Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 26


__ADS_3

"Aku pikir kau sudah tidak menganggap ku lagi..." gerutu Alea kepada Fara yang terlihat cemberut


"Mahhh..." rayu Fara dengan nada manja


"Ada apa??" tanya Alea datar


"Mamah jangan marah gitu dong.." rayu Fara


"Huhhhh, kenapa kau datang ke sini?" tanya Alea lagi


"Emang nya gak boleh yaa?" Fara balik bertanya


"Mamah cuma gak mau kamu kehilangan harga diri!" sahut Alea ketus


"Itu tidak penting lagi, aku hanya ingin membalas perbuatan Mikka kepada mamah" tegas Fara, Alea tersenyum sinis.


"Huhhhh, apa kau tahu jika ayah biologis mu juga masuk penjara?" tanya Alea


"Iya mah, aku baru tahu jika ayah nya Mikka adalah ayah ku juga" gerutu Fara kesal


"Aku pikir ayah sudah mati..." ucap Fara kesal


"Maafkan mamah tidak pernah mengungkit nya, karna ada banyak hal yang tidak bisa mamah katakan.." jelas Alea


"Maksud mamah??" tanya Fara tidak mengerti


"Sebelum ayah mu jatuh cinta kepada Malisha, kami sudah melakukan hubungan terlarang dengan ayah mu tapi keluarga ayah mu tidak mau menjadikan mamah sebagai menantu keluarga mereka. Saat itu ayah mu membawa lari mamah dan kami menikah siri, belum genap dua bulan pernikahan kami mamah mendengar kabar jika ayah mu di jodohkan dengan Malisha dan di paksa menikah. Mamah saat itu merasa hancur sekali dan mamah tidak tahu jika saat itu mamah mengandung Fara, Charlos memutuskan hubungan sepihak tanpa persetujuan mamah karna paksaan keluarga nya.." Alea mengambil nafas sebentar sebelum kembali melanjutkan cerita nya, Fara hanya diam mendengarkan. Sebenarnya mereka adalah orang baik hanya saja rasa dendam dan benci telah menutup hati kedua nya sehingga terlalu egois untuk menghancurkan Malisha dan Mikka,


"Lalu ayah mu menikah secara sah dengan Malisha, dua tahun menikah mereka belum juga punya anak dan waktu itu ayah mu kebetulan bertemu dengan mamah dan Charlos melihat Fara yang sudah berumur hampir dua tahun. Kami berbincang dan perasaan cinta dahulu kembali bersemi, sehingga kami memutuskan untuk bersama kembali. Tidak lama kebahagiaan yang mamah rasa dengan Charlos, Malisha akhirnya mengandung Mikka dan ayah mu kembali membuang mamah...." isak tangis terdengar dari mulut Alea membuat Fara mengepalkan tangan nya.


"Ternyata ini salah ayah!" gerutu Fara


"Kenapa mamah tidak meninggalkan saja lelaki seperti itu!! Hahh brengsek!!" gerutu Fara sangat kesal dan emosi


"Fara ketika kamu sudah jatuh cinta, maka apapun yang terjadi mata mu akan tetap di butakan oleh cinta.." ucap Alea seraya mengusap air mata nya, Fara menggigit bibir nya sendiri menahan rasa kesal.


"Bagaimana perasaan mu dengan Welson begitu juga perasaan mamah dengan Charlos" sambung Alea, Fara membenarkan ucapan ibu nya itu dan dia juga terlibat cinta segitiga antara Welson dan Mikka yang ternyata adik seayah nya.


"Ck aku tidak akan mengakui dia sebagai adik ku sampai kapan pun! Aku harus menghancurkan mereka dan merasakan rasa sakit melebihi rasa sakit yang aku rasa dengan mamah.." geram Fara, rasa benci nya kembali menyelimuti hati.


