


"Ck sial!!" wanita itu berdiri dan lengsung menjambak rambut Alea dengan keras


"Akhhhh" teriak Alea histeris karna kesakitan


"Apa kau tuli!" teriak nya tepat di daun telinga Alea hingga Alea merasa gendang telinga nya ingin pecah karna suara keras itu.


Ketiga temannya tadi langsung tertawa saat melihat Alea di jambak dengan keras oleh wanita yang menjadi bos mereka dalam sel itu.


"Lepaskannn bangs*t!!" teriak Alea sambil memegangi rambut nya,


"Hahh apa kau bilang?!" teriak wanita itu lagi seraya menarik rambut Alea semakin keras hingga terasa seperti dicabut dengan paksa.


Karna sudah tidak kuat lagi, Alea langsung berputar menghadap wanita itu dan menggigit pergelangan tangan wanita yang menjambaknya itu.


'Arrrrg'


Alea menggigit dengan keras hingga tangan wanita itu terluka,


"Akkkkhh" teriak wanita itu lalu melepaskan tangannya dari rambut Alea


"Dasar anj*ng gila!!!" teriak wanita itu kemudian dia menendang perut Alea hingga Alea terjatuh dan kepala nya mengenai jeruji besi penjara.


"Akhhh kau!!!" belum selesai Alea mengatakan apa yang ingin dia sampaikan, wanita itu langsung maju dan menindih Alea lalu kembali menjambak rambut Alea seperti orang kesurupan dia menjambak dan menampar wajah Alea.


'Plakk!! Plakkk! Plakkk'


Bunyi pukulan itu keras sekali hingga bibir Alea berdarah dan wajah nya merah,


"Apa masalah mu bangs***?" teriak Alea


"Hahh di sel ini aku bos nya dan kau harus mengikuti semua perintah ku!!!" sahut nya sinis


"Jika tidak ingin wajah mu itu aku hancurkan!!" ucap nya lagi dengan sorot mata tajam hingga membuat Alea bergidik

__ADS_1


"Sial!! Awas saja kau!!" gerutu Alea dalam hati merasa kesal, bahkan polisi penjaga tidak memperdulikan mereka yang sedang di intimidasi di dalam sel penjara.


"Semoga Cha tahu jika aku disini karna anak dan istri nya..." gumam Alea lagi di sertai lirih nya air mata yang pada akhirnya tidak terbendung lagi.


Mikka sedang makan malam bersama papah dan mamah nya,


"Mahh" ucap papah dengan nada datar


"Hmm iya?" tanya mamah sambil menyendok makanan ke dalam mulut nya


"Kantor mamah sedang dalam masalah beberapa minggu ini, tapi mamah tidak pernah membahas nya dengan papah?" tanya papah, Mikka yang tidak pernah curiga dengan ayah nya sendiri hanya mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh kedua nya.


"Maksud papah?" tanya mamah santai


"Kantor mu mempunyai masalah sebesar itu tapi mamah tidak pernah membicarakannya pada papah, sepertinya sekarang mamah tidak memerlukan papah lagi..." ucap papah tiba-tiba yang membuat mamah dan Mikka terdiam sambil menatap papah heran.


"Selagi mamah bisa mengatasi nya, papah tidak perlu khawatir.." sahut mamah


"Kasus yang terjadi di kantor mu telah sampai ke publik dan papah adalah orang terakhir yang mengetahui nya!" ucap papah sedikit menaikkan suara nya


"Pahh kita kan beda kantor! Berbeda usaha dan berbeda bisnis nya, jadi untuk apa mamah mengatakan hal yang di luar dari jangkauan papah?" mamah malah balik bertanya sedikit membuat papah tersinggung


"Ya memang, pekerjaan papah memang tidak bersangkutan dengan pekerjaan mamah tapi setidak nya papah tahu perkembangan kantor mamah" jelas papah


"Untuk apa?" tanya mamah lagi sedikit keras kepala


"Apa salah nya jika kita sama-sama saling bertukar cerita dan informasi?" papah juga balik bertanya, Mikka masih dalam posisi menatap kedua orang tua nya yang sedang berdebat.


"Mamah tidak mengerti bisnis papah, jadi untuk apa mamah tahu!" sahut mamah asal


"Kau itu istriku kenapa tidak perhatian kepada ku?" tanya papah terlihat kesal dan Mikka berusaha menahan tawa nya karna sikap kedua orang tua nya, yang satu haus perhatian tapi yang satunya terlihat cuek dan santai-santai saja.


"Szzzzttt kita ini sudah jadi orang tua tidak perlu seperti itu segala..." sahut mamah lagi kemudian meminum air dalam gelas nya hingga ludes.


"Papah..." tegur Mikka yang merasa tidak nyaman jika ada kata 'selingkuh'


"Ck papah mu itu Mikka jangan terlalu di tanggapi!" sahut mamah santai seolah-olah tahu jika suami nya hanya bergurau


"Jika papah berani seperti itu, bukan mamah yang bertindak tapi aku!" sahut Mikka datar membuat papah dan mamah terdiam hingga beberapa menit.


"Nah lihat mahh, Mikka lebih posesif dari kamu!" sahut papah lalu melanjutkan makanan nya yang sempat tertunda, sedangkan Mikka masih menatap papah nya dengan datar.


Malam hari nya, Mikka masih termenung menanggapi ucapan papah tadi.


"Apa ini hanya feling ku saja? Atau memang harus aku selidiki lagi?" tanya Mikka pada diri sendiri


"Apa yang harus aku lakukan jika itu benar?" gumam Mikka lagi


"Aku harap itu tidak benar..." ringis Mikka sambil menutup wajah nya dengan selimut


"Tapi aku tidak bisa hanya menebaknya jika tidak aku selidiki.." ucap Mikka yang kemudian membuka selimut nya lagi lalu mengambil leptop nya.


Saat Mikka telah online, tiba-tiba ada seseorang yang mengirim pesan kepada nya.


'Hy??'


'Sudah lama kita tidak bertemu? Apa kabar mu??'


"Siapa lagi ini?" gerutu Mikka sedikit merasa terganggu


"Eh-hh?" Mikka terdiam saat melihat akun orang itu

__ADS_1


• Mikka


'Why??'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Mr.Jony✌😁'^^^


• Mikka


'Ouhh sorry🙏'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Dont Worry😄'^^^


"Hmmm apakah aku harus kembali meminta bantuan Mr.Jony??" pikir Mikka sambil terdiam beberapa saat lalu kembali mengetik sebuah pesan kepada Mr.Jony


• Mikka


'Apakah kamu ada waktu luang besok?'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Tentu saja Mikka'^^^


• Mikka


'Bisakah kita bertemu?'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Tentu...'^^^


^^^'Kita bertemu dimana?'^^^


•Mikka


'Bagaimana jika di caffe saja?'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Ok, apa nama caffe nya?'^^^


• Mikka


'Hmmm caffe mutiara didepan toko buku mu saja'


^^^• Mr.👹^^^


^^^'Ok ku tunggu pukul satu selesai kau kuliah bagaimana?'^^^


• Mikka


'Baiklah...'


^^^• Mr.👹^^^


^^^😄🖒^^^


Setelah berkirim pesan dengan Mr.Jony, Mikka langsung mematikan leptop nya.

__ADS_1


"Semoga aku mendapatkan kabar baik..." gumam Mikka lalu tertidur dengan harapan bahwa esok akan kembali baik-baik saja.


...Next......


__ADS_2