Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 8


__ADS_3

'Bukkkkk!!! Bukkkkk!!! Bukkk!!


Bunyi samsak tinju menggema diruangan kosong, terlihat seorang gadis umur 20 an yang badannya sangat ramping dan sedikit berisi terus meninju samsak didepannya itu.


"Aku benci!!! Sangat membenci mereka dan aku akan membalas semua perbuatan jahat itu satu persatu!!!" geram Mikka sambil terus meninju samsak nya dengan keras


"Hari ini 15 mei itu artinya 20 hari lagi sebelum bulan juni, aku yakin pasti ada bukti yang disembunyikan oleh Alea..."


"Jika didalam riwayat pesan yang dikirim oleh Mr.R mereka hanya merencanakan tentang penggelapan dana, itu artinya masih belum ada alibi jika Alea akan membunuh ibu ku. Pasti ada sebab jadi mereka melakukan itu semua...." pikir Mikka


"Tapi apa penyebab nya???" pikir Mikka lagi lalu dia berhenti seketika karna ada telpon dari mamah. Mikka mengambil handpone nya,


"Halo mah?" sapa Mikka


"Kamu dimana?" tanya mamah


"Lagi di...di fitness mah.." jawab Mikka padahal dia berada di area boxing


"Ouhh pulang jam berapa?" tanya mamah lagi


"Mungkin setengah empat...15 menit lagi" sahut Mikka seraya melihat jam dilengannya


"Pulangnya naik apa? Mamah jemput yaa?" ajak mamah


"Mikka pulang sendiri aja mah nanti pesan taxi online..." sahut Mikka


"Yaudah, ouhh iya papah malam ini pulang kamu mau oleh-oleh apa?" tanya mamah, Mikka terdiam sebentar karna teringat setiap papah pulang dari luar kota atau luar negri pasti dibawakan oleh-oleh.


"Mikka?!" panggil mamah karna Mikka terdiam beberapa saat


"E-ehh, apa aja mah..." sahut Mikka asal


"Mau nya apa?" tanya mamah


"Mahh terserah papah mau belikan apa..." sahut Mikka


"Yaa sudah mamah tutup dulu telpon nya nanti kita bertemu dirumah saja" ucap mamah seraya menutup telpon sebelum Mikka menjawab 'iya'.


"Huhhhhhf..." Mikka menghela nafas pelan lalu mengambil air minum nya, tapi telpon nya kembali berbunyi. Mikka menatap layar telpon nya,


"Welson??" ucap Mikka singkat lalu mematikan notif di hp nya agar tidak berbunyi

__ADS_1


"Pria brengsek itu..." gumam Mikka pelan lalu kembali meneguk air minum nya, namun hp nya kembali berdering.


"Ck!"


'Dretttt'


Mikka langsung mematikan hp nya tidak peduli lagi dengan laki-laki itu,


"Sekali berkhianat kau tetap akan menjadi pengkhianat!" gerutu Mikka geram


"Selain menghindarinya aku juga ingin tau sejak kapan dia mengkhianati ku?" pikir Mikka sedikit merasa tertarik.


Mikka memakai topi hitam nya dan pergi dari tempat itu namun tanpa Mikka sadari ada seorang pria tengah memperhatikan dirinya sedari tadi,


"Kucing hitam yang liar...." gumam nya dalam hati


"Bos?" panggil seseorang dari arah belakang nya


"Hmmm?" sahut si pria


"Bos Leo apakah anda sudah menunggu lama?" tanya Anton sekertaris nya Leo Amartha, Leo menatap Anton datar.


"Kau sangat terlambat sampai aku bosan menunggu!" sahut Leo dingin


"Hahahahhahahaha" Leo Amartha tertawa lepas saat melihat wajah pias Anton sambil menepuk-nepuk pundak Anton.


"Aku hanya bercanda kawan" ucap Leo lalu masuk ke area boxing


"Apa kau hanya berdiam di sana saja?" tanya Leo lagi


"I-iya bos..." sahut Anton bergegas menyusul Leo, kedua pria itu kemudian berlatih tinju seperti kebiasaan mereka setiap akhir pekan.


Mikka berjalan menuju halte bus, karna sedikit bosan menunggu Mikka memasang aerphoene nya di telinga dan memutar instrumen musik di mp3 player milik nya. Sambil mendengarkan instrumen yang menurut Mikka sangat menenangkan itu, hingga tanpa sadar Mikka tertidur ketika menunggu bus datang.


Beberapa jam kemudian tepat pukul 6 sore menjelang malam, Mikka belum juga pulang mamah agak khawatir dari tadi dia menelpon hp Mikka tapi tidak aktif.


Mamah panik sampai menelpon Hanah dan Fany yang menurut nya cukup dekat dengan putrinya itu,


"Maaf tante, Mikka sekarang jarang sekali bersama saya..." ucap Fany


"Yasudah kalau Mikka ada menghubungi kamu, cepat beri tahu tante yaa" ucap mamah Mikka lalu mematikan telpon nya dan kembali menelpon Hanah.

__ADS_1


"Lohh, aku kan tadi pulang nya barengan kamu jadi gak tahu Mikka nya ke mana.." ucap Hanah merasa sedikit khawatir


"Ck! Kemana tu anak, kamu bantu aku nyari Mikka yaa?!" ajak mamah Mikka lagi


"Iya bentar aku ngambil kunci mobil dulu..." ucap Hanah


"Iya han..." ucap mamah seraya mematikan telpon nya.


"Kemana tuhh anak..." gerutu mamah khawatir disertai perasaan cemas.


Disatu sisi Mikka masih enak-enak nya tidur di halte bus,


"Lihat bos ada seorang gadis tertidur di halte sana" tunjuk Anton lalu Leo melihat arah yang ditunjuk oleh Anton tadi.


"Lohh itu kan gadis tadi?" pikir Leo


"Hentikan mobil nya!" perintah Leo, lalu mobil itu berhenti tepat didepan halte bus.


"Gadis ini kenapa tidur disini?" pikir Leo yang langsung turun dari mobil nya, Leo berniat ingin membangunkan Mikka tapi belum sempat tangannya menyentuh bahu Mikka.


'Happp!'


Tangan Leo langsung ditangkap oleh Mikka spontan membuat Leo sedikit terkejut,


"Jauhkan tangan mu dari ku!" tegur Mikka lalu Leo menurunkan tangannya dengan perasaan canggung.


"Kenapa kau tidur ditempat ini?" tanya Leo berusaha mencairkan suasana


"Memang nya apa urusan mu jika aku tidur disini?" tanya Mikka ketus


"Aku berniat baik ingin membangunkan mu takutnya akan ada orang yang berniat jahat" sahut Leo


"Terima kasih atas niat baik mu, tapi itu tidak perlu bagi ku!" ucap Mikka datar membuat Leo terdiam, Mikka berjalan meninggalkan Leo tanpa sepatah katapun lagi.


"Hah menarik..." ucap Leo pelan


"Boss!" panggil Anton


"Ayo kita pergi dia terlihat lebih tangguh dari wanita biasanya..." gumam Leo agak kesal dengan penolakan Mikka tapi merasa tertarik dengan gadis berwajah datar itu.


"Jarang ada wanita seperti dia..." gumam Leo dalam hati hingga tanpa sadar senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


...Next......


__ADS_2