
"Bos, mereka sudaah mati" ucap salah satu anak buah Alex yang pekerjaan nya khusus untuk membunuh, Alex tertawa keras membuat Fara semakin ketakutan.
"Hahahaha, itulah akibatnya jika tidak menurut dengan ku" ucap Alex seraya mengelus pipi Fara menggunakan telunjuknya
"Sekarang kau paham kan sayang?" tanya Alex tepat di wajah Fara yang berkisar 5 cm, Fara mengangguk dengan cepat dia benar-benar tidak bisa berkutik.
"Aku ingin tahu siapa saja yang kembali mengejar ku?" ucap Alex kepada anak buah nya dan anak buah nya itu seolah mengerti dengan tugas selanjut nya hanya menganggukan kepala nya lalu pergi dari tempat itu.
Villa yang terlihat tenang dari luar, namun menyimpan keganasan yang tidak terkira mampu membuat orang-orang tertipu. Di sinilah Fara mulai hidup, di penjara oleh sang bos mafia buronan.
Fara menangis di dalam kamar nya, ponsel nya telah di ambil oleh Alex sehingga tidak bisa meminta bantuan pada Welson. Hubungan mereka juga mulai retak akibat ulah Alex dan sekarang Fara tertinggal sendiri karna Cerry yang merupakan sahabat nya itu telah di habisi oleh anak buah Alex.
'Sretttt'
Pintu kamar di buka perlahan oleh seseorang, orang itu mendekati Fara yang kini meringkuk di kasur nya.
"Nona..." panggil orang tersebut membuat Fara terkejut karna mengira Alex yang datang.
"S-siapa kamu?" tanya Fara dengan ketakutan
__ADS_1
"Cepatlah pergi dari sini!" ucap orang itu seraya membuka lebar pintu kamar
"Cepat pergi dari sini sebelum tuan Alex pulang!" bisik nya dengan nada penuh penekanan, Fara yang juga sudah merasa tertekan berada di sini dengan cepat berlari keluar dari kamar tersebut.
Orang yang membuka kan pintu keluar untuk Fara itu tersenyum sinis, seraya membuka masker.
"Hah aku tidak akan membiarkan kamu berada di samping Alex" ucap nya dengan wajah dingin. Dia adalah Evi tangan kanan Alex yang sangat di percaya oleh Alex, namun gadis itu sudah lama menaruh perasaan dengan bos nya sehingga tidak rela jika Fara terlalu berlama-lama bersama dengan bos nya itu.
Fara melihat tidak ada anak buah Alex yang berjaga, entah mengapa ada yang aneh namun Fara tidak mau menunda-nunda waktu untuk nya kabur.
Fara berlari melewati hutan-hutan yang sangat lebat dia hanya mengikuti alur jalan setapak berharap cepat keluar dari tempat mengerikan ini, beberapa kali Fara terjatuh dan terguling sehingga tubuh nya terluka. Fara meringis kesakitan namun itu tidak mencegah dia untuk tetap kabur,
"Welson tunggu aku..." gumam Fara dalam hati sesekali dia menyeka air mata nya karna begitu menyesal akan semua perbuatan jahat nya yang sudah terlalu banyak, dari mengintimidasi orang lain dan menghina mereka secara terang-terangan. Semua memory itu membuat Fara sangat menyesal,
"Akhhhhh" Fara berteriak namun tubuh nya itu terus terguling-guling hingga dirinya tidak sadar kan diri.
Disatu sisi Welson mencoba menghubungi orang-orang terdekat Fara namun tidak ada yang tahu kemana gadis itu, apaalagi Fara hilang saat sahabat nya mengalami nasib na'as. Welson jadi curiga apakah ini juga berhubungan dengan Fara, lalu mau tidak mau Welson menghubungi polisi untuk meminta bantuan.
Setelah itu polisi mengarahkan beberapa orang untuk mencari Fara, kebetulan saat itu Welson juga ikut dalam pencarian kekasihnya namun Welson tidak tahu jika Mikka berada dalam satu gruf dengan dirinya.
__ADS_1
Mikka, Insfektur Alven, Welson dan beberapa orang polisi serta anjing pelacak ikut serta dalam gruf pencarian pertama. Lalu Mr.Jony, Fany dan beberapa orang juga ikut melakukan pencarian dengan jalur yang berbeda dengan mereka.
"Bagaimana kita bisa mencarinya pak? Jika kita tidak tahu dari mana memulai nya?" tanya salah satu polisi anak buah Alven.
Alven mendekati Welson, wajah Welson yang awalnya tidak suka dengan keberadaan insfektur Alven karna masalah nya beberapa waktu dahulu. Kini berubah menjadi wajah dengan rasa malu terhadap Alven,
"Apa kau mempunyai riwayat penggilan dengan Fara?" tanya Insfektur Alven
"Iya ada" sahut Welson pelan seraya menyodorkan ponsel nya dengan hati-hati
"Lacak tempat ini!" perintah Insfektur Alven kepada anak buah nya
Kemudian mereka melacak nomor hp milik Fara dan riwayat terakhir itu berada di persimpangan jalan ke arah bukit, setelah itu mereka kehilangan jejak karna ponsel milik Fara telah mati atau di buang.
Insfektur Alven membagi pencarian menjadi dua jalur,
"Tim satu ikut bersama ku lewat sini! Dan tim dua lewat sana!" perintah Alven
"Kalian harus selalu siaga!" tegas Alven seraya mengangkat senjata nya dan anak buah nya itu hanya menganggukan kepala saja, lalu mereka melakukan pencarian seperti yang di instruksikan oleh Alven.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari jika jalur yang mereka ambil adalah tempat di mana musuh besar mereka berada.
...Jangan lupa Next......