Balas Dendam Anak Kedua

Balas Dendam Anak Kedua
Chapter 46 ~END~


__ADS_3

Cahaya matahari menyinari ruangan putih, sosok wanita yang cantik tengah tertidur tepat di samping pria yang kini sudah mulai siuman.


Pria itu terbangun dan mengusap rambut wanita itu hingga tanpa sadar membuat nya ikut terbangun,


"Alven!! Apa kau sudah sadar" ucap Mikka terlihat antusias.


"Wanita itu memiliki dua sisi yang berbeda, satu sifat dingin dan satu nya lagi sifat lembut. Kali ini aku melihat sisi lembut dari nya dan itu terlihat sangat manis" Alven membatin seraya tersenyum ke arah Mikka yang masih di abaikan perkataannya.


"Heyy!" tegas Mikka membuat Alven terkejut


"Eh i-iya" sahut Alven kikuk


"Apa kau sudah merasa baikan?" tanya Mikka lagi


"Aku senang kau mengkhawatir kan aku" ucap Alven manja membuat Mikka menatap datar pria itu, Alven yang merasa Mikka akan mengubah sikap nya dengan cepat membuat sebuah drama.


"Aaa aduhh sepertinya kepala ku agak pusing" ucap Alven seraya memegang tengan Mikka agar menyentuh dahi nya.


"Di sini, kepala ku terasa akan pecah" ucap Alven lagi memberi kode agar Mikka memijat kepala nya.


Mikka hanya menghela nafas dia tidak bisa bersikap kasar kepada Alven, karna bagaimana pun Alven sudah berjasa bagi Mikka.


"Terima kasih" ucap Mikka pelan membuat Alven menatap nya dengan tegang


"Kenapa kau menatap ku?" tanya Mikka karna melihat ekspresi Alven yang terkejut


"Apa kau bilang tadi?" tanya Alven berusaha menggoda Mikka


"Terima kasih sudah menyelamatkan ibu ku dan aku" ucap Mikka tanpa melihat wajah Alven, Alven diam-diam tersenyum dengan ucapan Mikka itu.


"Setelah berterima kasih kau tidak akan memukul ku lagi kan?" tanya Alven membuat Mikka tidak bisa menahan rasa malu nya karna Alven terus menertawakan dirinya.


"Apa maksud mu?" ucap Mikka pura-pura tidak mendengar ucapan Alven.


Lalu Alven berbalik menatap ke arah Mikka, dengan sorot mata yang sulit di artikan oleh Mikka.


"Apa??" tanya Mikka ketus karna merasa salah tingkat di tatap oleh Alven


"Kau cantik" ucap Alven membuat Mikka merah merona


'Brukk'


Satu pukulan di layangkan oleh Mikka tepat di pundak Alven tapi tidak terlalu keras, lalu Mikka keluar dengan wajah malu nya.


"Dia terlihat seperti udang rebus" ucap Alven pelan seraya terus tertawa.


β€’ Rumah Sakit Jiwa


Sosok wanita yang terlihat begitu kurus tengah duduk di kursi dengan tatapan kosong, dia melamun sejak dua jam yang lalu.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mikka pada Fany dan Mr.Jony


"Hahhh seperti ini dari tadi" ucap Fany


"Aku akan menghampiri nya" ucap Mikka lagi, kemudian Mikka memasuki kawasan yang memang di kelilingi oleh pagar kawat agar tidak ada orang-orang yang kabur dari tempat ini.


"Fara..." panggil Mikka, sosok wanita itu adalah Fara yang kini mengalami sakit jiwa.

__ADS_1


"Kau menunggu siapa?" tanya Mikka lagi mencoba berkomunikasi dengan nya


"Welson" ucap Fara membuat Mikka mematung, lalu Mikka memegang pundak Fara dengan lembut.


"Apa kau ingin makan?" tanya Mikka, Fara mengangguk setuju dan Mikka pun menyuapi Fara.


"Aku tahu kau pernah jahat pada ku, aku tahu kau sudah membunuh ku dan aku tahu kau yang telah menghancurkan hidup ku" gumam Mikka dalam hati


"Tapi bagaimana pun kita tetap memiliki hubungan darah dan ayah yang sama" ucap Mikka dalam hati berusaha memaafkan semua perbuatan Fara dengan ibu nya.


"Tapi ini yang terakhir kali aku melihat kalian, kita tidak akan pernah lagi bertemu" ucap Mikka ketika selesai memberi makan Fara.


Mikka keluar dari tempat itu,


"Ini adalah yang terakhir kalinya aku bertemu dengan kalian" ucap Mikka seraya menatap tempat perkumpulan orang-orang yang memiliki gangguan jiwa.


Mikka berjalan menjauh dari tempat itu bersama dengan Fany dan Mr.Jony.


