
'Brukkk!!'
"Apakah pekerjaan mu hanya bermain-main saja!!" bentak Komisaris, Alven hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari ayah nya itu.
"Jawab aku!!! Apa kau hanya bermain-main saja?!" bentak nya lagi
"Huhh! Ternyata keputusan ku dalam pengangkatan diri mu itu hanya sia-sia..." gerutu Komisaris lagi
"Aku sudah menugaskan mu selama tiga tahun untuk mencari pria itu, tapi kau malah sibuk bermain-main di luar saja..." ucap nya lagi
"Maaf pak.." sahut Alven singkat
"Ku beri kau waktu tiga bulan! Jika masih tidak ada perkembangan dalam kasus ini maka jangan salahkan aku jika jabatan mu aku cabut!" ancam Komisaris kepada Alven yang hanya terdiam menatap ayah nya dengan datar.
"Pergilah!" ucapnya lagi dan Alven hanya mengangguk lalu pergi dari kantor ayah nya itu.
Setelah Alven keluar dari ruangan itu,
"Ck! Sial!!" gerutu Alven
"Ada apa pak?" tanya Melly
"Huhhh seperti biasa..." sahut Alven malas
"Xixixi, bukankah sudah sering saya peringatkan..." ucap Melly lagi yang seolah tahu apa yang sudah terjadi
"Huhhh!" Alven hanya mendenguskan nafas kesal
"Panggil tim kita untuk berkumpul ke kantor ku!" perintah Alven lagi
"Siap pak!" sahut Melly tegas namun masih senyum-senyum karna melihat wajah Alven yang kesal.
Alven melangkah pergi dan masuk ke kantor nya sendiri, tidak lama kemudian beberapa orang tim Alven langsung memasuki ruangan tempat mereka akan mengadakan rapat.
"Aku tahu mungkin kalian akan bertanya-tanya kenapa aku mengumpulkan kalian di sini.." jelas Alven
"Yang pastinya kita harus bekerja lebih serius lagi, karna jika misi kita kali ini gagal maka aku akan di berhentikan..." ucap Alven sedikit membuat keterkejutan anak buah nya
"Tapi misi apa itu pak??" tanya salah satu rekan Alven
"Menangkap mafia pengedar barang terlarang! Misi ini sebenarnya sudah ada di tangan ku selama tiga tahun, tapi tidak ada perkembangan nya sama sekali karna terlalu banyak orang kuat yang bersangkutan.." jelas Alven lagi merasa sedikit ragu dengan dirinya sendiri.
"Orang kuat yang bersangkutan?" tanya Melly
"Aku ingin mengatakan nya pada komisaris, tapi jika tidak ada bukti ucapan ku itu hanya akan di anggap angin lalu" sahut Alven dengan wajah serius tidak seperti biasanya
"Aku sering keluar sebenarnya karna mencari bukti-bukti itu, hanya saja permainan orang-orang ini terlalu bersih jadi aku beranggapan pasti ada orang kuat sebagai pendukung nya" jelas Alven lagi seraya menampilkan beberapa foto yang membuat semua rekan nya terkejut.
"Astaga, apakah kita akan berhasil dalam misi ini??" tanya Rian dengan wajah pias
"Berusaha lah sebisa kita, aku tidak akan memaksa jika suatu saat nanti kita gagal dalam misi ini..." ucap Alven lagi
"Tenanglah pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memecahkan misi ini" sahut rekan-rekan Alven dan Alven hanya tersenyum tipis.
"Kita hanya di beri waktu selama tiga bulan oleh komisaris..." ucap Alven dengan nada rendah
"Hah?? Tapi jika selama tiga tahun Pak Alven tidak menemukan semua bukti-bukti itu, apakah kita mampu jika hanya tiga bulan dalam mencari bukti tersebut??" ucap salah satu rekan Alven lagi
"Dan juga...kita tidak tahu di mana keberadaan mereka??" ucap nya lagi
'Brukkk'
__ADS_1
Melly memukul kepala salah satu rekannya itu, tidak terlalu keras tapi tetap terasa sakit.
"Setidak nya kita berusaha dahulu!!" gerutu Melly kepada rekan nya itu
"Baiklah, kita akan mulai bekerja!!" perintah Alven lalu mereka menghadap komputer masing-masing sambil membuka berkas-berkas dan file-file yang ada.
Alven duduk menatap monitor nya, dia teringat saat duduk di taman bersama Mikka kemarin di waktu wisuda gadis itu.
Tapi bukan moment itu yang Alven pikirkan, melainkan kedua wanita yang di tunjuk Mikka waktu itu.
"Hahh!" ucap Alven terkejut seperti tengah menyadari sesuatu seraya berdiri dari tempat duduk nya, membuat rekan-rekannya juga ikut terkejut.
"Aku baru ingat apa yang Mikka katakan waktu itu, dua wanita itu terlihat tidak normal..." ucap Alven pelan
"Ada apa pak??" tanya Melly
"Ku rasa kalian harus menyelidiki dua orang mahasiswa yang baru wisuda kemarin!" ucap Alven seraya menyerahkan beberapa file kepada rekan-rekannya.
"Aku akan keluar sebentar, jika ada apa-apa kalian cepat hubungi aku!" ucap Alven seperti tergesa-gesa pergi dari kantor nya dan mencari Mikka.
