Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 28


__ADS_3

"Saham mu akan aku tarik! Kau tidak akan mendapat warisan sedikit pun!!" ancam tuan Humers kepada Welson yang sedari tadi duduk diam di ruang tamu dengan wajah kesalnya.


"A-ayah kita bisa bicarakan ini baik-baik" sahut Welson panik


"Apa yang mau di bicarakan lagi ha?!!" bentak tuan Humers membuat Welson kembali terdiam


"Kau itu sangat bodoh!!!" teriak tuan Humers


"Tidak bisa melihat kesempatan dan keuntungan, bodoh, bodoh sekali" maki tuan Humers kepada anak pertama nya itu.


"Kenapa kalian malah membela Mikka!! Apa kalian tidak sayang dengan anak sendiri?!" tanya Welson merasa tersinggung


"Ssttt sudah ku bilang kau itu bodoh! Siapa yang membela Mikka?" bentak tuan Humers


"Coba kau gunakan otak mu itu sekali saja! Jika kau menikahi Mikka maka kau yang akan mengatur perusahaan mereka berapa banyak keuntungan yang kau dapat! Kau tidak perlu lagi bergantung dengan orang tua mu!" jelas tuan Humers


"Asalkan kau tahu perusahaan yang di kembangkan oleh nyonya Malisha itu sangat di lirik oleh perusahaan lain bahkan luar negri, mereka cukup terkenal andai kata memiliki jaringan yang luas! Dengar-dengar Malisha


sudah melakukan bisnis dengan perusahaan induk dan itu bisa melampaui kita!!" ucap tuan Humers yang ternyata gila bisnis sama-sama licik.


"Malisha sangat pintar, dan Mikka juga begitu aku tidak menyangka kau akan melepaskan permata seperti itu..." ucap tuan Humers lagi


"Ma-maafkan aku ayah..." lirih Welson yang tidak mengerti isi pikiran ayah nya,


"Huhh semua nya sudah terjadi..." gerutu tuan Humers


"Kau jalani saja hidup mu seperti yang kau inginkan, aku tidak akan mengatur mu lagi silahkan pergi dengan wanita yang kau sukai itu..." ucap tuan Humers lalu pergi meninggalkan Welson yang terlihat menyesal.


Disisi lain Mikka dan ibu nya sedang melakukan perjalanan menuju perusahaan induk milik Leo Amartha,

__ADS_1


"Kenapa harus dengan ku sih mah?" tanya Mikka malas


"Suatu hari kamu yang akan melanjutkan bisnis ini.." sahut Malisha


"Aku benci bisnis mah.." sahut Mikka tidak suka


"Sayang jika bukan kamu siapa lagi?" tanya Malisha


"Selagi kau libur semester mamah akan mengajarkan kamu bagaimana cara berbisnis" ucap Malisha antusias


"Mahh Mikka lebih suka menjauh dari bisnis dari pada harus terlibat." gerutu Mikka


"Baiklah, baiklah, baiklah mamah tidak akan membuat mu terbebani.." sahut Malisha


"Bukan begitu mah, hanya saja dunia bisnis itu licik dan banyak peraturan sedangkan Mikka tidak ingin banyak di atur" Mikka mengutarakan isi hati nya


"Iyaa kalau itu kemauan mu" sahut Malisha singkat.


"Selamat pagi nyonya Malisha??" sapa penjaga yang sangat ramah


"Pagi..." balas Malisha


"Perusahaan kami terlihat hidup jika ada wanita-wanita cantik yang datang.." goda penjaga itu, tiba-tiba seorang wanita muda menyela percakapan itu.


"Wahh pandai sekali kamu menghentikan langkah fatner Tuan Muda..." ucap wanita itu


"E-ehh nona Fey hehe.." ucap penjaga itu kikuk


"Selamat datang nyonya Malisha, apa kabar?" ucap nona Fey yang merupakan direktur perusahaan.

__ADS_1


"Kabar baik, nona Fey bagaimana kabar nya juga?" Malisha balik bertanya


"Baik nyonya.." sahut nona Fey singkat


"Wahh ini siapa?" tanya nona Fey


"Dia anak ku.." ucap Malisha, Mikka mendekatkan diri dengan wanita itu dan menyalami nya


"Mikka Anderlson" ucap Mikka singkat


"Aku Feylia Amartha" sahut nya seraya tersenyum manis


"Amartha? Akhir-akhir ini nama itu cukup terkenal" gumam Mikka dalam hati


"Silahkan masuk..." ucap nona Fey


Mereka berjalan masuk ke dalam lift untuk menuju ruangan tempat rapat di adakan,


'Srettt'


Bunyi pintu di buka oleh Fey, terlihat wajah seorang pria yang sangat berwibawa dan cukup berkarisma. Mikka terdiam saat melihat orang itu,


"Selamat datang nyonya" ucap pria itu


"Terima kasih tuan Leo.." sahut Malisha


"Mikka ini fatner bisnis mamah perusahaan mereka lebih terkenal dari pada milik tuan Humers..." bisik Malisha tepat di daun telinga Mikka.


Mikka menatap tajam ke arah pria itu 'Leo Amartha' dia adalah si pengganggu yang Mikka ancam ketika di area boxing.

__ADS_1


"Ck sial!!" gerutu Mikka kesal saat Leo Amartha memicingkan senyum menggoda ke arah Mikka.


...Next......


__ADS_2