Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 33


__ADS_3

"Bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi nya?" tanya seorang pria paruh baya


"Aku sudah menemukan beberapa titik yang menjadi tempat mereka bertransaksi, hanya saja anggota yang aku rekomendasikan kepada mu kemarin masih belum aku beri tahu pada mereka siapa kita sebenarnya..." jelas Mr.Jony kepada seorang pria bertopi


"Beri tahu mereka secepatnya, aku hanya ingin kau segera melengkapi kelompok mu agar kita bisa kembali ke misi ini!" sahut pria itu tegas.


"Siap pak!!" jawab Mr.Jony mantap lalu berbalik pergi dari kantor tempat nya bekerja itu.


"Hahh sudah lama aku menantikan ini, akhirnya...." gumam Mr.Jony dalam hati dengan perasaan senang.


Dan di satu sisi, Mikka sedang berada di kampus nya bersama teman-teman lainnya mereka akan menggelar wisuda.


"Selamat yaa Mikka..." ucap Alven saat melihat Mikka menggunakan toga


"Terima kasih pak!" sahut Mikka dengan senyum ceria tidak seperti biasanya


"Jangan panggil aku Pak!!" gerutu Alven keberatan dan membuat Mikka tertawa


"Akhirnya kau tertawa..." ucap Alven pelan


"Aku lega bisa melihat mu tertawa..." gumam nya lagi dalam hati


"E-ehh mana Mr.Jony??" tanya Mikka


"Apa kau mencari ku junior??" ucap seorang pria membawa bunga dan sekotak coklat


"Heyy apa ini hari valentin??" tanya Fany


"Kenapa kau membawa bunga dan coklat?" tanya Fany lagi


"Ssttt suka-suka ku lah, ini untuk junior terbaik ku!!" sahut Mr.Jony seraya memberikan bunga dan kotak coklat itu, Mikka tertawa kecil


"Terima kasih Mister..." ucap Mikka


"Terima kasih kembali..." sahut Mr.Jony


"E-ehh apa nama bunga ini?" tanya Mikka penasaran.



Mr.Jony tertawa karna pertanyaan Mikka


"Aku tahu kau mungkin merasa aneh dengan bunga itu.." ucap Mr.Jony seraya tertawa

__ADS_1


"Ck jangan sok romantis, kalau tidak tahu selera seperti apa yang Mikka sukai.." gerutu Alven sambil mendengus kesal


"Bilang saja kau merasa iri wee" gerutu Mr.Jony sambil menjulurkan lidah membuat Mikka dan Fany tertawa melihat kelakuan dua pria itu


"Mereka seperti anak kecil...." ucap Fany berbisik pada Mikka


"Ck, jangan membuat ku malu!" ucap Mr.Jony lagi


"Bunga ini khusus untuk Mikka" ucap Mr.Jony


"Bunga ini nama nya bunga Lily, yang melambangkan pengabdian, persahabatan, simpati, murni, suci itulah arti bunga Lily warna putih" jelas Mr.Jony


"Hehe terima kasih Mister..." ucap Mikka lagi dan Mr.Jony tersenyum kecil, tidak lama kemudian Malisha mendatangi keempat pemuda itu.


"Wahh, sepertinya kalian bersenang-senang?" tanya Malisha kepada Mikka dan teman-teman nya.


"Mamah..." ucap Mikka seraya memeluk ibu nya itu lalu tanpa sengaja melihat Fara dan Cerry yang tampak kusut dan pucat.


"Apa yang terjadi pada mereka berdua?" gumam Mikka dalam hati, saat melihat dua orang musuh nya itu tampak tidak sehat.


Dan tanpa sengaja juga Fara melihat ke arah Mikka dengan tatapan kebencian nya seperti biasa,


"Hehh!" Fara membalikkan wajah nya tidak ingin melihat Mikka lalu mendatangi seorang pria yang sedari tadi menunggu nya.