"Bagaimana Alea?" tanya Mikka pada Mr.Jony


"Alea sudah di asingkan ke penjara tersembunyi dan di sana dia tidak akan pernah keluar lagi, karna dia sudah membunuh Alex dan juga dalang dari perencanaan penculikan ibu mu" jelas Mr.Jony


"Ku rasa semuanya sudah selesai" ucap Mikka datar


"Hmm" sahut Fany dan Mr.Jony


"Bagaimana ibu mu?" tanya Mr.Jony


"Dia baik-baik saja dan sekarang pasti sudah memasak" ucap Mikka seraya membayangkan betapa heboh ibu nya itu ketika sudah berada di dapur.


"Kebetulan aku lapar nih" ucap Fany antusias


"Kasian Alven tidak di ajak" ucap Mr.Jony seraya tertawa mengejek ke arah Fany dan Mikka yang hanya tertawa kecil saja.


Namun ketika mereka sampai di rumah Mikka ada pemandangan langka yang mereka lihat,


"Welcome..." ucap Alven dengan antusias seraya memperlihat kan semua hidangan yang dia buat dengan ibu nya Mikka.


Mikka mematung begitu juga Fany dan Mr.Jony hanya diam dengan wajah tidak percaya.


"Apa luka mu sudah sembuh?" tanya Mr.Jony saat mereka sudah duduk menikmati hidangan di meja makan


"Sedikit" ucap Alven


"Kalau begitu kau harus makan yang banyak agar kesehatan mu cepat pulih" ucap Ibu nya Mikka seraya menambahkan sup ke piring nya Alven.


"Terima kasih" ucap Alven malu-malu


"Apa kalian tahu jika Alven ini pintar sekali memasak" puji Malisha lagi membuat Alven tersipu


"Dan semua masakan ini di buat oleh Alven" sambung Malisha


"Andai Alven jadi mantu ku, sudah pintar masak, cerdas, kuat komplit dehh" ucap Malisha lagi membuat Alven kembali tersipu sedangkan Mikka dengan wajah malas nya menatap Alven yang senang di puji oleh ibu nya.


"Sudahlah bu aku malas bahas" sahut Mikka yang sudah tidak kuat dengan pembicaraan ibu nya dan Alven itu.


"Tapi kalau boleh jujur, saya memang sudah menyukai Mikka sejak awal" ucap Alven tulus membuat mereka semua yang ada di meja makan tersedak karna tidak menyangka jika Alven akan menganggap serius ucapan ibu nya Mikka.

__ADS_1


"Dan hal itu memang ingin saya sampaikan di hadapan kalian semua" ucap Alven lagi membuat Mikka ingin sekali menampol pria itu.


"Mamah setuju kok kalau Alven memang pengen serius sama Mikka" sahut Malisha seraya menatap putri nya itu


"Mahh" ucap Mikka dan Malihsa hanya menganggukan kepala nya saja


"Utarakan isi hati mu, jangan sembunyikan kebenarannya" bisik Malisha membuat Mikka tersipu untuk yang pertama kalinya


"Udang rebus" ucap Alven pelan seraya tertawa kecil


"Baiklah.." sahut Mikka


"Aku akan memberikan kesempatan untuk Alven" ucap Mikka tegas


"Dia mau perang atau menyatakan cinta?" bisik Fany ke arah Mr.Jony karna sikap dan intonasi suara Mikka yang tidak pas, membuat Mr.Jony tertawa lalu tanpa sadar menggenggam tangan Fany.


"Aku juga menyukai seseorang" ucap Mr.Jony seraya menatap Fany


"Wahh wahh wahhh" ucap mereka semua


"Bagaimana jika acara pernikahan kita serempakkan saja" ucap Fany antusias


'Plakk'


Satu tepukan di jidat nya membuat Fany terdiam


"Mikka..." rengek Fany


"Bisa" sahut Alven dan Mr.Jony


"Bagaimana Mikka?" tanya Alven serius


"Baiklah" sahut Mikka dengan senyum yang merekah di wajah nya untuk yang pertama kalinya Mikka tidak bisa menyembunyikan perasaannya sendiri.


Beberapa bulan kemudian....


Pernikahan Mikka dan Alven serta Mr.Jony dengan Fany di adakan di sebuah gedung dengan meriah.


"Gaun putih yang cantik" bisik Alven tepat di daun telinga Mikka membuat Mikka kembali tersipu namun ia tutupi dengan bunga yang di pengang oleh nya.


"Udang rebus ku yang manis" ucap Alven lagi


Foto Pernikahan ;


β€’ Mikka Dan Insfektur Alven



β€’ Fany Dan Mr.Jony



...Tamat.😁...


See You Di Novel-Novel Karya ku yang lainnya


...😍😍😍😁...

__ADS_1


...πŸ™πŸ™πŸ™...


__ADS_2