"Asal kau tahu, walaupun Charlos terlihat membuang mamah. Dia tetap selalu memberikan kita uang bahkan rumah untuk tempat tinggal kita, dia sering menginap tanpa sepengetahuan Fara..." ucap Alea membuat Fara tidak habis pikir 'secinta itukah mamah dengan Charlos? Walaupun selalu di buang dan kembali di pungut mamah rela asalkan tetap bersama Charlos hahh gila cinta ini benar-benar gila!!'


Dua orang polisi menjemput Alea agar kembali ke sel nya, waktu kunjungan telah habis. Fara terpaksa meninggalkan tempat itu,


"Hati-hati jangan sampai kau seperti mamah!" tegur Alea kepada Fara dan Fara hanya mengangguk saja.


Saat keluar dia melihat Welson sedang menunggu dirinya,


"Sayang? Gimana keadaan mamah?" tanya Welson

__ADS_1


"Baik!" sahut Fara singkat, Welson membuka kan pintu mobil nya agar Fara masuk ke dalam. Fara duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun membuat Welson merasa kurang nyaman,


"Kamu kenapa?" tanya Welson


"Gak papa.." sahut Fara singkat


"Sayang, kamu kok lama-lama malah kayak Mikka?" tegur Welson membuat Fara yang tadi nya hanya diam malah melihat Welson dengan tatapan sinis


"E-ehh kenapa Fara?" tanya Welson lagi


"Jangan ucapkan nama wanita jal*ng itu lagi!" tegas Fara membuat Welson terdiam


"I-iya sayang, kamu ini kenapa sih?" tanya Welson


"Aku gak bakal tenang kalau melihat Mikka bahagia!!" geram Fara, sedikit membuat Welson kebingungan apa yang dia tanya apa yang Fara jawab seperti teka-teki.


"Kamu mau nya gimana dong?" tanya Welson


"Kita publikasi hubungan kita biar jadi senjata buat ngehancurin Mikka!" tegas Fara


"Tapi aku belum mengatakan kepada keluarga ku kalau aku sudah putus dengan Mikka" sahut Welson


"Sudah berapa kali aku bilang kalau kau harus cepat membahas masalah itu!" tegas Fara, Welson terdiam.


"Untuk saat ini papah ku masih di luar negri dan mamah juga" sahut Welson


"Nanti saat pertemuan keluarga untuk membahas pernikahan ku, aku akan mengatakan nya kepada keluarga ku" sahut Welson.


Welson Humers di chapter sebelum nya belum di jelaskan dia siapa yaa readers, Welson Humers itu adalah anak dari pemilik perusahaan fashion yang cukup terkenal di kota 'B' selain Leo Amartha yang melakukan kerja sama dengan Malisha yang juga merupakan perusahaan kecil. Malisha baru merintis karir nya selama 8 tahun dan dia tidak memiliki cukup koneksi jika tidak ada perusahaan induk yang bekerja sama.


Welson Humers anak pertama dari tiga bersaudara, dia bertunangan dengan Mikka pun tidak murni karna cinta. Hanya untuk memperluas jaringan perusahaan mereka, namun ketika Welson menjalin hubungan dengan Faradilla Skicher yang merupakan seorang model fashion itu lebih menambah keuntungan dari pada bekerja sama dengan perusahaan kecil Malisha.


Beralih ke keadaan Mikka yang sedang duduk menghabiskan waktu libur semester nya, Mikka seperti biasa mengotak-atik leptop nya.


"Tadi malam katanya mau pulang bareng, ehh tau-tau malah di antar calon mantu idaman" Malisha mencoba mencairkan suasana


"Apaan sih mahh.." gerutu Mikka tanpa menoleh ke Malisha


"Mamah lebih setuju kamu sama Alven deh daripada sama Welson" lanjut mamah, Mikka langsung menatap ke arah mamah nya dengan wajah cemberut.


