
Kilatan belati terkena cahaya lampu membuat mata terasa silau, Mikka dengan percaya diri nya berkelahi dengan Alex yang tampak terus menghindari serangan yang Mikka layangkan.
"Sial dia terus menghindar" gerutu Mikka dalam hati seraya kembali membuat rencana penyerangannya yang mendadak.
Alex sempat kewalahan dengan serangan Mikka yang bertubi-tubi namun tidak lama kemudian suara teriakan menggema di ruangan itu membuat Mikka berhenti menyerang Alex,
"Mamah!!" teriak Mikka seraya menatap ke seluruh ruangan.
Sosok wanita terikat di dalam tabung yang berisi air dan menenggelamkan separu badan wanita tersebut, wajah Mikka memerah saat melihat pemandangan tersebut.
"B*ngsat!" geram Mikka
"Sepertinya kalian bosan hidup Ha!!" ancam Mikka, baru kali ini gadis itu marah seperti ini membuat Alea kembali bergidik.
Namun Alex tampak bahagia melihat emosi Mikka yang tidak terkontrol lagi,
"Kau tahu Mikka" ucap Alex seraya mengambil sebuah pistol dan mengarahkan nya tepat ke kepala Mikka.
"Fara itu kekasih ku, dan sebelum dia kabur dari villa ku dia meminta agar aku membebaskan ibu nya kemudian dia akan menuruti semua kemauan ku" Alex memperjelas kenapa Alea bisa keluar dari penjara.
"Dan apa kau tahu, kekasih mu itu Insfektur Alven adalah musuh ku!" ucap nya seraya memindahkan pistol itu perlahan ke dahi Mikka.
"Sttttt ouh iya biar aku perjelas lagi, apa kau tahu ketua polisi yang katanya terus memburu ku?" tanya Alex dengan tampang polos
__ADS_1
"Dia adalah ayah ku sendiri hahahaha" tawa keras menggema di ruangan tersebut membuat Mikka membelalakkan mata nya merasa tidak percaya dengan omongan orang gila di depannya ini.
"Apa maksud mu?" tanya Mikka datar
"Sama halnya seperti kamu dan Fara, aku dan Alven juga memiliki hubungan darah" ucap Alex membuat Mikka di tusuk oleh kenyataan,
"Hubungan darah?" gumam Mikka mencoba mencerna ucapan Alex tersebut
"Hahh, Alven itu adik tiri ku andai saja ibunya tidak memasuki kehidupan rumah tangga ayah ku. Maka ayah tidak akan berpaling dari ibu ku, dan ibu tidak akan bunuh diri" ucap Alex dengan wajah sedih namun juga rasa benci yang terus membakar hati nya.
"Hahh tapi Alven bukan adik ku! Aku tidak akan sudi menerima nya sebagai adik dan wanita itu serta ayah ku yang persetan aku tidak akan pernah memaafkan mereka" suara lirih itu kembali terdengar dari mulut Alex, Mikka bisa merasakan sakit nya hati Alex saat menceritakan hal tersebut.
Dan di satu sisi, sosok pria tampak mematung saat mendengar ucapan Alex tersebut. Dia merasa terpukul oleh kenyataan yang menyakitkan, jika Alex adalah saudara nya.
"Bagaimana insfektur apa kita bergerak sekarang?" tanya rekan Alven, Alven mengangkat tangannya meminta agar mereka berhenti sebentar.
Lalu Alven memberikan sebuah talki walki ke rekannya, kemudian memberikan pistol nya ke Mr.Jony yang juga ikut serta dalam penyelamatan ini.
"Pegang ini, andai Alex nanti lengah maka kau harus menembaknya" ucap Alven membuat Mr.Jony curiga
"Tidak ini tugas mu!" sergah Mr.Jony, Alven menutup mata nya seolah menyembunyikan sesuatu di dalam pikirannya.
"Biarkan aku menjadi umpan" ucap Alven lagi
__ADS_1
"Mereka mengincar ku bukan Mikka dan ibunya" ucap Alven lagi saat rekan-rekannya ingin menghentikan Alven bergerak sendiri.
"Jika ini adalah tugas terakhir ku, aku mohon pada kalian selesai kan tugas ini dengan kemenangan tanpa ada korban" ucap Alven kemudian memasuki ruangan tersebut dengan perlahan tanpa senjata apapun.
Alex menatap Mikka dengan tajam,
"Sekarang pilihlah, kamu yang mati atau ibu mu?" tanya Alex seraya terus menodongkan pistol ke arah Mikka yang masih mematung.
"Apa ini akhir akhirnya?" batin Mikka merasa belum cukup puas dalam membalas dendam Alea dan Fara
"Apa aku akan kembali di hancurkan oleh mereka?" pikir Mikka lagi dengan hati yang hancur Mikka mencoba berbicara
"Lepaskan ibu ku!" ucap Mikka, Alex tersenyum smirk begitu juga Alea dia merasa belum puas menyiksa Mikka dan ibunya.
"Hahhh tidak seru sekali" ucap Alea
"Andai putri ku melihat kemenangan ini" ucap nya dengan nada sombong
Mikka menatap ibunya yang masih pingsan dan air yang sudah sampai dada ibu nya membuat Mikka mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya.
Di tengah-tengah kegentingan, ketika Alex hampir melepaskan pelatuk pistolnya.
"Hentikan!!" Alven muncul layaknya seorang pahlawan seraya menatap Mikka yang memejamkan mata nya pasrah akan di tembak oleh Alex.
__ADS_1
"Mikka aku di sini..."
...Jangan Lupa Next......