Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 38


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu Mikka sudah menemukan daftar nama orang-orang penting yang membeli parfum khusus di tempat bapak tua hari itu, namun semua daftar nama orang-orang itu tidak ada yang mencurigakan sehingga Mikka memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan di toko parfum.


"Bagaimana bisa??" gumam Mikka seraya menggigit ujung bolpoin di tangannya


"Apanya?" tanya Mr.Jony


"Bagaimana bisa tidak ada orang yang mencurigakan di daftar nama pembeli parfum itu..." ucap Mikka


"Ada banyak toko parfum di tempat ini Mikka, jika kau ingin menyelidiki permulaannya tidak mungkin berawal dari toko parfum." sahut Mr.Jony memberi tanggapan


"Entah kenapa aku berfikir ke sana, walaupun seharusnya kita menyelidiki Fara..." sahut Mikka tidak mengerti karna ada hal lain yang membuat diri nya harus menyelidiki toko parfum itu.


Mikka duduk menghadapi buku tulis nya dan mulai menulis kejadian awal yang membuat dirinya harus menyelidiki toko itu,


"Saat aku ke studio foto aku mencium ada parfum khas dari seseorang dan bau itu sangat langka, itulah kenapa aku keras kepala ingin menyelidiki nya..." jelas Mikka, Mr.Jony tampak mempertimbangkan ucapan Mikka itu. Namun tiba-tiba telpon rumah berdering,


"Halo?" Mr.Jony mengangkat telpon itu


"Mister aku bertemu Cerry, tapi dia tidak sadarkan diri!" ucap Fany


"Hah? Dimana lokasi kalian??" tanya Mr.Jony


"Jalan taman bunga no 7" sahut Fany dengan suara yang terdengar panik


"Apa kau sudah menelpon ambulan?" tanya Mr.Jony


"Iya sudah, 15 menit mereka akan sampai di sini" sahut Fany


"Baiklah aku dan Mikka akan menyusul" sahut Mr.Jony lalu mematikan telpon nya


"Ayo kita pergi!" ucap Mr.Jony seraya menarik tangan Mikka, Mikka yang sudah mengetahui situasinya saat ini tidak banyak bertanya hanya membiarkan saja Mr.Jony menarik tangannya dengan cepat.


Tidak menunggu waktu yang lama, sebelum ambulan datang Mr.Jony dan Mikka sudah sampai di tempat kejadian.


"Bagaimana situasinya?" tanya Mr.Jony

__ADS_1


'Ngiwuuu ngiwuuu'


Mobil ambulance datang tepat waktu lalu membawa Cerry ke rumah sakit,


"Mr.Jony, tadi aku mencoba bertanya-tanya kepada Cerry tapi dia malah pingsan" ucap Fany panik


"Kita lihat bagaimana keadaannya dahulu, setelah itu baru kita rundingkan lagi.." ucap Mr.Jony setelah itu mereka mengikuti mobil ambulance yang melaju cepat ke rumah sakit.


Di sisi lain, Insfektur Alven sedang mengintrogasi pemilik toko parfum karna saat di lakukan pemeriksaan mereka menemukan zat adiktif di parfum itu sehingga Insfektur Alven akan menyelidiki nya lebih lanjut.


"Cepat katakan! Bagaimana parfum yang kau jual mengandung zat adiktif?!" salah satu rekan Insfektur Alven menanyai pemilik toko itu, mereka memancing-mancing nya agar mengatakan kebenaran namun pria tua itu seolah bungkam atas semua pertanyaan yang di layangkan oleh anak buah insfektur Alven.


"Pak, dia tidak mau bicara..." ucap Melly


Insfektur Alven menatap serius orang tua itu dari balik kaca,


"Terus pancing dia agar bicara!" perintah Insfektur Alven lalu pergi meninggalkan tempat itu.