"Iyaa benar loh.." sambil tertawa renyah


"Untuk saat ini Mikka tidak ingin memiliki hubungan dengan siapa pun mah.." sahut Mikka malas


"Lalu dengan Welson?" tanya mamah lagi, Malisha masih belum tahu jika Mikka memutuskan hubungan nya dengan Welson jauh sebelum kejadian yang sedang trending topik.


"Mahh aku sudah putus dengan Welson" sahut Mikka datar


"Hah?? Kapan??" tanya Mamah terkejut

__ADS_1


"Sudah lama mungkin beberapa bulan yang lalu.." sahut Mikka datar


"Syukurlah jika kamu tidak memiliki hubungan lagi dengan nya..." ucap mamah pelan, Mikka manatap ibu nya itu dengan heran.


"Kenapa?" tanya mamah


"Mamah tidak marah?" tanya Mikka


"Untuk apa marah sayang, itu lebih baik!" sahut Malisha seraya tertawa renyah


"Apa tidak apa-apa dengan perusahaan mamah?" tanya Mikka lagi


"Tenang mamah sudah dapat fatner yang lebih baik dari pada di perusahaan keluarga Humers itu" sahut mamah lagi


"Perusahaan apa itu?" tanya Mikka


"Perusahaan induk milik Leo Amartha" sahut mamah senang


"Wahh selamat mahh" sahut Mikka datar


"Tapi mamah yakin setelah hubungan mu di ketahui oleh publik kau akan menjadi sorotan" gumam Mamah pelan tapi tetap terdengar oleh Mikka


"Tenang saja aku bisa mengatasi nya" sahut Mikka seraya memeluk tubuh Malisha.


Beberapa hari kemudian, Mikka dan Malisha mendapat undangan dari ayah nya Welson. Mereka di minta untuk datang di acara makan malam yang di adakan langsung oleh Welson dan Fara, mereka juga mengundang para wartawan untuk menyoroti kisah mereka malam ini.


Tidak menunggu waktu yang lama sebuah mobil berwarna putih memasuki pekarangan rumah keluarga Humers, Mikka dan Malisha terlihat seperti adik kakak walaupun usia beda jauh tapi tubuh tinggi dan ramping membuat Malisha terlihat awet muda.


Tentu dia kan mamah ku:')


Para wartawan yang sudah menunggu di luar rumah keluarga Humers, langsung mendekati mobil Mikka dan Malisha. Tidak banyak bicara mereka hanya melewati para media massa itu,


"Selamat malam nyonya Malisha?" sapa papah Welson atau tuan Humers sendiri


"Selamat malam juga tuan Humers" Malisha balik menyapa, tuan Humers seperti tengah mencari seseorang.


"Dimana tuan Charlos?" tanya tuan Humers, Malisha hanya tersenyum tanpa menjawab. Mikka mendekati tuan Humers,


"Kapan acara nya di mulai tuan, kami tidak mamiliki banyak waktu.." ucap Mikka sedikit kurang ajar agar tuan Humers kesal dengan nya.


Welson juga merasa kesal dengan ucapan Mikka, lalu datang seorang wanita yang sepantaran dengan Malisha. Dia adalah nyonya keluarga Humers,


"Hy nyonya Malisha apa kabar?" ucap nya ramah


"Kabar baik nyonya Talia" sahut Malisha singkat


Tanpa basa-basi lagi mereka duduk menghadap meja makan, beberapa menit tidak ada yang berbicara semua nya hanya menyantap makanan saja.


Tiba-tiba seorang wanita cantik bergaun merah nan seksi mendatangi mereka semua, di situlah para media gempar dan langsung mendekati wanita itu.

__ADS_1


"Hahh drama nya akan kembali di mulai..." Mikka membatin seraya tersenyum sinis, Mikka sadar kenapa para media jadi ada di sini dari tadi padahal mereka tidak cukup terkenal ternyata ini adalah alasan utama nya.


...Next......


__ADS_2