"Sayang, sepertinya mamah tidak bisa lama-lama di sini..." ucap Malisha


"Kenapa?" tanya Mikka


"Mamah masih banyak pekerjaan, nanti siang juga akan ada pertemuan dengan tuan muda Leo Amartha.." jelas Malisha


"Huhh pria itu" gerutu Mikka


"Apa dia membuat mu repot?" tanya Mikka pada mamah nya itu


"Kau ini! Siapa yang bisa membuat mamah kerepotan selain kamu!!" sahut Malisah seraya mencubit hidung Mikka


"Hehehe" ucap Mikka salah tingkah


"Selamat yaa sayang" ucap Malisha lagi lalu berpamitan untuk pergi ke kantor nya kembali.


Beberapa menit kemudian Mikka duduk di taman bersama, Fany, Mr.Jony dan Alven. Mikka tampak terdiam beberapa saat tanpa ikut bercengkrama dengan mereka, Alven yang merasa aneh dengan sikap Mikka langsung mengambil inisiatif untuk berbicara berdua.


"Mikka..." ucap Alven

__ADS_1


"Shhhhhhttt" Mikka langsung menghentikan Alven yang ingin berbicara pada nya


"E-ehh kenapa?" tanya Alven ragu-ragu


"Coba kau lihat dua orang wanita itu sepertinya ada yang aneh?" ucap Mikka seraya menunjuk dengan sorot mata nya.


Alven memperhatikan sedikit merasa ragu, tapi dia berusaha melihat apa yang di lihat oleh Mikka.


"Memang nya kenapa?" tanya Alven


"Cantik tidak?" tanya Mikka membuat Alven mengangkat alis nya lalu tertawa renyah.


"Kenapa?" tanya Mikka polos, semakin membuat insfektur Alven tertawa. Bagaimana Alven tidak tertawa dia melihat wajah serius Mikka saat menatap dua wanita itu dan hanya bertanya 'cantik tidak?' dengan wajah polos nya.


"Tenang Mikka, tenang secantik apapun wanita di luar sana aku akan tetap memilih mu..." ucap Alven pelan tapi tetap terdengar oleh Mikka


"Apa??" tanya Mikka


"E-ehh, tidak maksud ku..." sahut Alven kikuk


"Huhhhh" Mikka menghela nafas serius sambil menatap Alven


"Coba kau lihat dengan teliti lagi insfektur!" gerutu Mikka kesal, lalu Alven mencoba memperhatikan lagi apa yang di maksud oleh Mikka.


"Aku ingin tahu, bagaimana ciri-ciri orang yang kecanduan obat-obatan?" ucap Mikka dengan wajah serius hingga membuat Alven baru sadar.


"Mata memerah, fisik seperti tidak terawat, gampang lelah dan lainnya..." ucap Alven merasa ada yang aneh dengan dua orang yang terus di perhatikan oleh Mikka sedari tadi.


"Aku merasa ada yang aneh dengan Fara dan Cerry" ucap Mikka


Ya! Dua orang wanita itu adalah Fara dan Cerry yang sedari tadi sudah Mikka perhatikan lama sekali, tubuh Fara sedikit kurus dan tidak terurus padahal hanya beberapa minggu mereka tidak bertemu.


Flash back kejadian yang di alami oleh Fara dan Cerry saat di villa milik Alexsandro Perdana.


Saat Fara jatuh pingsan karna suntikan yang di berikan Evi kepada nya, Alex membawa nya ke kamar dan kembali menggagahi wanita itu. Lalu mereka menyuntik heroin ke tubuh Fara agar bisa mengontrol wanita itu dan membuat nya menjadi alat untuk mengedar obat-obatan terlarang yang berhasil mereka seludupkan dari pelabuhan.


Fara tidak bisa menolak karna bukan hanya video vulgar yang ada di tangan Alex tapi dia juga berhasil membuat Fara bungkam dengan semua kelemahan nya di tangan Alex.


Sedangkan Cerry tidak kalah rugi dengan Fara, wanita licik itu pun terkena dampak karna ikut bersama Fara. Cerry juga menjadi alat untuk mengedarkan obat-obatan terlarang tersebut, sebelum mereka di lepaskan mereka membuat perjanjian hingga kedua wanita itu terlibat dalam kejahatan yang Alex lakukan.


...Bagaimana kelanjutannya jangan lupa...


...Next......

__ADS_1


__ADS_2