'Ttringg tringg'


"Mikka?" ucap Insfektur Alven pelan lalu mengangkat telpon nya


"Al, cepat datang ke rumah sakit! Alamatnya sudah aku kirim lewat pesan" ucap Mikka lalu menutup telpon itu, Insfektur Alven tersenyum tipis.


"Gadis itu..." gerutu Alven merasa benar-benar di uji oleh Mikka dengan sikap nya yang seperti ice batu.


Setelah insfektur Alven membuka pesan, dia dengan cepat memasuki mobil nya lalu pergi ke alamat yang sudah Mikka kirim.


Beberapa menit kemudian, Alven sampai dan melihat Mikka, Fany dan Mr.Jony ada di sana.


"Ada apa?" tanya Insfektur Alven


"Kau harus melihat hasil pemeriksaan ini" ucap Mikka seraya menyerahkan sebuah lembaran putih hasil pemeriksaan milik Cerry.


Mata Insfektur Alven membulat saat melihat hasil positif milik Cerry,

__ADS_1


"Ternyata...." ucap Insfektur Alven pelan


"Seperti yang kita duga, Cerry positif mengkonsumsi zat terlarang itu..." ucap Mikka


"Apa dia sudah sadar??" tanya Insfektur Alven


"Belum.." sahut Fany singkat


"Aku akan memanggil anak buah ku untuk berjaga-jaga di sini" ucap Insfektur Alven


"Tunggu dulu!" sahut Mikka


"Bukankah tindakan itu akan terlalu mencolok?" tanya Mikka


"Aku ragu jika itu tidak di lakukan takutnya ada hal buruk yang akan terjadi" sahut Insfektur Alven


"Baiklah jika begitu.." sahut Mikka


Dirumah Welson, setelah kejadian beberapa hari lalu saat Fara datang ke rumah nya dengan tiba-tiba Welson di marahi habis-habisan oleh kedua orang tua nya hingga Fara di usir dari tempat mereka.


Bagaimana tidak, Fara datang sambil menangis-nangis membuat kedua orang tua Welson mengira anak nya yang sudah berbuat hal tidak senonoh. Tapi nyata nya Welson pun tidak tahu apa penyebabnya, karna takut akan menjadi omongan para tetangga bisa-bisa tercemar nama baik tuan Humers akibat ulah Fara.


Wanita itu mengurung diri di apartemen nya, dia tidak menghadiri semua acara yang sering dia hadiri. Bukan hanya karna malu tapi juga akibat reaksi zat yang dahulu pernah di suntik oleh Alexsandro Perdana, dampaknya Fara jadi gampang cemas, khawatir yang berlebihan dan menjauhkan diri dari publik.


Namun walaupun begitu Fara sering di kunjungi oleh Alex untuk kembali menyuntik heroin ke dalam tubuh nya seraya kembali bercinta dengan wanita itu, Fara menjadi kecanduan dan juga di jadikan budak *** oleh Alexsandro Perdana.


"Gila! Ini benar-benar gila.." ucap Fany saat mengetahui Cerry terlibat dalam hal ini.


Wanita itu menangis histeris saat menceritakan kejadiannya pada Mikka, Alven, Mr.Jony dan Fany.


Cerry terpaksa bercerita karna bukti-bukti kuat yang membuat nya tersudut, dari pada terus berbohong dan masalah ini malah semakin rumit. Cerry pun mengungkapkan kebenarannya, dia sedikit merasa aman karna di bawah perlindungan polisi.


Setelah mereka selesai mengintrogasi Cerry yang nanti nya akan di rehab, Mikka duduk ke luar menatap rumah sakit besar ini.


Mikka merasa hidup nya sudah berbeda, karma berbalik ke orang yang sudah menghancurkan hidup nya. Tidak pernah terfikir jika ini semua akan terjadi, dan jauh dari rencana awal. Takdir seolah tengah mempermainkan manusia.....

__ADS_1


...Jangan Lupa Next......


__ADS_2