Alven membuka ponsel nya dan mencari nama Mikka di kontak nya lalu menelpon wanita itu,
"Hallo Mikka??" sapa Alven
"Iya ada apa??" jawab Mikka
"Apa kita bisa bertemu??" tanya Alven lagi
"Bisa, tapi sekarang aku bersama Mr.Jony di toko buku nya.." ucap Mikka
"Ck kenapa Jony selalu dengan Mikka" gerutu Alven kesal
"Ada apa??" tanya Mikka saat mendengar ucapan Alven yang sayup-sayup di telinga nya itu
"Huhh, aneh..." ucap Mikka pelan
"Ada apa junior??" tanya Mr.Jony yang tidak sengaja mendengar perbincangan Mikka dengan Alven
"Alven akan ke sini..." sahut Mikka singkat membuat Mr.Jony langsung menyimpan semua buku-buku nya
"Ck, kenapa dia harus ke sini!" gerutu Mr.Jony agak kesal
"Memang nya kenapa?" tanya Mikka
"Junior sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepada mu..." ucap Mr.Jony serius
"Apa itu??" tanya Mikka penasaran
"Aku ingin kau bergabung dengan tim ku" ucap Mr.Jony, Mikka mengangkat satu alis nya karna masih belum paham ke mana arah pembicaraan mereka.
"Begini, kau tidak perlu masuk akpol" ucap Mr.Jony
"Tapi bukankah kemarin kau mendukung ku??" tanya Mikka heran
"Iya, tapi setelah di pikir-pikir lagi lebih baik kau bekerja sama dengan ku..." ucap Mr.Jony
"Kerja sama apa itu??" tanya Mikka
"Sebenarnya aku adalah seorang agen mata-mata yang tidak terikat dengan perintah siapapun, hanya saja aku mendapat misi dari orang-orang yang memerlukan jasa ku dan misi itu berjalan jika aku memiliki tim" jelas Mr.Jony membuat Mikka melongo
"Benarkah?? Kenapa kau baru sekarang mengatakannya?" sahut Mikka
__ADS_1
"Aku masih ingin melihat dan memantau rekan kerja ku dan sepertinya kau cocok untuk itu" sahut Mr.Jony
"Wow keren Mister" sahut Mikka
"Tapi apa kau hanya ingin merekrut aku??" tanya Mikka lagi
"Tidak, aku masih perlu dua orang lagi" sahut Mr.Jony
"Sebenarnya aku ingin merekrut Fany dan Alven, hanya saja Alven terikat dengan pekerjaannya itu dan Fany sedikit ceroboh dalam melakukan pergerakan" jelas Mr.Jony lagi
"Lalu??" tanya Mikka
"Aku masih memantau mereka, bagaimana menurut mu?" Mr.Jony balik bertanya
"Sebenarnya aku kurang setuju karna walaupun mereka berdua memiliki kekurangan tapi kita bisa menutupi kekurangan itu..." sahut Mikka simple membuat Mr.Jony tertawa kecil
"Masalahnya itu pergerakan Alven akan terbatas karna dia akan bergerak hanya jika ada perintah" sahut Mr.Jony lagi
"Bisa kita diskusikan kepada mereka berdua?" tanya Mikka
"Karna bagaimana pun itu tergantung keputusan mereka.." jelas Mikka lagi, Mr.Jony menganggukan kepala nya singkat. Beberapa menit kemudian Alven datang menghampiri Mikka dan Mr.Jony,
"Akhirnya dia sampai" ucap Mr.Jony
"Aku juga sudah mengirim pesan kepada Fany, jadi kita akan membahas nya saat ini juga" sahut Mikka
"Baiklah aku setuju" sahut Mr.Jony singkat
"Membahas apa??" tanya Alven yang baru datang dan tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orang itu
"Nanti kita bahas" sahut Mr.Jony
"Baiklah kalau begitu, aku akan membahas masalah ku dulu dengan Mikka..." ucap Alven seperti tergesa-gesa
"Mikka apa kau ingat pembicaraan kita kemarin?" tanya Alven serius, Mikka menatap pria itu datar
"Tentang apa??" Mikka balik bertanya
"Dua wanita yang kau tunjuk kemarin" ucap Alven
"Aku ingin tahu siapa mereka dan latar belakang nya" sambung Alven lagi
"Heyy heyy kenapa terburu-buru??" tanya Mr.Jony
"Apa kau ingin berkencan??" tanya Mr.Jony bercanda
"Kau ini!! Ini serius tau bersangkutan dengan hidup ku!" sahut Alven kesal
"Hmmmmm" sahut Mr.Jony singkat
"Aku sebenarnya baru sadar ada yang tidak normal dengan kedua wanita itu, jadi aku ingin melakukan penyelidikan terhadap mereka" jelas Alven
"Sepertinya kau punya kasus besar??" Mr.Jony masuk ke arah pembicaraan yang Alven jelaskan kepada Mikka
"Iya, aku mendapatkan misi untuk menangkap pengedar narkoba dan juga antek-antek nya" sahut Alven
"Wahh wahh wahh kebetulan sekali.." ucap Mr.Jony seraya tersenyum tipis menatap Alven dan Mikka
"Heyy sepertinya aku melewatkan sesuatu??" tiba-tiba suara itu datang dari arah pintu dan terlihat seorang wanita imut yang sedari tadi mereka tunggu.
"Akhirnya hari ini aku bisa membentuk tim yang sudah lama menghilang....." ucap Mr.Jony pelan dengan senyum khas nya itu.
__ADS_1
...Penasaran kelanjutannya??...
...Ayoo Nextt...