Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 15


__ADS_3

"Akhhhhhhhhh bangs*tttt!!!!" teriak seorang wanita histeris


'Brukkkk!!'


'Planggggg'


Bunyi barang yang dilempar ke lantai hingga membuat kebisingan di sekitar apartemen,


"Apa itu??" tanya orang-orang merasa heran


"Dia kenapa?" ucap salah seorang lagi ketika suara ribut itu terus-menerus mengganggu setiap orang di apartemena itu.


Suara jeritan di sertai isak tangis menggema di dalam sebuah ruangan,


"Sialan! Wanita ******* itu harus merasakan sakit dua kali lipat melebihi apa yang aku rasa!!" gerutu nya sambil kembali melempar barang-barang yang ada disana.


Kemudian terlihat seorang pria berlari dengan cepat menaiki tangga karna lift sudah penuh, dengan nafas ngos-ngosan dia menghampiri wanita itu.


"Fara!!! Faraaa!!" teriak nya dengan nafas turun naik


"Buka pintu nya sayang!" ucap nya lagi


'Srettttt'


Pintu perlahan di buka dan terlihat seorang wanita yang tampak kusut menatap pria itu dengan perasaan nya yang campur aduk.


"Welson!!!" ucap nya sambil memeluk pria itu dengan erat, suara tangisannya kembali pecah.


"B-bagaimana ini...ib-ibuuu kuuu" ucap Fara disertai isak tangis membuat Welson merasa iba.


"Sabar, kita akan membalas semua perbuatan orang ini!" geram Welson


"Apa kau tau siapa yang telah memenjarakan ibu ku?" tanya Fara

__ADS_1


"Siapa pun itu aku akan membalas nya untuk mu!" sahut Welson lembur seraya mengelus-elus rambut Fara


"Mikka.." ucapan Fara itu membuat Welson terdiam dan terkejut.


"Ba-bagaimana mungkin?" tanya Welson heran,


"Balas dia Welson!!" ketus Fara lalu melanjutkan tangisan nya agar Welson berempati kepada nya.


"I-iya" sahut Welson singkat


"Bagaimana mungkin Mikka?" pikir Welson sambil meneguk kasar saliva nya.


"Tunggulah sebentar, aku akan mengurusnya untuk mu..." ucap Welson seraya menjauhkan Fara dari pelukannya dan langsung keluar dari apartemen Fara, Welson menekan tombol lift dengan perasaan yang tidak menentu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Welson merasa heran, kemudian welson bergegas ke rumah Mikka.


Tidak menunggu waktu lama Welson pun tiba di rumah Mikka


"Permisi??" sapa Welson sambil menekan bel di pagar rumah, Mikka yang mendengar ada seseorang menekan bel dengan cepat menghampiri nya.


"Ada apa?" tanya Mikka dengan wajah datar nya


"It-itu aku...." ucap Welson tergagap karna terlalu gugup ketika gadis itu menatap mata nya


"Aku beri kau waktu lima menit..." sahut Mikka tegas sambil menghela nafas mencoba untuk tetap bersabar.


"Mi-mikka, apa sebaiknya kau mempersilahkan aku masuk dulu baru kita berbincang?" tanya Welson, Mikka menatap datar mantan tunangannya itu.


"Apa itu penting?" tanya Mikka


"Iy-iya tentu saja Mikka..." jawab Welson


"Tapi aku tak punya banyak waktu, cepatlah waktu mu tinggal tiga menit!" sahut Mikka lagi masih dengan wajah datar nya

__ADS_1


"Permasalahan kamu dengan nona Alea sebaiknya kau maafkan saja mereka, kasian Fara dia hanya sendiri jika ibunya di penjara. Bayangkan saja bagaimana stres nya dia jika itu terjadi?" jelas Welson mencoba meluluhkan hati Mikka dan berusaha mendapatkan empati dari nya. Mikka tersenyum sinis,


"Kau berbicara seolah-olah kau lah paling benar..." ucap Mikka pelan tapi masih bisa terdengar oleh Welson


"Bu-bukan begitu Mikka...." sahut Welson gugup


"Urus saja urusan mu!! Permasalahan dengan Alea itu urusan ku jadi jangan ikut campur jika kau tidak ingin ikut terlibat!!" ancam Mikka membuat Welson terdiam


"Mikka....kau banyak berubah..." sahut Welson


"Hehh apa pentingnya itu!" ketus Mikka


"T-tapi Mikka...." belum sempat Welson menyelesaikan kalimat nya dengan cepat Mikka menghentikan pria itu


"Stop Welson!! Waktu mu sudah habis, percuma kau membicarakan permasalahan yang kau sendiri tidak tahu!!" ucap Mikka datar dengan tatapan dingin


"Jangan ikut campur! Jika tidak ingin selingkuhan mu hancur bersama ibu nya!" ucap Mikka tepat di daun telinga Welson membuat pria itu terdiam tidak berkutik lagi.


Sepertinya cara jitu melumpuhkan musuh itu adalah dengan cara menunjukkan keberanian mu dengan mengancam nya tepat di daun telinga, dan menunjukkan betapa tangguh nya diri mu!!


"Aku tidak selingkuh!" teriak Welson


"Kau yang meninggalkan ku, dan aku perlu seseorang untuk mengisi kekosongan ku!" ucap Welson sedikit keras, Mikka terdiam sebentar.


"Apa itu penting sekarang?" tanya Mikka datar kembali membuat Welson geram.


Mikka tersenyum sinis seraya berbalik meninggalkan Welson yang masih mematung, merasa tidak percaya untuk yang kesekian kalinya Mikka mempermalukan dirinya dan membuat dia tidak berdaya. Welson mengepalkan tangannya,


"Apa sekarang kau juga memusuhi ku Mikka?" ucap Welson pelan ketika menatap Mikka yang meninggalkan dirinya di depan pagar rumah tanpa membuka pagar itu untuk nya sedikit pun.


"Hati ku sudah tertutup dan mengeras seperti batu, aku rasa tidak akan ada orang yang mampu meluluhkan ku lagi...." Mikka membatin merasa sedikit sedih tapi kesedihan itu membuat dia lebih kuat lagi


"Aku bersumpah tidak akan ada orang yang berani menginjak-nginjak diri ku lagi!" ucap Mikka dalam hati sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


...Next.......


__ADS_2